
Sudah 3 hari ini Sya mendiamkan Radit. Tapi meski begitu Sya tetap membantu Radit menyiapkan kebutuhannya. Sudah 3 hari ini juga Sya bersabar dengan Radit yang tidak kunjung berubah itu. Radit tetap sibuk dengan pekerjaannya dan mengabaikan Sya juga anak-anak.
Siang ini setelah menidurkan baby Rendra dan Kendra, Sya memutuskan untuk menghubungi Mama Riana. Sya berencana untuk mengikuti rencana yang Mama Riana buat.
Flashback
"Kalau sampai seminggu ini Radit tidak juga berubah, kamu ikutin saran Mama. Kamu dan anak-anak ikut Mama dan Papa ke Bali. Yang Radit tau Mama akan ke Bali 3 hari lagi, tapi Mama dan Papa memutuskan untuk ke Bali seminggu lagi karena masih ada beberapa yang harus di urus. Biarkan Radit sendiri di Jakarta tanpa kehadiran kamu dan anak-anak. Karena dengan begitu Mama harap Radit jadi tau arti sebuah keluarga. Anak itu kalau lama-lama di biarin makin jadi malah. Padahal Mama sudah sangat bersyukur Radit bisa berubah setelah kehadiran kamu, ternyata dia tidak benar-benar berubah." Terdengar suara Mama Riana yang sedang menahan kesal.
Sya terdiam mendengar ucapan Mama Riana. Bolehkah dia mengikuti rencana Mama Riana? Sya takut melakukan itu.
"Tapi apa nggak papa Ma? Nanti kalau Mas Radit malah jadi marah gimana?" Tanya Sya kepada Mama Riana.
"Kalau sudah begitu dan Radit malah marah sama kamu itu berarti dia benar-benar keterlaluan dan tidak punya hati. Kalau sampai itu terjadi, Mama sendiri yang akan memisahkan kamu dengan anak itu. Biarlah Mama kehilangan menantu sebaik kamu asalkan kamu tidak tersakiti oleh anak Mama. Mama lebih rela kalau kamu bahagia dengan orang lain dari pada bersama Radit tapi kamu tersakiti." Mama Riana benar-benar kesal saat ini. Setelah kejadian dulu tapi Radit tidak juga berubah. Sejujurnya Mama Riana juga tidak sepenuhnya menyalahkan Audrey, karena yang andil besar penyebab terjadinya masalah rumah tangga antara Radit dan Audrey dulu sebenarnya adalah Radit sendiri. Mama Riana hanya tidak suka dengan keputusan Audrey yang memilih untuk berselingkuh. Mama Riana lebih suka jika Audrey seperti Sya, mau berterus terang kepadanya. Dengan begitu dia bisa mencarikan jalan keluar untuk mereka. Tapi sudahlah, itu semua sudah berlalu. Dan Mama Riana bersyukur sekarang mempunyai menantu sebaik Sya.
"Nanti Sya pikirkan lagi ya Ma. Kalau dalam 3 hari ini Mas Radit tidak juga berubah Sya akan hubungi Mama." Ujar Sya kepada Mama Riana.
Flashback Off
"Assalamu'alaikum, halo Ma..." Ucap Sya begitu panggilan teleponnya diangkat.
"Wa'alaikumsalam Sya, gimana?" Tanya Mama Riana kepada Sya.
"Ehhmm, Sya mau ngomong sesuatu sama Mama." Jawab Sya.
"Iya?"
"Gimana ya ngomongnya... " Saat ini Sya benar-benar bingung bagaimana cara bilangnya kepada Mama Riana.
Hening....
"Mengenai rencana Mama, Sya mau ikutin. Sya udah nggak tahan, Mas Radit tetap sama seperti kemarin-kemarin." Akhirnya Sya mampu mengatakannya kepada Mama Riana.
"Baiklah, sekarang kamu packing baju-baju kamu dan anak-anak. Nanti biar supir Mama yang ambil kesana. Yang lain biar jadi urusan Mama. Kamu jangan terlalu memikirkan masalah ini. Jangan sampai setres ya sayang, kasian Rendra kalau kamu setres dan air susunya malah jadi sedikit." Ujar Mama Riana dengan lembut.
Sya terharu mendapat perhatian Mama Riana. Sudah sebulan lebih dia tidak mendapatkannya dari Radit. Setiap malam yang Sya dan Radit lalui hanyalah sebagai kebutuhan biologis semata. Radit sekarang jarang memperhatikannya, dan Sya merindukan Radit yang dulu. Radit yang manja dan berebut perhatiannya dengan Kendra. Bahkan sudah beberapa hari belakangan ini Sya mendapati putung rokok di ruang kerja Radit. Sya tidak menyangka kalau Radit kembali ke kebiasaan lamanya.
Malam ini Sya sengaja menunggu Radit pulang, tidak seperti 1 minggu kemarin yang sengaja tidur lebih dulu. Ada rasa sedih di hati Sya karena besok dia untuk sementara waktu akan berpisah dengan suaminya itu.
Ya, besok Sya dan anak-anak akan ikut Mama Riana dan Papa Riyan ke Bali seperti yang sudah di rencanakan. Tanpa sepengetahuan orang rumah juga supir Mama Riana beberapa kali ke rumah untuk mengambil barang-barang milik Sya dan juga anak-anak yang akan di bawa ke Bali.
Sudah sampai jam 12 malam Sya menunggu Radit pulang. Tapi belum ada tanda-tanda laki-laki itu akan segera pulang.
Sya sudah menahan kantuknya sedari tadi. Tapi biarlah malam ini Sya melayani Radit terakhir kalinya sebelum dia pergi besok.
Dan tepat jam 1 Radit pulang dari kantor. Sya turun untuk menyambut kepulangan suaminya itu.
"Kamu lembur lagi Mas." Ujar Sya kepada Radit.
Radit sedikit terkejut mendapati Sya yang menyambut kepulangannya karena sudah seminggu ini istrinya itu tidak pernah melakukannya. Ada sedikit rasa hangat dan juga rasa bersalah yang Radit rasakan saat ini. Radit sangat sadar kalau dia telah mengabaikan Sya dan anak-anaknya beberapa bulan terakhir ini. Radit janji, setelah urusan kantornya selesai dia akan mengajak Sya dan anak-anaknya untuk menikmati liburan bersama.
"Aku sengaja nunggu kamu pulang." Jawab Sya seraya tersenyum manis.
Sya mengajak Radit ke kamar, menyuruh laki-laki itu untuk segera membersihkan dirinya. Sedangkan Sya seperti biasa akan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu.
"Anak-anak tidur jam berapa?" Tanya Radit kepada Sya. Ini adalah pertama kalinya setelah beberapa bulan ini Radit baru menanyakan mengenainya anak-anak.
"Abang tidur jam 9, kalau adek baru 1 jam yang lalu, dia kebangun karena haus kayaknya." Jawab Sya.
Radit menganggukkan kepalanya.
"Aku ke ruang kerja dulu ya, ada beberapa hal yang perlu aku selesaikan." Ujar Radit kepada Sya.
Belum juga Sya menjawabnya Radit sudah akan beranjak dari kamar mereka. Tapi belum sempat Radit keluar, Sya sudah lebih dulu menggenggam tangan Radit dan menghalaunya untuk keluar.
"Mas, boleh enggak kalau malam ini kamu jangan kerja dulu." Ujar Sya kepada Radit.
"Enggak bisa sayang, ini harus aku selesaikan malam ini." Jawab Radit tanpa perlu repot-repot memikirkan ucapan Sya.
"Ya udah kalau emang harus di selesaikan sekarang. Tapi ingat Mas kamu juga harus jaga kesehatan. Aku kan nggak bisa selamanya ada di samping kamu buat selalu ngingetin kamu." Ujar Sya seraya melepaskan genggaman tangannya kepada Radit.
Radit terdiam mendengar kalimat Sya, kenapa Radit merasa kalimat Sya seperti wanita itu akan meninggalkannya? Tidak, Sya akan selalu ada disisinya.
.
.
.
*Maaf ya kalau masih ada typo mengenai nama Sya dan Laras atau Radit dan Dani. Kadang suka lupa jadi sering ketuker-kuker. Kalau masih ada yang ketuker kalian kasih tau ya dimana, biar nanti aku revisi lagi.😂🤗*
*Buat yang tanya Laras itu siapa, temen-temen bisa baca karya baru aku yang judulnya* ***Laras for Dani***, *siapa tau suka 😊😁*
*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍🤗*
***Terima Kasih****😘💕*