Baby... I Love You

Baby... I Love You
Menyampaikan Berita



Setelah pemberitahuan yang Radit berikan kepada Kendra, jadilah bocah tampan itu tidak mau jauh-jauh dari Sya. Seperti sebelum-sebelumnya, jika itu mengenai Sya pasti Radit akan tersingkir oleh anaknya itu.


" Dedek, dedek lagi apa sih? Udah maem belum, tadi Abang maem pake ayam goleng di suapin Bunda loh. Enak banget, dedek mau cobain nggak? "


Ya, sedari pulang sekolah Kendra selalu mengajak dedek yang ada di dalam perut Bunda nya itu berbicara. Tentu saja sembari menciumi perut Sya.


Setelah sekian lama Kendra bertanya kepada Ayah dan Bunda mengenai kapan dedek bayinya itu akan ada di perut sang Bunda dan selalu mendapatkan jawaban untuknya terus berdo'a, akhirnya sekarang do'anya terkabul. Dedek bayi yang akan menjadi adiknya nanti itu sudah comingsoon.


" Dedek udah maem Abang, kan tadi dedek maem baleng sama Abang Kendla. " Ujar Sya menjawab pertanyaan Kendra dengan menirukan suara anak kecil.


" Loh kapan? Abang nggak tau kalo dedek udah maem. " Tanya Kendra dengan polosnya.


" Hahaha.... " Seketika Sya dan Kendra tertawa mendengar pertanyaan polos dari putranya itu.


" Kok malah ketawa sih. "


" Abang, dedek kan masih ada di dalem perut Bunda. Nah jadi dedeknya itu maemnya lewat Bunda. Kalau Abang liat Bunda lagi maem, itu berarti dedeknya juga maem. " Ujar Sya memberikan penjelasan yang sekiranya dapat dengan mudah dipahami oleh ank seusia Kendra.


" Oo gitu ya.. "


" Abang, bajunya ganti dulu. " Ujar Radit kepada Kendra. Dari pulang sekolah Kendra tidak langsung ganti baju dan justru langsung makan begitu melihat ayam goreng di piring Sya setelah sebelumnya berjingkrak-jingkrak kesenangan karena akan memiliki adik.


...***...


Malam ini, Sya dan Radit berniat untuk menyampaikan kabar bahagia ini kepada keluarga mereka. Dan atas ide dari Radit, mereka memutuskan untuk melakukan video call dengan semua anggota keluarga. Yaitu ada Mama Riana dan Papa Riyan, Mama Farida dan Ayah Dodi, Fardan dan Asti, dan yang terakhir Rida dan Raga.


" Haii, kok tumben Mas Radit ngumpulin kita semua lewat video call begini. " Tanya Rida yang justru mengawali pembicaraan ini.


" Ada yang ingin aku sama Maureen sampaikan. " Jawab Radit dengan wajah sok coolnya. Entah kenapa saat ini Radit begitu antusias untuk menyampaikan kabar bahagia ini kepada semua anggota keluarga. Padahal sebelumnya Radit adalah tipe laki-laki yang begitu cuek.


" Ada apa nak Radit, kalian baik-baik aja kan? " Tanya Mama Farida dengan sedikit cemas.


" Iya, kamu mau ngomong apa sih Dit? " Mama Riana tidak sabar mendengar apa yang akan Radit sampaikan itu. Ditambah saat ini Radit hanya senyum-senyum di depan layar.


" Iya Mas, ada apa? " Sambung Asti. Saat ini wajah Asti sudah terlihat lebih chubby dari biasanya, ya wajar saja sih. Saat ini kehamilan Asti hampir memasuki usia 7 bulan.


Sedangkan para suami hanya menyimak apa yang akan Radit sampai ke.


" Maureen hamil. " Ujar Radit memberitahukan. Ekspresi bahagianya terlihat jelas saat ini. Sedangkan Sya tersenyum melihat raut wajah terkejut para anggota keluarganya itu


Semua yang mendengar ucapan Radit tiba-tiba saja langsung terdiam, sampai akhrinya...


" Ya ampun, selamat Sya. Waahh entar anak kita umurnya nggak beda jauh dong. " Ujar Asti ikut bahagia. Ucapan Asti itu seketika membuat semuanya langsung tersadar dari keterkejutan mereka.


" Aaaa, aku mau punya cucu lagi. " Teriak Mama Riana kegirangan.


" Yeee, Aurel punya temen baru lagi nih. Selamat Sya, eehh buat Mas Radit juga deng. " Ujar Rida kepada sepasang suami-istri yang sedang berbahagia itu. " Selamat ya Sya, selamat juga Bang Radit. Akhirnya sekarang bakal jadi bapak 2 anak. " Tambah Raga.


" Selamat ya dek, Mas nggak nyangka ternyata adek Mas ini emang bener-bener udah besar. Selamat juga Mas Radit. " Ujar Fardan dengan suara lembutnya seperti biasa.


Terakhir yang belum mengucapkan selamat adalah Papa Riyan


Meski dari tadi sudah terlihat wajah bahagia dari sang Papa. Tapi rasanya tidak lengkap saja kalau belum mendengar ucapan darinya.


" Sebenarnya udah Papa duga sih kalau anak kedua kamu ini bakalan made in rumah. " Ucapan Papa Riyan ini memang tidak terduga sama sekali. " Tapi sebelumnya selamat ya buat kalian. " Ujar Papa Riyan seraya tersenyum.


Radit yang mendengar ucapan Papa Riyan ini menjadi cengo sendiri. Benar-benar Papanya itu.


Setelah mendengar nasihat-nasihat dari para tetua itu, akhirnya Radit mematikan sambungan video call nya karena hari sudah semakin larut. Sedangkan Kendra. sendiri tidur di samping Sya. Beberapa kali juga Radit menyingkirkan kaki Kendra yang kadang hampir saja mengenai perut Sya. Sepertinya untuk sementara waktu Kendra jangan tidur di samping Sya dulu, karena Radit takut Kendra tanpa sengaja menendang perut Sya. Mau bagaimana lagi, putranya ini kalau tidur memang tidak bisa diam.


" Apa Kendra aku pindahin ke kamarnya aja ya. " Ujar Radit kepada Sya.


" Kenapa? Kan kita nggak boleh begituan dulu kata Dokter Lili. " Tanya Sya dengan polosnya. Memang benar, setiap mereka akan melakukan itu pasti Radit akan memindahkan Kendra ke kamarnya sendiri.


" Bukan gitu sayang, aku juga tau kalo itu. Tolong jangan di ingatkan lagi. Kalau bukan demi kebaikan kamu sama dedek bayi tentu saja aku nggak akan mau. " Jawab Radit dengan kesal. Sebenarnya Radit merasa sedikit hampa saat Dokter mengatakan dia tidak boleh melakukan itu sampai kandungan Sya kuat. Atau kata Dokter Lilis baiknya justru sampai Sya melewati trimester awal kehamilannya. Apa Radit akan kuat? Semoga saja. Tapi lebih baik doakan saja kandungan Sya kuat. Jangan doakan Radit supaya bisa bertahan untuk tidak melakukan itu bersama Sya.


" Hahaha.... " Sya tertawa kecil melihat wajah kusut Radit. Saat Sya hanya halangan sekitar 1 minggu lamanya saja Radit akan menanyakan kapan selesainya setiap hari. Bagaimana dengan sekarang, sejujurnya Sya juga merasa kasihan. Tapi ini semua demi kebaikan dedek bayi di perutnya kan.


" Jangan ketawa sayang. " Ucap Radit memperingati Sya.


Upps, Sya langsung menutup mulutnya dan mempraktikkan gaya seolah sedang mengunci. Entah kenapa Radit merasa setelah mereka mengetahui kehamilan Sya ini membuat istrinya itu terlihat lebih menggemaskan dari biasanya.


" Kalau nggak ada larangan dari dokter, udah aku makan kamu dari tadi sayang. " Ujar Radit dengan frustasi.


.


.


.


Oo iya, mengenai sampul cover, itu yang ganti dari pihak NovelToon ya. Sebenarnya aku juga baru tau kalo cover sampul novel kita itu bisa di ganti sama NovelToon. Semoga saja dengan sampul baru ini bisa buat aku tambah semangat nulis ceritanya 😂


Jangan lupa kritik dan sarannya ya😇😊


Terima kasih 🙏💕