
Setelah hampir 2 minggu Sya dan anak-anak di Bali, akhirnya mereka harus menyudahi liburan mereka. Di tambah 2 hari lagi Radit juga harus melakukan peresmian cabang perusahaan.
Mama Riana dan Papa Riyan juga menyudahi acara liburan mereka. Karena biar bagaimanapun peresmian cabang perusahaan juga harus dengan kehadiran Papa Riyan.
"Kalian ke rumah Mama sama Papa dulu atau langsung pulang?" Tanya Mama Riana kepada Sya.
"Gimana Mas?" Tanya Sya kepada Radit, tentunya dia tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak kan.
"Kayaknya langsung pulang aja deh Ma."
Dan jadilah mereka berpisah di Bandara. Mama Riana bersama Papa Riyan dan Sya bersama Radit dan anak-anak pulang ke rumah mereka masing-masing.
Radit dan Sya pulang menggunakan taksi. Karena memang Radit tidak memberitahukan kepulangan mereka.
Sepanjang perjalanan baby Rendra terus berceloteh, sepertinya bayi tampan itu sangat bahagia saat ini. Sedangkan Kendra tertidur nyaman di pangkuan Radit.
"Adek enggak bobok? Ini Abangnya, aja udah bobok sayang." Ujar Radit kepada baby Rendra.
"Iya ini tumben adek nggak bobok."
"Ya ampun, Mbak Sya akhirnya pulang juga. Kita khawatir sama Mbak Sya karena tiba-tiba aja pergi nggak pamit." Mbok Inah langsung heboh begitu melihat kepulangan Sya. Mbok Inah pikir masalah besar terjadi diantara Radit dan Sya yang membuat istri tuannya itu tidak lagi kembali ke rumah ini. Tapi syukurlah saat ini Sya sudah pulang.
"Iya Mbak, kita khawatir sama Mbak Sya. Mbok ya lain kali kalau mau pergi bilang sama kita. Kalau Mbak Sya minta kita untuk tidur bilang sama Mas Radit pasti juga bakal kita rahasiain kok." Sambung Mbak Tinah.
Sya tersenyum mendengar ucapan kedua asisten rumah tangganya itu. Sya juga sekaligus merasa bersalah karena sudah membuat mereka semua khawatir. Berbeda dengan Sya, Radit langsung memelototkan matanya begitu mendengar ucapan Mbak Tinah. Apa-apaan itu tadi, Mbak Tina bilang dia akan merahasiakan kepergian Sya jika nanti istrinya itu pergi lagi? Radit bahkan tidak akan mengijinkan Sya pergi jauh darinya lagi.
"Enggak, pokoknya enggak ada rahasia-rahasiaan. Aku nggak akan pernah mengijinkan kamu untuk pergi dari rumah ini lagi. Kalau sampai kamu ada niatan untuk pergi lagi, aku benar-benar akan membeli borgol agar kamu selalu di samping aku Maureen." Ujar Radit kepada Sya.
"Hehe, maaf Mas saya salah bicara." Ujar Mbak Tinah seraya menepuk mulutnya.
Sya tersenyum sendiri melihat Radit yang sedang tampak kesal.
"Iya, aku nggak akan pergi lagi Mas. Tapi kalau kamu kayak gitu lagi ya gimana. Aku juga males kalau harus sama kamu terus, kan mending cari yang lain, yang lebih perhatian sama aku." Jujur saat ini Sya sangat ingin menggoda Radit.
Radit yang mendengar ucapan Sya langsung pergi dengan membawa Kendra yang ada di gendongannya untuk ke kamar.
Melihat Radit yang kesal seperti itu, Sya, Mbok Inah, dan Mbak Tinah langsung tertawa.
"Mas Radit nya ngambek tuh Mbak." Ujar Mbak Tinah kepada Sya.
"Biarin, sekali-kali bikin Mas Radit kesel." Ujar Sya seraya tertawa kecil.
"Aeemm.. emm.. emmm.." Bayi gembul yang ada di gendongan Sya juga bergumam seolah dia setuju dengan apa yang Bundanya lakukan kepada Ayahnya.
"Eehh, adek Rendra. 2 minggu nggak ketemu udah makin gembul aja ini pipi sama paha." Ujar Mbak Tinah dengan gemas.
"Iya, ini pipinya udah kayak bakpao, pahanya kayak roti sobek." Mbok Inah berujar dengan gemas.
"Iya, soalnya adek minum susunya lagi banyak banget." Jawab Sya.
Tiba-tiba...
"Sayang... Sini... " Terdengar Radit yang memanggil Sya.
"Itu Mbak udah di cariin sama suami. Biasanya kalau udah begini sampai nanti sore pasti nggak akan keluar kamar." Kali ini giliran Sya yang mendapat godaan dari Mbok Inah.
"Suami posesifnya udah balik lagi Mbak." Sambung Mbak Tinah seraya tertawa.
Sya yang mendapat godaan dari Mbok Inah dan Mbak Tinah hanya tersenyum malu.
"Sayang... Cepetan... " Lagi-lagi terdengar suara Radit yang memanggil Sya dengan tidak sabar.
"Iya sebentar Mas."
"Udah sana Mbak Sya suaminya disamperin." Mbok Inah masih saja menggoda Sya.
"Wahh, terima kasih Mbak, malah ngrepotin sampai di beliin oleh-oleh segala." Ujar Mbok Inah.
"Iya Mbak, terima kasih banyak."
"Iya sama-sama, aku naik ke atas dulu ya." Bersama baby Rendra, Sya naik ke kamarnya untuk menghampiri Radit yang sedari tadi memanggilnya.
"Ada apa Mas?" Ujar Sya kepada Radit. Terlihat suaminya itu sudah berganti pakaian menggunakan kaos putih dan celana pendek selutut.
"Kamu lama, aku kan kangen sama kamu." Ujar Radit merajuk.
"Kangen? Seminggu ini aja kita selalu bareng. Gimana bisa kangen?" Tanya Sya heran. Suaminya itu memang ada-ada saja.
"Ya pokoknya aku kangen. Sekarang kita bobok siang yuk." Radit menepuk ranjang di sebelahnya.
Sya menurunkan baby Rendra dari gendongannya.
"Jagain adek dulu, aku mau bersih-bersih." Ujar Sya kepada Radit.
"Jangan lama-lama tapi."
"Emang kenapa sih Mas?"
"Ya nggak kenapa-kenapa, aku cuma bilang kamu jangan lama-lama di kamar mandinya."
Sya masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan baby Rendra di dalam penjagaan sang Ayah.
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Sya kembali ke kamar.
Terlihat Radit sedang bermain bersama baby Rendra.
Tapi saat bayi itu melihat Sya, tiba-tiba saja dia merengek.
"Kok liat Bunda langsung rewel sih sayang." Ujar Sya kepada putranya.
"Itu kayaknya adek laper deh yank."
Sepertinya memang benar, karena sejak bangun dari pesawat baby Rendra belum mendapatkan jatah ASInya.
Setelah Sya memberikan sumber ASInya kepada baby Rendra, bayi itu dengan cepat menghisapnya. Sepertinya memang benar-benar sudah sangat lapar.
"Pelan-pelan dek, tenang aja Ayah nggak akan minta kok. Ayah tau kalau itu sekarang jadi hak milik kamu. Nikmati aja sampai kamu umur 2 tahun, setelah itu semua punya Bunda jadi milik Ayah lagi." Ujar Radit dengan ambigu.
"Mas, apaan sih ngomongnya gitu." Ujar Sya seraya mencubit pelan tangan Radit yang melingkar di pinggangnya. Saat ini memang posisi Sya ada di tengah, Kendra di depannya sedang menyusu sedangkan Radit di belakang sedang memeluk tubuh istrinya seraya melihat baby Rendra yang sedang menyusu.
"Apa sih yank, kan emang bener. Jatah ASI adek cuma 2 tahun kan. Ya udah itu nanti jadi milik aku lagi".
.
.
.
*Maaf up nya agak mulur😂*
*Selamat membaca, di tunggu kritik dan sarannya ☺*
*Jangan lupa juga baca* ***Laras for Dani😍***
***Terima Kasih😘💕***