Baby... I Love You

Baby... I Love You
Sampai Jogja



Sekarang ini Sya dan yang lainnya sudah sampai di Jogja, tepatnya di rumah kedua orang tua Sya. Kedatangan rombongan dari sang besan yang juga merupakan sahabatnya tentu saja di sambut hangat oleh Mama Farida dan juga Ayah Dodi.


" Gimana kabarnya Mbak? " Tanya Mama Farida kepada Mama Riana.


" Alhamdulillah sehat Far, ditambah sebentar lagi kita bakal punya cucu lagi. Pokoknya harus sehat-sehat dong. " Jawab Mama Riana.


Tadi setelah salim dengan Mbah uti dan Mbah kakungnya itu Sya mengajak Rida untuk membawa Aurel dan juga Kendra ke kamarnya. Meskipun tadi mereka naik private jet tapi pasti dua balita itu sedikit lelah. Dan untuk itulah Sya mengajak mereka untuk istirahat di kamarnya.


" Kamar kamu lucu Sya, vintage-vintage gitu. " Ujar Rida menilai kamar Sya begitu masuk ke dalam. Karena sebelumnya Rida memang belum pernah masuk ke kamar Sya.


"Hehehe... ini belum aku rubah sejak lulus SMA Mbak, jadinya ya masih begini. " Jawab Sya seraya tersenyum. Selera Sya dulu memang vintage minimalis.


Benar yang Sya duga, begitu Kendra dan Aurel menyentuh ranjang tidak lama setelahnya mereka langsung tertidur pulas.


Sya dan Rida memutuskan untuk keluar kamar, mereka menghampiri Asti yang tadi sedang menyusui Shanum, bayi perempuan yang di lahirkan hampir 2 bulan yang lalu itu.


Tok... tok... tok...


" Asti.... " Panggil Sya kepada sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


"Masuk aja Sya, enggak di kunci kok pintunya. " Sahut Asti dari dalam.


Jika kalian bertanya dimana para suami mereka berada, tentu saja mereka sedang berkumpul bersama. Dan pasti pembahasannya tidak akan jauh dari pekerjaan dan saham.


" Selamat ya As buat kelahiran dedek bayinya. " Ujar Rida kepada Asti.


Tentu saja Rida tidak lupa membawakan hadiah untuk bayi cantik itu.


" Makasih loh Mbak... Tuh liat dek, di kasih hadiah sama Tante Asti. " Ujar Asti kepada bayinya yang sedang mengedipkan matanya yang bulat itu seraya menatap sekeliling.


Senyumnya langsung mengembang begitu Sya mendekat dan menciumi wajahnya.


" Ihhh dedek Shanum gemoy... Eehh dia panggil aku apa ya, Bunda aja kali ya As. " Ujar Sya kepada Asti. Tangannya seketika gemas untuk tidak mencubit pipi gembul bayi itu.


" Terserah kamu aja Sya. Bunda juga boleh. " Jawab Asti seraya tersenyum melihat tingkah Sya yang mendadak seperti anak kecil, padahal dia sendiri sebentar lagi akan melahirkan anaknya.


" Nah ini buat anak Bunda yang cantik nih. " Ujar Sya memperlihatkan hadiahnya kepada Shanum. Entah mengerti atau tidak tapi bayi gemoy itu langsung tertawa senang begitu Sya mengangkat kotak berwarna pink itu.


" Makasih Bunda Sya. " Lagi-lagi Asti yang mewakilkan Shanum untuk mengucapkan terimakasih.


" Sama-sama Shanum cantik. Cepet besar biar nanti bisa main bareng sama Abang Kendra dan Kakak Aurel. " Ujar Sya kepada Shanum.


Puas bermain dengan bayi gemoy berpipi bulat itu, Sya dan Rida akhirnya memutuskan untuk turun ke bawah karena sepertinya Shanum mulai rewel karena mengantuk.


Di bawah sedang berkumpul semuanya termasuk Radit, Fardan, dan Raga.


"Anak-anak kemana yank? " Tanya Radit kepada Sya.


Sya mendudukkan dirinya di samping Mama Farida.


" Lagi tidur di kamar Mas, kayaknya mereka kecapean deh. " Ujar Sya menjawab pertanyaan Radit.


" Iya Ma, makannya banyak soalnya. " Jawab Radit yang membuat semua orang tertawa mendengarnya, begitu juga dengan Sya. Dia tidak tersinggung dengan ucapan suaminya itu karena memang benar adanya. Nafsu makannya sudah mulai meningkat lagi.


Sembari menunggu waktu untuk makan siang, mereka mulai membahas kembali rencana untuk 7 bulanan Sya agar lebih matang lagi. Kalau Sya dan Radit setuju-setuju saja apapun keputusannya. Karena mereka hanya ingin yang terbaik. Tapi tentu saja Radit memberikan request agar acara ini tidak sampai membbuat Sya kelelahan.


Tidak terasa pembahasan berlangsung hingga hampi 2 jam lamanya. Dan itu bertepatan dengan suara tangis Aurel yang sepertinya sudah bangun dari tidurnya. Buru-buru Rida naik ke lantai 2 dimana kamar Sya berada untuk menghampiri putri kecilnya itu.


Dan tidak lama kemudia Rida turun bersama Aurel yang ada di gendongannya dan juga Kendra yang di gandengnya. Ternyata saat Aurel menangis tadi Kendra juga ikut terbangun dari tidurnya.


Begitu melihat Sya, Kendra langsung menghambur ke pelukan Bundanya itu. Sikap manja Kendra ini tentu saja tidak luput dari perhatian semua orang. Mereka begitu bangga kepada Sya yng berhasil memerankan tugasnya sebagai ibu meskipun usianya masih muda.


" Maih ngantuk Bang?" Tanya Sya kepada Kendra.


Kendra hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kayaknya Kendra masih kaget waktu denegr Aurel nangis tadi." Ujar Rida kepada Sya.


Radit yang peka langsung meyodorkan air putih untuk Kendra.


"Minum dulu Bang biar tenggorokannya enggak kering." Ujar Radit kepada Kendra.


"Aurel tadi kenapa nangis? Pasti cariin Mama ya..." Ujar Sya menggoda balita yang matanya masih terlihat sembab itu.


Dan karena mungkin moodnya yang belum bagus karena terbangun tanpa adanya sang Mama di sampingnya, Aurel hanya menatap Sya saja.


Tidak lama kemudian Mbak Sri datang memberitahukan kalau makan siang sudah siap.


Tapi tenang saja, Mbak Sri tidak memasak semua makanan ini. Mama Farida memang sengaja memesannya, dan Mbak Sri bertugas menyalin tempatnya dan juga menata piring.


"Ya udah ayo makan dulu. Udah pada laper kan pasti." Ujar Mama Farida kepada yang lainnya.


"Wahhh setelah sekian lama akhirnya bisa makan gudeg asli Jogja lagi." Ujar Papa Riyan begitu melihat sajian di meja.


Selain gudeg di meja makan Mama Farida juga sudah menyiapkan lainnya. Ada krecek, semur telur, bakmi jawa dan Ayam goreng.


Dikarenakan meja makan yang hanya memiliki 6 kursi saja, jadilah yang muda-muda memilih untuk makan di ruang keluarga di depan TV. Dan ini juga lebih memudahkan untuk Rida yang memang harus menyuapi Aurel.


" Tante Asti, dedek Shanum kok bobok telus sih." Kendra begitu gemas dengan bayi gemoy itu. Sejak Asti turun bersama bayinya itu Kendra tidak pernah menjauh darinya. Bocah tampan itu begitu terpesona melihat Shanum yang begitu menggemaskan.


"Iya soalnya dedek Shanum kekenyangan abis mimik susu." Ujar Asti menjelaskan.


Melihat Kendra yang terus berada di dekat bayi itu membuat Aurel juga tertarik untuk melihatnya juag.


" Dedeekk.... " Ujar Aurel berusaha memanggil Shanum.


" Halo Kakak Aurel." Ujar Asti menyapa Aurel. Dan Aurel justru tersenyum malu-malu kepada Asti.


Kendra yang melihat Sya datang dengan membewa makanan di piringnya langsung menceletuk.


"Bunda kalau dedek yang Boy nya udah lahil, Abang buatin lagi yang dedek Girl ya, yang kayak dedek Shanum." Ujar Kendra kepada Sya.