Baby... I Love You

Baby... I Love You
Keinginan berhijab?



Hari ini bertepatan dengan hari aqiqahan baby Rendra, semua anggota keluarga sudah berkumpul di rumah Radit, bahkan ada Rida, Raga dan Aurel juga yang baru saja pulang dari liburan mereka.


Tidak tanggung-tanggung, Rida bahkan membelikan banyak oleh-oleh untuk Kendra dan Rendra, bahkan untuk kedua bocah tampan itu sendiri mencapai 1 koper ukuran besar. Sedangkan 1 koper besar lagi berisi hadiah untuk Sya, Radit, orang tua Sya, orang tua Radit dan keluarga kecil Fardan.


Raga bilang kalau Rida kalap belanja saat mendengar kalau Sya sudah melahirkan seorang putra. Adik dari Radit itu langsung membeli semua perintilan untuk bayi yang terlihat lucu di matanya.


Kalau saja Raga tidak mengingatkan mengenai berat koper yang bisa saja overload, pasti Rida akan terus berbelanja sampai dia puas.


"Kamu gemes banget sih sayang, pengen tante makan pipinya. " Ujar Rida yang sedang menggendong baby Rendra dengan gemas.


"Noo.... Tante enggak boleh maem pipi adek, kan di dapul masih ada banyak makanan. " Ujar Kendra langsung bersiap siaga begitu mendengar ucapan Rida.


Rida dan semuanya langsung tertawa mendengar ucapan polos dari Kendra, di pikirnya Rida benar-benar akan memakan pipi baby Rendra.


"Udah-udah, acaranya mau mulai. Ayo kita turun. " Ujar Mama Riana menghentikan acara Rida menggoda Kendra.


Rida segera memberikan baby Rendra kepada Sya. Mereka bersama-sama turun ke ruang tamu dimana pengajian sedang berlangsung.


Acara di mulai dengan MC yang membuka acara dengan mengucapkan salam dan membaca “Basmallah”. Barulah setelah itu pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an yang di wakilkan oleh salah seorang anak yatim piatu dari sebuah panti asuhan yang memang sengaja keluarga Radit undang untuk ikut serta dalam acara aqiqahan baby Rendra.


Dan saat tiba pembacaan surat Lukman dari ayat 13-18 yang biasa dibaca saat aqiqah oleh Ayah anak yang beraqiqah, Radit membacanya dengan sangat khusyuk, hal ini membuat Sya tanpa sadar meneteskan air mata haru.


Setelah rangkaian acara aqiqah di lakukan, tiba saatnya pencukuran rambut bayi sebagai simbol, dan diikuti dengan pengesahan nama untuk baby Rendra. Tidak banyak, hanya sedikit saja rambut baby Rendra yang di potong.


Banyak doa-doa dari ulama dan keluarga yang di panjatkan untuk mendoakan baby Rendra. Acara aqiqahan baby Rendra berlangsung dengan hikmat dan juga suka cita.


Acara aqiqahan baby Rendra ini di akhiri dengan santunan kepada anak-anak panti asuhan. Meskipun tidak seberapa banyaknya, tapi Radit berharap kalau ini akan bermanfaat untuk mereka.




Setelah acara selesai, Sya memilih untuk kembali ke kamar terlebih dahulu. Biar bagaimana pun kondisinya yang sehabis operasi caesar membuatnya tidak bisa terlalu berlama-lama untuk bergabung bersama mereka. Sya merasa tubuhnya sudah lelah setelah kurang lebih 2 jam duduk di bawah.



"Capek? " Tanya Radit kepada Sya, untungnya saja baby Rendra selama acara berlangsung tidak rewel, dan sekarang bayi tampan itu sedang tertidur di box bayinya.



"Sedikit." Jawab Sya seraya tersenyum. Dia tidak ingin membuat Radit menjadi khawatir kepadanya. " Kamu turun lagi aja Mas, kasian Pak Ustadz masih ada di bawah kan? Aku sendiri aja nggak papa, pengen istirahat sebentar. " Ujar Sya kepada Radit. Biar bagaimana pun di bawah masih ada Pak Ustadz, tidak enak kan kalau di tinggal oleh tuan rumahnya, ya meskipun ada Ayah Dodi, Papa Riyan, dan Raga yang menemani.



"Ya udah, aku temenin sampe kamu tidur. Abis itu aku ke bawah. " Ujar Radit menolak untuk meninggalkan Sya sendirian.



Kendra? Tentu saja bocah tampan itu sedang sibuk bermain bersama Aurel. Melepaskan rindu setelah kurang lebih 2 bulan tidak bertemu.



"Ya udah aku tidur sekarang. " Sya melepaskan jilbab yang menutupi rambut indahnya.



"Aku belum bilang ya kalau kamu cantik pakai jilbab. " Ujar Radit tiba-tiba.



Seketika gerakan Sya yang sedang mencoba untuk melepaskan jilbabnya terhenti. Sya menatap Radit penuh arti.



"Tidak, Mas tidak bermaksud untuk memaksa kamu untuk berhijab. Mas hanya memuji kecantikan kamu, itu saja tidak lebih. " Ujar Radit dengan cepat.



Radit tidak ingin membuat Sya tersinggung karena dirinya terlihat seperti memaksakan keinginannya agar Sya berhijab, meskipun sebenarnya Radit ingin sekali Sya terus memakainya jika mereka ada di luar rumah.




Namun mendengar pertanyaan Sya seketika membuat Radit langsung mengangguk tanpa berpikir terlebih dahulu.


"Iya suka. " Jawab Radit. "Tapi kalau kamu memang belum siap, tidak apa-apa. Jangan di paksakan, dan juga jangan karena Mas kamu berhijab. Mas mau kamu menutup rambut indah kamu ini atas dasar keinginan kamu sendiri. " Ujar Radit dengan lembut.



"Doakan agar aku bisa cepat berhijab ya Mas. " Jawab Sya seraya tersenyum manis.



Radit menganggukkan kepalanya.


"Sekarang ayo tidur, mau Mas puk puk kayak Kendra biar kamu bisa cepat tidur? " Radit mengalihkan pembicaraan. Dia takut kalau Sya merasa tidak nyaman dengan adanya pembahasan mengenai jilbab ini.



Sebenarnya bukan Radit tidak bisa tegas, tapi Radit hanya tidak ingin membuat Sya melakukan sesuatu yang tidak dari hatinya. Radit juga bukan laki-laki dengan ilmu agama yang tinggi dia hanya sedikit memilikinya, dia hanya laki-laki egois yang tidak ingin kecantikan istrinya di nikmati oleh laki-laki lain. Dan dengan Sya berhijab adalah salah satu cara yang membuat Radit menjadi tenang.



"Apaan sih, emangnya aku anak kecil yang tidurnya harus di puk-pukin. " Jawab Sya seraya tertawa kecil.



Sya menahan tawanya karena takut membuat baby Rendra yang sedang tertidur menjadi terganggu.



"Ya enggak papa, aku mau kok disuruh puk-pukin kamu. " Entah mengapa menggoda Sya merupakan salah satu hobbynya sejak mereka menikah, tidak, bahkan sejak mereka masih pacaran.



"Kamu mau tapi akunya enggak mau wekkk... " Ujar Sya seraya menjulurkan lidahnya ke arah Radit.



"Ooo jadi sekarang udah mulai berani ya sama aku, mau aku gigit lidahnya? " Ucap Radit seraya menaik-turunkan alisnya.



"Apaan sih, dasar suami mesum. " Sya memberengutkan wajahnya kesal.



" Lah kok jadi marah, orang kamu duluan yang mulai. Lagian apanya yang mesum dari gigit lidah? " Radit masih tidak berhenti dan terus menggoda Sya.



"Udah ah, males ngomong sama Mas. Mau tidur dulu... " Ujar Sya seraya berbaring memunggungi Radit. "Tapi nanti sebelum ashar jangan lupa bangunin aku. " Sya menolehkan kepalanya kepada Radit.



"Iya iya, udah cepet tidur. " Ujar Radit seraya mengelus lembut punggung Sya.


.


.


.... ...


*Seperti biasa jika ada kesalahan dalam menuliskan rangkaian aqiqah, mohon kritik dan sarannya ya temen-temen ☺😂*



***Terima kasih******🙏💕***