Baby... I Love You

Baby... I Love You
Detik-detik



"Dedeknya sekalang lagi apa Bunda?" Tanya Rendra seraya menempelkan telinganya di perut besar Sya.


Sya mengusap halus rambut putranya itu.


"Dedeknya lagi bobok siang Mas, sekarang Mas Rendra bobok juga yuk Bunda temenin." Ujar Sya kepada Rendra.


Bocah berusia 4 tahun itu memang sangat aktif, hingga kadang membuat Sya dan Radit khawatir.


"Tapi Mas nggak ngantuk Bunda, Mas mau tunggu Abang Kendla pulang. Kan nanti Mas sama Abang mau beli es klim stlobeli." Jawab Rendra menolak.


Ya, sama seperti Kendra, Rendra juga sangat menyukai es krim rasa strawberry. Sebenarnya tidak hanya es krim strawberry saja, semua yang berbau strawberry Rendra sangat menyukainya sama seperti Kendra. Bahkan kesukaannya akan ayam goreng kakek juga sama. Mereka benar-benar seperti anak kembar yang berbeda usia.


"Kan Abang hari ini ada les Mas, jadi pulangnya bakalan sore. Sekarang bobok dulu ya, nanti kalau Abang Kendra udah pulang Bunda pasti bangunin Mas." Ujar Sya menjelaskan dengan lembut.


"Abang pulang jam belapa emangnya Bunda?"


"Nanti jam 3, jadi masih kurang 2 jam lagi. Sekarang bobok ya, Bunda temenin Mas disini." Ujar Sya.


Sekarang, kamar yang dulunya milik Kendra menjadi kamar milik Rendra karena bocah itu masih sering bangun tengah malam untuk pindah ke kamar Sya dan Radit. Sya dan Radit memutuskan untuk memberikan kamar itu kepada Rendra karena hanya kamar itu yang memiliki connecting door dengan kamar mereka. Lagi pula Kendra juga meminta untuk pindah kamar karena dia merasa kamarnya yang saat ini ditempati oleh Rendra terlalu kecil dan terlalu terkesan anak-anak untuknya. Benar kan, Kendra memang sudah besar saat ini. Sekarang Kendra memilih kamar yang ada di ujung lantai 2, kamar luas yang memiliki balkon. Awalnya Sya tidak setuju dengan pilihan Kendra karena adanya balkon, tapi bocah tampan itu berjanji tidak akan melakukan hal yang membahayakan.


Akhirnya setelah 30 menit Sya berhasil menidurkan Rendra. Dengan perlahan dia bangun dari ranjang Rendra agar tidak membangunkan putranya itu.


Sya sangat bahagia saat ini. Tidak lama lagi anak ketiganya akan segera lahir


"Sehat-sehat di dalam ya dek. Bunda, Ayah, Abang Kendra sama Mas Rendra sayang sama adek." Ujar Sya seraya mengusap perut besarnya.


Sya turun ke dapur untuk makan siang. Tadi setelah menyuapi Rendra makan Sya belum sempat makan siang. Dan sekarang perutnya terasa lapar.


"Mbak Tinah, udah makan siang belum?" Tanya Sya kepada satu-satunya asisten rumah tangganya itu. Kenapa hanya Mbak Tinah? Lalu kemana Mbok Inah? Mbok Inah sudah berhenti bekerja sejak 2 bulan yang lalu karena sudah tidak diperbolehkan oleh suami dan anak-anaknya. Lagi pula usia Mbok Inah juga sudah lebih dari setengah abad. Dan Sya juga tidak tega kalau harus mempekerjakan Mbok Inah terus. Tapi tenang saja, Radit sudah memberikan uang pesangon yang pastinya sangat cukup untuk membuka usaha di kampung.


"Sudah Mbak Sya, saya sudah makan tadi." Jawab Mbak Tinah.


Sya menganggukkan kepalanya.


"Mbak Sya mau saya buatkan susu? Atau mau saya cucikan buah strawberry?" Tanya Mbak Tinah kepada Sya.


"Boleh Mbak, tolong ya. Maaf jadi ngrepotin." Jawab Sya seraya tersenyum.


Strawberry? Ya, lagi-lagi strawberry. Sya juga tidak tau kenapa semua anaknya sangat menyukai strawberry. Masih ingatkan saat Sya ngidam strawberry saat hamil Rendra dulu? Dan saat ini pun sama. Sya menjadi menyukai strawberry sejak kehamilannya. Mulai dari susu, buah, kue semua harus rasa strawberry. Padahal jika tidak dalam kondisi hamil Sya lebih menyukai coklat di bandingkan dengan strawberry.



Sembari menunggu Rendra bangun dari tidurnya, setelah makan tadi Sya memutuskan untuk menonton TV. Biasanya Sya tidak melakukan ini, tapi hari ini Sya benar-benar merasa sangat bosan.



Tiba-tiba telefon rumah berbunyi, Mbak Tinah dengan segera mengangkatnya karena kebetulan dia berdiri tidak jauh dari tempat telefon.



"Mbak Sya, ini Mas Radit." Ujar Mbak Tinah kepada Sya.



Sya mengerutkan keningnya, tumben sekali Radit menelfonnya melalui telfon rumah.



"Assalamu'alaikum, halo Mas."



"Wa'alaikumsalam. Kamu kenapa nggak angkat telfon Mas. Mas khawatir sayang." Ujar Radit kepada Sya.



"Hehe, maaf Mas. Kayaknya HP aku ketinggalan di kamar." Jawab Sya.



"Tapi kamu baik-baik aja kan sayang?"



"Iya Mas, aku baik-baik aja. Kamu nggak usah khawatir." Ujar Sya menenangkan suaminya.



"Baiklah kalau gitu. Ngomong-ngomong nanti kalau Mas pulang kamu pengen dibeliin apa?" Ya, setiap hari Radit selalu menanyakan apa yang ingin Sya bawakan saat dia pulang kerja nanti.



"Eehmm, strawberry aja kali ya, soalnya stok strawberry udah abis. Beli yang banyak sekalian ya Mas, soalnya Abang sama adek kan suka juga. Sama satu lagi, beliin es krim strawberry juga, tadi adek bilang dia sama Abang pengen es krim strawberry." Ujar Sya memberitahu Radit.




"Iya Mas."



"Langsung kabarin Mas kalau ada apa-apa." Radit begitu khawatir karena kandungan Sya sudah memasuki usia 9 bulan. Dan kata dokter kurang lebih 2 minggu lagi putri mereka akan segera lahir.



"Iya Mas, kamu semangat kerjanya."



"Iya sayang, ya udah Mas tutup ya. I Love You, Assalamu'alaikum."



"I love you too, Wa'alaikumsalam Mas."



Baru saja Sya memutuskan sambungan telfonnya.



"Bunda... " Terdengar suara Rendra yang memanggil Sya.



Sya membalikkan badannya dan menemukan Rendra yang berdiri di anak tangga pertama.



"Mas kok udah bangun? Padahal baru bobok 1 jam loh." Ujar Sya kepada Rendra. Saat dia melihat jam di dinding masih pukul 2 lebih 5 menit.



Rendra hanya menganggukkan kepalanya.


"Abang Kendla belum pulang Bunda?" Tanya Rendra kepada Sya.



"Belum, masih kurang 1 jam lagi sayang. Mas tunggu disini dulu sama Bunda. Kita nonton kartun." Ujar Sya mengajak Rendra untuk menonton film dengannya.



Radit pulang tepat jam 4.Tidak lupa dia membawakan pesanan yang Sya minta. Melihat Radit pulang dengan membawa buah dan es krim strawberry tentunya membuat Kendra dan Rendra sangat senang. Pasalnya ini adalah jatah es krim pertama mereka di bulan ini.


Sekarang, Sya dan Radit sedang duduk di sofa seraya memperhatikan anak-anak mereka yang sedang sibuk bermain.


Tiba-tiba, Sya mencengkram tangan Radit.


"Mas, bisa kamu ambil perlengkapan baby yang sudah kita siapkan dan masukan ke mobil?" Ujar Sya kepada Radit.


"Haa?" Radit benar-benar tidak paham.


"Kayaknya adek sebentar lagi lahir, jadi kita ke rumah sakit sekarang ya." Ujar Sya dengan lembut.


Mendengar itu...


"Kamu mau lahiran sekarang?" Tanya Radit dengan terkejut.


.


.


.


Bolehlah rekomendasi nama buat baby cantik adeknya Abang Kendra dan Mas Rendra 😍


Jangan lupa kritik dan sarannya ☺


Jangan lupa juga baca *Laras for Dani**😁*


Terima Kasih 😘💕