
Tidak terasa hubungan Sya dan Radit sudah berjalan lebih dari 3 bulan. Hubungan mereka baik-baik saja dan jarang terjadi pertengkaran kecuali karena sifat Radit yang kadang terlalu posesif atau malah kebalikannya, terlalu cuek. Ya, sifat Radit memang sering kali berubah-ubah. Hal ini pernah Sya tanyakan langsung kepada Radit dan hanya dijawab oleh Radit dengan alasan dia terlalu banyak pekerjaan dan moodnya sulit dikendalikan. Tentu saja Sya percaya akan hal itu.
Dan bulan ini sesuai rencana Sya akan pulang ke Jogja karena libur akhir taun. Sya sudah meminta izin kepada Radit, tentu saja dibolehkan. Namun Radit meminta untuk ikut ke Jogja juga, ingin berkenalan langsung dengan Ayah dan Mama Sya. Sebenarnya Sya agak keberatan, tapi ternyata Mama Riana dan Papa Riyan juga ingin ikut ke Jogja, jadilah Sya tidak enak kalau harus menolaknya. Biar bagaimana juga mereka adalah sahabat lama orang tuanya.
" Bunda... Kendla mau yang itu. " Ya sekarang Kendra sudah bisa memanggil Sya dengan sebutan Bunda setelah beberapa kali diajari oleh Sya dan Radit. Sebutan Dunda terasa aneh bukan? Kalau Buna tentu saja jangan, nanti dikira plagiat lagi 😂 Jadi lebih baik Bunda aja.
" Yang mana sayang? " Tanya Sya melihat kearah yang Kendra tunjuk. Ternyata sebuah snack yang merupakan favorit Kendra. " Ini? " Tanya Sya lagi.
" Heem, Kendla mau yang itu. " Jawab Kendra seraya mengangguk.
Ya, saat ini Sya dan Kendra sedang ada di Supermarket dekat kosan Sya, sedari pagi memang Kendra sudah diantarkan oleh Radit ke tempat Sya karena Kendra kangen katanya. Tentu saja Sya senang Kendra ke tempatnya. Dan kalau kalian tanya dimana Radit, saat ini Radit sedang meeting dengan koleganya bersama Andre. Weekend seperti ini meeting? Iya, karena besok mereka akan ke Jogja, ke kota dimana Sya lahir. Jadi segala urusan di Jakarta harus Radit selesaikan secepatnya. Radit tidak mau jika waktu liburnya nanti harus diganggu oleh pekerjaan.
" Kendra mau apalagi? " Tanya Sya kepada Kendra.
" Eehhmmm... Es klim boleh Bunda? " Tanya Kendra dengan tatapan polosnya yang terlihat penuh harap.
" Boleh, tapi satu aja ya. " Jawab Sya seraya tersenyum. Biarlah kali ini Sya memenuhi permintaan Kendra, biar nanti masalah Radit dia yang akan bertanggung jawab. Toh hanya sekali ini saja Sya mengizinkan Kendra membeli es krim.
" Holee, Kendla mau es klim yang lasa stlobeli Bunda. " Ujar Kendra dengan semangat.
Setelah membeli semua yang dibutuhkan, Sya dan Kendra menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya.
Sya dan Kendra memang jalan kaki karena jarak kosan dan Supermarket yang dekat. Cukup berjalan 5 menit saja.
" Es klimnya Bunda. " Ujar Kendra dengan tidak sabar.
" Iya sebentar sayang. " Sya mengeluarkan semua belanjaannya dan mengambil es krim cone milik Kendra.
" Ini. " Ujar Sya memberikan es krim yang sudah dia buka bungkusnya.
" Telima kasih Bunda. " Ujar Kendra tersenyum dengan memamerkan gigi susunya itu.
" Sama-sama Kendla. " Jawab Sya menirukan suara Kendra.
" Kendla Bunda, bukan Kendla. " Ujar Kendra memanyunkan bibirnya.
" Hahaha, Iya iya, Kendra. " Jawab Sya seraya tertawa geli.
Drtt... drtt... drrtt....
Direktur Ganteng
Ternyata Radit memanggilnya melalui video call.
" Kendra ini Ayah mau video call. " Ujar Sya kepada Kendra.
Kendra menolehkan kepalanya dan beranjak menuju Sya dengan tangan masih memegang es krim nya.
" Ayahhhh... " Panggil Kendra begitu melihat wajah Radit ada dilayar ponsel Sya.
" Haii anak Ayah. Koko pipinya belepotan gitu?. " Ujar Radit begitu melihat pipi Kendra yang memang cemong karena sedang makan es krim. Sedangkan Sya hanya tertawa melihat Radit yang terkejut.
" Kendla lagi maem es klim. " Jawab Kendra dengan jujur.
" Pasti Kendra rewel ya minta es krim ke Bunda. " Ujar Radit kepada Kendra.
" Enggak Mas, emang aku yang mau beliin aja, nggak papa kan? Sekali ini doang kok. " Jawab Sya langsung menjawab ucapan Radit.
" Sayang.. Mas kan udah pernah bilang... " Belum selesai Radit menjawab ucapannya sudah dipotong oleh Sya.
" Hmmm, oke. Tapi lain kali nggak boleh ya. Minggu ini jatah makan es krim Kendra kan udah habis, Kendra udah beli es krim 4 kali loh. " Ujar Kendra kepada Sya.
" Iya, besok-besok enggak kok. Ya sayang. " Ujar Sya merayu Radit.
" Iya deh Iya. " Jawab Radit pasrah pada akhirnya.
" Mas udah selesai meetingnya? " Tanya Sya kepada Radit.
" Belum sayang, ini lagi break sebentar buat makan siang, nanti dilanjut jam setengah satu. " Jawab Radit dengan halus.
" Oo gitu, Mas udah makan? "
" Ini lagi mau makan. Nunggu Andre dulu, dia lagi turun ke lobi buat ambil pesenan makan siang. Kamu sendiri udah makan? Kendra? " Tanya balik Radit kepada Sya.
" Uda Mas, tadi aku masak sop Ayam. Dan ternyata Kendra suka banget ya sop ayam. " Ujar Sya tersenyum.
" Aku jadi pengen sop ayam buatan kamu. Kapan-kapan masakin buat aku yah. " Ujar Radit kepada Sya.
" Iya inshaAllah nanti aku masakin kalo sempet. " Jawab Sya.
" Oo Iya, Kendra mana? Kok ngilang dia. " Tanya Radit kepada Sya karena dia tidak melihat Kendra ada disamping Sya lagi.
Langsung saja Sya memutar kamera belakangnya dan mengarahkannya ke Kendra. Terlihat Kendra sedang fokus menonton Coco Melon dan memakan es krim di tangannya.
" Hhmm.. Kalo udah nonton Coco Melon fokus banget Kendra. " Ujar Radit yang melihat kearah Kendra.
" Kayak Mas, kalo udah kerja fokus banget nggak bisa digangguin. " Ujar Sya menanggapi ucapan Radit.
" Kayak kamu juga, kalo udah nonton drama Korea aku sampai dilupain. Terus aja sama oppa oppa kamu itu. " Sindir Radit kepada Sya.
" Hahaha, ya kan ganteng Mas, apalagi Cha Eun Woo. Uhhh pengen deh punya suami kayak dia. " Ujar Sya mulai melantur.
" Eeh.. kok makin meningkat gini halunya. Inget jaga perasaan, ada seseorang yang harus kamu jaga perasaannya. " Ujar Radit mengingatkan.
" Hahaha... "
" Malah ketawa, aku nggak mau ya saingan sama Cha cha itu. Males banget ih " Ujar Radit cemberut.
" Cha Eun Woo Mas, buka Cha cha. Mas mah suka ganti-ganti nama orang. Yang Jero diganti Pajero lah. Ya apalah. Emang Mas udah nyelametin pergantian nama mereka. " Ujar Sya kepada Radit.
" Kenapa jadi bawa-bawa Pajero ini. " Ujar Radit tidak suka.
" Eehh, keceplosan. " Sya memang sedang menggoda Radit. Karena selama ini Jero selalu menjadi topik yang membuat Radit selalu kesal. Bagaimana tidak, beberapa waktu yang lalu mereka sempat bertemu Jero di sebuah Mall, dan Jero kembali menanyakan nomor ponselnya karena tidak aktif, walaupun kali ini Sya tidak memberikannya tetap saja hal ini membuat Radit begitu kesal.
" Awas kamu nanti ya. " Ujar Radit kepada Sya.
" Hahaha, apaan sih Mas. Oo Iya makan dulu sana, udah siang loh. Andre belum dateng juga? " Tanya Sya mengalihkan perhatian Radit.
" Bentar lagi sayang. " Jawab Radit dengan halus.
Baru saja Radit menyelesaikan ucapannya, ternyata Andre sudah masuk dengan bungkus makanan di tangannya.
" Udah dulu ya, aku mau makan dulu. Andre udah dateng soalnya. " Ujar Radit kepada Sya.
" Iya Mas, ya udah aku matiin ya, selamat makan. Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam. "