
Setelah mendapatkan beberapa potong baju hamil dan juga beberapa setel pakaian untuk Dita, sekarang ini Sya dan Dita ada di sebuah restoran untuk makan siang. Padahal mereka hanya membeli baju di satu toko saja, namun untuk memilihnya memakan waktu cukup lama, lebih dari 2 jam. Dan jika kalian ingin tau berapa total barang belanjaan mereka tadi, Radit bilang itu sangat murah untuk baju sebanyak ini. Bahkan laki-laki itu bertanya apa merek baju yang Sya beli sampai-sampai harganya bisa begitu murah. Murah yang Radit bilang adalah harga kisaran 500 ribu untuk sepotong baju. Sya benar-benar tidak bisa memahami arti kata mahal yang sebenarnya untuk orang kaya. Ini saja menurut Sya sudah termasuk kategori mahal.
" Sekali lagi makasih ya Mbak, iihh kamu baik banget sih. Ini mahal-mahal loh, harusnya tadi beli satu pasang aja bawahan sama atasan. Aku jadi enggak enak sama Mbak Sya. " Ujar Dita kepada Sya. Tadinya Dita hanya ingin memilih satu baju dan satu celana saja. Tapi Sya justru membelikannya total menjadi 3 setel, yang artinya 6 potong pakaian. Harga untuk pakaian Dita ini juga lebih dari 3 juta. Menurut Dita, Sya ini kadang terlalu pelit untuk dirinya sendiri, tapi untuk orang lain Sya tidak pernah perhitungan. Apapun akan Sya lakukan jika wanita itu sudah menyayangi seseorang, seperti. contohnya kepda Dita seperti ini.
"Enggak papa Dit, ini aja kata Mas Radit kurang mahal. Lagian biar aja, dia kan nyuruh aku buat habisin uangnya." Jawab Sya seraya tertawa kecil.
Dita ikut tertawa mendengar perkataan Sya.
" Kalau embak nggak sanggup habisin kabarin aku ya, nanti buat aku bantuin. " Ujar Dita yang juga ikut tertawa.
Sya dan Dita menghabiskan makan siang mereka, karena sebentar lagi sepertinya Pak Agus akan segera menjemput mereka karena tadi Radit sudah memberitahu Sya.
"Kita beli cemilan dulu yuk. " Ajak Sya setelah mereka selesai makan.
"Mbak emangnya belum kenyang?" Tanya Dita heran, bagaimana bisa setelah menghabiskan semangkuk sop buntut Sya masih ingin membeli cemilan.
"Hehe.. aku tuh udah kenyang, tapi masih pengen makan. Ya buat nanti sih bukan buat sekarang. " Jawab Sya seraya tertawa kecil.
Sya membeli beberapa cemilan untuknya, Dita dan Kendra. Karena ini sudah hampir masuk jam sekolah Kendra, jadi Sya memutuskan untuk menjemput bocah tampat itu dan mengajaknya ke kantor Radit.
"Eehh, Es krim juga deh, kamu mau rasa apa Dit? " Tanya Sya kepada Dita begitu dia melewati kedai es krim.
"Lagi Mbak? " Tanya Dita
"Hehe... Aku pengen es krim, udahh cepet kamu mau rasa apa? " Tanya Sya kepada Dita.
"Cokelat aja deh Mbak. " Jawab Dita.
Sya memesan 2 es krim rasa cokelat untuknya dan Dita, sedangkan untuk Kendra es krim rasa strawberry, dan untuk Pak Agus es krim rasa vanila. Untuk Radit? Tidak ada, laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu tidak terlalu suka dengan Es krim, tapi kalau Sya makan dia pasti juga ikut mencicipinya.
Setibanya di parkiran, Dita dan Sya berpisah. Dita ada tugas bersama temannya.
"Aku naik ojek aja Mbak, soalnya aku mau ketemu temen buat ngerjain tugas kelompok. " Ujar Dita kepada Sya.
"Ya udah aku anterin aja, kamu mau ngerjain tugas dimana? " Tanya Sya kepada Dita.
"Di cafe deket kampus Mbak, jadi nggak usah dianterin kan arah kita beda. Lagian Mbak Sya harus jemput Kendra kan? Ini bentar lagi kelas Kendra selesai loh, nanti Kendra malah jadi nunggu lama Mbak. " Ujar Dita kepada Dita.
"Beneran nih nggak papa kamu naik ojek? " Tanya Sya kepada Dita. Sya merasa dia yang mengajak Dita, jadi dia juga yang harus mengantarkan Dita pulang dengan selamat.
" Iya Mbak nggak papa, kan aku juga sering naik ojek Mbak. Kalau gitu aku duluan ya Mbak, kamu hati-hati di jalan. Salam juga buat si ganteng Kendra. Dan makasih buat traktirannya, kalau bisa sering-sering Mbak. " Ujar Dita seraya tertawa.
"Elehhh, tadi aja nolak-nolak nggak mau, sekarang minta ditraktir lagi." Jawab Sya juga ikut tertawa.
"Hehhe, enggak Mbak, becanda aku tu. Ya udah aku pamit duluan ya Mbak. " Ujar Dita kepada Sya.
" Ya udah, hati-hati ya, kalau udah sampe kabarin aku. " Ujar Sya kepada Dita.
" Siapp Mbak Sya... Byee... Duluan ya Pak Agus. " Ujar Dita juga berpamitan kepada Pak Agus.
"Iya, hati-hati Mbak Dian. " Jawab Pak Agus.
Sya masuk ke mobil.
" Kita jemput Kendra sekalian ke sekolahnya ya Pak. " Ujar Sya kepada Pak Agus.
" Baik Mbak Sya. " Jawab Pak Agus.
" Ooo Iya, tadi aku beli es krim.. Ini buat Pak Agus satu nih. di makan dulu kali ya baru kita jemput Kendra." Ujar Sya seraya mengeluarkan es krim dari tempat khusus yang membuat es krim tidak cepat meleleh.
" Sama-sama Pak. "
Tidak sampai 5 menit Pak Agus sudah menghabiskan es krim nya. Dia segera menjalankan mobilnya untuk menjemput sang tuan muda di sekolah.
Drrttt... Drttt... Drttt...
Ponsel Sya bergetar tanda ada panggil telefon masuk.
Terlihat nama 'Direktur Ganteng' sebagai si penelefon.
"Halo Assalamu'alaikum Mas. " Ujar Sya saat mengangkat panggil telefon itu.
"Wa'alaikumsalam sayang. Kamu lagi dimana? Udah jalan ke kantor? " Tanya Radit kepada Sya.
" Belum Mas, ini baru mau jemput Kendra di sekolahnya. Sekalian juga soalnya ini udah jam pulangnya Kendra kan. " Jawab Sya.
"Ooo gitu, hati-hati ya di jalan. Kalau udah sampe nanti langsung naik aja ke ruangan aku. Soalnya aku masih ada rapat habis ini, dan kalo kamu butuh sesuatu bisa langsung bilang ke Lisa. " Ujar Radit kepada Sya.
"Iya Mas. "
"Kalau gitu aku tutup dulu ya yank, aku mau langsung ke ruang rapat. I love You. " Ujar Radit mengakhiri pembicaraan.
" Iya Mas, Love you too. "
15 menit perjalanan dari Mall akhirnya Sya sampai di sekolah Kendra. Masih ada sekitar 5 menit sampai waktunya Kendra pulang.
Dan ya, tidak lama kemudian gerombolan anak mulai keluar dari kelasnya. Segera Sya membuka jendela mobilnya.
Kendra yang melihat kehadiran Sya di dalam mobil langsung berlari dan berteriak memanggil Sya.
" Bundaaaa.... "
Sya tersenyum melihat Kendra.
" Pelan-pelan sayang, jalan aja. " Ujar Sya kepada Kendra. Segera Sya membuka pintu mobil untuk putranya itu.
"Yeayy Bunda jemput Abang. " Ujar Kendra senang.
Sya tersenyum melihat Kendra yang terlihat sangat bahagia itu.
"Minum dulu Bang, kamu keringetan gini. Gerah ya. " Ujar Sya seraya mengusap dahi Kendra yang basah oleh keringat.
Kendra langsung meminum air yang Sya berika untuknya.
" Mau es krim? " Ujar Sya menawarkan kepada Kendra.
Seketika mata Kendra langsung berbinar.
" Mau Bunda... "
Sya memberikan es krim yang dia beli tadi.
"Yeee lasa stlobeli, Abang suka. Telima kasih Bunda. "
" Sama-sama Bang. " Jawab Sya seraya tersenyum.