Baby... I Love You

Baby... I Love You
Bucket Bunga



Tidak terasa sudah 3 hari orang tua Sya ada di Jakarta. Dan setelah kemarin mereka diajak oleh Mama Riana dan Papa Riyan jalan-jalan keliling Jakarta, sekarang mereka berdua harus kembali ke Jogja lagi karena Ayah Dodi sudah habis jatah cutinya.


" Makan yang teratur, kalo bisa olahraga juga walaupun cuma jalan-jalan keliling komplek. Biar dedek bayi di perut kamu juga sehat Dek. Dan yang terpenting jangan pernah tinggal sholat. " Ujar Mama Farida memberikan wejangan kepada Sya. Meskipun Sya sudah sebesar sekarang dah bahkan akan segera memiliki seorang anak dari rahimnya sendiri, Mama Farida dan Ayah Dodi tidak pernah lupa untuk mengingatkan Sya agar sholat 5 waktu.


" Iya Ma, adek bakal inget terus pesan Mama. " Jawab Sya seraya tersenyum.


" Kalau kata orang Jawa, kamu sering-sering sikat kamar mandi biar nanti lahirannya gangsar. " Ujar Mama Farida lagi.


" Gangsar? artinya apa? " Tanya Sya tidak paham. Baru kali ini dia tau ada kata gangsar.


" Gangsar itu artinya gampang atau cepet. Jadi kalau sering sikat kamar mandi kamu lahirannya bakal cepet. " Ujar Mama Farida menjelaskan.


" Emang iya Ma? " Tanya Sya tidak yakin. Darimana asalnya sering sikat kamar mandi bisa membuat kita menjadi gampang melahirkannya.


" Heem, Mama juga dulu gitu dibilangin sama nenek kamu. "


" Iya, inshaAllah Sya akan lakuin pesan Mama. " Jika itu memang untuk kebaikan, tidak ada salahnya untuk melakukannya bukan?


Kemudian Ayah Dodi datang bersama Radit.


" Sudah semua? " Tanya Ayah Dodi kepada Mama Farida.


" Iya, sepertinya udah semua Yah. " Jawab Mama Farida.


" Ya sudah ayo berangkat sekarang aja. " Ujar Ayah Dodi.


" Putri Ayah di rumah aja ya, jangan capek-capek. Jangan juga makan sembarangan. Ingat, sekarang di perut adek sudah ada dedek bayinya. " Ujar Ayah Dodi mengingatkan Sya.


" Iya Ayah... "


Akhirnya orang tua Sya berangkat ke kantor diantar oleh Radit. Padahal seharusnya hari ini Radit kerja dari pagi, tapi karena Ayah Dodi dan Mama Farida pulang hari ini, jadinya Radit memutuskan untuk berangkat ke kantor sedikit agak siang. Radit ingin mengantarkan mereka ke Bandara. Di tambah juga sekarang Pak Agus memang sedang mengantarkan Kendra ke. sekolah. dan belum kembali.


" Mas berangkat dulu ya sayang. Di rumah jangan capek-capek, kalau pengen apa-apa langsung kabarin aku aja. " Ujar Radit berpamitan kepada Sya.


" Iya Mas, nanti aku bilang sama kamu kalau pengen sesuatu. " Jawab Sya seraya tersenyum.


Mama Farida dan Ayah Dodi yang melihat bagaimana cara Radit memperlakukan Sya itu merasa bahagia. Mereka merasa telah melepaskan putri kesayangannya kepada orang yang tepat. Sikap lembut dan sabar Radit saat menghadapi Sya yang sedang manja-manjanya itu patut di acungi jempol. Bahkan mereka tidak pernah melihat Radit meninggikan suaranya sedikitpun saat Sya sedang merajuk. Wajahnya selalu tersenyum saat mendapat rajukan dari Sya.


...***...


Sepeninggalnya Radit dan orang tuanya ke Bandara, Sya kembali melanjutkan aktivitas yang sudah 2 hari ini menjadi hobinya, yaitu merangkai bunga. Sya mendapatkan hobi barunya ini dari salah satu akun di yutup yang membagikan tutorial merangkai bunga. Dan ya, Sya merasa tertarik untuk melakukan itu.


Bahkan saat mengetahui jika Sya sedang suka merangkai bunga, setiap pulang kantor Radit selalu membawakan berbagai macam bunga agar Sya dapat merangkainya.


Sya sangat bersyukur karena mendapatkan suami yang begitu mensuport segala sesuatu yang ingin Sya lakukan. Dan saat Sya bertanya kenapa Radit selalu mengiyakan permintaannya, Radit selalu menjawab " Apapun yang kamu suka dan ingin kamu lakukan selama tidak akan membahayakan kamu dan anak kita, aku akan selalu mensuportnya sayang. Dan merangkai bunga sepertinya berdampak positif dan membuat kamu menjadi lebih semangat di banding sebelumnya. " So sweet bukan sikap seorang Radit?


Mungkin Radit menyadari kalau selama 4 bulan ini Sya sudah sangatlah jenuh. Bayangkan saja, jika biasanya Sya selalu disibukkan dengan pekerjaan dan mengisi waktu luangnya dengan menonton drama Korea. Maka sekarang yang Sya punya adalah waktu luang semua, dan drama Korea sudah tidak bisa lagi menjadi hiburan untuk Sya karena terlalu seringnya dia menonton.


Mengingat betapa baiknya Radit selama ini, Sya berniat memberikan kejutan untuk Radit dengan mengirimkan bunga hasilnya merangkai.


Tidak apa-apa kan kalau perempuan yang memberikan bunga untuk laki-laki? Toh laki-laki itu sudah menjadi suaminya sendiri.


Dengan telaten Sya merangkai satu persatu untuk menyatukan bunga demi bunga. Pilihan Sya jatuh kepada bunga tulip berwarna oranye yang memiliki arti kehangatan serta kebahagiaan serta memiliki simbol sifat optimis jika akan mendapatkan sebuah keberuntungan yang tidak terduga. 


Rasanya bunga itu cocok untuk Radit.


Sedang fokus merangkai bunganya, tiba-tiba ponsel Sya berbunyi. Video call dari Radit.


" Assalamu'alaikum sayang. " Jawab Radit dengan wajah cerianya.


" Wa'alaikumsalam Mas, gimana Ayah sama Mama udah take off? " Tanya Sya kepada Radit.


" Udah sayang, ini baru aja. Mas juga masih di parkir Bandara. " Ya dapat terlihat oleh Sya kalau sekarang ini Radit memang sedang ada di dalam mobil. " Kamu lagi apa? " Tanya Radit dengan lembut.


" Biasa, aku lagi nyelesain ngerangkai bunga Mas. " Jawab Sya.


" Oo ya, boleh aku liat? " Ujar Radit meminta.


" No, nanti saja kalau Mas pulang. " Jawab Sya berbohong. Padahal Sya berencana mengirimkan bunga ini ke kantor Radit.


" Baiklah, nanti saja Mas liatnya. Kalau gitu Mas langsung ke kantor ya, kamu hati-hati di rumah. " Ujar Radit berpamitan. " Assalamu'alaikum. "


" Wa'alaikumsalam, semangat kerjanya Ayah. " Sya langsung mematikan sambungan video callnya setelah menyelesaikan ucapannya. Tentu saja Sya yang memanggil Radit dengan panggilan Ayah itu membuat seseorang di sebrang sana menjadi senyum-senyum tidak jelas.


Kembali ke Sya yang kembali melanjutkan pekerjaannya, dan ya tidak sampai 30 menit Sya berhasil menyelesaikannya. Simpel memang, tapi bunga yang Sya rangkai ini memiliki makna yang begitu mendalam.


Sya meminta tolong kepada Pak Agus yang kebetulan sudah sampai rumah setelah tadi mengantarkan Kendra ke sekolah untuk ke kantor Radit mengantarkan bucket bunga itu kepada Radit.



...photo by Google...


Tidak lupa Sya juga menuliskan surat untuk Radit.


*to Radit Suami dari Sya


Mas, aku buatkan bunga ini khusus untuk kamu. Semoga kamu suka. Dan kalau kamu pengen tau arti dari bunga yang aku berikan untuk kamu ini, kamu bisa mencarinya di google. Semangat kerjanya ya.


I Love You 😍😘


from Sya Istri dari Radit*


.


.


.


Marhaban ya Ramadhan, Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga kita bisa melewati puasa taun ini dengan lancar sampai hari kemenangan tiba . Semoga ibadah kita bisa terus lebih baik setiap harinya 😍🤗


Terima kasih 🙏💕