
" Mas Radit.... "
Sya terperangah menatap Radit yang berdiri di atas sebuah panggung mini. Tidak lupa juga indahnya kerlip lampu dan bunga-bunga yang menghiasi ruangan ini.
Sebenarnya ada apa? Setelah runtutan kejadian tadi masih saja Sya tidak bisa memahaminya.
Radit yang memakai jas hitam begitu mempesona. Meskipun hampir setiap hari Sya melihatnya memakai jas, namun aura yang Radit keluarkan terasa berbeda dari biasanya.
...photo by Google...
Di sana, Radit tersenyum menatap lembut ke arah Sya yang masih terpaku di depan pintu.
" Kemarilah sayang, apa kamu tidak merindukan aku setelah seharian ini tidak bersamaku? Aku saja sangat merindukan kamu. " Kalimat lembut yang Radit ucapkan ini seketika membuat Sya merasa merinding. Bahkan ini sudah sering di lakukan oleh Radit saat menggodanya.
Perlahan Radit turun dari atas panggung setelah menunggu beberapa saat namun tidak ada reaksi apapun dari Sya. Sungguh lucu bukan? Kekasihnya ini terlihat sangat lugu dengan wajah polos dan bingung yang saat ini dia tampilkan.
Tepat berada di depan Sya, Radit meraih kedua tangan Sya. Hemmm... terasa begitu dingin.
" Apa kamu kedinginan sayang? " Tanya Radit dengan lembut.
Sya tersadar dari lamunannya begitu Radit menggenggam kedua tangannya.
" Mas ada apa sebenarnya? " Tanya Sya kepada Radit.
Lagi-lagi Radit hanya tersenyum manis menjawab pertanyaan Sya. Di gandengnya wanita pujaannya itu untuk berjalan menuju atas panggung.
Sya menatap ke sekelilingnya, disana ternyata ada orang tuanya dan juga orang tua Radit. Tidak lupa pasangan baru Fardan dan juga Asti. Dan juga Rida yang duduk bersama Raga, Aurel dan Kendra. Bocah kecil kesayangannya itu tersenyum begitu manis menatap ke arah dirinya. Ternyata tidak hanya mereka saja, ada beberapa kerabat jauh baik dari keluarga Sya maupun Radit.
Sya terpaku di tempatnya saat Radit tiba-tiba meraih kursi dan gitarnya.
Dentingan dari petikan gitar mulai terdengar, Sya menatap ke arah Radit. Entah apa yang Sya rasakan saat ini dia tidak bisa menjelaskannya. Semua masih terasa mengejutkan untuk dirinya.
Look into my eyes
You will see
What you mean to me
Search your heart
Search your soul
And when you find me there
You'll search no more
Don't tell me it's not worth tryin' for
You can't tell me it's not worth dyin' for
You know it's true
Everything I do
I do it for you
Look into your heart
You will find
There's nothin' there to hide
Take me as I am
Take my life
I would give it all
I would sacrifice
Don't tell me it's not worth fightin' for
I can't help it, there's nothin' I want more
You know it's true
Everything I do
I do it for you
There's no love
Like your love
And no other
Could give more love
There's nowhere
Unless you're there
All the time
All the way, yeah
Look into your heart, baby
Oh, you can't tell me it's not worth tryin' for
I can't help it, there's nothin' I want more
Yeah, I would fight for you
I'd lie for you
Walk the wire for you
Yeah, I'd die for you
You know it's true
Everything I do
Oh
I do it for you
Everything I do, darling
And we'll see it through
Oh, we'll see it through
Oh yeah
Yeah
Search your heart
Search your soul
Oh yeah
I'll be there, yeah
I'd walk the wire for you
I will die for you
Oh yeah
I would die for you
I'm going all the way, all they way, yeah
Bryan Adams - Everything I Do
Radit meletakkan gitarnya setelah selesai menyanyikan lagu yang dia persembahkan untuk Sya.
Beralih ke Sya, gadis itu tengah menatap haru ke arah Radit.
Radit beranjak dari duduknya dan kembali menggenggam tangan Sya, di tatapnya gadisnya itu dengan pandangan memuja.
" Sayang, aku tau aku tidak seromantis laki-laki lain. Dan aku juga tidak selalu menunjukkan kepada kamu jika aku mencintai kamu. Tapi percayalah bahwa aku sangat mencintai kamu. Terima kasih kamu masih mau menerimaku setelah banyak sekali kesalahan dan kebodohan yang aku lakukan kepada kamu. Terima kasih atas berkali-kali kesempatan yang kamu berikan. Terima kasih sudah mau membantuku untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terima kasih atas rasa cinta dan rasa sayang yang kamu berikan untuk Kendra. Dan Terima kasih kamu selalu bersabar denganku dan juga Kendra. " Radit mengucapkan segala isi hatinya dengan suara yang terdengar bergetar.
" Maureen Calisya Putri, hari ini di hadapan keluarga kita, dihadapan Ayah Dodi, aku ingin meminangmu menjadi istriku, menjadi ibu untuk Kendra. Dan juga menjadi ibu untuk anak-anak kita nantinya. Maukah kamu menikah dengan aku? Menikah dengan laki-laki tua yang egois dan pencemburu ini? " Radit berlutut di hadapan Sya dengan sebuah cincin yang di pegang sedari tadi.
...photo by Google...
Sya terkekeh kecil mendengar kalimat terakhir yang Radit katakan. Ternyata laki-laki ini menyadari jika dia egois dan pencemburu.
" Sayang... " Radit menunggu jawaban dari Sya.
Sya menatap ke sekeliling, ada Mama Riana dan Mama Farida yang sudah meneteskan air mata haru mereka. Sedangkan Ayah Dodi dan Papa Riyan hanya menatapnya seraya tersenyum.
Kembali Sya arahkan tatapannya kepada Radit yang sedang menunggu jawabannya.
" Iya Mas, aku mau menikah sama kamu. " Jawab Sya seraya tersenyum manis.
Radit dengan perasaan yang begitu gembira memakaikan cincin itu di jari manis sebelah kiri Sya. Ingin rasanya dia memeluk gadis di depannya ini. Tapi Radit sadar jika dia belum menjadi muhrimnya.
Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan ini. Sya menatap malu ke arah Radit.
" Kenapa pipi kami merah? Kamu malu sayang? " Tanya Radit tersenyum jenaka.
" Mas... " Ucap Sya dengan manja.
Moment romantis mereka di hentikan oleh suara teriakan seorang bocah kecil.
" Bunda.... Kendla disini. " Ujar Kendra memanggil Sya seraya memberikan tanda agar Sya menghampirinya. Sedari awal Kendra melihat Sya memasuki ruangan dia langsung merasa antusias. Sudah beberapa kali dia berusaha untuk memanggil wanita yang dia sebut Bunda itu. Namun selalu berhasil Rida hentikan. Dan saat Rida sedang fokus terharu dengan kejadian tadi, Kendra langsung memanggil Bundanya.
" Hahaha... " Semua orang tertawa melihat tingkah Kendra. Bocah kecil itu berlari meninggalkan kursinya ke arah Sya dan Radit.
" Gendong. " Ucapnya dengan polos.
Tanpa basa-basi langsung saja Radit menggendong putranya itu.
" Mau sama Bunda. " Ujar Kendra menolak gendongan Radit.
" No, Kendra berat, nanti Bunda kecapean sayang. " Ujar Radit kepada Kendra.
" Tida apa-apa Mas. Biar aku gendong Kendra. " Ujar Sya kepada Radit.
Radit menggeleng pelan. Namun tiba-tiba saja lengannya di gigit oleh Kendra, bocah kecil itu berhasil turun dari gendongan Radit dan beralih kepada Sya.
Radit yang melihatnya hanya mendengus kesal.
Kejadian ini di saksikan semua orang yang tentu saja mengundang tawa mereka.
Radit membawa Sya turun dari panggung. Mereka sudah di sambut oleh para orang tua.
" Terima kasih sayang, kamu mau menerima anak Mama. " Ujar Mama Riana mengelus kepala Sya. Di kecupnya pipi calon menantunya itu.
" Terima kasih juga karena Mama mau menerima Sya. " Jawab Sya terharu.
" Mama... " Sya beralih kepada Mama Farida.
" Selamat sayang. " Ujar Mama Farida terharu.
Satu persatu Sya hampiri, semua mengucapkan selamat dan do'a. Terakhir Sya menuju ke arah Fardan yang berada di belakang. Entah apa yang sedang Masnya pikirkan.
" Mas.... " Panggil Sya kepada Fardan.
" Mas nggak nyangka adek Mas yang cengeng ini udah dilamar sama laki-laki. " Ujar Fardan mengelus puncak kepala Sya.
" Mas... "
Setelah suasana haru ini, maka acara malam ini dilanjutkan dengan makan malam. Mereka sedikit berbincang-bincang santai.
" Jadi Mas merencanakan ini sejak kapan? " Tanya Sya kepada Radit.
" Sejak kamu bilang terserah. " Jawab Radit tersenyum menatap Sya.
" Ya ampun Mas, tapi setidaknya kamu bilang lah sama aku. Aku kan jadinya bingung sendiri. " Sya gemas kepada laki-laki yang sekarang berstatus sebagai calon suaminya ini.
" Kan kejutan sayang. " Jawab Radit masih tersenyum. Malam ini senyum Radit tidak pernah pudar dari wajahnya. " Sayang, aku udah bilang belum kalo kamu cantik malam ini. " Ujar Radit kepada Sya.
Seketika pipi Sya kembali memerah.
" Ehhmm, jadi selama ini aku nggak pernah cantik Mas? " Tanya Sya kepada Radit yang sebenarnya hanya untuk menghilangkan rasa groginya.
" Kamu cantik, selalu cantik. Dan ini bertambah cantik lagi. Apa lagi kamu memakai gaun pilihan aku. " Ujar Radit dengan lembut.
" Kok ukurannya bisa pas banget sih Mas? " Tanya Sya penasaran. Pasalnya gaun ini memang sangat pas di tubuhnya.
" Aku pake ukuran waktu kamu bikin kebaya bridesmaid pernikahannya Fardan. " Jawab Radit dengan jujur.
Kebahagiaan malam ini ternyata tidak berhenti sampai disini saja, karena besok akan ada kejutan baru yang menanti Sya. Sebuah kejutan yang tidak pernah Sya bayangkan sebelumnya.
.
.
.
Maaf mungkin feel-nya agak kurang, karena aku sendiri belum pernah lamaran, jadi ya ini semua mengikuti haluku aja. 😂
Sebelumnya terima kasih buat dukungan kalian semua. Buat semua kritik dan sarannya, aku baca semua kok. Dan itu sangat membantu buat aku untuk bisa terus membuat episode-episode baru.😍
Terima kasih 😘💕