
Pagi ini Sya di sibukan dengan kegiatan paginya seperti biasa, yaitu menyiapkan perlengkapan Radit ke kantor dan juga memasak untuk sarapan. Sedangkan Kendra masih tertidur pulas karena Sya memang sengaja tidak membangunkannya.
" Mas mau aku buatin sarapan apa? " Tanya Sya seraya mengetuk pintu kamar mandi yang mana Radit ada di dalamnya sedang mandi.
" Apa yank? Aku nggak denger. " Terdengar jawaban dari Radit, kemudian suara air pun terdengar sudah dimatikan. Karena shower sedang menyala mungkin membuat suara Sya menjadi tidak jelas.
" Mas mau sarapan apa pagi ini? " Tanya Sya sekali lagi.
" Aku mau sarapan toats sama kopi aja yank. " Ujar Radit menjawab pertanyaan Sya.
" Oke, aku buatin ya. Ya udah kamu lanjutin aja mandinya. " Ujar Sya kepada Radit. Setelahnya wanita itu berlalu dari depan kamar mandi. Sambil melihat kearah Kendra yang masih tertidur nyenyak. Karena Sya memang tidak menyalakan lampu utama agar tidak terlalu silau dan mengganggu tidur Kendra.
Di dapur Sya sedang menyiapkan sarapan yang Radit pesan. Sebenarnya hanya roti tawar yang di panggang di mesin pemanggang roti dan mengolesinya dengan selai coklat saja. Sedangkan untuk minumnya kopi hitam dengan sedikit gula kesukaan Radit.
Baru saja Sya selesai membuat sarapan untuk Radit, Tiba-tiba saja sebuah tangan memeluk pinggangnya dari belakang.
" Mas... " Panggil Sya langsung.
" Kok kamu nggak kaget sih? Biasanya kalo aku peluk tiba-tiba gini kamu langsung kaget. " Ujar Radit kepada Sya.
" Dari jauh aja aku udah bisa cium aroma parfum kamu. " Jawab Sya seraya tersenyum manis.
Radit mengenduskan hidungnya di leher Sya, tempat favoritnya sejak menikah dengan wanita itu.
" Mas ihh, aku belum mandi tau. Udah kamu sarapan dulu. " Ujar Sya menegur kelakuan Radit.
" Sebentar lagi sayang. Kamu wangi banget, aku suka. " Ujar Radit memberikan alasan.
Sejak pernikahan Sya dan Radit, dan sejak Sya selalu turun ke dapur setiap pagi untuk membuat sarapan, Mbok Inah dan Mbak Tinah tidak pernah lagi ke dapur. Alasannya karena mereka menjaga privasi pasangan suami istri itu. Pernah suatu ketika saat Sya baru beberapa hari di rumah ini dan kedua asisten rumah tangga Radit itu akan ke dapur mereka memergoki Sya dan Radit sedang melakukan sesuatu yang membuat mereka malu sendiri, yaitu ciuman. Untuk itu jika sepasang suami-istri itu belum berangkat ke kantor mereka lebih memilih mengerjakan pekerjaan yang lain dulu.
Sya menemani Radit memakan sarapannya. Tentu saja dengan senang hati Radit menghabiskan sarapan buatan sang istri tercinta.
" Kayaknya nanti aku lembur yank. Kamu mau aku bawain apa? " Tanya Radit seraya menggigit toatsnya. Beberapa hari ini pekerjaan di kantor memang sedang banyak karena sudah mendekati akhir bulan. Banyak laporan-laporan yang harus Radit benahi.
" Jadi Mas bakal pulang jam berapa? " Ujar Sya bertanya tanpa menjawab pertanyaan Radit yang menawarinya untuk di bawakan sesuatu.
" Mungkin sekitar sampai jam 10 malem. " Ujar Radit menjawab pertanyaan Sya. Tangannya meraih kopi yang sudah mulai dingin untuk menyesapnya.
" Oo gitu ya. Mau aku kirimin buat makan siang sama makan malem? Takutnya nanti Mas nggak sempet keluar buat beli makan. " Ujar Sya kepada Radit.
" Kamu lupa kalo aku ini bos? Ditambah aku punya asisten dan sekretaris. Jangan lupa juga ada banyak OB di kantor sayang. Aku bisa menyuruh mereka membelikan makanan untuk aku tanpa harus aku yang keluar. " Ujar Radit dengan sombongnya, wajahnya tersenyum saat melihat Sya yang sepertinya cengo mendengar jawaban dari Radit. " Tapi kalo kamu mau masakin aku itu lebih baik sayang. Masakan kamu nggak ada tandingannya dari makanan restoran manapun. " Tambah Radit. Laki-laki itu justru menggombali Sya di waktu yang masih sangat pagi ini.
Sya tertawa setelah tadi terdiam mendengar jawaban Radit.
" Suami aku ini emang tingkat kesombongannya sangat tinggi ya. " Ujar Sya.
Bukannya tersinggung dengan ucapan Sya, Radit justru ikut tertawa.
" Sudah aku bilang kalo aku memang harus sombong kalo di depan kamu sayang. Biar kamu bangga kalo kamu ini punya suami kaya raya, di tambah juga tampan. " Jawab Radit dengan bangganya.
" Setelah semua yang Mas miliki tapi Mas pernah nggak percaya diri hanya karena pernah berstatus duda. " Ujar Sya mengejek Radit.
" Hahaha... " Radit tertawa mendengar ucapan Sya. Apa yang di katakan Sya memang benar kan?
" Suami aku udah ganteng nih. " Ujar Sya seraya mengecup dahi Radit.
" Udah mulai berani nih. " Ujar Radit seraya menyeringai jahil menatap sang istri. " Dan btw, aku memang selalu ganteng sayang. Kalo aku nggak ganteng nggak mungkin kan Kendra seganteng dan selalu itu. " Ujar Radit dengan sangat percaya diri.
" Dasar narsis. " Ujar Sya seraya terkekeh kecil.
Setelahnya Sya mengantar Radit hanya sampai ruang tamu. Kenapa? Karena saat ini Sya hanya mengenakan hotpants dan kaos putih kedodoran milik Radit. Dan Radit tidak ingin ada laki-laki lain yang melihatnya. Radit mengizinkan Sya menggunakan pakaian seperti itu karena memang rumah ini hanya tersisi perempuan, laki-laki hanya Radit dan Kendra saja. Supir dan Satpam tidak pernah masuk kerumah ini karena mereka ada tempatnya sendiri.
Begitu Radit berangkat, Sya segera berlari ke kamar untuk melihat Kendra. Ternyata bocah tampan itu masih tertidur nyenyak. Jadi Sya memutuskan untuk mandi saja karena badannya sudah terasa lengket.
Namun belum ada 10 menit Sya mandi, pintunya di ketuk. Terdengar suara Kendra yang memanggilnya.
" Bunda... Bunda... " Panggil Kendra dengan suara sedikit keras.
" Iya sayang, kenapa? " Tanya Sya dari dalam kamar mandi.
" Kendla mau pipis. " Ujar Kendra menjawab pertanyaan Sya.
" Iya sebenarnya. " Jawab Sya. Buru-buru Sya menggunakan bathrobenya mengabaikan rambutnya yang masih banyak busa shampo karena takut kalau Kendra sampai ngompol nantinya.
Ceklek...
Sya membuka pintu kamar mandi kemudian mempersilahkan Kendra untuk buang air kecil.
" Hihihi, Bunda lucu, lambutnya ada busa-busa. " Ujar Kendra seraya terkikik geli.
" Bunda masih cantik nggak? " Tanya Sya seraya tersenyum.
" Cantik, Bunda cantik. " Jawab Kendra juga tersenyum.
Sya hanya tertawa mendengar jawaban dari Kendra. Dari mana Kendra belajar menggombal? tentu saja dari Radit sang Ayah.
Setelah Kendra keluar dari kamar mandi Sya melanjutkan mandinya dengan cepat karena dia ingat belum membuatkan Kendra susu.
...***...
Hari ini Sya menemani Kendra bermain. Bocah kecil itu terlihat senang bermain dengan mobil-mobilannya. Sambil sesekali mengajak Sya untuk ikut serta dalam permainan.
Disisi lain Sya bingung harus membuka pembicaraan darimana mengenai adik bayi dan bulan madunya. Bukan apa-apa, hanya saja Sya tau jika sebenarnya Radit sangat ingin pergi bulan madu dengannya. Dan mereka sudah menundanya cukup lama karena Sya yang tidak tega meninggalkan Kendra.
"Kendra, Bunda mau tanya boleh nggak? " Tanya Sya kepada Radit. Hal ini membuat Kendra mengalihkan perhatiannya dari mobil-mobilannnya.
" Boleh Bunda. " Kendra menatap Sya menunggu apa yang akan Sya tanyakan kepadanya.
" Eeemmm,,, Kendra beneran nggak mau punya adik bayi lagi? " Tanya Sya kepada Kendra.
Kendra terdiam sejenak menatap Sya. Terlihat wajahnya sedang berpikir dengan keras.
" Kendla.... "