
Sudah 5 tahun kehidupan rumah tangga Sya dan Radit dijalani. Tentunya ada beberapa masalah yang harus Sya dan Radit hadapi. Tentunya mereka sangat bersyukur bisa melewati semua itu.
Sekarang Rendra sudah menjadi bocah lucu dan menggemaskan. Begitu pula dengan Kendra yang terlihat semakin tampan di usianya yang sudah 8 tahun. Kendra yang dulunya periang sekarang sudah menjadi lebih cool. Tapi Kendra tetap masih seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya. Kendra suka menjahili Rendra, karena adiknya itu sedikit lebih cengeng dibandingkan saat Kendra kecil dulu, hal ini tentu saja membuat Kendra gemas.
Seperti saat ini, Kendra sedang menjahili adiknya dengan menyembunyikan mobil mainan milik Rendra. Dan apa yang terjadi?
"Huwaaa, Bunda... Abang sembunyiin mobil-mobilan punya Mas." Rendra mengadu kepada Sya yang saat ini sedang memotong buah untuk cemilan sore anak-anak.
Sya tersenyum melihat putra ke 2 nya itu. Melihat Rendra sekarang mengingatkan Sya akan Kendra kecil. Mereka benar-benar mirip. Hanya berbeda gaya potongan rambut saja.
"Abang, jangan jailin adeknya. Kasih mobil-mobilannya sayang." Ujar Sya kepada Kendra.
"Iya Bunda... " Kendra langsung beranjak mendekat kearah Rendra yang sedang menelungkupkan wajahnya di pangkuan sangat Bunda.
"Aahh nggak asik, kamu sukanya ngadu ke Bunda." Ujar Kendra mengejek Rendra.
"Abis Abang nakal sama Mas. Kalau Mas nggak ngadu ke Bunda pasti Abang nggak mau kasih mobilnya ke Mas." Jawab Rendra seraya mencebikkan bibirnya karena kesal.
Kenapa Rendra memanggil dirinya dengan sebutan Mas? Itu karena...
"Assalamu'alaikum... " Seseorang masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Sya, Kendra dan Rendra serempak.
Mendengar suara itu, Rendra langsung berlari ke arahnya. Sedangkan Kendra duduk disamping Sya dengan tenang.
"Ayahh... " Dengan ceria Rendra memanggil Ayahnya.
Rendra kembali ke dapur dengan digendong oleh Radit.
Sya dan Kendra beranjak dari kursi untuk mencium tangan Radit terlebih dahulu.
"Abang sama Mas gimana sekolahnya hari ini?" Tanya Radit seraya menurunkan Rendra dari gendongannya.
"Mas udah bisa pasang puzzle yang Miss kasih Ayah. Telus Mas juga udah bisa gambal ikan. Tadi gambal Mas dapet bintang 5 dali Miss." Dengan semangat Rendra menceritakan dirinya di sekolah.
"Bagus, pinter anak Ayah." Ujar Radit seraya mengusap puncak kepala Rendra.
"Kalau Abang tadi gimana di sekolah?" Tanya Radit kepada Kendra.
"Abang tadi dapet 100 buat nilai matematikanya." Jawab Kendra.
"Pinter, semangat terus ya belajarnya." Ujar Radit juga mengusap kepala Kendra.
Setelah itu Kendra dan Rendra kembali ke ruang keluarga untuk melanjutkan acara bermain mereka. Kali ini Kendra tidak akan menjahili adiknya.
Tinggallah Radit dan Sya di dapur. Radit duduk di sebelah Sya yang masih menyelesaikan mengupas buah apel.
"Kalau putri Ayah ini gimana? Enggak nakal kan diperut Bunda?" Ujar Radit seraya mengusap perut Sya yang membuncit. Ya, saat ini Sya sedang mengandung anak ke 3 mereka yang dari hasil USG kemungkinan besar berjenis kelamin perempuan. Saat ini usianya sudah 7 bulan, tinggal 2 bulan lagi rumah ini akan diwarnai dengan tangis seorang bayi.
"Enggak Ayah, adek dari tadi baik kok. Nggak bikin Bunda sakit." Jawab Sya. Di kehamilan ke 2 ini, Sya merasa kalau bayinya lebih aktif di bandingkan saat kehamilan Rendra. Karena tendangan si baby inilah yang membuat Sya sering meringis kesakitan. Tapi hari ini baby hanya beberapa kali menendang saja itu pun tidak terlalu keras.
Itu juga alasan kenapa Rendra memanggil dirinya dengan sebutan Mas. Karena Sya dan Radit mengajarkan Rendra mengenai panggilan Mas sejak awal kehamilan Sya.
Sya bisa hamil lagi apa karena Radit sudah tidak trauma? Tentu saja tidak, sebenarnya Radit masih belum berencana untuk membuat Sya hamil. Tapi istri nakalnya itu tanpa sepengetahuan Radit ternyata melepas kontrasepsinya.
Flashback
Pagi-pagi Sya terbangun dari tidurnya dengan perasaan tidak enak. Sya benar-benar merasa mual saat ini. Dengan segera dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
Namun saat muntah tidak ada apa-apa yang keluar dari perutnya. Setelah merasa mualnya sudah mereda, Sya duduk diatas closet.
Sya merasa ada yang tidak beres didalam tubuhnya. Di tambah sudah 2 minggu Sya telat datang bulan. Apa dia... hamil?
Sya tersenyum memikirkan kemungkinan itu. Sebenarnya sudah dari tahun lalu Sya menginginkan adanya anak ke 3, tapi Radit belum memberikan ijin untuknya hamil lagi. Dan ya, akhirnya 3 bulan yang lalu Sya nekat melepas kontrasepsinya tanpa sepengetahuan suaminya itu.
Tok.. tok.. tok..
"Sayang, kamu di dalam?" Radit mengetuk pintu kamar mandi. Dia terbangun saat mendapati Sya tidak ada di sampingnya.
"Iya Mas, aku di kamar mandi." Jawab Sya. Dia langsung berdiri dan membasuh wajahnya.
"Kamu abis ngapain? Masih jam setengah 4 sayang." Ujar Radit kepada Sya.
"Aku abis pipis Mas." Jawab Sya seraya membaringkan tubuhnya di ranjang.
Dan Radit langsung membawa Sya kedalam pelukannya.
Hening... Sampai akhirnya...
"Mas... " Sya memanggil Radit.
"Hmmm, kenapa sayang." Jawab Radit dengan suara parau.
"Kalau aku tiba-tiba hamil gimana?" Tanya Sya kepada Radit.
Tidak ada jawaban dari Radit.
"Mas... " Sya memanggil Radit lagi.
"Ya nggak gimana-gimana, tapi hamilnya nanti aja ya berapa tahun lagi." Jawab Radit dengan mata terpejam.
"Kalau aku hamilnya sekarang gimana?" Tanya Sya lagi.
Radit seketika membuka matanya.
"Jangan bilang kalau sekarang kamu lagi hamil sayang?" Tanya Radit dengan suara yang terdengar menuntut.
"Aku nggak tau sih, tapi kayaknya sih aku hamil Mas. Soalnya udah 2 minggu aku telat datang bulan. Dan tadi aku juga mual." Jawab Sya jujur.
"Kok bisa sih sayang?" Tanya Radit kepada Sya.
"Bisa apa?" Sya benar-benar tidak paham maksud ucapan Radit.
"Kok kamu bisa sampe hamil?"
Sya mengerutkan dahinya.
"Ya bisalah, kan kamu hamilin aku Mas. Kamu nggak inget kalau kita sering bikin dedek bayi?"
"Kalau bikin dedek bayi aku inget, tapi bukannya kamu KB yah? Kok masih bisa hamil? " Tanya Radit kepada Sya.
Sya terdiam dan menatap Radit.
" Aku jujur tapi kamu jangan marah ya." Ujar Sya kepada Radit.
Radit menghela nafas pasrah sebelum akhirnya mengangguk.
"Aku lepas KB 3 bulan yang lalu." Jawab Sya.
"Sayang... kenapa kamu nggak bilang sama aku." Ujar Radit terlihat frustasi.
"Ya kalau aku bilang sama kamu pasti kamu jelas nggak mau Mas."
"Ya udah, besok kita ke dokter. Kamu beneran hamil apa enggak." Ujar Radit pada akhirnya.
"Tapi kamu nggak marah kan Mas? Kamu nggak berniat buat gugurin anak ini?
Radit terkejut mendengar ucapan Sya.
Cetakkk... Refleks Radit menyentil dahi Sya.
" Jangan mikir macem-macem, meskipun aku belum pengen kamu hamil lagi, tapi kalau kamu emang hamil itu tetep anak aku sayang. Aku nggak mungkin nyakitin dia."
Flashback Off
.
.
.
Yeayy, akhirnya ini adalah detik-detik menuju tamatnya Baby... I Love You.😂
Jujur aja aku nggak nyangka bakal nulis sebanyak ini partnya, dan sekarang aku sudah mulai kehabisan ide untuk melanjutkannya. Bener sih daripada nantinya semakin nggak jelas mending cepet-cepet di tamatin. 😄
Tapi tenang, kan masih ada Laras for Dani. Jadi jangan lupa dibaca juga ya😍
Jangan lupa kritik dan sarannya ☺
Terima Kasih 😘💕