Baby... I Love You

Baby... I Love You
Weekend



" Bunda, kapan Bunda main ke sini Kendla lindu sama Bunda. " Ujar Kendra kepada Sya. Saat ini mereka sedang melakukan video call. Hal ini merupakan rutinitas malam yang harus di lakukan sebelum Kendra tidur.


Radit yang mendengar ucapan Kendra hanya menggelengkan kepalanya. Kendra masih kecil tapi sudah pinter gombal. Darimana bocah cilik itu belajar? Tidak mungkin darinya bukan.


" Iya sayang, Bunda juga rindu sama Kendra. Ehhmmm kapan ya kita bisa ketemu. Gimana kalo weekend? Nanti kita main terus beli es krim? " Ujar Sya memberikan penawaran.


" Holeeee... benal ya Bunda, Kendla bakal inget-inget telus loh. Bunda tidak boleh belbohong, nanti dosa. " Kendra berteriak bahagiakan. " Tapi Ayah, weekend itu hali apa? " Tanya Kendra dengan polosnya saat berbalik dan bertanya kepada Radit.


Radit dan Sya yang mendengar ucapan polos Kendra ini langsung tertawa. Ternyata Kendra tidak tau arti kata weekend.


" Weekend itu hari Sabtu sama hari Minggu Bang. " Jawab Radit kepada Kendra setelah dia selesai tertawa.


" Ooo. " Setelah mendapat jawaban dari Radit kembali Kendra berbalik kepada Sya. " Jadi hali Sabtu atau hali Minggu beli es klimnya Bunda? " Tanya Kendra kepada Sya.


" Gimana kalo hari Minggu aja? " Ujar Sya kepada Kendra.


" No, hali sabtu aja ya kan Kendla udah lindu Bunda lama. Kan sekalang hali kamis. Belalti tinggal nunggu hali jum'at telus besoknya bisa ketemu Bunda deh. " Ujar Kendra dengan ceria.


" Eemm, gimana ya. Tanya Ayah coba, boleh nggak kalo hari Sabtu? " Jawab Sya seraya tersenyum manis.


" Boleh Ayah? " Tanya Kendra kepada Radit.


" Boleh Bang. " Jawab Radit lembut.


" Kata Ayah boleh hali Sabtu Bunda. " Ujar Kendra memberitahu Sya. Padahal Sya sendiri sudah dengar apa yang Radit ucapkan. Niatnya tadi hanya ingin menggoda Kendra.


" Oke, kita ketemu di hari Sabtu ya sayang. " Ujar Sya kepada Kendra.


" Holeee. " Teriak Kendra senang.


" Sekarang bobok ya, udah jam 9 kan? Besok sekolah kan? " Ujar Sya kepada Radit.


Ya, Kendra sekarang memang sudah sekolah. Karena dia selalu mengeluh bosan jika ditinggal di rumah. Jadilah Radit mencari sekolah khusus untuk balita agar Kendra juga bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya. Rumahnya yang berada di kompleks perumahan elit membuat Kendra kesepian karena sangat jarang ada anak kecil di sini. Kalau pun ada juga jarang yang bermain keluar. Radit mencari sekolah yang jam belajarnya tidak terlalu lama, berangkat jam 8 dan pulang jam setengah 12. Kadang saat pulang Kendra minta kepada Pak Agus untuk di antar ke kantor. Kendra tidak pernah ditunggui karena bocah itu tidak mau.


" Sekolah Bunda. " Jawab Kendra mengiyakan ucapan Sya.


" Ya udah bobok ya. Minum susu dulu habis itu sikat gigi. " Ujar Sya mengingatkan Kendra.


" Iya Bunda. Ayah susu. " Ujar Kendra kepada Radit.


" Oke. " Radit segera turun untuk membuatkan Kendra susu strawberry kesukaannya. Setiap Sya yang mengatakannya maka Kendra akan langsung menurut. Berbeda sekali jika dia yang menyuruh Kendra untuk tidur. Kendra akan selalu membuat alasan supaya dia bisa tidur lebih malam.


" Bunda udah mau bobok? " Tanya Kendra kepada Sya.


" Iya dong, Bunda juga mau bobok. Kan udah malem. Kalo besok Kendra sekolah, besok Bunda juga harus kerja sayang. " Ujar Sya menjelaskan.


" Uang Ayah kan banyak. Kenapa Bunda halus kelja? Nanti Bunda capek, Minta uang ke Ayah aja. Kendla juga mintanya ke Ayah. " Ujar Kendra dengan polosnya.


Radit yang kebetulan sudah masuk ke kamar dan mendengar ucapan Kendra langsung terkekeh geli. Memang anaknya ini benar-benar pintar.


Sedangkan Sya yang mendengar ucapan Kendra langsung tergelak sendiri, ternyata anak sekecil Kendra juga menyadari jika Ayahnya adalah seorang Sultan. Dimana uangnya mungkin tidak akan habis hingga 7 turunan.


" Enggak ah, Bunda lebih seneng cari uang sendiri. " Ujar Sya memberikan alasan.


" Udah di minum dulu susunya, terus bobok deh. " Ujar Radit kepada Kendra.


Dalam beberapa tegukan saja Kendra sudah menghabiskan segelas susu yang dibuat oleh Radit. Setelahnya sesuai dengan perintah Sya tadi, Kendra langsung ke kamar mandi untuk menyikat giginya. Sedangkan Radit hanya mengawasinya dari luar kamar mandi. Sekarang Kendra sudah sok dewasa, apa-apa tidak pernah mau di bantu. Tapi jika ada Sya dia berubah lagi menjadi bocah cilik yang menja.


Kendra keluar dari kamar mandi dan mengambil ponselnya dari Kendra.


" Bunda Kendla sudah mimik susu telus sudah gosok gigi. Sekalang Kendla mau bobok dulu ya. Kendla sayang Bunda. I love you. " Ucap Kendra kepada Sya dengan begitu romantisnya.


Sya selalu merasa terharu setiap malamnya karena Kendra tidak pernah lupa mengungkapkan rasa sayangnya kepada Sya.


" Iya sayang. Selamat bobok ya, Bunda juga sayang Kendra. I love you too. " Ujar Sya membalas ucapan Kendra.


Kendra langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang dan membawa serta ponselnya tidur di sebelahnya. Ini sudah menjadi kebiasaannya selama beberapa bulan ini.


Radit hanya bisa mendengus kesal. Kendra mengucapkan rasa sayangnya kepada Sya tapi tidak pernah dia ucapkan kepada Radit. Dan jika kalian mau tau darimana Kendra memulai kebiasaannya ini semua bermula pada saat Radit sedang video call dengan Sya, dia mengatakan I love you dan sayang kepada Sya. Dan Kendra secara tidak sengaja mendengarnya. Jadilah sekarang menjadi kebiasaan yang Kendra ucapkan setiap video call dengan Sya. Sebenarnya Radit merasa cemburu karena biar bagaimana pun Kendra seorang laki-laki. Tapi mengingat Kendra adalah putra kandungnya sendiri Radit mencoba untuk menyingkirkan pikiran bodoh itu.


Tidak sampai 10 menit Kendra sudah tertidur dengan pulas. Radit segera mengambil ponsel di samping Kendra dimana itu masih terhubung dengan Sya.


Setelah memastikan Kendra tidur dengan aman dan nyaman, Radit mencium dahi Kendra baru setelahnya keluar dari kamar Kendra.


Ya, sekarang Kendra memang sudah tidur sendiri. Radit mencoba untuk membiasakannya mulai dari sekarang karena Radit tidak mau jika nanti saat sudah menikah dengan Sya, Kendra mengambil alih istrinya itu. Benar-benar pemikiran yang konyol, begitu kata Sya saat Radit memberikan alasan kenapa Kendra sekarang tidur di kamarnya sendiri. Itu karena Radit ingin meminimalisir persaingan dengan Kendra untuk memperebutkan Sya, karena Radit tau jika dia lah yang pasti akan kalah.


" Kendra udah bobok Mas? " Tanya Sya kepada Radit.


" Udah sayang. "


" Ya udah, aku juga mau bobok. Ngantuk. " Ujar Sya seraya menguap.


" Masih jam 9 sayang. Dari tadi kamu ngobrol sama Kendra terus loh. Aku cemburu tau. " Ujar Radit dengan manja.


" Jangan konyol Mas, cemburu kok sama anak sendiri. " Jawab Sya seraya tertawa.


" Aku sayang Kendra jangan pernah ragukan itu. Hanya saja kita kan sama-sama laki-laki. " Jawab Radit memberikan alasan.


" Padahal dulu ada yang pernah bilang loh ke aku Saya tidak butuh istri untuk mengurus saya, saya hanya butuh istri yang mau menyayangi dan mengurus Kendra. Tapi sekarang kok beda sih sama prinsip yang itu. " Sya mengejek Radit dengan mengingatkan ucapan Radit kepadanya dulu.


" Itu kan dulu sayang. Sekarang aku butuh kamu cuma buat aku. Eehh buat Kendra juga sih. Tapi harus lebih banyak buat aku. " Ujar Radit tertawa kecil.


" Dasar Duda rasa bayi. " Ujar Sya tertawa.


" Nggak papa, toh aku kan Duda keren. Udah gitu kaya raya. " Ujar Radit menyombongkan dirinya.


" Dasar Duda sombong. "


" Ooo, kalau sombong itu sudah menjadi sebuah keharusan kalo di depan kamu. Biar kamu tambah terpikat sama aku. "


" Emangnya aku perempuan matre. "


" Kalau buat kamu aku terima walaupun kamu matre. " Jawab Radit santai.


" Tau ah Mas, udah ah ngantuk mau tidur. " Sya tidak tau harus berbicara apalagi.


" Ya udah bobok yang nyenyak ya, jangan lupa mimpiin aku. I Love You Maureen. " Radit menampilkan senyum terbaiknya kepada Sya. Dimana hanya Sya yang pernah melihatnya, karena jika bersama orang lain maka yang Radit tampilkan hanya wajah dingin dan datarnya.


" I love you too Mas. "