Baby... I Love You

Baby... I Love You
Khawatir



Malam ini Sya sedang berada dikamar Dita. Gadis itu meminta tolong Sya untuk membantunya mengetik tugas membuat makalah. Tugas yang seharusnya dikumpulkan hari Senin mendadak berubah menjadi besok. Tentu saja Dita merasa keteteran karena dia baru saja selesai merangkum materinya. Rencana untuk mengerjakan bagian mengetik hari ini hingga minggu malam langsung buyar karena Dosennya yang tidak berperikemahasiswaan. Besok weekend, seharusnya waktu untuk semua orang bersantai sejenak dari penatnya kegiatan karena lelah selama hampir seminggu kemarin.


Dosennya yang hari Senin tidak ada waktu kekampus kenapa justru memajukan jadwal seenaknya, harusnya memperpanjang deadline dong.


" Jadi besok kamu ke kampus? " Tanya Sya kepada Dita yang sedang mengumpulkan rangkuman materinya.


" Iya mbak, cuma buat ngumpulin ini tugas aja. Ya walaupun hari Senin jadwal matkul ini jadi libur, Tapi kan Mbak, capek aku tuh kalo disuruh rodi begini." Dita berkata dengan kesal. Dia masih tidak habis pikir dengan dosennya itu.


" Nggak papa Dit, demi masa depan. Kalo kata pepatah mah bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. Dari pada besoknya yang susah kan mending sekarang, iya nggak? " Ujar Sya berusaha menghibur Dita.


" Iya Mbak. " Jawab Dita dengan lusa. Bayangan mengerjakan tugas dengan santai ditemani cemilan dan alunan musik sudah musnah dari rencana awal.


" Jangan lesu gitu dong, semangat. Aku bantuin deh sampai beres. " Ujar Sya kepada Dita.


" Makasih ya Mbak, jadi ngerepotin. Harusnya kan malam weekend begini Mba Sya jalan-jalan keluar atau nggak movie marathon drakor. Ini malah aku ganggu waktu santainya buat bantuin ngetik makalah. " Ujar Dita merasa bersalah.


" Udah ah, santai aja kali Dit. Biasa juga aku kalau libur begadang kok." Jawab Sya.


Sya dan Dita membagi bagian-bagian tugas mengetik dengan laptop masing-masing. Jadi tidak membutuhkan waktu terlalu lama nantinya karena hanya tinggal menyalin untuk dijadikan satu.


" Mbak mau makan apa? Aku teraktir deh sebagai tanda makasih Mbak Sya mau bantu aku." Ujar Dita kepada Sya.


" Terserah kamu ajalah, apapun aku makan kok. " Jawab Sya masih fokus mengetik.


" Makan nasi goreng enak kali ya Mbak, terus sama beli martabak manis yang coklat kacang buat cemilan nanti. " Ujar Dita mengusulkan makanan untuk malam ini.


" Oke sipp. Cuss lah langsung pesen." Jawab Sya riang.


Dita langsung memesan makanannya melalui ojek online. Karena Sya dan Dita sudah mulai mengerjakan tugas ini dari tadi sore, dan sekarang sudah hampir jam 8 malam sedangkan mereka belum makan malam.


Sambil menunggu makanan datang mereka kembali melanjutkan tugas masing-masing.


Tanpa disadari oleh Sya, ternyata ponselnya sedari tadi bergetar tanda panggilan masuk dan juga ada beberapa pesan yang belum dia baca.


Setengah jam berlalu, driver ojek online menghubungi Dita jika pesanan mereka sudah ada didepan.


" Keluar dulu ya Mbak, ambil makanan udah sampe." Ujar Dita kepada Sya.


" Iya Dit. " Jawab Sya.


Sya meregangkan otot badannya yang terasa kaku karena sudah terlalu lama duduk sambil mengetik. Diraihnya ponsel yang ternyata ada di bawah bantal sofa tempatnya duduk saat ini.


Ada 5 panggilan tak terjawab dari bapak Direkturnya ditambah 10 pesan yang baru akan dia baca.


" Ni orang kenapa sih? Sampe segitunya ya ngehubungin orang yang nggak jawab telfon dari dia." Ujar Sya heran.


Direktur Galak


Maureen, kamu sedang apa? Bagaimana kegiatan di kantor tadi? Katanya Kendra kangen sama kamu. Besok saya pulang dari Jakarta. Besok saya jemput kamu , kita ke mall sama Kendra.


Maureen, kenapa kamu tidak balas pesan saya?


Apa saya berbuat salah lagi sampai-sampai kamu tidak mau membalas pesan saya.


Kamu tidak apa-apa kan? Jangan buat saya cemas.


Segera balas pesan saya begitu kamu membacanya Maureen.


Maureen kamu sudah membuat saya tidak tenang disini.


Sebenarnya kamu sedang apa sampai tidak mau membalas pesan dari saya sekali saja. Jelas-jelas kamu sedang online.


MAUREEN


Saya akan kesana besok pagi jika kamu tetap tidak membalas pesan saya.


Sya hanya menggelengkan kepalanya membaca pesan dari Radit. Kenapa dia harus sekhawatir ini hanya karena dia tidak membalas pesan darinya.


Besok saya sepertinya tidak bisa Pak, saya ada acara keluarga. Dan ya, saya baik-baik saja. Maaf tadi tidak membalas karena saya sendiri lupa menaruh ponsel dimana. Salam saja buat Kendra Pak, sampaikan padanya kalo saya baru ada waktu minggu depan. Atau kalau tidak biar nanti saya yang menjelaskan kepada Kendra.


Sya segera membalas pesan dari Radit. Bukan sebuah kesengajaan jika Sya menolak ajakan Radit untuk jalan-jalan ke Mall bersama Kendra besok. Hanya saja besok pagi dia harus menjemput Mas Fardan ke Bandara.


Disebrang sana, Radit merasa lega begitu ada pesan masuk balasan dari Sya, walaupun agak sedikit kecewa karena ternyata Sya tidak bisa menghabiskan waktu bersama dia dan Kendra. Namun setidaknya Radit tau jika saat ini Sya baik-baik saja.


Selama menunggu pesan dari Sya, Radit sudah uring-uringan sendiri. Dan tentu saja Andre yang menjadi pelampiasannya.


" Kenapa Pak? Mbak Sya sudah balas pesannya ya? Bahagia sekali kelihatannya." Sindir Andre kepada Radit. Sedari tadi dia merasa kesal kepada atasannya yang tiba-tiba saja marah tidak jelas kepadanya. Bertanya kenapa Sya tidak membalas pesannya? Dan juga bertanya apa salahnya? Yang tentu saja Andre tidak tahu jawabannya.


" Sudah. " Jawab Radit pendek tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang ada di tangannya.


Andre hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah atasannya itu.


Kami itu, jangan biasakan meletakkan ponsel secara sembarangan Maureen. Kamu hampir membuat seluruh orang panik. Ujar Radit membalas pesan dari Sya.


ting....


Bunda Maureen


Bukan semua orang yang panik Pak. Setau saya hanya bapak. Dan akan saya ingat nasehat Bapak, akan saya lakukan juga inshaAllah.


Membaca pesan dari Sya membuat Radit sadar akan sesuatu. Ya! bukan semua orang yang panik, hanya dirinya saja. Apa sekarang Sya akan berpikir jika dia mulai menyukai gadis itu? Atau malah Sya berpikir kalo dia adalah laki-laki yang aneh? Radit tidak mau ambil pusing dengan pemikiran Sya. Yang terpenting sekarang dia tidak merasakan perasaan khawatir yang sedari tadi ada didalam dirinya.


Radit dengan pemikirannya sendiri.


Disini Sya sedang menikmati nasi goreng yang sudah dipesan oleh Dita. Setelah tadi sempat membalas pesan kepada Radit yang menurutnya sedang aneh itu.


" Aku baru tau lho Mbak kalo nasi goreng langganan Mbak Sya ini enak banget, udah gitu murah lagi." Ujar Dita seraya mengunyah nasi gorengnya.


" Telen dulu Dit baru ngomong. Lagian kita sebagai anak kos harus hemat dong. Bukan berarti kalo hemat terus kita makan makanan yang tidak enak. Cari makanan yang enak tapi tetep murah." Jawab Sya seraya tertawa kecil.


" Besok kasih tau lagi ya Mbak tempat makanan yang enak tapi murah. Lumayan jadi lebih hemat." Ujar Dita.


" Oke, kapan-kapan kita kulineran bareng."