
Sya terbangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul 8 pagi. Semalam dia baru bisa tidur menjelang jam 3 dini hari, Radit juga sepertinya tidak kembali ke kamar mereka setelah pergi ke ruang kerjanya.
"Astagfirullah aku kesiangan." Untung saja saat ini Sya sedang mendapatkan tamu bulanannya, jadi Sya sedikit berkurang rasa bersalahnya.
Kendra, bagaimana dengan putra sulungnya itu. Sya buru-buru turun dari ranjang dan membuka connecting door. Terlihat kamar Kendra sudah rapi.
Sembari menggendong baby Rendra yang juga ikut terbangun, Sya turun ke lantai satu untuk menuju dapur.
Terlihat di sana ada Mbak Tinah yang sedang mencuci piring bekas sarapan.
"Mbak Tinah... " Panggil Sya kepada asisten rumah tangganya itu.
"Ehhh, Mbak Sya udah bangun." Sapa Mbak Tinah dengan sopan.
"Iya Mbak... Oo Iya, Mas Radit sama Kendra udah berangkat ya?" Tanya Sya kepada Mbak Tinah.
"Iya Mbak Sya, Mas Radit sama Kendra baru aja berangkat. Tadi saya yang bantuin Kendra siap-siap soalnya Mas Radit bilang kalau Mbak Sya kurang tidur jadi jangan di bangunkan. Biar Mbak Sya bangun sendiri katanya. " Jawab Mbak Tinah memberikan penjelasan kepada Sya.
Sya menganggukkan kepalanya.
"Oo gitu ya Mbak, terima kasih ya." Sya beranjak dari dapur berencana untuk kembali ke kamar. Entah karena hormon karena datang bulan atau bagaimana, Sya merasa dirinya menjadi lebih sensitif. Sya merasa sedikit terluka karena Radit justru meminta bantuan orang lain untuk mengurus Kendra, bukan malah membangunkannya. Sya orang tuanya juga kan?
"Mbak... Mbak Sya." Panggilan Mbak Tinah menyadarkan Sya dari lamunannya.
"Eehh, kenapa Mbak?" Tanya Sya kepada Mbak Tinah.
"Mbak Sya mau sarapan sekarang atau nanti?" Tanya Mbak Tinah.
"Nanti aja Mbak, nanti saya turun lagi kok." Jawab Sya.
"Berarti yang di meja saya beresin dulu ya Mbak." Mbak Tinah meminta ijin kepada Sya untuk membereskan meja makan.
"Iya Mbak."
Sya kembali naik ke kamarnya, saat ini banyak pikiran negatif yang bersarang di kepala Sya. Apa iya Radit selingkuh darinya? yang Sya tau perasaan seseorang akan berubah kalau dia tersakiti atau menemukan orang baru yang lebih baik.
Tapi Radit tidak mungkin melakukan hal rendahan seperti selingkuh. Sya ingat mengenai cerita Ibu kandung Kendra yang menyelingkuhi Radit. Jika Radit saja tau bagaimana sakitnya di selingkuhi lalu apa Iya laki-laki itu akan tega melakukan hal sama kepadanya? Sya rasa Radit tidak akan melakukan itu.
Sya benar-benar tidak tau kenapa Radit berubah. Apakah benar karena dia sedang sibuk dengan perusahaannya yang akan membuka cabang baru atau karena hal yang lain Sya juga tidak mengetahuinya.
Karena hari sudah semakin siang, Sya memutuskan untuk memandikan baby Rendra terlebih dahulu dan menidurkan setelahnya.
Setelah mengurus putra bungsunya barulah Sya membersihkan dirinya sendiri. Sya harap dengan mandi pikirannya akan menjadi lebih jernih dan tidak lagi berprasangka kepada Radit.
Sejak tadi selesai mandi, Sya sama sekali tidak turun untuk sarapan. Entah kenapa saat ini perutnya terasa tidak lapar. Sembari menjaga baby Rendra yang sedang tertidur pulas, Sya memainkan ponselnya. Sebenarnya bukan memainkan karena sedari tadi aplikasi yang di bukanya hanya aplikasi untuk chatting. Sya membaca pesan terakhir yang dia kirimkan kepada kontak dengan nama ***Direktur Ganteng***. Pesan dimana Sya mengingatkan Radit agar tidak telat makan. Dan setelah di lihat ternyata pesan yang Sya kirimkan kepada Radit ini sangat jarang mendapatkan balasan. Yang kemarin pun tidak di balas.
Sebenarnya Sya ingin mengirimkan pesan kepada Radit, tapi dia merasa ragu. Radit bahkan tidak mengiriminya pesan setelah perdebatan mereka tadi malam.
Baru saja Sya akan mengirimkan pesan kepada Radit, ponselnya bergetar, terlihat panggilan telefon dari Mama Riana.
^^^"Assalamu'alaikum, Hallo Ma." Sya mengawali dengan memberikan salam kepada Mama Riana.^^^
"Wa'alaikumsalam Sya, kamu lagi apa di rumah?" Tanya Mama Riana.
"Hehehe, maaf ya, Mama tuh 2 minggu ini enggak sempet buat main. Ooo Iya, ada yang mau kamu ceritain ke Mama? Mama tau kalau kamu pasti lagi kesepian di rumah terus." Ujar Mama Riana kepada Sya.
Sya terdiam mendengar ucapan Mama Riana. Sebenarnya Sya ingin menceritakan kepada Mama Riana mengenai permasalahan rumah tangganya saat ini bersama Radit. Tapi lagi-lagi Sya hanya bisa mengurungkan niatnya itu. Sya sadar kalau dia tidak boleh menceritakan permasalahan rumah tangganya kepada orang lain. Biarlah Sya dan Radit yang akan menyelesaikan permasalahan ini bersama-sama.
"Enggak Ma, Sya nggak punya bahan buat di ceritain ke Mama. Tapi kalau yang lagi kesepian emang benar sih. Soalnya adek lagi tidur dan Kendra juga lagi sekolah, ya gini sepi jadinya." Jawab Sya seraya tertawa kecil.
"Sya... " Panggil Mama Riana kepada Sya. Terdengar ada nada sedih di dalamnya.
"Iya Ma, kenapa?" Tanya Sya bingung. Dari suaranya saja Sya bisa tau kalau ada sesuatu yang ingin Mama Riana katakan kepadanya.
"Maafin Radit ya." Ucap Mama Riana.
"Maa...." Sya tercekat, apa Mama Riana kalau dia dan Radit sedang bermasalah?
"Mama tau kalau kalian sedang ada masalah." Ujar Mama Riana.
"Mama tau darimana?" Tanya Sya setelah berhasil memenangkan dirinya. Entah kenapa air matanya lagi-lagi jatuh. Sya merasa bahagia karena Mama Riana mengetahui perasaannya tanpa dia harus bercerita terlebih dahulu.
"Andre, kamu tau, Andre juga bekerja untuk mengamati semua kegiatan Radit. Andre bilang Radit sekarang selalu lembur hingga membuatnya pulang tengah malam. Radit menceritakan pertengkaran kalian tadi malam kepada Andre. Dan Andre langsung menceritakannya kepada Mama." Jawab Mama Riana.
Sya terdiam mendengar ucapan Mama Riana.
"Dulu alasan Audrey selingkuh dari Radit karena dia terlalu lelah dengan sikap Radit yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Tapi ternyata kejadian itu tidak membuatnya jera, Radit mengulangi lagi kesalahannya." Ucap Mama Riana. "Kenapa kamu tidak ceritakan sama Mama kalau Radit kembali seperti dulu Sya?" Tanya Mama Riana kepada Sya.
"Sya hanya merasa kalau Sya dan Mas Radit bisa menyelesaikan permasalahan kita bersama secara dewasa Ma. Sya juga tidak ingin membebani orang lain dengan permasalahan rumah tangga Sya dan Mas Radit." Jawab Sya sendu.
"Mama tau, tapi sekarang ijinkan Mama membantu kamu untuk memberikan pelajaran kepada Radit agar anak itu sadar dengan kesalahannya." Ujar Mama Riana.
"Maksud Mama?" Tanya Sya tidak paham.
"Kalau sampai seminggu ini Radit tidak juga berubah, kamu ikutin saran Mama. Kamu..... "