Baby... I Love You

Baby... I Love You
Meminta izin



Mas hari ini aku makan siang sama temen-temen ya. Aku bingung mau ngasih alasan apa lagi soalnya.


Sya mengirim pesan mencoba memberitahu Radit sekaligus meminta izin untuk tidak makan siang bersama hari ini. Pasalnya sudah 3 hari Sya selalu menolak ajakan teman-temannya untuk makan siang bersama dengan alasan ada kepentingan. Dan setiap ditanya kepentingan apa Sya selalu menjawab belum bisa cerita sekarang.


Direktur Ganteng


Kenapa kamu nggak bilang aja kalo kamu makan siang sama pacar. Toh mereka juga nggak akan tau pacar kamu siapa kalau kamu tidak beritahu. Atau lebih baik kamu bilang aja kalo saya itu pacar kamu.


Dilihat dari balasan pesannya yang menggunakan bahasa formal, Sya tau kalau Radit sangat keberatan dengan permintaannya itu.


Mas, kalau kamu ketemu aku terus yang ada lama-lama kamu jadi bosen sama aku loh. Jadi kita harus memberikan sedikit jarak biar kita bisa saling ngerasain rindu.


Sya tidak menyangka dia bisa melakukan hal seperti ini, menggombali seseorang yang merupakan raja gombal. Namun entah berhasil atau tidak Sya juga tidak tau. Dengan harap-harap cemas Sya menunggu balasan pesan dari Radit yang tidak kunjung dia terima.


" Lo kenapa sih Sya? Kok kayaknya gelisah gitu. " Tanya Dian kepada Sya. Sedari tadi Dian melihat kearah Sya yang seperti sedang gelisah dengan memainkan kursi kerjanya dan sebuah pulpen di tangannya.


" Haa... Enggak, siapa juga yang gelisah. Kerjaan aku tuh udah selesai makanya aku bosen nunggu jam istirahat. " Jawaban Sya memang tidak sepenuhnya berbohong, memang benar dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Namun tidak benar jika sekarang ini dia sedang bosan. Dan ya, Sya gelisah menunggu pesan dari Radit yang tidak kunjung terlihat di notif ponselnya.


" Oo.. bosen. Gue kira lo gelisah ada apa. Tinggal setengah jam lagi kok, tenang bentar lagi istirahat. Atau kalau mau lo bantu gue aja, gue masih banyak kerjaan nih. " Jawab Dian dengan mata masih tertuju kepada layar laptopnya.


" Jangan mau Sya. Itu mah mau-mauan Dian aja. " Ujar Leo menyela pembicaraan Dian dan Sya.


Dan untung saja Dian sedang dalam mood yang bagus, jadi ucapan Leo itu hanya dia tanggapi dengan mengangkat bahunya saja.


Ting...


Direktur Galak


Siapa yang bilang kalau aku bakal bosen sama kamu kalau kita ketemu setiap hari. Itu yang ngomong salah besar, yang ada aku semakin cinta sama kamu. Tapi ya udah deh, kali ini aku izinin kamu buat makan siang bareng temen-temenmu itu.


Sya langsung merasa lega saat menerima pesan dari Radit. Setidaknya hari ini dia tidak merasa bersalah karena harus membohongi teman-temannya lagi.


Makasih ya Mas, aku sayang kamu.


Sejak kejadian di bianglala saat Radit menyatakan cintanya, Sya belum berani membalasnya. Baru kata sayang yang berani Sya ucapkan kepada Radit. Namun hal itu sudah membuat Radit sangat bahagia.


Direktur Ganteng


Love you too sayang💕


Selamat bersenang-senang dengan teman-teman kamu. Tapi besok kamu harus sama aku.


Emang Duren kesayangannya itu sangat posesif.


Iya Mas💓


Setelah dirasa sudah mendapatkan izin, Sya meletakkan ponselnya di meja.


" Dian, ada yang perlu aku bantu nggak? " Ujar Sya dari tempat duduknya.


" Tadi katanya nggak mau bantuin. " Jawab Dian menolehkan kepalanya kearah Sya.


" Emang tadi aku bilang enggak? Aku nggak ngomong apa-apa deh perasaan. "


" Ya tadi lo diem aja nggak jawab. "


" Hehe.. ya maaf. Jadi mau aku bantuin nggak nih. " Ujar Sya menawarkan sekali lagi.


" Ya mau... " Jawab Dian tertawa kecil.


Tio dan Leo yang melihat perdebatan lucu antara Sya dan Dian hanya tersenyum kecil seraya menggelengkan kepala mereka.


Tidak beberapa lama kemudian, ternyata jam istirahat sudah tiba.


" Kamu hari ini nggak ada kepentingan lagi kan Sya? Atau ada kepentingan lagi? " Tanya Tio kepada Sya.


" Enggak Mas, hari ini aku free. " Jawab Sya tersenyum kecil. Tidak rasanya harus berbohong kepada orang lain.


" Iya Dian, aku makan siang sama kalian. Nah sekarang kita mau makan siang dimana? Eehh di cafetaria kantor aja kayak biasa ya, aku pengen rujak buahnya. Dari kemaren mau coba belum kesampean terus. " Ujar Sya panjang lebar.


" Kalo lo udah mutusin buat makan dimana kenapa diawal lo tanya mau makan dimana Sya. " Jawab Dian dengan sedikit jengkel.


" Hahaha... Ya maaf. Ayo ah, aku udah laper ini. "


" Ya udah ayo. " Leo yang berdiri dibelakang Dian langsung mendahului untuk keluar dari ruangan kerja mereka.


Hari ini minus Mbak Prita karena sekarang dia tidak masuk. Setibanya di cafetaria, seperti biasa setelah mencari meja, Leo lah yang bertugas memesan makanan.


" Lo apa Sya? " Tanya Leo kepada Sya.


" Sop Ayam plus nasi, rujak buah, terus minumnya Es teh manis. "


" Lo apa Di? "


" Ayam geprek plus nasi, minumnya Es jeruk. Teruss emmm.. apalagi ya, puding mangga aja deh. "


" Lo Yo. "


" Ayam bakar plus nasi sama Es cappucino. "


" Oke, gue pesen dulu. "


" Setelah 3 hari lo menghilang setiap jam istirahat, akhirnya kita makan bareng juga Sya. " Ucap Dian yang mendramatisir keadaan.


" Apaan sih, orang cuma 3 hari doang. Kayak yang 3 bulan aja. " Jawab Sya seraya terkekeh geli.


" Emang 3 hari ini kamu ada urusan apa sih Sya? Biasanya kamu cerita sama kita kita. " Ujar Tio menyambung obrolan antara kedua gadis itu.


" Heehe.. Ada lah Mas pokoknya. Aku belum bisa cerita. " Ujar Sya canggung.


" Oo gitu, ya udah deh nggak papa. Kapanpun kamu mau cerita aku siap dengerin kok. " Jawab Tio seraya tersenyum manis.


" Ekhemm.... ekhemm... Jadi nyamuk nih gue. " Dian sengaja berdehem sedikit keras untuk mengganggu adegan romantis yang sedang Tio lakukan.


" Apaan sih Di. " Ujar Sya tidak enak hati kepada Tio.


" Ganggu lo Di. " Tio terkekeh kecil saat mengucapkannya. Terlihat seperti bercanda, tapi sebenarnya Tio serius dengan ucapannya. Tio merasa Dian ini terlalu mengganggunya setiap dia berniat mendekati Sya. Walaupun sebenarnya Dian tidak berniat seperti itu. Hanya saja itulah yang Tio rasakan.


Tidak lama kemudian makanan datang.


" Aaa... akhirnya aku makan rujak buah. " Ujar Sya dengan wajah cerianya.


" Makan nasi dulu Sya, baru makan rujak. Nanti yang ada kamu sakit perut. " Kata Tio mengingatkan.


" Iya Mas Iya. "


Merasa semua makan dengan lahap. Leo dan Tio selalu heran dengan nafsu makan kedua gadis didepannya itu. Walaupun badannya kecil, tapi porsi makan mereka melebihi porsi makan Leo dan Tio. Benar-benar menakjubkan. Dan keduanya juga tidak memiliki rasa jaim sedikitpun di depan laki-laki. Tidak seperti gadis lain yang akan makan dengan manis.


" Pelan-pelan, keselek baru tau rasa lo. " Ujar Leo mengingatkan.


" Uhuk.. Uhuk... " Baru saja Leo menyelesaikan ucapannya Dian langsung tersedak.


" Ehhh minum minum... " Sya menyerahkan minuman kepada Dian.


" Baru dibilang Leo suruh pelan-pelan. " Ujar Sya kepada Dian.


" Dia mana pernah dengerin omongan gue. " Jawab Leo santai.


" Rasanya kayak mau meninggal, idung gue perih banget ya Allah. Mana ni sambel pedes banget. " Ucap Dian setelah rasa perih akibat tersedaknya mereda.


" Kalian kalo jadi pasangan kayaknya cocok deh. " Ucap Tio tiba-tiba.