Baby... I Love You

Baby... I Love You
Masa Lalu



" Loh Mas Raga? " Ucap Sya dengan antusias.


" Sya? Kok kamu disini? " Raga bingung dengan kehadiran Sya di rumah mertuanya ini.


" Kalian saling kenal? " Tanya Radit bingung.


" Hehe.. Kenal dong Mas. Mas Raga itu temennya Mas Fardan waktu kuliah, dulu dia sering ikut pulang Mas Fardan ke Jogja. " Ujar Sya menjelaskan. " Mas apa kabar? Maaf ya dulu waktu Mas nikah aku nggak bisa dateng. Tapi aku tetep doain kok semoga rumah tangga Mas Raga sakinah, mawadah, warohmah. Dan ternyata Mas Raga suaminya Mbak Rida, dunia memang sempit ya. " Ujar Sya menggelengkan kepalanya takjub.


" Hahaha... Alhamdulillah aku sehat Sya. Dan terima kasih juga buat doa-doa nya. Ternyata rencana Allah SWT itu nggak terduga ya. Dulu kamu sempet nolak aku, eehh ternyata sekarang kita di takdirin buat jadi keluarga tapi melalui jalur iparan. " Ujar Raga tertawa kecil.


" Haha... jadi ini adik kecil yang kamu ceritain. Yang kamu tembak dulu dan berani nolak kamu. " Ujar Rida muncul dari belakang suaminya seraya terkekeh geli mengingat cerita Raga bagaimana dulu dia pernah menembak adik sahabatnya sendiri dan berujung penolakan. " Padahal dulu banyak banget loh cewek-cewek yang antri buat jadi pacarnya Raga, eehh ternyata dia malah ditolak sama anak kecil. " Rida terlihat menertawakan suaminya itu.


" Eehh, Mbak Rida jangan salah paham ya, aku nggak pernah kok suka sama Mas Raga, dia itu udah aku anggap seperti kakak aku sendiri kayak Mas Fardan. Dulu itu Mas Raga playboy. Jadi aku nggak mau dong jadi pacar dia, di Jogja aja dia sempet punya pacar, eehh begitu putus langsung nembak aku. Lagian waktu itu aku punya pacar. " Ujar Sya menjelaskan karena merasa tidak enak kepada Rida, bagaimana bisa Raga dengan santainya membeberkan masa lalu mereka dihadapan istri dan keluarganya, kalau mereka mikirin yang macem-macem gimana coba.


" Haha santai aja Sya, aku mah udah tau semua cerita masa lalunya Raga. Dan makasih loh, berkat kamu nolak dia akhirnya Raga insyaf nggak jadi playboy lagi. " Ujar Rida tersenyum.


Rida tau kalau dulu Raga sangat playboy, mereka dulu satu SMA namun pisah waktu kuliah karena beda kampus. Dulu juga Rida tidak pernah berpikir jika dia dan Raga akan menjalin hubungan lebih dari teman apalagi sampai menjadi suaminya karena laki-laki itu sering kali menjahilinya saat di kelas. Rida dulu sangat membenci Raga karena sifat tengilnya itu. Namun entah bagaimana ceritanya mereka bertemu lagi saat sama-sama sudah lulus kuliah, ternyata Raga yang playboy sudah tidak ada dan berganti dengan Raga yang sangat setia. Tapi meski dirinya playboy, Raga bersumpah jika selama menjalin hubungan dengan para mantannya dia tidak pernah sampai melewati batasnya. Dan ya, akhirnya mereka pacaran selama 3 tahun sampai akhirnya memutuskan untuk menikah.


" Hehe, aku jadi nggak enak kan sama Mbak Rida. Lagian Mas Raga ngapain sih ungkit-ungkit masa lalu. " Ujar Sya kepada Raga.


" Ya kan dulu Rida pernah bilang pengen tau siapa yang udah berani menolak Raga yang tampan ini. Ya udah kebetulan ada kamu, dan kamu adalah orang yang sudah nolak aku, aku kasih tau aja. " Ujar Raga dengan santainya.


Ya, rumah tangga Raga dan Rida memang sangat terbuka. Mereka tidak pernahnya saling menyembunyikan apapun dari pasangannya. Masa lalu Raga, Rida tau dan begitu pula sebaliknya. Masa lalu Rida, Raga pun juga tau.


" Iya Sya, aku dulu pernah bilang pengen tau siapa orangnya, tapi karena Raga nggak punya foto kamu ya udah. Tapi setelah ngeliat kamu secara langsung, ya pantes sih kamu nolak Raga. Secara kamu cantik plus lucu. Pasti banyak yang ngantri jadi pacar kamu kan? " Rida tertawa santai menanggapi pembicaraan ini.


" Aahh, nggak gitu kok Mbak. Aku emang cuma nganggep Mas Raga sebagai kakak aja kok. " Ujar Sya tersenyum.


" Alah, dulu setiap aku ke Jogja dan nginep di rumah kamu pasti ada aja laki-laki dateng yang setiap hari bawain kamu jajan, entah Martabak, Mie Ayam, cokelat, Es krim. Emang aku nggak tau, eehhh tapi dulu mereka seringnya di usir ya sama Fardan? Hahaha... Lagian ngapelin pas Abang posesifnya di rumah. " Raga tertawa mengingat kejadian itu. Dimana dalam sehari ada 3 laki-laki yang datang membawakan Sya makanan. Makanannya memang tetap diterima sama Fardan, tapi setelahnya laki-laki yang datang itu langsung di usir sama Fardan dengan alasan Sya tidak ada di rumah.


" Ini nostalgianya udah selesai belum? " Ucap suara dingin dari seorang laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah Radit. Terlihat wajahnya kaku seperti tidak nyaman dengan pembahasan antara Sya dan adik iparnya itu.


" Hehehe... Jangan cemburu Bang, sekarang kita nggak ada hubungan apa-apa kok. Eehhh emang dari dulu aku sama Sya nggak pernah ada hubungan sih. " Ujar Raga kepada Radit.


" Elehhh, kamu cemburu ya Mas tau fakta kalo Sya banyak yang suka? Cieee saingan kamu banyak loh Mas. Jangan-jangan di kantor Sya banyak yang suka ya? Eeehh ya jelas lah. Sya aja cantik, udah gitu baik hati dan ramah. Nggak kayak Mas Radit yang dingin dan kaku. " Ujar Rida kepada Radit. Berani sekali Rida mengusik ketenangan Radit.


" Apaan sih, udah ayo makan. Aku udah laper. " Ujar Radit seraya berlalu dari hadapan ke 3 orang itu dengan membawa Aurel dalam gendongannya.


" Hahaha... " Rida langsung tertawa begitu melihat Radit sudah tidak terlihat di matanya lagi.


" Kamu seneng banget sih bikin Bang Radit kesel. Nanti dia marah loh yank. " Ujar Raga menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang begitu berani itu.


" Lah emang kenapa? Lagian dari tadi mukanya lucu banget waktu kita bahas Sya sama kamu. Apalagi waktu bahas Sya yang sering dibawain makanan sama cowok. Hahaha... Aku nggak bisa berenti ketawa. " Rida masih saja tertawa geli mengingat ekspresi Radit.


" Ckck.. Udah ayo makan. Nanti Bang Radit tambah ngambek. " Ujar Raga menggandeng tangan istrinya.


" Ayo Sya ke ruang makan. " Ajak Rida kepada Sya.


Sya mengikuti sepasang suami-istri itu dengan lesu. Bagaimana tidak? Sya yakin setelah ini Radit akan dalam mode ngambek. Dan Sya bingung bagaimana menjelaskannya. Sya sangat memahami bagaimana jika Radit sudah cemburu. Akan menjadi lebih sulit membujuknya dari pada membujuk Kendra yang sedang merajuk.


" Ayo Sya sini duduk. " Panggil Mama Riana.


Sya duduk disamping Radit. Dan ya, seperti yang sudah ditebak, Radit dalam mode ngambek. Radit tidak menoleh sedikitpun kearah Sya. Dia terus sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Kendra dan Aurel sudah duduk di baby chair masing-masing.


" InsyaAllah Ma, kalo Raga nggak sibuk pasti Raga main ke sini. " Ujar Raga menimpali.


Semua wanita mengambilkan makanan untuk masing-masing suami mereka. Rida mengambilkan nasi dan lauk untuk Raga, begitu juga Mama Riana yang mengambilkannya untuk Papa Riyan.


Sya bingung, apa dia harus mengambilkannya juga untuk Radit? Tapi dia belum menjadi istri Radit. Bukan tidak mau, tapi Sya malu melakukannya.


Radit juga terlihat terdiam tidak menyentuh piringnya sedikitpun. Tapi meski begitu dia juga tetap tidak mau menyuruh Sya mengambilkan makanan untuknya.


" Sya, itu Mas Radit kamu ambilin aja nasinya. " Ujar Rida seraya tersenyum lembut kearah Sya.


" Oo iya Mbak. " Sya langsung melakukan apa yang Rida perintahkan kepadanya.


Tanpa Sya sadari, semua orang sedang tersenyum melihat tingkahnya yang malu-malu itu. Tentu saja Radit tidak termasuk. Laki-laki itu masih tetap stay dengan wajah datarnya.


" Mas mau lauk apa? " Tanya Sya kepada Radit.


" Ayam goreng sama capcay. " Jawab Radit pendek.


Mereka makan dengan tenang sambil sesekali tertawa karena celotehan Aurel dan juga Kendra. Namun tetap saja Radit tidak tertawa. Dia makan dengan diam, kemudian setelah selesai langsung berpamitan untuk ke kamar.


Sya yang melihatnya semakin bingung harus berbuat apa.


" Radit kenapa? " Tanya Papa Riyan dan Mama Riana.


" Lagi cemburu. " Jawaban itu bukan keluar dari mulut Sya, ya tentu saja Rida yang menjawabnya.


" Cemburu kenapa? " Mama Riana bingung.


" Ada deh Ma, biarin aja urusan Sya sama bayi tua. " Ujar Rida seraya tertawa kecil.


" Jangan gitu yank. " Ujar Raga mengingatkan istrinya.


" Biarin, lagian cemburuan nya over banget Mas Radit tuh. Nanti samperin aja Sya, paling Mas Radit ada balkon kamarnya. " Ujar Rida kepada Sya.


" Iya mbak. " Jawab Sya pada akhirnya.


.


.


.


Selamat Hari Kasih Sayang 💞💞


Semoga hari kasih sayang nggak cuma di tanggal 14 Februari aja ya 😂


Semoga kita semua bisa selalu bersama orang-orang tersayang 😍


Terima kasih buat dukungan kalian semua, jangan bosen-bosen buat kasih kritik dan sarannya ya😁


Terima Kasih💕