Baby... I Love You

Baby... I Love You
Drama malam hari



Sudah 3 hari ini Kendra selalu rewel setiap malamnya. Kenapa? karena Kendra ingin ke Jogja bertemu Sya. Padahal saat Sya di Jakarta pun mereka juga jarang bertemu kecuali saat weekend. Dan biasanya saat sudah video call Kendra akan tenang seperti biasa lagi. Tapi kali ini video call tetap tidak mempan. Bocah itu terus saja merengek ingin ke Jogja.


" Mau ke tempat Bunda. " Rengek Kendra kepada Radit.


" Iya, Bunda kan lusa juga udah pulang ke Jakarta. " Ujar Radit mencoba menjelaskan. Ini sudah hampir tengah malam, tepatnya jam 23.15. Tapi Kendra masih belum mau tidur juga.


" Tapi lama, Kendla kangen Bunda. " Penjelasan Radit masih belum bisa diterima oleh Kendra.


" Tapi sekarang udah malem Nak. Kendra bobok ya, terus jangan lupa berdoa dulu supaya Bunda cepet pulang. " Ujar Radit masih mencoba untuk membujuk Kendra supaya mau tidur. " Atau kita video call Bunda lagi? Mau? "


" Heem, Kendla mau liat Bunda. "


Akhirnya mau tidak mau Radit menuruti permintaan anaknya itu. Sebenarnya Radit takut menganggu Sya, tapi mau bagaimana lagi. Saat ini hanya Sya yang bisa menenangkan Kendra. Radit sudah menyerah setelah hampir 3 jam membujuk Kendra namun hasilnya nihil. Semoga saja Sya belum tidur.


Radit mencoba untuk menghubungi Sya.


Tut.... tut.... tut....


Panggilan video call sudah di angkat oleh Sya. Sepertinya Sya memang sudah tidur, terlihat saat Sya mencoba untuk membuka matanya.


" Kenapa Mas? " Tanya Sya sedang suara serak khas orang bangun tidur.


Radit terdiam tidak menjawab pertanyaan Sya. Fokusnya sekarang adalah wajah Sya yang begitu cantik saat bangun tidur.


" Mas ada apa? "


" Bundaa.... " Terdengar Kendra yang memanggil Sya. Hal ini langsung membuat Radit tersadar dengan lamunannya.


" Eehh... Kamu udah tidur yah. Maaf ya aku ganggu tidur kamu. Soalnya Kendra dari tadi rewel minta ke Jogja ketemu kamu. Jadi aku terpaksa menghubungi kamu. Siapa tau kamu bisa memberikan pengertian sama Kendra. " Radit menjelaskan maksud tujuannya tengah malam seperti ini menghubungi Sya.


" Oo gitu, Kendranya mana Mas." Sepertinya Sya sudah sadar sepenuhnya saat ini.


Radit langung memberikan ponselnya kepada Kendra.


" Bunda.... " Panggil Kendra dengan suara lirihnya.


" Kenapa sayang? Kok Kendra belum bobok sih? Ini udah malem loh. " Ujar Sya bertanya dengan lembut kepada Kendra.


" Kendla kangen Bunda. Kendla mau ke tempat Bunda lagi. " Jawab Kendra dengan polos.


" Kan setiap hari kita video callan sayang. Masa sih masih kangen? " Ujar Sya mencoba menggoda Kendra.


" Kendla mau sama Bunda. " Jawab Kendra.


" Iya, Bunda juga pengen kok ketemu sama Kendra. Sabar ya sayang. Kan lusa Bunda udah pulang. Bunda janji kalo nanti Bunda pulang, Bunda bakal bawa oleh-oleh yang banyak buat Kendra. Ehhhmmm... sama apa yah? Kita makan di Ayam goreng kakek? Setuju? " Sya mencoba memberikan penawaran kepada Kendra.


Radit tersenyum mendengar penawaran yang dia berikan kepada Kendra.


" Setuju... Tapi Kendla tetep mau ketemu Bunda. " Jawab Kendra dengan lesu. Penawaran dari Sya memang menggiurkan, tapi tetap saja. Saat ini Kendra hanya ingin bertemu dengan Sya.


" Kendra harus sabar sayang. Anak sabar di sayang Allah SWT, Kendra mau kan di sayang Allah SWT? Kan Bunda juga disini sebentar lagi. " Ujar Sya mencoba memberikan pengertian lagi.


" Iya " Jawab Kendra pasrah.


" Ya udah sekarang bobok ya. "


" Sebentar ya, jangan dimatiin dulu video call nya. Aku nidurin Kendra sebentar. " Ujar Radit kepada Sya yang langsung dijawab anggukan oleh gadis itu.


Sebenarnya Kendra sudah terlihat mengantuk sejak tadi, hanya saja karena rasa rindunya kepada Sya itu yang mungkin membuatnya menolak untuk tidur.


Segera saja Radit memberikan susu strawberry yang baru dia bikin lagi saat Kendra sedang video call dengan Sya. Karena susu yang tadi sudah dingin, dan Radit tidak ingin perut Kendra sakit nantinya jika minum susu dingin.


" Minum dulu susunya nak. " Ujar Radit kepada Kendra.


Kendra menimum susunya dalam beberapa tegukan. Kemudian merebahkan dirinya disamping Radit dengan posisi nungging seperti biasa. Meminta Radit untuk mempuk-pukkan pantatnya. Dan benar saja, tidak sampai 5 menit Kendra langsung tertidur pulas.


" Kendra udah tidur Mas? " Tanya Sya kepada Radit. Memang sedari tadi ponsel Radit diarahkan ke Kendra.


" Udah, Makasih ya sayang kamu udah bantu aku ngebujuk Kendra buat tidur. Aku udah usaha dari 3 jam yang lalu tapi nggak berhasil. " Ujar Radit kepada Sya.


" Sama-sama Mas. Aku juga bujuk Kendra sebisanya aja. Alhamdulillah kalo Kendra nurut sama aku. " Ujar Sya tertawa kecil.


" Aku nggak tau kenapa beberapa malem ini Kendra jadi gampang rewel. Dia selalu minta ke Jogja ketemu kamu. " Ujar Radit memberitahu Sya.


" Mungkin moodnya aja lagi nggak bagus Mas. Kamu yang sabar aja ya. " Ujar Sya menyemangati Radit. " Oo iya, Kendra kan udah tidur, kamu nggak tidur? Udah malem loh. " Ujar Sya bertanya kepada Radit. Pasalnya Sya sudah merasa sangat mengantuk. Namun dia tidak enak untuk meminta mengakhiri pembicaraan mereka.


" Kenapa? Kamu ngantuk ya? " Tanya balik Radit.


" Sejujurnya iya Mas, aku ngantuk banget. " Jawab Sya seraya menutup mulutnya yang sedang menguap itu.


" Padahal aku juga kangen sama kamu. ".Ujar Radit merajuk.


" Kamu kok jadi kayak Kendra sih Mas? " Tanya Sya seraya terkekeh geli. " Sekarang aku tau darimana sifat perajuk Kendra berasal. Ternyata dari Ayahnya sendiri. "


" Hehehe... Aku gini juga sama kamu doang kok. " Ujar Radit tersenyum malu. " Tapi kamu beneran udah ngantuk sayang? " Tanya Radit kepada Sya.


" Ya ngantuk sih Mas. "


" Ya udah kamu tidur aja, tapi video call nya jangan dimatiin ya. " Ujar Radit kepada Sya. Aneh-aneh saja permintaan Radit ini.


" Apaan sih Mas. Kayak ABG alay aja tidur sambil liat-liatan. " Jawab Sya seraya bergidik geli. Yang benar saja, masa iya dia tidur sambil video call, boros baterai sama kuota ya kan. Lagian apa faedahnya video call hidup tapi salah satunya tidur.


" Hahaha... Ya kan aku pengen liatin kamu tidur sayang. " Ujar Radit memberikan alasan.


" Nanti, tunggu kalo udah halal aja. Kamu pasti bisa liatin aku tidur sepuas kamu Mas. " Jawab Sya seraya terkekeh geli.


" Ya jadi kapan aku bisa halalin kamu? " Tanya Radit dengan suara yang terdengar serius.


" Kamu bisanya kapan? " Ujar Sya menggoda Radit.


" Besok juga aku bisa. Kalau kamu mau, besok pagi aku langsung ke Jogja buat ngelamar kamu terus minta di nikahin sama kamu, karena berkas-berkas pernikahan belum siap, jadi kita bisa nikah siri dulu. Baru setelah semuanya siap kita langsung nikah secara sah baik secara agama maupun negara." Jawab Radit dengan mantap.


" Apaan sih kamu Mas. Udah tidur sana. Selamat malam." Sya langsung mengakhiri panggilan video call nya dengan Radit karena salah tingkah sendiri mendengar jawaban dari Radit.


ting...


Direktur Galak


Kok malah dimatiin sih? Ya udah bobok yang nyenyak ya, selamat malam. I Love You.