Baby... I Love You

Baby... I Love You
3 bayi



Setelah tadi siang ada perayaan kecil-kecilan untuk merayakan kepulangan baby Rendra dan Sya dari rumah sakit, sore harinya keluarga Sya dan Radit mengadakan pengajian sebagai rasa syukur akan kehadiran anggota baru. Tapi karena kondisi Sya dan baby Rendra yang masih belum sehat sepenuhnya, jadi mereka tidak terlalu banyak ikut andil dalam acara.


"Bunda, Abang masih boleh bobok sama Bunda enggak? " Tanya Kendra pada malam harinya saat melihat Sya sedang menyusui baby Kendra.


"Sebenarnya boleh Abang, tapi biasanya kalau malem adek sering bangun dan nangis. Bunda enggak mau kalau nantinya malah jadi ganggu Abang bobok. Kan besoknya Abang harus sekolah. " Sya menjelaskan selembut dan sesimpel mungkin agar Kendra dapat memahami ucapannya tanpa terluka hatinya. Sya tidak mau kalau nantinya Kendra malah berpikir kalau sejak ada baby Rendra dirinya menjadi kehilangan kasih sayang baik dari Sya ataupun Radit.


Tidak, jangan sampai Kendra berpikir seperti itu. Karena itu semua tidak benar. Bahkan meski Sya sudah melahirkan anaknya sendiri pun rasa sayang dan cintanya kepada Kendra tidak berkurang sedikitpun. Sya memiliki kasih dan cinta yang sama besar untuk kedua jagoannya itu. Tidak pernah sedikitpun ada niatan di hati Sya untuk membeda-bedakan keduanya.


"Jadi Abang enggak boleh bobok sini? " Tanya Kendra dengan suara sendu.


Kan sudah Sya bilang, menjelaskan kepada seorang anak kecil memang membutuhkan banyak cara. Seperti saat ini Kendra terlihat tidak memahami ucapan dari Sya.


"Boleh Abang, kalau memang Abang mau Bunda selalu mengijinkan kok. Tapi nanti malem kalo adek bangun Abang bantuin Bunda buat boboin lagi ya. " Jawab Sya seraya tersenyum.


Pada akhirnya Sya lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan karena dia sendiri tidak tau harus memberikan penjelasan seperti apa. Sya tidak mau kalau hati Kendra terluka karenanya.


"Beneran boleh? " Tanya Kendra dengan antusias.


"Iya sayang, boleh kok. "


Setelah perbincangan antara ibu dan anak itu selesai, Tidak lama kemudian Radit keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah yang mengalir di bahunya.


"Abang kok disini, enggak bobok sama Mbah Uti? " Tanya Radit kepada Kendra.


Kendra menggelengkan kepalanya.


"Enggak, Abang mau bobok sama Bunda sama adek. " Jawab Kendra.


"Tapii... "


Belum selesai Radit menyelesaikan ucapannya, Sya sudah memberikan kode untuk diam. Dan secara otomatis mulut Radit terkatup kembali.


"Oke, berarti malam ini kita bobok berempat. Tapi Abang jangan rewel ya kalo nanti malem adek nangis. " Ujar Radit kepada Kendra.


"Oke Ayah, Abang janji enggak akan lewel. "Jawab Kendra dengan tersenyum lebar.


Sya tersenyum karena Radit mengerti akan kode yang dia berikan. Ternyata Radit sudah lebih peka sekarang.


" Rambutnya keringin dulu Mas, nanti kamu masuk angin. " Ujar Sya mengingatkan Radit. Biasanya jika sedang seperti ini Sya yang selalu membantu mengeringkan rambutnya, tapi sekarang karena baby Rendra sedang menyusu maka Sya meminta Radit untuk melakukannya sendiri. Tapi apa kalian tau apa jawaban dari Radit?


"Nanti aja lah tunggu kamu selesai nyusuin adek. " Jawab Radit dengan santai.


Laki-laki dewasa yang sudah menjadi suami dan ayah 2 orang putra tampan itu justru duduk di sofa sembari memainkan Laptopnya karena ada pekerjaan yang masih harus dia selesaikan malam ini. Seperti yang sudah di rencanakan, Radit tetap mengambil cuti kerja selama 1 bulan meskipun Sya melahirkan lebih cepat. Hitung-hitung membantu Sya mengurus anak di rumah. Tapi meski libur ke kantor bukan berarti Radit tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Tentu saja masih ada beberapa berkas yang harus dia kerjakan sendiri dan ada juga beberapa rapat yang harus dia hadiri. Dengan liburnya Radit dari kantor ini tentu saja yang direpotkan adalah Andre dan Lisa. Jika Lisa harus meng-handle beberapa pekerjaannya Radit, maka Andre harus meng-handle rapat-rapat yang tidak bisa Radit hadiri, begitu juga berkas-berkas yang harus Radit tandatangani, Andre harus bolak-balik mengantarkannya ke rumah dan ke kantor.


Ini sudah jam 9 malam dan Radit baru selesai mandi. Sedangkan Kendra bocah tampan itu juga tidak biasanya belum tidur. Sekarang yang Kendra lakukan adalah terus menciumi kepala baby Rendra.


"Adek Lendla halum banget sih Bund... Abang suka nih. " Ujar Kendra terus menciumi baby Rendra.


"Kan wanginya kayak Abang, Sama-sama wangi minyak telon dan bedak bayi. " Jawab Sya seraya tersenyum.


"Abang tolong jagain adek ya, Bunda mau bantu Ayah keringin rambut dulu. " Ujar Sya kepada Kendra.


Tidak tega melihat Radit yang bajunya sedikit basah karena air yang masih menetes dari rambutnya. Benar-benar bayi besarnya ini. Kenapa hal sepele seperti ini saja tidak bisa di lakukan sendiri, jadilah sekarang Sya memiliki 3 orang bayi di rumah yang harus dia perhatikan.


"Sini Mas rambutnya di keringin dulu. Baju kamu basah loh. Mending nanti ganti baju aja. " Ujar Sya kepada Radit.


Radit menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya mengikuti Sya ke ruang wardrobe untuk mengeringkan rambutnya.


Terlihat Sya sudah berdiri di depan meja riasnya memegang hairdryer.


Tapi...


"Aku kangen sama kamu. " Ujar Radit seraya memeluk pinggang Sya dari belakang.


Hal ini membuat Sya terkekeh geli. Bagaimana bisa kangen kalau mereka saja selama 24 jam terus bersama sejak kelahiran baby Rendra. Bahkan Radit tidak pernah meninggalkannya lebih dari 2 jam selain kemarin karena laki-laki itu ada rapat. Radit ini memang terkadang ada-ada saja tingkahnya.


"Kok bisa kangen sih, kan kita aja bareng-bareng terus Mas. " Ucap Sya seraya mengusap lembut tangan Radit yang bertengger nyaman di pinggangnya.


"Ya bareng, tapi kan fokus kamu bukan sama aku. " Jawab Radit lesu.


"Haha... Jadi kamu cemburu sama anak kamu sendiri Mas? " Tanya Sya kepada Radit.


"Bukan cemburu sayang, tapi ya gimana ya... " Jawab Radit ambigu.


"Apaan sih Mas kamu nggak jelas banget... Sekarang ayo kita keringin rambut kamu dulu. Nanti keburu adek nangis minta susu lagi loh. " Ujar Sya seraya melepaskan tangan Radit dan mendudukkan laki-laki itu di kursi riasnya.


"Yankk.... " Tanya Radit kepada Sya.


"Hemmm... "


"Kamu kapan selesai nifas? "


Yang benar saja, Sya bahkan baru melahirkan 4 hari yang lalu. Tapi sudah di tanya saja kapan masa nifasnya selesai.


"Masih lama Mas, sabar ya. " Jawab Sya santai.


.


.


.... ...


Oo iya, yang kemarin minta Dani si manusia es temen Radit di buat ceritanya, aku udah buatin ya, judulnya Laras for Dani. 😍


Selamat membaca, jangan lupa kritik dan sarannya ☺


Terima Kasih😘💕