
" Kamu ikut Mas ke atas atau mau langsung ketemu temen-temen kamu yank? " Tanya Radit kepada Sya setelah mereka sampai di parkiran kantor.
" Aku ikut sama Mas aja deh, soalnya kalau langsung ke tempat mereka nanti malah jadi ganggu pekerjaannya. " Ujar Sya menjawab pertanyaan Radit.
" Oke. " Setelahnya Radit turun dari mobil kemudian membukakan pintu dan membantu Sya keluar dari mobil dengan hati-hati.
" Silahkan yang mulia Ratu. " Ujar Radit menggoda Sya.
" Kok Ratu? Kenapa enggak Tuan Putri? " Tanya Sya kepada Radit.
" Karena kamu Ratu di hatiku, kalo Tuan Putri itu buat anak perempuan kita nanti sayang. " Radit memulai gombalannya.
" Sejak kapan Mas bisa gombal kayak gitu? Itu mah kata-kata ABG " Ujar Sya seraya tertawa kecil. Radit ini memiliki garis wajah yang dingin dan tegas, maka saat mengatakan gombalan seperti itu menjadi terlihat lucu.
" Rahasia. " Jawab Radit juga ikut tertawa.
Radit menggandeng tangan Sya untuk berjalan di sampingnya. Sekarang ini Sya hanya menggunakan dress panjang hingga mata kaki dan dipadukan dengan cardigan tentu saja dengan menggunakan flatshoes. Perutnya yang sudah semakin besar membuat Sya merasa tidak nyaman jika harus menggunakan celana.
" Selamat pagi Pak Radit dan Bu Sya. " Ucap Lisa dengan ramah. Dibalik penampilannya yang memang sedikit menor itu Lisa adalah gadis yang baik. Dia tidak pernah membuat skandal apapun selama bekerja di perusahaan Radit. Meskipun pada awalnya jika baru saja mengenal Lisa yang sangat mencolok adalah sifatnya yang jutek dan galak. Sya saja pernah merasakan bagaimana kejutan dari Lisa.
" Pagi juga Mbak Lisa. " Jawab Sya dengan ramah. Tentu saja ini berbanding terbalik dengan Radit yang hanya menampilkan wajah datarnya saja. Sebagai sekretaris jelas Lisa sudah sangat terbiasa dengan sifat Radit yang satu itu.
" Duluan ya Mbak. " Ucap Sya sebelum mereka masuk ke ruangan Radit.
" Iya Bu. " Setelahnya Lisa kembali duduk di kursinya untuk melanjutkan pekerjaannya mengecek jadwal Radit hati ini.
...***...
" Mas hari ini sibuk nggak? " Tanya Sya seraya mendudukkan dirinya di sofa ruangan kerja Radit.
" Aku belum tau, nanti tunggu Lisa datang bacain aku jadwal dulu. " Jawab Radit seraya memberikan segelas air putih untuk Sya. Tadi setelah masuk, Radit langsung menuju pantry untuk mengambil air minum, perjalanan kantor yang memakan waktu lebih dari setengah jam ini membuat Radit khawatir kalau Sya sampai dehidrasi.
" Makasih Mas. " Ucap Sya menerima air minum dari Radit dengan senyuman yang tersemat di bibirnya.
Radit ikut mendudukkan dirinya di sofa di samping Sya. Dengan pelan dia mengelus perut buncit Sya itu.
" Dedek seneng nggak main ke kantor Ayah? Sejak Bunda sama Ayah tau kalo dedek ada di perut Bunda kan kita nggak pernah bawa dedek jalan-jalan. " Ujar Radit mengajak janin dalam perut Sya mengobrol. Radit begitu antusias dengan kehamilan Sya ini. Karena hormon yang mempengaruhi Sya inilah yang membuat istrinya itu menjadi lebih manja kepadanya.
Pernah suatu pagi Radit akan bersiap untuk berangkat ke kantor, dan tiba-tiba saja Sya melarangnya untuk pergi. Sya bilang dia ingin mencium wangi tubuh Radit sepanjang hari ini. Tentu saja Radit tidak keberatan, bukankah itu adalah sesuatu yang menguntungkan untuknya? Jadilah Radit meminta Pak Agus yang mengantarkan Kendra ke sekolahnya karena Radit tidak jadi ke kantor. Dan bagusnya lagi, Kendra sekarang jarang rewel, dia seolah tau kalau dimasa kehamilan seperti ini Bundanya itu butuh perhatian yang lebih dari sebelumnya. Bahkan sekarang Kendra yang lebih sering memanjakan Sya. Dimulai dari mengingatkan Sya untuk minum susu sampai kadang membantu memijat kaki Sya seperti yang sering Radit lakukan.
" Seneng dong Ayah, dedek kan juga bosen kalau disuruh di rumah terus. " Jawab Sya yang menirukan suara anak kecil.
" Hahaha... " Radit dan Sya tertawa bersama.
Tok... tok... tok....
Terdengar suara pintu ruangan Radit diketuk.
" Permisi Pak Radit. " Terdengar suara Lisa dari luar.
" Ya masuk. " Jawab Radit dengan suara datarnya. Wajahnya juga seketika berubah menjadi dingin seperti biasanya.
Ceklek...
" Maaf Pak mengganggu sebentar, saya cuma mau bacain jadwal Pak Radit hari ini. " Ujar Lisa menjelaskannya.
" Ya. " Jawab Radit singkat.
" Hari ini bapak ada rapat di luar sehabis jam makan siang bersama PT Jayapura. Selain itu hanya memeriksa dan menandatangani beberapa berkas. " Ujar Lisa membacakan jadwal Radit hari ini.
" Apa bisa rapatnya di wakilkan Andre saja? " Tanya Radit kepada Lisa.
" Maaf Pak, tapi sekarang ini Pak Andre bukannya sedang meninjau proyek yang ada di Bengkulu? " Tanya Lisa kepada Andre.
" Oo iya, ya sudah. Nanti saya akan menemui mereka. " Jawab Radit pada akhirnya.
Radit baru ingat kalo dia sendiri yang menyuruh Andre untuk terbang ke bengkulu 2 hari lalu untuk meninjau proyek mereka yang ada disana.
Setelahnya Lisa berpamitan untuk kembali ke mejanya.
" Mas kerja dulu ya. " Ujar Radit kepada Sya dan langsung mendapat anggukan dari Sya.
Tidak beberapa lama kemudian Sya merebahkan tubuhnya di sofa. Jiwa rebahannya kembali muncul di diri Sya.
" Kamu capek ya? " Tanya Radit kepada Sya.
" Enggak Mas, cuma pengen rebahan " Jawab Sya seraya tersenyum.
" Ya udah, nanti kalo capek atau ngantuk pindah ke kamar aja ya. " Ujar Radit mengingatkan.
" Iya Mas.... "
Sya kembali memainkan ponselnya. Perhatiannya teralihkan saat tiba-tiba saja ada sebuah foto makanan di instagram. Tahu krispi! Sekarang Sya menginginkannya.
" Mas.... " Panggil Sya kepada Radit yang masih fokus dengan pekerjaannya.
" Ya, kenapa sayang? " Tanya Radit kepada Sya.
" Mau ini... " Sya memperlihatkan ponselnya kepada Radit. Namun karena tidak terlihat jelas, Radit menghampiri Sya.
" Apa? " Tanya Radit mendekat kepada Sya dan berjongkok di lantai tepat dihadapan sang istri.
" Ini, Tahu krispi. " Jawab Sya.
" Ooo, dedeknya lagi pengen Tahu krispi? Ya udah tinggal beli aja sayang. " Ujar Radit kepada Sya.
" Tapi harus sama kayak yang di gambar. "
" Iya sayang. " Radit mengambil ponselnya mencari untuk mencari apakah Tahu krispi yang Sya inginkan itu bisa di pesan lewat g*food atau tidak. Dan syukurnya bisa.
" Udah? Tahu krispi aja atau mau yang lainnya juga? " Tanya Radit kepada Sya.
" Coba aku liat ada apa aja. " Ujar Sya meminta ponsel Radit.
Radit memberikan ponselnya, biarlah selama makanan yang Sya inginkan tidak berbahaya untuk kesehatannya maka Radit akan mengizinkannya untuk membeli. Karena takut juga kalau permintaannya tidak dituruti nanti anaknya malah ileran. Namun satu yang Radit tidak pernah izinkan Sya untuk memakannya meskipun wanita itu menginginkannya, yaitu mie instan.
Setelah memilih apa yang dia inginkan, Sya memberikan ponsel itu kepada sang pemilik lagi.
" Udah itu aja Mas. " Ujar Sya kepada Radit.
Dan tau apa yang di pesan Sya selain tahu krispi? Ada brownies coklat, rujak buah, pempek, dan dimsum. Bagaimana berat badannya tidak terus bertambah bukan?