
Rangkaian acara pernikahan tidak berhenti sampai di akad saja karena malam ini resepsi juga akan di adakan di hari yang sama. Sya tidak memiliki bayangan apapun tentang resepsi malam ini, bahkan untuk sekedar gaun yang di pakainya saja dia belum melihatnya, terlalu lelah membuat Sya hanya istirahat di kamar bersama Kendra setelah akad selesai. Untuk gaun resepsi ini adalah pilihan dari Radit, sesuai dengan keinginannya, dia ingin sesuatu yang mewah dan elegant. Tentu saja masih dengan gaun yang tertutup.
" Sayang, Bunda mandi dulu ya. Kendra disini dulu sama Ayah. " Setelah Kendra bangun dari tidur siangnya, terjadi drama perebutan antara Radit dan Kendra. Kendra ingin Sya datang kepadanya dan menemaninya yang masih ingin tiduran di kasur, tetapi Radit justru menggodanya dengan tidak melepaskan pelukannya kepada Sya. Jadilah Kendra menangis dan saat ini tidak mau lepas dari pangkuan Sya.
" No, Kendla nggak mau sama Ayah. Ayah nakal sama Kendla. " Ujar Kendra dengan nada merajuk.
Radit yang melihatnya hanya terkekeh geli. Kendra seolah mengerti jika sekarang Sya sudah resmi menjadi Bundanya.
" Mas ini bantuin, sebentar lagi aku harus siap-siap Mas. " Ujar Sya kepada Radit. Pasalnya ini sudah jam 5, dan dia akan mulai di rias sehabis maghrib karena acara resepsi akan di adakan jam 8 malam.
" Kamu kan liat sendiri kalo Kendra nggak mau sama aku sayang. " Ujar Radit tersenyum. " Nanti tunggu Rida sama Aurel aja. " Tambah Radit dengan santai.
Sya hanya bisa bersabar menghadapi tingkah Radit yang menyebalkan itu. Dia sendiri yang menganggu Kendra terlebih dahulu dan dia juga yang tidak mau bertanggung jawab. Sekarang jadilah Sya yang menjadi korban. Jika sudah seperti ini memang benar yang dikatakan Radit. Mereka harus menunggu Rida dan Aurel datang, karena jika sudah bermain bersama Aurel maka Kendra perlahan pasti akan lupa dengannya.
Dan benar saja, tidak lama kemudian Rida datang bersama Aurel.
" Aurel, sini sayang sama Ayah. Tuh liat, abang Kendra lagi manja sama Bunda Sya. " Ujar Radit seraya meraih Aurel dari gendongan Rida.
Sya mendelik kesal ke arah Radit yang masih saja menggoda Kendra.
Rida menyadari jika sepertinya Sya sedang kesulitan karena Kendra yang tidak mau lepas darinya.
" Abang ikut Tante Rida aja yuk, kita main sama Om Raga. Tadi kayaknya Om raga punya game baru deh. " Tentu saja cara yang Rida gunakan akan sangat mempan kepada anak kecil, memang anak kecil mana yang tidak mau jika diberi ponsel untuk bermain game?
Kendra mengangguk, perlahan dia turun dari pangkuan Sya.
" Ayo Ulel, kita main game. " Ajak Kendra kepada Aurel.
Bayi gemoy yang tidak tau apa-apa itu tentu saja hanya menurut dengan ajakan Kendra. Ya, mereka berdua selalu akur walau ditinggal berdua.
Aurel meminta untuk diturunkan dari gendongan Radit.
" Ya udah kamu mandi dulu aja Sya. Bentar lagi MUAnya dateng. Kalo kamu Mandi di kamar sebelah aja Mas, aku mau anter anak-anak ke Raga dulu. Abis itu baru balik kesini. "Ujar Rida kepada Radit dan Sya.
" Hemmm... " Jawab Radit singkat.
" Ya udah aku mandi dulu, nitip Kendra ya Mbak. " Ujar Sya kepada Rida.
Huffttt, drama perebutan dirinya antara Kendra dan Radit akhirnya selesai. Sya tidak habis pikir kepada Radit yang tidak mau mengalah dengan Kendra.
" Mas tuh seneng banget godain Kendra. " Ujar Sya kepada Radit.
" Haha, ya abisnya lucu sih. Udah lama aku nggak bikin Kendra ngambek. " Radit justru terkekeh kecil.
" Udah sana Mas mandi dulu di kamar sebelah, aku juga mau mandi dulu. " Ujar Sya mengusir Radit.
" Mandi bareng aja yuk sayang. Biar hemat waktu. " Jawab Radit dengan santainya.
" Ihhh, nggak mau. Udah sana keluar, aku aduin ke Mama Riana nih. " Ujar Sya kepada Radit.
" Iya iya aku keluar, tapi cium dulu. " Jawab Radit dengan manja.
" Nggak mau. " Jawab Sya cepat.
" Pipi aja sayang, kan udah sah. Kok kamu masih malu-malu aja sih. " Ujar Radit menggoda Sya. Entah sejak kapan Radit menjadi laki-laki yang suka menggoda, kemana perginya Radit yang dingin itu? Terkadang Sya jadi merindukan Radit yang seperti itu di saat-saat tertentu. Eehhh, tapi Radit yang seperti ini juga Sya suka kok.
" Ya udah ya udah, Iya aku keluar dulu. "Ujar Radit mengalah.
Kemudian dia bangkit dari duduknya, dan dengan cepat...
Cup....
Radit mengecup kilat bibir Sya, karena memang saat ini Sya sedang berdiri di depannya. Kemudian dengan cepat juga Radit berlari keluar dari kamarnya sebelum istrinya itu tersadar dengan apa yang terjadi.
" Iihhh, Mas Radit, dasar laki-laki mesum. " Teriak Sya begitu menyadari apa yang sudah dilakukan Radit kepadanya.
Radit yang mendengar teriakan Sya hanya tertawa. Dia merasa bahagia setiap menyadari jika Sya sekarang adalah miliknya.
__________________________
Tepat setelah selesai Sya mandi, ternyata para MUA, Rida dan Asti sudah ada di kamarnya.
" Maaf, aku lama ya mandinya. "Ujar Sya seraya meminta maaf.
" Nggak papa Mbak, kita juga baru dateng kok. " Jawab salah seorang MUA.
" Gila Sya, kamu tau nggak? Gaun yang bakal kamu pake itu cantik banget loh. Kayak gaunnya Princess Belle. " Ujar Asti dengan antusias.
Sekedar informasi, Sya adalah salah satu gadis yang sedari kecil menggemari tokoh-tokoh Princess Disney sebelum sekarang-sekarang ini beralih ke Drama Korea. Dan salah satu tokoh Disney yang dia sukai adalah Princess Belle.
" Oo ya, mana-mana. Aku mau liat dong, aku penasaran banget. " Ujar Sya ikut antusias.
" No, buat surprise. " Jawab Asti mematahkan ke antusiasan Sya.
" Kalau gitu ngapain kamu ngomong, kan aku jadi penasaran. " Ujar Sya kepada Asti yang justru hanya tertawa melihat wajah kesal Sya.
" Mbak, bolehkan liat gaunnya? " Ujar Sya kepada Rida.
" Belum dateng Sya. " Jawab Rida seraya terkekeh geli melihat raut lesu wajah Sya.
" Eehh, nggak boleh cemberut. Mau di make up loh. Nanti make up nya nggak bagus kalo pengantinnya cemberut. " Ujar Rida menambahkan. Hal ini membuat Asti dan MUA itu tertawa kecil. Sya yang biasanya bersikap tenang dan dewasa sekarang hanya karena ingin melihat gaun Princess Belle nya menjadi cemberut lucu.
Sya duduk di depan meja riasnya masih menggunakan bathrobe agar lebih mudah saat nanti berganti menggunakan gaunnya.
Selagi Sya di make up, Asti dan Rida pun demikian. Karena mereka akan menjadi salah satu bridesmaid Sya.
Hingga tepat pukul 7 lebih 15 menit make up Sya sudah selesai, tinggal memakai gaun yang sedari tadi membuat Sya penasaran.
" Tunggu sebentar ya Mbak, gaunnya sedang di antar kesini. " Ujar sang MUA.
Sya hanya menganggukan kepalanya seraya tersenyum manis.
Tok... tok... tok...
Pintu kamarnya di ketuk dan terbuka. Betapa terkejutnya Sya saat melihat gaun yang datang begitu indah.
" MashaAllah, cantik banget.... " Ujar Sya yang langsung terpukau begitu melihatnya.