Baby... I Love You

Baby... I Love You
Lembur



Puas menikmati es krim yang yang membuat Sya bahagia, sekarang dia dan Kendra memutuskan untuk pulang. Tapi tidak lupa juga membawa pulang beberapa es krim untuk para pekerja di rumah dan juga untuk dirinya sendiri jika tiba-tiba saja menginginkan es krim seperti tadi.


Ditambah sekarang juga sudah sangat siang. Sudah waktunya Kendra untuk makan siang dan juga tidur. Sya membuka tasnya berniat untuk mengucapkan selamat istirahat kepada Radit, tapi ternyata Sya tidak membawa ponselnya. Jadi ya sudah, mau bagaimana lagi. Biar nanti Sya menghubunginya jika sudah sampai di rumah.


15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah. Eko, satpam yang bekerja di rumah Radit ini segera membukakan pintunya.


" Selamat siang Mbak Sya. " Ucap Eko dengan hormat.


" Selamat siang juga Ek. Oo iya, ini tadi aku beli Es krim sama Kendra. Kamu bagi juga ya sama Mang Mamat. " Ujar Sya seraya memberikan 2 bungkusan es krim kepada Eko.


Mengenai Mang Mamat, dia juga satpam senior disini. Sudah dari pertama kali rumah ini dibangun dia bekerja kepada Radit. Dan saat ini entah sedang dimana sehingga sekarang tidak terlihat. Mungkin ke kamar mandi.


" Makasih banyak Mbak, jadi nggak enak nih ngerepotin. " Ujar Eko seraya menerima bungkusan dari Sya. Sudah di bilang kan kalau majikannya itu sangat baik? Tidak seperti yang dulu.


" Sama-sama Ek, lagian hari ini cuaca lagi panas banget. Kalau makan es krim kan enak, jadi agak segeran. " Ujar Sya seraya tersenyum. " Oo iya, aku sama Kendra masuk dulu ya. " Ujar Sya kepada Eko.


" Eehh, sebentar Mbak, tadi Pak Radit telefon nyariin Mbak Sya. " Ujar Eko memberitahu Sya.


" Oo gitu ya. Terus kamu jawab apa? " Tanya Sya.


" Saya bilang Mbak Sya sama Kendra lagi pergi jalan-jalan. " Jawab Eko.


" Ya udah, terima kasih ya Ek. "


Setelahnya Sya melajukan motornya untuk memarkirkannya di garasi sekalian. Karena Sya sendiri sudah tidak berniat untuk keluar rumah lagi.


" Kendra happy? " Tanya Sya dengan ceria. Entah kenapa suasana hatinya menjadi sangat baik setelah makan es krim kesukaannya.


" Happy, Kendla happy makan es klim sama Bunda. Besok lagi ya. " Jawab Kendra dengan semangat. Memang benar saat ini Kendra sangat senang.


" Hahaha, nggak boleh sering-sering sayang. Nanti kalau Ayah tau kita bakal di marahin. " Ujar Sya seraya tertawa kecil. Pasalnya Radit selalu melarang Sya dan Kendra terlalu banyak makan es krim. Takut batuk katanya. Memangnya Es krim itu menyebabkan batuk ya? Sya kira hanya es es yang kalo es batunya itu air mentah yang menyebabkan batuk.


Sya masuk ke rumah lewat pintu dari garasi yang langsung terhubung ke dapur. Disana tidak ada mbok Inah maupun Mbak Tinah. Jadi Es krim yang Sya bawa langsung saja dia masukan ke dalam freezer saja. Mungkin para asisten rumah tangganya itu sedang mengerjakan pekerjaan yang lain atau sedang istirahat.


" Kendra ayo cuci tangan sama cuci kaki dulu. " Ujar Sya kepada Kendra. Sudah menjadi sebuah keharusan jika mereka habis keluar dari rumah harus membersihkan diri. Setidaknya cuci tangan dan cuci kaki.


Setelahnya Sya menyuapi Kendra untuk makan siang. Dan membiarkannya setengah jam untuk bermain agar makanannya sudah turun. Barulah setelah itu Sya akan mengajak Kendra untuk tidur siang.


Tepat pukul 2 siang, Sya berhasil menidurkan Kendra. Dia kembali ke kamarnya dan baru teringat akan ponsel yang dia tinggalkan sejak tadi.


Ponselnya tergeletak tepat di meja samping ranjang. Terlihat ada 5 panggilan tak terjawab yang semaunya dari Radit. Segera saja Sya menghubungi balik Radit.


Tut... tut... tut...


" Halo Mbak Sya. " Ujar suara dari sebrang sana. Suara yang sudah Sya hafal karena seringnya mereka berkomunikasi sejak Sya bekerja di perusahaan Santoso.


" Halo Mas Andre. Mas Radit nya ada? Tadi kayaknya dia telfon aku tapi nggak keangkat, soalnya tadi aku habis keluar sama Kendra ke kedai Es krim lupa bawa HP. " Ujar Sya kepada Andre.


" Oo iya Mbak, tadi emang Pak Radit kayaknya sempet telfon Mbak Sya waktu jam makan siang. Tapi sekarang Pak Radit nya sedang rapat lagi Mbak. " Ujar Andre memberitahu keberadaan Radit saat ini.


" Oo gitu ya. "


" Apa Mbak Sya ada titip pesan yang harus saya sampaikan ke Pak Radit? " Tanya Andre dengan ramah.


" Enggak Mas, nggak ada pesan kok. Eeeh, tapi aku mau tanya, nanti katanya Mas Radit ada jadwal lembur di kantor ya? " Ujar Sya memastikan.


" Iya Mbak, nanti Pak Radit ada jadwal lembur sama saya juga. " Jawab Andre.


" Oo gitu. Ya udah makasih ya Mas. Assalamu'alaikum. " Ujar Sya mengakhiri panggilannya kepada Andre.


" Sama-sama Mbak. Wa'alaikumsalam. "


Selagi menunggu Kendra yang sedang tidur, Sya memutuskan untuk menonton drama Korea yang saat ini sedang booming. Mumpung dia mempunyai waktu luang kan.


...***...


" Bunda... Bunda... Cup.. cup... cup... " Terdengar suara menggemaskan yang membawa Sya terbangun dari tidurnya. Tidak lupa juga sebuah kecupan di kedua pipi dan juga dahinya. Hal ini tentu saja langsung membuat Sya membuka matanya.


Terlihat Kendra tersenyum manis di sampingnya.


" Lo Kendra udah bangun? " Ujar Sya bergumam.


" Udah dong, Bunda yang boboknya lama. " Jawab Kendra.


Sya hanya tersenyum. Tatapannya mengarah kepada jam di dindingnya. Terlihat sudah jam 4 dan dia belum sholat ashar.


" Untung Kendra bangunin. Jadinya Bunda nggak telat sholatnya. " Ujar Sya.


Setelah menunaikan kewajibannya. Sya pun menjalankan tugasnya seperti biasa jika dia sedang di rumah, yaitu memandikan Kendra.


" Hhhmmm, udah wangi nih anak Bunda. " Ucap Sya setelah menyelesaikan menyisir rambut Kendra.


Karena sedari tadi Kendra belum mendapatkan jatahnya untuk bermain IPad, maka sekarang Sya memberikannya karena Kendra meminta. Sehingga dia bisa menggunakan waktunya untuk membersihkan diri.


Hingga pukul 8 malam Sya menemani Kendra untuk bermain. Dan sekarang Kendra sepertinya sudah mulai mengantuk. Segera saja Sya membawanya untuk ke kamar dan menemaninya tidur.


Tidak butuh lama untuk membuat Kendra tidur dengan cepat. Setelah itu Sya kembali turun untuk menunggu Radit pulang.


" Mbak Sya ada butuh sesuatu? " Tanya Mbok Inah kepada Sya.


" Enggak kok Mbok. " Jawab Sya seraya tersenyum.


" Kalau gitu Mbok sama Tinah pamit ke kamar dulu ya Mbak. " Ujar Mbok Inah meminta izin.


" Iya Mbok silahkan, selamat malam. "


Sepeninggalnya Mbok Inah, Sya kembali fokus ke dalam film yang saat ini dia tonton. Hingga pukul 10 tidak kunjung juga Radit pulang. Dan Sya sekarang sudah sangat mengantuk.


" Tidur sebentar kali ya. " Pikir Sya dalam hati. Dan ya, akhirnya Sya tertidur dengan TV yang masih menyala.


Hingga Sya merasakan kalo tubuhnya sekarang terayun-ayun. Sya membuka matanya.


" Mass.... " Panggil Sya begitu menyadari jika dia sedang ada di gendongan Radit.


" Hhmm, udah tidur lagi aja sayang. " Jawab Radit dengan lembut.


Namun tentu saja Sya sudah tidak bisa memejamkan matanya lagi.


" Jam berapa Mas? " Tanya Sya kepada Radit.


" Jam setengah 1." Jawab Radit seraya terus berjalan.


" Kok malem banget sih pulangnya. "


" Iya, kerjaan lagi banyak sayang. " Jawab Radit seraya meletakkan Sya di ranjang.


" Ya udah aku mandi dulu ya. " Ujar Radit kepada Sya.


" Biar aku siapin air angetnya Mas. " Ujar Sya seraya beranjak dari ranjang.


" Nggak usah sayang, biar aku aja. Kamu lanjut tidur aja kalo nggak tunggu aku sampai selesai mandi. " Ujar Radit dengan lembut.


Sya menganggukan kepalanya menuruti perintah Radit.