Baby... I Love You

Baby... I Love You
Kemana?



Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Grey si kucing abu-abu kesayangan Kendra, akhirnya saat ini dia bisa puas bermain dengannya. Sedangkan para orang tua sedang berbincang di ruang keluarga.


" Jadi kalian mau bulan madu kemana? Sudah di pikirkan kan? Sya kamu pengennya kemana sayang? " Tanya Mama Riana yang seketika membuat Sya hampir tersedak ludahnya sendiri karena kaget dengan pertanyaan tiba-tiba dari Mama mertuanya.


Sya menatap Radit yang ternyata sedang tersenyum jail ke arahnya seraya menarik turunkan bulu matanya seperti yang sudah-sudah jika laki-laki itu mempunyai rencana yang pasti tidak terduga oleh Sya.


" Eemm, Sya malah belum kepikiran mau bulan madu Ma, soalnya 2 hari lagi kan Sya udah harus masuk kerja. " Ujar Sya menjawab pertanyaan Mama Riana.


" Kan bisa di perpanjang lagi cutinya, iya kan Dit? " Tanya Mama Riana kali ini kepada Radit yang sedang memainkan helaian rambut Sya.


" Iya bisa Ma, Radit juga udah bilang begitu ke Maureen. Tapi Radit sih terserah Maureen aja maunya gimana. " Jawab Radit santai, seolah-olah laki-laki itu sudah menyerahkan semua kepada Sya. Padahal pembahasan mengenai bulan madu dan perpanjangan cuti kerja belum mereka bahas sama sekali.


" Jadi gimana Sya? Kamu pengennya bulan madu kemana? " Tanya Mama Riana.


Benar bukan, jika sudah seperti ini Sya tidak tau bagaimana cara menolaknya. Dan Radit tau akan hal itu, Sya tidak akan bisa menolak keinginan Mama Riana.


" Hehehe, Sya belum tau mau bulan madu kemana Ma. Nanti deh Sya sama Mas Radit pikirin dulu. " Jawab Sya seraya terkekeh kecil.


" Kalo yang kamu pikirin itu Kendra, jangan khawatir nanti Kendra dibawa kesini aja. Kendra dulu sering kok ditinggal Radit ke luar kota. " Ujar Mama Riana menebak pikiran Sya.


" Loh? Emang Kendra nggak ikut ya kalo Sya sama Mas Radit bulan madu? " Tanya Sya dengan polosnya. Pasalnya tadi Sya sempat berpikir jika dia ingin pergi bulan madu ke Jepang, dia ingin mengunjungi Disneyland bersama Kendra.


"Hahaha, kalo Kendra ikut itu namanya liburan keluarga. Sekalian aja Mama Papa ikut. " Jawab Radit seraya tertawa.


Mama Riana juga ikut tertawa mendengar jawaban polos dari menantu cantiknya itu, begitu juga dengan Papa Riyan yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka sambil mengecek beberapa berkas.


" Emang kalo bulan madu Kendra beneran nggak boleh ikut? Emang kenapa, kita kan emang mau liburan, mau seneng-seneng. Masa cuma berdua aja nggak asik. " Ujar Sya memberikan pendapatnya.


" Bukan nggak boleh sayang, cuma kan bulan madu itu identik dengan liburan hanya berdua. " Jawab Mama Riana.


" Lagian niatnya bulan madu yang utama itu buat bikin dedek bayi. " Ujar Radit tiba-tiba menceletuk seenaknya.


Plakkk... Refleks saja Sya menepuk bibir Radit.


" Astagfirullah Mas, kalo ngomong itu di saring dulu. Di sini ada Mama, Papa, sama Kendra. loh. " Ujar Sya dengan kesal.


Sedangkan Mama Riana dan Papa Riyan hanya tertawa melihat tingkah pasangan baru itu. Berbeda lagi dengan Kendra yang seolah tidak peduli dengan obrolan para orang tua karena fokus bermain bersama grey.


" Ya kan emang bener sayang, aku salah apa coba? " Tanya Radit dengan tampang sok polosnya.


" Salah Mas tuh banyak. " Jawab Sya jutek.


" Udah udah, mending pikirin dulu aja kalian mau bulan madu kemana. Mama udah pengen cepet-cepet gendong cucu soalnya. " Ujar Mama Riana. " Iya kan Pa? " Mama Riana meminta persetujuan dari Papa Riyan. " Iya. " Jawab Papa Riyan singkat.


" Sebenarnya kalo mau buat cucu buat Mama nggak harus waktu bulan madu sih Ma, aku mah di mana aja bisa yang penting ada tempat berdua sama Maureen. " Jawab Radit santai.


" Astagfirullah Mas, kalo ngomong tuh istighfar dulu jangan asal nyeletuk gitu. " Ujar Sya kesal. Pipinya berubah menjadi merah menahan malu. Bagaimana bisa Radit berbicara sesantai itu di depan orang tuanya membahas hal privasi.


" Hehehe... " Radit hanya terkekeh kecil mendapat teguran dari Sya.


Sya langsung melepaskan belitan tangan Radit yang ada di pinggangnya.


" Jangan marah sayang, aku cuma bercanda. " Ujar Radit kembali memeluk pinggang Sya.


" Apaan sih Mas, orang aku mau ke kamar mandi. " Jawab Sya seraya beranjak dari duduknya.


" Ikut... " Ucap Radit yang terasa sangat menyebalkan bagi Sya.


Sya tidak menggubris ucapan Radit karena merasa tidak enak karena saat ini mereka sedang bersama Mama Riana dan Papa Riyan.


...~~~...


Selepas makan malam bersama, Sya dan Radit memutuskan untuk pulang ke rumah Radit. Sebenarnya Mama Riana ingin mereka menginap disini semalam, tapi Radit menolaknya. Jadilah saat ini mereka sudah ada di rumah.


" Kendra udah ngantuk? Mau bobok sekarang? " Tanya Radit kepada Kendra.


" Belum Ayah, Kendra belum ngantuk. " Jawab Kendra, padahal terlihat matanya sudah sayu.


" Bunda Kendla ngantuk, mau bobok sama Bunda. " Ujar Kendra begitu melihat Sya berjalan ke arahnya.


Benar-benar anaknya ini, tadi Radit tanya katanya belum ngantuk, giliran Sya yang bertanya langsung saja dia bersikap manja kepada Sya.


" Ya udah, Bunda buatin susu dulu ya. " Ujar Sya kepada Kendra.


Kendra mengangguka kepalanya.


Setelah Sya pergi membuat susu untuk Kendra,


" Tadi katanya belum ngantuk waktu Ayah tanya. " Ujar Radit kepada Sya.


" Udah ngantuk, tapi Kendla maunya bobok sama Bunda aja. " Jawab Kendra dengan santai.


Radit hanya bisa bersabar, untung Kendra anaknya.


" Ayo sayang. " Ujar Sya dengan membawa segelas susu strawberry.


Kendra beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Sya, kali ini Kendra tidak meminta untuk di gendong karena dia tau Bundanya akan kesulitan jika harus menggendongnya seraya membawa susu.


" Mas, aku naik ke kamar dulu ya nemenin Kendra tidur. " Ujar Sya kepada Radit yang dibalas dengan anggukan oleh laki-laki itu.


" Kendra kan mau bobok, cium dulu Ayah. " Ujar Sya kepada Kendra.


Kendra menghampiri Radit dan mencium pipinya.


" Selamat bobok anak Ayah. " Ujar Radit seraya mencium dahi Kendra.


Sepeninggalnya Sya dan Kendra, Radit masih duduk di ruang keluarga. Karena masih ada beberapa e-mail yang harus dia baca. Meskipun belum berangkat bekerja tapi dia selalu memantau perusahaan.


Hingga tidak terasa Radit sudah duduk selama 1 jam sejak Sya dan Kendra naik ke kamar. Radit memutuskan untuk ke kamar juga.


Begitu membuka pintu kamar, terlihat Kendra tertidur disamping Sya seraya memeluk Bundanya itu. Dengan perlahan Radit mendekatinya dan memindahkan Kendra ke kamar nya sendiri, biarlah Kendra belajar mandiri.


" Lohh Mas, Kendra mana. " Sya terbangun saat merasakan getaran dari kasurnya.


" Aku pindahin ke kamar Kendra. " Jawab Radit seraya membuka kaosnya dan kemudian masuk kedalam selimut.


" Kok gitu, kenapa nggak biarin tidur sama kita aja. " Tanya Sya kepada Radit.


" Biar Kendra mandiri sayang. Dan karena aku lagi pengen berdua sama kamu. " Jawab Radit membawa Sya ke dalam pelukannya.


Sya terdiam karena memang sangat mengantuk.


" Sayang. " Panggil Radit.


" Hemm... " Jawab Sya bergumam.


" Kamu beneran udah mau tidur? " Tanya Radit yang membuat Sya mau tidak mau membuka matanya kembali.


" Iya Mas, ini udah malem dan juga aku udah ngantuk. " Jawab Sya menatap sayu Radit.


" Aku pengen... " Ucap Radit ambigu.


" Apa? "


" Buat dedek bayi requestan Kendra yuk. " Ujar Radit dengan santainya.


" Mas.... "


" Nolak suami dosa loh. " Ujar Radit seraya tersenyum penuh kemenangan.


Jika sudah seperti ini apalagi yang bisa Sya lakukan selain menuruti permintaan Radit?