Baby... I Love You

Baby... I Love You
Resepsi



Sya terpukau sendiri melihat gaun yang dibawa oleh salah seorang petugas hotel dan seorang designer yang juga merancang kebaya akadnya.


" Selamat malam Mbak Sya, sudah siap untuk resepsi malam ini? " Ujar Mbak Arum yang merupakan designer baju pengantin Sya.


" InshaAllah siap Mbak, wahh ini gaunnya cantik banget. " Sya masih tidak bisa melepaskan pandangannya dari gaun yang akan dia pakai untuk resepsi malam ini. Pantas saja Asti dan Rida bilang jika gaunnya mirip dengan gaun princess Belle. Dan ternyata benar.


" Haha, makasih mbak. Ini yang minta designnya Pak Radit sendiri loh. " Ujar Mbak Arum membeberkan sebuah fakta.


" Mas Radit? " Tanya Sya tidak percaya.


" Iya, beliau yang meminta sendiri bagaimana gaun yang akan di pakai Mbak Sya untuk resepsi malam ini. " Ujar Mbak Arum tersenyum. " Baiklah, sekarang kita siap-siap karena Pak Radit sudah menunggu, mungkin sebentar lagi beliau akan kesini menjemput istrinya. " Tambah Mbak Arum dengan menggoda Sya.


Sya hanya tersenyum malu, setelahnya dia langsung di pakaikan gaun yang baru Sya tau ternyata ini cukup berat.


15 menit pemasangan gaun akhirnya selesai. Semua begitu terpesona melihat Sya yang terlihat sangat cantik itu. Kecantikannya saat ini berbeda dengan kecantikannya saat akad.



...photo by Google...


" MashaAllah, cantik banget Sya. " Ujar Mbak Rida saat pertama kali melihat Sya memakai gaunnya.


" Terima kasih Mbak. " Ujar Sya seraya tersenyum.


" Ternyata selera Mas Radit bukan kaleng-kaleng. Kamu cantik banget Sya. " Tambah Asti kemudian.


" Aku yakin Mas Radit kalo liat pasti nggak bakal mau turun buat acara resepsi. " Ujar Rida yang membuat Sya dan Asti bingung.


" Ha, kenapa Mbak? " Tanya Asti tidak paham.


" Ya karena Sya terlalu cantik, dia kan posesif jelas aja dia nggak mau kecantikan Sya di lihat sama laki-laki lain. " Jawab Rida seraya tertawa.


" Haha... Mbak ini ada-ada aja. " Ujar Sya tertawa kecil.


" Ayo kita buktikan, tebakan aku mengenai Mas Radit tidak akan meleset. " Jawab Rida tersenyum.


Dan ya, tebakan Rida tidaklah meleset.


Radit masuk kedalam kamar dimana Sya sedang di make up dengan gagahnya, memakai jas berwarna senada dengan Sya membuat mereka terlihat sangat serasi.



...photo by Google...


" Sayang.... " Radit terpesona melihat kecantikan Sya saat ini, dia tersenyum menatap ke arah istrinya itu.


" Ciee, terpesona cie. " Rida membuyarkan adegan lucu itu.


Radit segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya saat sadar jika saat ini bukan hanya Sya yang ada diruangan ini.


" Ekhemm.... " Radit berdehem sebentar kemudian berjalan mendekati Sya. Tatapan seolah menilai dari atas kepala sampai bawah tentang penampilan Sya.


" Sayang, kita batalin aja yuk resepsinya. Eehhh bukan-bukan, semua tamu laki-laki kita suruh pulang aja gimana? " Benar bukan apa yang Rida katakan, saat sadar bagaimana penampilan Sya saat ini jiwa posesif Radit seketika muncul. Apa-apaan, dengan seenaknya saja dia bilang ingin membatalkan resepsi mereka, sudah berjam-jam Sya berdandan dan akan dibatalkan begitu saja?


" Mas, jangan mulai deh. Kenapa harus kita batalin? ini 10 menit lagi kan kita harus turun. " Ujar Sya berkata dengan lembut.


" Karena kamu terlalu cantik, aku nggak mau kamu di lihat sama laki-laki lain. Kamu cuma buat aku aja. " Ujar Radit merajuk, dia seolah lupa jika disini tidak hanya ada mereka, namun ada Rida, Asti, Arum, dan dua MUA. Mereka semua melongo mendengar alasan Radit, terkecuali Rida yang memang sudah hafal tabiat kakaknya itu.


" Mas... " Panggil Sya kepada Radit.


" Hmmm... "


" Mas.... " Sya menatap Radit lama.


" Iya iya, ya udah ayo kita turun. " Akhirnya Radit luluh hanya karena tatapan mesra dari Sya.


Semua yang melihat terkekeh geli karena Radit bisa luluh hanya dengan tatapan Sya.


Sya menggandeng lengan Radit, sedangkan Rida dan dua bridesmaid lainnya bertugas memegang ekor gaun Sya.


" I love you. " Bisik Radit saat mereka turun dari tangga.


" I love you too Mas. " Balas Sya seraya tersenyum manis.


Sya menatap terpesona kearah ballroom tempat resepsinya diadakan yang sudah dihias sedemikian rupa. Tidak kalah indah dengan dekorasi saat akad nikah. Ya, tempat akad dan resepsinya memang di hotel yang sama, hanya saja di ruangan yang berbeda.



...photo by Google...


" Kamu suka sayang? " Bisik Radit kepada Sya.


" Suka Mas, terima kasih atas semuanya. " Ujar Sya menatap mesra Radit.


" Sama-sama sayang. "


Radit menatap ke sekeliling, banyak laki-laki yang hadir menatap takjub kearah Sya, dan Radit tidak menyukai itu. Namun kekesalannya itu teralihkan dengan kehadiran Kendra yang berlari kearah mereka seraya memanggil Sya.


" Bundaa..... " Teriak Kendra seraya berlari.


" Pelan-pelan sayang, nanti jatuh. " Ujar Sya dengan lembut.


Tiba-tiba dihadapan Sya, Kendra mendongakkan kepalanya. Balita itu tersenyum manis menatap Sya.


" Bunda cantik, sepelti plinses plinses yang ada di bukunya Ulel. " Ujar Kendra kepada Sya.


" Terima kasih sayang, Kendra juga hari ini ganteng. " Ujar Sya seraya mengusap kepala Kendra.


" Bunda saja yang dipuji? " Tanya Radit kepada Kendra.


" Ayah tampan, tapi Kendla lebih tampan. " Jawab Kendra seraya tersenyum.


" Kamu tampan itu karena Ayah juga tampan bang. " Ujar Radit tidak mau mengalah.


" Bundaa... Ayah nakal. " Kendra mengadu kepada Radit.


Di tengah resepsinya ini Sya harus menjadi penengah antara anak dan Ayah yang tidak mau saling mengalah itu.


" Mas, " Sya menatap Radit.


" Hehehe, iya sayang. "


Betapa terkejutnya Sya saat tiba-tiba teman kantor satu divisinya datang, Dian, Leo, dan juga Tio. Dan juga ada Dita dan Mbak Titik.


" Ya ampun, aku kira kalian nggak dateng. " Ujar Sya dengan bahagia.


" Hehehe, Pak Radit yang ngundang kita. Bahkan semua dari biaya pesawat sampe hotel Pak Radit yang bayarin. " Ujar Dian dengan semangatnya, dia bahkan sampai lupa jika di samping Sya ada Radit yang berdiri tegak. Kebiasaannya ceplas-ceplos ini membuat Dian kadang malu sendiri.


" Makasih Mas. " Saat Sya menatap ke arah Radit baru Dian tersadar dengan kehadiran Direkturnya itu.


Satu persatu mengucapkan selamat kepada Radit dan Sya. Sampai tiba giliran Tio. Laki-laki itu tersenyum namun terlihat sangat di paksakan.


" Selamat menempuh hidup baru Sya. Semoga kamu bahagia selalu. " Ujar Tio kepada Sya.


" Terima kasih Mas Tio, semoga Mas Tio juga cepat mendapat pasangan yang baik. " Jawab Sya seraya tersenyum manis. Radit tidak menyukai melihat Sya tersenyum seperti itu kepada laki-laki lain. Namun ini bukan saatnya untuk dia menampilkan kecemburuannya.


" Aamiin. "


" Selamat Pak Radit, tolong jaga dan bahagiakan Sya selalu. Karena jika bapak tidak bisa melakukannya masih banyak laki-laki yang mencintai Sya dengan tulus. "Entah keberanian dari mana Tio mengatakan itu. Yang pasti dia merasa lega setelah mengatakannya.


" Tanpa kamu beritahu pun saya akan melakukan yang terbaik untuk Maureen. " Jawab Radit dingin.


Tiba di akhir acara, lampu mendadak disetting dengan suasana temaram. Sya bertanya-tanya dalam hati. Akan ada kejutan apa lagi yang menantinya?


Denting piano terdengar, Sya menoleh ke sampingnya. Ternyata Radit sudah tidak ada. Sya menoleh kearah piano dimainkan, ternyata laki-laki itulah yang tengah memainkan piano.


hari yang ku nanti telah datang


hari yang tak akan tergantikan


ku melangkah bersamamu dalam ikatan suci


kau tulang rusuk yang ku nantikan


keindahan yang tak terlukiskan


ku bangga menikahimu, jadikan engkau istriku


kau jawaban Tuhan dalam setiap doaku


kau jawaban Tuhan yang menjadi nyata


ku kan menjagamu sampai nafasku berhenti


ku akan setia selalu di sisimu


sampai maut memisahkan cinta kita


kau takkan terganti selamanya kau di hati


kau tulang rusuk yang ku nantikan


keindahan yang tak terlukiskan


ku bangga menikahimu, jadikan engkau istriku


kau jawaban Tuhan dalam setiap doaku


kau jawaban Tuhan yang menjadi nyata


ku kan menjagamu sampai nafasku berhenti


ku akan setia selalu di sisimu


sampai maut memisahkan cinta kita


kau takkan terganti selamanya kau di hati, selamanya kau di hati


Tulang Rusuk - Sammy Simorangkir


Penghayatan yang Radit tampilkan membuat lagu ini terasa begitu romantis. Para tamu undangan dan tentu saja Sya, sang mempelai perempuan merasa terharu. Namun dibalik rasa itu, perasaan bahagia tentu saja lebih mendominasi.


" Teruntuk istriku, Baby... I Love You. "


Babak baru kehidupan akan segera di mulai, semangat 🤗


.


.


.



...photo by Google...


Bagi para tamu undangan yang sudah hadir bisa membawa pulang sovenir di atas ya😍


____________________________________