
flashback
Seperti rutinitas weekend biasanya, hari ini Sya berada di rumah Mama Riana. Dan saat ini mereka sedang duduk-duduk bersama, ada Mama Riana dan juga Rida yang belum pulang ke Bandung.
" Sya menurut kamu kalo nanti kamu mau nikah, pengennya design undangannya kayak apa? " Tanya Rida kepada Sya.
Saat ini mereka sedang melihat-lihat sebuah brosur yang berisikan barang-barang untuk pernikahan.
" Aku belum kepikiran Mbak. " Jawab Sya yang sedang melihat-lihat sebuah majalah perhiasan.
" Ini coba lihat dulu. " Ujar Rida kepada Sya.
Sya menolehkan pandangannya ke arah yang dimaksud oleh Rida.
" Ehhhmm, bagus-bagus semua sih Mbak. " Ujar Sya kepada Rida.
" Pilih satu dong, siapa tau bisa buat pertimbangan buat temen aku. "
Ya, Rida dan Mama Riana meminta Sya untuk membantu memilihkan barang-barang untuk pernikahan, dimulai dari undangan, cincin, gaun, dan dekorasi pernikahan. Katanya untuk bahan pertimbangan temannya yang akan menikah.
" Ini kayaknya bagus Mbak, elegan. Aku suka modelnya. " Ujar Sya menunjuk salah satu gambar undangan yang menarik perhatiannya.
" Ooo ini ya, bagus pilihan kamu. Aku juga suka. " Ujar Rida kemudian memfoto gambar yang Sya tunjuk barusan.
Sya tentu saja tidak memikirkan apapun, karena dia pikir Rida akan mengirimkan kepada temannya. Namun tanpa sepengetahuan Sya, ternyata Rida mengirimkannya kepada Radit.
Ketika Sya mengatakan terserah saat Radit bertanya kapan dia bisa melamar Sya, jiwa lelakinya merasa tertantang. Maka dari itu dia tidak hanya mempersiapkan lamaran untuk Sya. Radit langsung mempersiapkan pernikahannya juga. Dia meminta Mama Riana dan Rida agar membantunya mempersiapkan semuanya namun tanpa sepengetahuan Sya. Dia ingin semuanya menjadi kejutan untuk gadisnya itu.
" Ehhm, kalau yang buat pengajian bagusan yang mana? aku dikasih design terbaru dari designernya langsung nih. " Ujar Rida bertanya kepada Sya.
" Kenapa dia nggak pilih sendiri mbak? Dari pada minta bantuan kita nanti malah nggak sesuai selera dia. " Ujar Sya kepada Rida.
" Dia juga ikut pilih kok, cuma ya gitu. Dia bingung banget jadi minta tolong dipilihin buat di jadiin pertimbangan dia Sya. " Sekali lagi itu alasan yang Rida berikan kepada Sya.
Sya mengambil gambar designnya, dia melihat-lihat gambarnya. Perhatiannya tertuju kepada sebuah baju yang menurutnya sangat elegan dan simple.
" Yang ini cantik Mbak. " Ujar Sya menunjuk gambarnya.
" Iihh iya, itu cantik banget. Aku foto dulu deh, mau langsung aku kirim ke dia. " Ujar Rida antusias.
" Kamu dari tadi liat-liat cincin? tolong dong pilihin 2 yang cocok buat lamaran sama pernikahan. " Ujar Rida kepada Sya.
" Loh cincinnya belum pilih juga temen Mbak Rida? "
" Ya udah sih, emm kita liat-liat aja. Menurut kamu yang cocok buat lamaran sama nikahan yang mana? Kalo menurut aku yang ini cantik banget sih buat lamaran. " Rida menunjuk cincin dengan design mewah.
" Menurut aku yang ini sih Mbak, soalnya aku suka yang simple. Tapi pilihan Mbak Rida bagus juga kok. " Ujar Sya seraya tersenyum.
" Pilihan kamu emang bagus Sya, aku juga suka. Kalau buat nikahan cocoknya yang mana yah? " Rida seolah bertanya kepada dirinya sendiri. Dan benar saja, ini membuat Sya juga tertarik untuk melihatnya.
" Yang ini bagus Mbak. " Sya menunjuk salah satu cincin polos yang hanya terdapat beberapa berlian kecil di tengahnya.
Setelah beberapa pilihan terpilih, tiba-tiba Mama Riana memberikan majalah yang berisi design-design gaun pernikahan. Tidak lupa juga dekorasi untuk pernikahan.
Tentu saja Sya kembali memberikan pilihannya. Sya merasa jika dia yang akan menikah, karena semua hal yang berkaitan dengan pernikahan ditanyakan kepadanya. Padahal ini semua untuk pernikahan teman Rida. Tapi tentu saja itu tidak mungkin, karena dia dan Radit saja belum mengikat hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. "
Tanpa sepengetahuan Sya, Radit sudah menerima semua yang Sya pilih. Dan dia menyukai semua pilihan Sya.
Jadilah, segala persiapan Radit mulai hari ini. Dia menghubungi Wedding Organized, Designer, dan juga MUA untuk mempersiapkan segalanya. Karena pernikahan akan di adakan di Jogja, maka persiapan juga di bantu oleh Mama Farida dan Ayah Dodi. Semua orang sudah tau mengenai rencananya kecuali Sya.
flasback off
Sepulang dari acara lamarannya, Sya terkejut karena rumahnya sudah ada banyak hiasan dan dekorasi. Kata Mama Riana itu untuk acara pengajian. Dan lagi-lagi Sya juga dikejutkan oleh fakta jika lusa adalah hari pernikahannya.
Radit menikmati raut wajah terkejut Sya.
" Mas kok jahat banget nggak ngasih tau aku. " Ujar Sya kepada Radit.
" Ya nggak gitu juga Mas, tapi setidaknya kasih tau aku. Aku udah kayak orang bodoh yang nggak tau apa-apa tau Mas. Terus juga, aku kan mau undang temen-temen aku. " Ujar Sya merajuk.
" Tenang aja sayang, aku udah undang semuanya. " Ujar Radit mengedipkan matanya menggoda Sya.
" Jadi aku nggak ikut mempersiapkan pernikahan kita? " Tanya Sya kepada Radit.
" Kata siapa? Kamu nggak liat kalo semua ini dimulai dari cincin, baju dan dekorasi itu pilihan kamu? " Jawab Radit seraya tersenyum geli.
Sya terdiam memikirkan ucapan Radit, dia melihat kearah jari manisnya yang terdapat cincin lamaran dari Radit. Dan benar saja, cincin ini merupakan cincin pilihannya saat ditanya oleh Rida.
" Kok Mas so sweet banget sih. " Ujar Sya tersenyum. Dia tidak menyangka jika Radit bisa melakukan hal seperti ini.
" Kamu baru tau? Aku ini jadi tipe laki-laki romantis sejak sama kamu. " Jawab Radit tersenyum.
" Mas.... " Panggil Sya.
" Hem, kenapa? " Tanya Radit menatap mata calon istrinya itu.
" Kemarin waktu diajak Mbak Rida ke salon, ternyata kita habis sampai 50 juta lebih. Dan itu pake uang kamu Mas. " Ya, Sya belum sempat bilang kepada Radit mengenai hal itu.
" Iya, lalu? " Tanya Radit tidak memahami maksud dari ucapan Sya.
" Mas nggak marah aku ngabisin uang kamu sebegitu banyaknya? " Tanya Sya takut-takut.
" Hey, kenapa harus takut? Aku tidak marah. Karena memang aku yang nyuruh Rida buat ajak kamu ke salon. Biar badan kamu rileks. " Jawab Radit tersenyum manis.
" Tapi aku nggak enak sama kamu. "
" Eehm, gimana ya. " Ujar Radit menampilkan wajah sedang berpikir. " Gimana kalo kamu bayarnya dengan malam pertama kita aja? " Ujar Radit menggoda Sya.
Sya bukanlah gadis yang sangat polos, dia tau apa maksud dari kata-kata Radit. Dan itu membuatnya takut, Sya merasa belum siap melakukan hal itu untuk sekarang.
" Nggak bisa. " Jawab Sya cepat.
" Lah kenapa? Kan besok kamu udah jadi istri sah aku sayang. " Ucap Radit bingung.
" Aku kan lagi halangan. " Jawab Sya.
" Halangan? " Radit masih tidak paham maksud ucapan Sya.
" Iya, datang bulan. "
Radit syok dengan fakta yang baru saja di ketahui, berarti selama beberapa hari kedepan dia tidak bisa mendapatkan haknya sebagai seorang suami?
" Biasanya berapa lama? " Tanya Radit berusaha tenang.
" 1 minggu sampai 10 harian. " Jawab Sya cepat.
" Dan ini hari ke berapa? "
" Hari kedua. " Jawab Sya santai.
Baiklah, sudah dapat dipastikan kalau besok tidak akan ada acara sunah rosul. Tidak apa-apa, dia memiliki waktu seumur hidupnya untuk menunggu. Ujar Radit berusaha menguatkan hatinya.
" Ya sudah, kita bahas itu besok saja, sekarang kamu tidur. Besok kamu masih ada banyak acara untuk persiapan pernikahan kita kan. " Ujar Radit seraya mengelus kepala Sya.
Ya, setelah acara tadi Radit mengantarkan Sya pulang ke rumahnya. Sedangkan semua keluarganya kembali ke hotel. Karena tidak mungkin mereka semua tidur di rumah Sya. Kamarnya tidak cukup.
" Aku balik ke hotel dulu ya, inget jangan tidur malem-malem. "
" Iya Mas, kamu juga. Salam buat Mama Papa, Kendra, Mbak Rida Mas Raga dan Aurel. " Ujar Sya seraya tersenyum.
Setelah berpamitan kepada orang tua Sya, Fardan dan juga Asti. Radit kembali ke hotel dimana keluarga menginap.