Baby... I Love You

Baby... I Love You
Ice cream jumbo



Direktur Ganteng


Tadi gimana istirahatnya? Kamu makan pake apa? Aku kok makan siang hari ini rasanya kurang enak ya. Atau karena hari ini nggak makan siang sama kamu. Besok kita makan siang bareng ya.


Sya tersenyum sendiri membaca pesan dari Radit. Memang Radit itu rajanya gombal, mana mungkin rasa makanan jadi kurang enak hanya karena Radit tidak makan bersamanya. Dulu sebelum mereka jadian juga Radit lebih sering makan siang sendiri, atau kadang bersama Andre.


Mas apaan sih, gombal banget deh. Mana mungkin rasa makanan berubah jadi nggak enak hanya karena aku nggak makan siang sama kamu. Ada-ada aja sih. Dulu juga kita nggak pernah makan siang bareng. Tapi kamu biasa aja netep bisa makan😂


Sya yakin saat membaca balasan pesannya ini Radit pasti akan menggerutu tidak jelas. Seringnya mereka bersama membuat Sya memahami sifat Radit.


Direktur Ganteng


Kan dulu sebelum aku kenal kamu. Kalo sekarang aku maunya sama kamu terus😍


Sya memutuskan untuk tidak membalas lagi pesan dari Radit. Ini masih jam kerja, dan Sya tidak ingin pekerjaannya menjadi terbengkalai hanya karena membalas pesan Radit. Walaupun Radit kekasih dan juga pemilik perusahaan ini, tetap saja di kantor Radit adalah atasannya dan dia karyawannya.


Untung saja saat Sya membalas pesan dari Radit teman-temannya tidak sedang memperhatikannya. Kalau mereka sampai melihat, Sya yakin mereka akan bertanya kepadanya. Dan Sya tidak yakin dia bisa berbohong lagi kali ini. Rasanya Sya sudah kehabisan alasan. Sebenarnya Sya ingin berterus terang mengenai hubungannya dengan Radit, tapi Sya masih belum berani untuk menceritakannya. Sya takut dengan respon teman-temannya. Terlebih Tio, bukan karena Sya tidak sadar jika Tio menyukainya. Sya peka kok, hanya saja Sya bersikap pura-pura tidak tau agar tidak terkesan seperti memberi harapan ataupun menunjukkan penolakan. Tio saja belum pernah menyatakan perasaannya sekalipun, jadi untuk apa juga Sya menunjukkan sikap menolak kepada laki-laki itu.


Direktur Ganteng


Selamat bekerja sayang. Jangan bengong terus, aku tau kok kalo kami kangen sama aku. Tenang aja, nanti sepulang kantor kita ketemu kok.


Ini apa? Kenapa Radit bisa sepercaya diri ini. Siapa juga yang lagi mikirin Radit. Dan darimana laki-laki itu tau kalo Sya sedang bengong?


Sya melihat sekitar, hanya ada satu kamera pengawas yang memang menghadap kearahnya. Tapi bukankah CC TV itu monitornya ada di ruang pengawasan?


Direktur Ganteng


Kenapa bingung gitu? Penasaran ya aku tau kamu lagi bengong darimana. Aku liat kok kamu sekarang lagi apa.


Lah kok bisa? Ini seriusan Radit bisa melihatnya? Satu-satunya benda yang Sya tau bisa melihat semua kegiatan di ruangan ini adalah CC TV. Jadi apa CC TV ini terhubung langsung ke Radit?


Direktur Ganteng


Yapp... Tebakan kamu benar. Saluran CC tv memang terhubung ke aku sayang. Sebenarnya semua CC tv, hanya saja aku lebih suka memperhatikan kamu.


" Jadi tebakan aku benar kalo CC tv ini terhubung ke Mas Radit? Dan juga, jadi selama ini dia selalu diawasi oleh laki-laki itu? " Ujar Sya dalam hati. Tiba-tiba Sya merasa seolah-olah semua orang menatap kearahnya. Padahal semua temannya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Direktur Ganteng


Tenang aja sayang. Kamu bebas kok ngelakuin apa aja. Jangan merasa aku awasi. Kamu bisa bersikap seperti biasanya. Aku tidak masalah dengan itu.


" Iya kamu memang nggak masalah, tapi aku yang masalah. " Lagi-lagi hanya dapat Sya ucapkan di dalam hatinya.


Ishh, Pantesan Mas jadi suka sama aku. Ternyata selama ini Mas udah merhatiin aku toh.


Sya tersenyum kecil membaca pesan yang dia kirimkan.


Direktur Ganteng


Ya itu kamu tau. Aku tidak ada alasan untuk menyangkalnya. Selamat kerja sayang.


Ya sudah, biarin aja. Mau bagaimana lagi, kalau memang Radit memang hobinya mengawasi semua kegiatan disini ya Sya terima-terima saja. Bukan mengawasi semuanya, lebih tepatnya mengawasi Sya.


.


.


" Temen-temen, aku pulang dulu ya. " Jam kantor memang sudah habis, dan kali ini Sya berhasil menyelesaikan pekerjaannya lebih awal. Jadilah Sya berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Bukan karena Sya tida ingin membantu teman-temannya yang belum selesai. Hanya saja tadi Radit sempat mengiriminya pesan jika dia sudah ada di parkiran. Hari ini Sya tidak membawa sepeda motornya karena Radit menjemputnya pagi-pagi sekali, tentu saja dia pulangnya harus bersama Radit.


" Udah selesai Sya? Ya udah pulang duluan aja, hati-hati ya. " Ujar Dian kepada Sya.


" Oke Sya, hati-hati ya. " Tidak ketinggalan juga Leo.


Sya langsung keluar dari ruangan kerjanya kemudian berjalan menuju lift untuk ke parkiran basement dimana Radit sudah menunggunya.


" Maaf, lama ya Mas. " Kata Sya saat dia sudah masuk kedalam mobil yang mana Radit sudah duduk dikursi kemudinya.


" Nggak papa sayang. Aku siap menunggu selama apapun itu. " Jawab Radit menggoda Sya.


" Apaan sih, Mas tukang gombal ya. " Ujar Sya seraya tertawa kecil.


" Capek ya? " Tanya Radit tiba-tiba.


" Ya capek Mas, namanya juga kerja. Kalo nggak capek itu bukan kerja. Orang rebahan aja bikin capek Mas, apalagi aku yang kerja menggunakan pikiran. " Jawab Sya.


Radit hanya tersenyum mendengar jawaban Sya. Sangat jujur memang Sya itu. Dia tidak pernah menutupi apapun yang sedang dirasakannya. Hal ini lah yang membuat Radit akhir-akhir ini lebih berani bertanya dari pada memendamnya yang nantinya justru akan menimbulkan masalah.


" Jadi biar capeknya ilang kami mau apa? Aku bakal turutin semua permintaan kamu. " Kata Radit kepada Sya.


" Beneran Mas? " Mata Sya langsung berbinar mendengar ucapan Radit. Seolah ini adalah kesempatan yang sangat tidak boleh dia lewatkan.


" Iya beneran, kamu mau apa? " Tanya Radit dengan lembut.


" Ice Cream coklat. " Jawab Sya mantap.


Radit langsung tertawa mendengar jawaban Sya. Radit pikir Sya akan menjawab jika dia ingin pergi shoping untuk membeli baju atau alat make sejenisnya karena yang Radit tau rasa lelah seorang wanita akan hilang jika diajak shoping. Ternyata jawabannya sungguh diluar dugaan, Ice cream? Apakah ice cream adalah sebuah harta karun untuk Sya?


" Kok Mas malah ketawa sih? " Ucap Sya dengan wajah bingung.


" Enggak, lucu aja. Kamu itu unik, buat aku jadi tambah cinta sama kamu. " Jawab Radit tersenyum lembut kearah Sya.


" Iisshh, gombal lagi kan. "


" Nggak gombal sayang, aku serius. Ya udah ayo kita beli ice cream. Kamu mau kita beli dimana? " Tanya Radit kepada Sya.


" Jalan dulu aja, nanti aku kasih tau. " Jawab Sya seraya tersenyum. Sya sangat tidak sabar memakan ice creamnya.


Dalam perjalanan sesekali Radit dan Sya isi dengan candaan jadi tidak terasa membosankan. Sampai akhirnya Sya meminta untuk berhenti di sebuah kedai ice cream.


" Mbak, ice cream coklat yang ukuran paling besar satu ya. " Ujar Sya kepada salah seorang pegawai kedai.


" Baik mbak, silahkan ditunggu. " Jawab Mbak kedai dengan ramah.


" Kamu beneran beli yang porsi jumbo sayang? " Tanya Radit takjub.


" iya Mas, buat ngilangin setres. " Jawab Sya tersenyum.


Apapun akan Radit beri asal senyuman itu tidak menghilang dari wajah Sya.


.


.


Maaf ya kalau banyak typo. Aku nulis ini lagi ngantuk parah soalnya🤣


Btw Terima kasih buat dukungan kalian semua.


Jangan lupa kritik dan sarannya 💕