Baby... I Love You

Baby... I Love You
Kendra hilang



Siang ini Sya dan Radit mengajak Kendra untuk pergi jalan-jalan sebagai hadiah ulang tahun. Seperti biasa Kendra meminta untuk pergi ke Timezone. Sudah sejak Sya melahirkan Kendra tidak pergi ke tempat yang menjadi surganya anak-anak itu. Setiap Mama Riana atau Radit mengajaknya, Kendra selalu menolak dengan alasan dia ingin pergi ke Timezone bersama Sya dan baby Rendra. Dan karena kebetulan Sya dan baby Rendra juga sudah bisa pergi jauh, maka sekarang adalah waktu yang tepat.


"Adek nanti liatin Abang waktu main ya, biar adek nanti mainnya jago kayak Abang." Ujar Kendra kepada baby Rendra.


"Iya Abang, nanti Abang ajarin adek." Tentu saja itu Sya yang menjawab karena baby Rendra bahkan belum bisa berbicara.


Baby Rendra dengan tenang tidur di strollernya dengan Radit yang mendorongnya. Sedangkan Sya menghabiskan waktunya dengan Kendra yang sejak kelahiran baby Rendra menjadi sedikit berkurang. Dengan begini Kendra jadi tau kalau Sya tidak membeda-bedakan kasih sayangnya.


Sekarang gantian Radit yang mengurus baby Rendra, Radit hanya mengikuti kemana 2 orang tercintanya itu melangkah.


Hampir 2 jam Kendra bermain, dan sekarang baby Rendra mulai rewel mungkin karena haus. Sya memilih untuk ke nursery room agar dia lebih leluasa menyusui baby Rendra. Sedangkan Radit gantian menemani Kendra bermain.


Selesai menyusui baby Rendra, Sya berniat untuk langsung kembali ke tempat Kendra dan Radit, tapi dijalan dia justru berpapasan dengan Dian bersama Leo.


"Sya... Lo lagi ngapain disini bawa-bawa baby Rendra?" Tanya Dian kepada Sya.


1 Minggu setelah Sya melahirkan, Dian dan teman-teman satu divisinya di kantor dulu datang menjenguknya dan baby Rendra.


"Nemenin Kendra main di Timezone. Kamu sendiri tumben jalan berduaan sama Leo. Hayooo kalian jadian ya?" Ujar Sya menggoda Dian.


Sedangkan Leo sendiri memasang tampang sok coolnya seperti biasa.


"Mana ada jadian, gue cuma lagi nemenin Leo cari kado buat ceweknya." Jawab Dian sewot. Lagi pula siapa yang mau jadian dengan laki-laki tengil macam Leo?


"Ya udah iya aja lah aku mah, yukk ikut gabung sama kita. Aku mau ke Timezone takut Mas Radit sama Kendra nyariin soalnya." Ujar Sya kepada Dian dan Leo.


"Takut gue kalo gabung sama Pak Radit Sya." Jawab Leo menolak ajakan Sya.


"Takut? emang dia mau ngapain kamu? ada-ada aja kamu tuh." Ujar Sya seraya tertawa kecil.


"Emang lebay tuh si Leo." Dian menyambung kalimat Sya.


"Emang lo berani gabung sama Pak Radit?" Ujar Leo kepada Dian.


"Ya enggak juga sih, ya udah deh Sya, kita duluan ya." Dian berpamitan kepada Sya.


"Iya kita duluan ya Sya."


Setelah Dian dan Leo pergi, Sya juga melanjutkan langkahnya kembali ke tempat Radit dan Kendra.


Radit yang memang sedari tadi menunggu Sya langsung berjalan kearahnya begitu melihat istrinya itu. Sedangkan Kendra melanjutkan permainannya.


"Kamu kok lama banget sayang, adek rewel ya? Kenapa enggak panggil aku?" Tanya Radit bertubi-tubi, dia selalu cemas jika terlalu lama tidak melihat Sya.


"Huss, dengerin dulu Mas. Adek enggak rewel kok, tadi aku lama karena nggak sengaja ketemu sama Dian sama Leo, jadi aku ngobrol sebentar sama mereka berdua." Ujar Sya menenangkan Radit.


Radit terdiam mencerna ucapan Sya.


"Leo laki-laki satu divisi yang suka sama kamu itu?" Tanya Radit kepada Sya. Terlihat jelas di wajahnya kalau laki-laki itu sedang cemburu.


"Bukan Leo Mas, tapi Mas Tio. Kamu salah orang." Ujar Sya meluruskan. Tapi bukannya Radit lega karena bukan laki-laki yang dia maksud yang Sya temui, Radit justru kesal karena alasan yang lain.


"Kok kamu masih inget namanya sih yang." Ujar Radit kepada Sya. Maksudnya apa? Radit terkadang memang menjadi aneh kalau sedang cemburu.


"Ya masih inget lah Mas, mana mungkin aku lupa. Kan aku kerja di kantor hampir 1 tahun sebelum akhirnya nikah sama kamu. Lagian sama temen sendiri kok lupa." Jawab Sya santai.


"Pokoknya kamu harus lupain dia." Ujar Radit tegas.


Seketika Sya terdiam mendengar ucapan Radit.


Sampai akhirnya....


"Kamu siapa?" Tanya Sya kepada Radit.


Radit tentu saja terkejut mendengar Sya mengatakan itu. Kenapa malah jadi dia yang dilupakan oleh Sya? Maksud Radit bukan melupakan dirinya, tapi melupakan laki-laki yang pernah menyukai Sya di kantor dulu. Siapa tadi namanya? Tio?


"Kok malah aku yang dilupain, bukan aku sayang." Jawab Radit dengan wajah kesal.


"Hahaha... " Sya tertawa melihat raut wajah Radit. "Ya lagian kamu ada-ada aja Mas, nglupain Mas Tio itu apa yang mau di lupain? Orang aku enggak pernah ada apa-apa sama dia. Kalau aku lupa sama Mas Tio, berarti aku juga lupa sama kamu dong, kan aku lebih dulu kenal sama Mas Tio dibandingkan kamu." Ujar Sya memberikan penjelasan. Dan ini merupakan kalimat telak untuknya karena apa yang Sya katakan memang benar adanya.


"Ya udah iya deh iya." Akhirnya Radit mengaku kalah.


"Kamu kayak Kendra kalau lagi cemberut gitu Mas." Ujar Sya meledek Radit.


Ngomong-ngomong soal Kendra, dimana bocah tampan itu sekarang?


"Kendra mana Mas?" Tanya Sya kepada Radit.


Radit menolehkan kepalanya ke tempat dimana dia meninggalkan Kendra. Namun betapa terkejutnya dia saat ternyata tidak menemukan Kendra di tempatnya.


"Kendra kemana ya? Tadi aku ninggalin dia disana." Ujar Radit seraya memberitahu Sya tempat dimana dia meninggalkan putra sulungnya itu.


"Kenapa kamu tinggalin Mas, kalau Kendra ilang gimana coba." Pikiran negatif berputar di kepala Sya saat ini. Bagaimana kalau Kendra hilang dan diculik seseorang? Bagaimana putranya itu akan makan? Sya benar-benar takut saat ini.


"Kita cari dulu siapa tau Kendra masih ada disekitar sini. Dia pasti enggak akan pergi jauh kok." Radit mencoba untuk menenangkan Sya. Walaupun sebenarnya di dalam hatinya Radit juga sama khawatirnya.


"Tapi Mas.... " Sya seperti tidak setuju dengan ucapan Radit.


"Ya udah sekarang kita ke bagian informasi aja." Ujar Radit memberikan ide.


Baru saja Radit dan Sya akan pergi ke bagian informasi untuk meminta bantuan, tiba-tiba saja terdengar suara bocah laki-laki yang sangat mereka kenal dari bagian informasi.


"Halo... Halo... Ayahh... Bunda... Abang ada disini sama tante cantik." Ya, itu adalah suara Kendra.


Sya dan Radit seketika menghela nafas lega, Buru-buru mereka ke tempat suara itu berasal. Dan ini merupakan pembelajaran untuk mereka berdua untuk tidak lagi meninggalkan anak di tempat umum sendirian.