
Sepeninggalnya Sya dari ruangan ini, Radit masih terduduk seraya memikirkan kejadian tadi. Lagi-lagi apa yang salah dari ucapannya sampai Sya terlihat sebegitu marahnya, terlalu berlebihan menurutnya. Radit tidak bisa memahami pemikiran Sya. Kenapa harus ada cinta diantara mereka terlebih dahulu baru bisa menikah? Sedangkan dirinya dan almarhumah mantan istrinya yang dulu saling mencintai juga tetap saja tidak bisa membuat jalinan pernikahannya langgeng. Yang ada justru dia yang mengalami kekecewaan karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Audrey. Bahkan wanita itu dulu juga selalu berkata jika dia sangat mencintainya, bahkan setiap hari. Tapi apa? Cinta tidak cukup membuat seseorang menjadi sosok yang setia. Dan Radit tidak ingin mempercayakan cintanya kepada seseorang lagi. Cukup cinta untuk Kendra dan orang tuanya saja.
Dengan Sya yang menyayangi Kendra dengan sedemikian rupanya membuat Radit merasa ini adalah kesempatan yang Sya berikan untuk membuatnya menjadi Bunda buat Kendra. Radit bisa berikan apa saja asal Kendra bahagia. Tidak usah memikirkan tentang dirinya. Radit tidak butuh seorang istri untuk saat ini. Radit masih bisa mengurus dirinya sendiri.
Radit yang baru menyadari jika wanita adalah makhluk dengan segala perasaannya yang rumit atau memang dirinya yang tidak peka? Radit juga tidak bisa menemukan jawabannya. Radit merasa bahwa apa yang dia lakukan saat ini adalah benar. Dan Sya lah yang terlalu mendramatisir keadaan hingga membuatnya terasa sulit. Bukankah menikah dengannya adalah sebuah keuntungan? Segala kebutuhan gadis itu akan dia penuhi, bahkan lebih.
Terlalu larut dengan lamunannya, Radit sampai tidak sadar jika Andre sudah masuk keruangan.
" Ekhmmm... Pak Radit. " Ujar Andre dengan suara yang sengaja dia agak keraskan.
" Ya, ada apa? " Jawab Radit setelah tersadar jika ada orang lain di ruangan ini selain dirinya.
" Ini berkas materi untuk rapat nanti siang setelah jam istirahat." Ujar Andre menyerah berkas tersebut kepada Radit.
Radit hanya menganggukan kepalanya seraya mengulurkan tangannya untuk menerima berkas dari Andre.
Andre yang melihat jika atasannya ini terlihat seperti sedang tidak fokus walaupun matanya tertuju pada berkas di hadapannya menjadi penasaran. Apa yang sudah berhasil mengusik bosnya yang terkenal tenang dan dingin ini?
" Bapak ada masalah? " Tanya Andre.
Pertanyaan ini membuat Radit kembali mengalihkan perhatiannya kepada Andre.
" Tidak ada apa-apa." Jawab Radit singkat.
" Kalau begitu saya permisi dulu mau kembali keruangan saya." Ujar Andre kepada Radit.
Baru saja Andre melangkah kakinya hingga depan pintu, Radit memanggilnya.
" Ndre, sebentar." Ujar Radit kepada Andre.
" Iya Pak, ada yang bisa saya bantu? " Jawab Andre singkat.
" Menurut kamu, Maureen orangnya seperti apa? " Pertanyaan Radit tidak terlalu mengagetkan Andre karena dirinya sudah menebak jika atasannya itu ada sedikit rasa ketertarikan dengan karyawan baru yang dipanggil Bunda oleh Kendra.
" Mbak Sya baik, dia cantik. Orangnya juga humble. " Jawab Andre memberikan penilaian terhadap Sya.
" Kalau sikapnya saat bersama Kendra? " Tanya Radit lagi.
" Seperti yang Anda lihat sendiri Pak, Mbak Sya terlihat seperti menyayangi Kendra dengan tulus. Terlihat dari sikapnya selama ini yang begitu telaten saat bersama Kendra." Jawabnya Andre.
" Kenapa Anda bisa sampai berbicara seperti itu? " Tanya Andre.
" Sudah saya bilang jika itu Maureen sendiri mengatakan." Jawab Radit dengan suara agak sedikit meninggi.
" Pasti ada penyebab sampai Mbak Sya berbicara seperti itu kan? " Tanya Andre datar. Dia sudah terbiasa dengan bentakan dari Radit, jadi untuk nada suara seperti itu sudah terlalu terbiasa.
" Saya melamar dia." Jawab Radit jujur.
" Ternyata Pak Radit bergerak cepat juga " Ujar Andre dalam hati.
" Lalu? " Tanya Andre
" Dia menolak saya." Jawab Radit pendek.
Bagaimana mungkin Radit, pria yang nyaris sempurna ini ditolak oleh seorang wanita?
" Apa alasan Mbak Sya menolak Anda? " Tanya Andre meminta Radit untuk menjelaskan detail permasalahannya. Sangat sulit mengambil kesimpulan jika yang keluar dari mulut bosnya itu hanya cerita sepotong-sepotong.
" Saya meminta dia untuk menjadi ibu sambung untuk Kendra. Namun sebagai syarat dia tidak boleh berharap cinta dari saya. Saya akan memenuhi segala kebutuhannya tanpa terkecuali. Bukankah ini sama-sama saling menguntungkan? Tapi dia justru menolaknya." Radit menceritakan detail permasalahannya.
Andre terdiam cukup lama.
" Pak, sebelumnya saya ingin meminta maaf terlebih dahulu jika yang saya katakan ini mungkin akan sangat lancang dan mengganggu Anda. Namun Pak, menurut saya Anda adalah laki-laki brengsek." Jawab Andre dengan nada datarnya.
Mendengar kata-kata jawaban dari Andre itu tentu saja membuat Radit tersinggung.
" Maksud kamu apa? " Tanya Radit dengan suara dingin dan rendahnya tanda dia terusik dan marah.
" Kenapa Anda marah? Mbak Sya mungkin lebih tersinggung dengan kata-kata Anda. Jika Anda menginginkan wanita hanya untuk menjadi pengasuh untuk Kendra saja, lebih baik Anda cari baby sitter, jangan mencari istri. Karena seorang istri tidak hanya bertugas membimbing anak kalian nantinya dan juga menerima nafkah lahir. Seorang istri juga butuh kasih sayang dan cinta suami. Berarti Anda salah orang jika menganggap Mbak Sya merupakan wanita yang gila harta." Pada dasarnya Andre merupakan tipe laki-laki yang sedikit keras seperti Radit, jadi dia tidak merasa terintimidasi apapun yang akan Radit lakukan padanya.
Radit terdiam cukup lama, dalam fikirannya dia masih terus menyangkal kata-kata Andre. Yang dia lakukan sudah benar. Begitu pikirnya dalam hati.
" Tapi bukankah lebih baik aku memberitahu dari awal jika niatku menikah hanya untuk membuat Kendra bahagia? Toh aku akan memberikan timbal balik yang setimpal agar kita sama-sama saling untung. Menurutku cinta sudah tidak lagi dibutuhkan, untuk apa ada cinta jika nantinya tetap saja akan ada penghianatan." Ujar Radit masih keras kepala.
" Maka dari itu saya akan sangat mendukung keputusan Mbak Sya menolak Anda. Jangan jadikan trauma hubungan masa lalu Anda menjadi boomerang diri sendiri dimasa depan. Jika dulu istri Anda bisa sampai selingkuh, Anda juga harus introspeksi diri, apa yang sudah Anda lakukan hingga membuat sebuah penghianatan itu bisa sampai terjadi. Ingat Pak, tidak semua wanita sama dengan almarhumah mantan istri Anda. Tidak semua wanita juga mau harga dirinya diganti dengan sebuah materi yang tidak seberapa itu. Saya kira cukup sudah saya memberikan pendapat. Sekarang terserah Anda. Saya permisi." Andre meninggalkan Radit yang masih termenung mendengar kata-katanya itu.