
Hampir 15 menit Sya bebicara dari hati ke hati bersama Kendra si putra sulung, tidak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk. Dan masuklah seorang suster yang mendorong box bayi bersama Dokter Lilis. Di ikuti dengan Mama Farida, Mama Riana, Papa Riyan dan Ayah Dodi di belakangnya.
"Selamat pagi Bu Sya dan Pak Radit, silahkan ini babynya sudah bisa bersama Bundanya." Ujar Dokter Llilis dengan ramah, senyum hangat dia perlihatkan di wajahnya.
"Selamat pagi juga Dok." Jawab Sya juga ramah.
"Lo ini siapa yang ganteng, pasti abangnya si dedek bayi ya." Ujar Dokter Lilis begitu melihat Kendra yang menatapanya dengan tatapan menyelidik. Dokter Llili tersenyum maklum, memang image seorang dokter di mata anak kecil biasanya menakutkan. Dan Dokter Lilis sedang berusaha untuk mengubah pandangan itu, meskipun dia sendiri bukan seorang dokter anak.
"Iya Dokter, ini namanya Abang Kendra. Abangnya dedek bayi." Jawab Sya.
Dokter Llilis menggendong baby dan menyerahkan kepada Sya. Sya yang pertama kalinya melihat wajah anak yang dia lahirkan sendiri tanpa sadar langsung meneteskan air mata bahagia sekaligus rasa syukurnya.
" Ini bayi yang aku lahirin kemarin? Bayi yang selama 8 bulan ini ada di perut aku?" Ucap Sya dengan haru.
Sya menatap kearah baby yang juga sedang menatap kearahnya. Wajah baby begitu mirip Kendra, itu artinya 90% mirip dengan Radit. Bahkan Sya yang hamil pun tidak mendapatkan bagian sama sekali.
"Kamu kok mirip banget sama Abang Kendra dek?" Ujar Sya kepada bayinya. "Abang, coba liat dedek bayinya, mirip Abang waktu bai kan?" Ujar Sya memberikan kesempatan kepada Kendra untuk melihat adiknya.
Radit dengan sigap mendekatkan Kendra kepada Sya.
"Abang mau cium?" Tanya Sya kepada Kendra.
Dan seketika Kendra menganggukan kepalanya.
Dengan lembut Kendra mencium adik barunya itu. Pemandangan ini membuat setiap orang yang melihatnya seketika tersenyum haru. Terlebih orang tua Sya dan juga Radit.
"Nah sekarang waktunya buat IMD atau Inisiasi Menyusui Dini ya Bu Sya. Tapi sepertinya akan lebih nyaman kalau tidak terlalu banyak orang disini." Ujar Dokter Lilis dengan sopan.
Dan ya, Mama Riana, Papa Riyan, Mama Farida dan Ayah Dodi pun langsung berpamitan untuk keluar dengan membawa Kendra juga. Mereka memberikan kesempatan untuk Radit dan Sya untuk mereka bisa saling belajar.
" Jadi saya jelaskan dulu Pak Radit dan Bu Sya, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir dengan meletakkan bayi di atas perut atau dada ibu agar bayi mencari sumber ASI dan menyusu. Ketika dijalankan, IMD akan memberikan beberapa manfaat baik kepada ibu dan bayi. pengaruh penting untuk keberhasilan ibu dan bayi dalam pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif untuk enam bulan pertama. ASI sendiri merupakan sumber makanan utama bayi selama 6 bulan pertama." Ujar Dokter Lilis menjelaskan.
Sebenarnya untuk kelahiran normal biasanya ibu dan bayi akan melakukan IMD satu jam setelah melahirkan, tapi karena kemarin kondisi Sya yang tidak memungkinkan jadilah IMD baru di lakukan sekarang.
Dengan di bantu oleh suster Sya membuka kancing baju rumah sakitnya. Sebenarnya Sya merasa sangat malu, terlebih disini juga ada Radit yang menatap ke arahnya.
Dengan perlahan suster meletakkan posisi baby ke dada Sya. Membiarkan si baby mencari sumber makanannya sendiri.
"Pak Radit bisa bantu memegangi si baby agar Ibu Sya juga nantinya menjadi lebih rileks." Ujar Dokter Lilis kepada Radit.
Dan yang membuat Sya sangat bersyukur adalah ASI nya yang keluar dengan sangat lancar.
Setelah 1 jam lebih melakukan IMD, akhirnya Dokter Lilis dan suster berpamitan dari ruangan Sya.
"Kamu kok minum susunya kenceg banget sayang, Bunda sampe kesakitan gitu. Lain kali pelan-pelan ya, toh untuk sekarang iu udah jadi hak milik kamu." Ujar Radit seraya mengecup dahi baby yangg baru saja tertidur.
"Kamu kok ngomong gitu sih Mas, gimana kalau nanti ada yang denger. Aku kan jadi malu." Ujar Sya dengan pipi memerahnya.
"Lah emang kenapa sih yank, kan beer kalau mulai sekarang sampi 2 tahun kedepan itu kamu jadi hak milik baby." Jawab Radit tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Lah aku mesum dimananya sih yank? Kan yang aku bilang emang bener." Jawab Radit seraya terkekeh geli. Dia sangat menyukai saat melihat wajah Sya yang memerah menaha malu karena godaan darinya.
Tidak lama kemudian para orang tua bersama dengan Kendra kembali ke kkamar Sya.
"Nanti sering-sering makan sop daun katuk dek, biar ASInya banyak." Ujar Mama Farida memberikan tips untuk memperbanyak air susunya.
"Iya sayang bener yang Mama kamu bilang, apalagi baby kan cowok. Dia pasti bakalan sering minta nyusu. Karena biasanya bayi cowok sama bayi cewek kalau nyusu itu beda. Bayi cowok lebih banyak nyusunya dibanding bayi cewek." Tambah Mama Riana.
"Dan buat kamu Radit, kamu juga harus jadi Ayah yang siaga, bikinnya berdua ngurusnya juga harus berdua, jangan semua di limpahin ke istri kamu. Seorang istri apalagi yang baru saja melahirkan itu sangat butuh suport dari suaminya." Ujar Mama Riana .
"Iya Ma, aku pasti bakalan inget terus pesen Mama." Jawab Radit.
"Ngomong-ngomong nama cucu Ayah siapa Dit?" Tanya Ayah Dodi kepada Radit.
Radit menatap Sya, dan Sya langsung menganggukan kepalanya.
"Jadi, baby namanya Alvino Narendra Putra Santoso. Dalam bahasa Latin Alvino artinya putih, sedangkan Narendra dalam bahasa Sansekerta memiliki arti pria sejati. Jadi kalau di gabung artinya menjadi Putra dari keluarga Santoso yang merupakan pria sejati yang memiliki hati putih. " Ujar Radit menjelaskan.
Nama ini sudah Radit dan Sya diskusikan semenjak mereka mengetahui jenis kelamin si baby. Mirip dengan nama lengkap Kendra.
"Jadi nama panggilannya adalah Rendra. " Tambah Radit.
"Nama yang bagus. " Ujar Ayah Dodi.
"Bagus, Papa juga suka. " Tambah Papa Riyan.
"Iya bagus banget namanya, apalagi artinya. Iya kan Far? " Ujar Mama Riana kepada Mama Farida.
"Iya Mbak, bagus. " Jawab Mama Farida seraya tersenyum.
"Haii dedek Rendra, welcome to the world. " Ucap Sya seraya mengecup kedua pipi Rendra.
" Bunda... Abang juga mau cium dedek Lendla. " Ujar Kendra kepada Sya.
Dibantu oleh Radit, Kendra berhasil mencium pipi adiknya itu.
.
.
.
Heyyy... Ada yang masih inget nama lengkapnya Abang Kendra? Jujur aja nama Kendra itu spontan, jadi kalau temen-temen tanya arti nama Kendra itu apa aku sendiri enggak tau 😂
Dan mengenai pengertian dari IMD dan cara melakukannya itu aku cari-cari di mbah Google seperti biasa, jadi kalau ada yang salah atau keliru jangan sungkan untuk memberikan kritik dan sarannya ya temen-temen. Biar aku juga tau kesalahan aku dimana dan bisa memperbaikinya 😂😇
Terima Kasih😘💕