
Besok adalah hari yang spesial untuk Sya, kenapa? Karena besok bertepatan dengan hari lahir Kendra dan Radit. Ulang tahun mereka berdua sama? Ya, ulang tahun Radit dan Kendra memang sama dengan tanggal dan bulannya, hanya berbeda tahun saja.
Jika saat ini usia Kendra genap 4 tahun, maka usia Radit menjadi 31 tahun. Tapi meski usia Radit sudah kepala 3 tapi wajah tampan dan bugarnya membuatnya terlihat lebih muda dari usianya.
Dan mumpung Kendra sekolah dan Radit sedang ada di kantor, jadi Sya berniat untuk membuatkan kedua laki-laki tercintanya itu kue.
Selagi membuat kue, baby Rendra yang sedang tidur di temani oleh Mbok Inah yang kebetulan sudah kembali. Sedangkan Sya di dapur di temani dan di bantu oleh Mbak Tinah.
Sya belum memutuskan untuk memiliki baby sitter karena dia merasa masih sanggup untuk menghandle baby Rendra dan Kendra. Mungkin akan dia pikirkan lagi kalau nantinya baby Rendra sudah lebih agak besar.
Membuat 1 loyang black forest dan 1 loyang kue strawberry ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Untung saja Mbak Tinah bersedia untuk membantunya.
Waktu yang Sya gunakan untuk membuat kue pun beberapa kali terpotong karena baby Rendra yang terbangun karena lapar dan juga buang air kecil.
Hingga 3 jam barulah Sya menyelesaikan kue buatannya. Langsung saja Sya simpan di lemari es agar saat dimakan nanti rasanya lebih enak.
Masih pukul 11 siang, itu berarti masih ada waktu sekitar 2 jam lagi sampai Kendra pulang sekolah.
Sya berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar yang terasa pegal.
Menjelang siang hari, Sya merasakan kalau wajahnya di ciumi oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan suaminya, Radit.
Radit tersenyum melihat Sya yang sudah membuka matanya.
"Kok Mas udah pulang? Jam berapa Mas?" Tanya Sya seraya mengusap wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuknya.
"Jam 12 sayang." Jawab Radit seraya mengusap kepala Sya dengan sayang.
"Jam 12 kok udah pulang?" Tanya Sya kepada Radit.
"Aku mau makan siang sama kamu sayang." Jawab Radit seraya tersenyum.
Sya beranjak dari tidurnya di bantu oleh Radit. Sedangkan baby Rendra masih tertidur nyenyak di sampingnya. Memang bayi laki-laki itu hobi sekali tidur.
"Tapi aku belum masak Mas." Ujar Sya kepada Dani. Pasalnya setelah membuat kue tadi Sya memang belum sempat masak.
Tapi biasanya kalau sampai siang Sya tidak masak maka Mbok Inah dan Mbak Tinah yang akan memasak.
"Enggak papa, tadi aku beli lauk kok. Udah ayo bangun temenin aku makan." Tanpa basa-basi Radit mengangkat Sya kedalam gendongannya.
"Iihh nakal, turunin Mas, aku kan bisa jalan sendiri." Ujar Sya seraya memukul pelan dada bidang Radit.
Radit hanya tertawa pelan sebelum benar-benar menurunkan Sya agar bisa jalan sendiri.
Bersama-sama Sya dan Radit berjalan ke dapur, baby Rendra yang masih nyenyak di box bayinya mereka tinggalkan. Toh box bayi milik baby Rendra sudah dipasang CC TV yang di lengkapi sensor suara, jadi kalau baby Rendra terbangun Sya bisa mengetahuinya.
"Mas beli lauk banyak banget." Ujar Sya saat melihat aneka lauk sudah berjejer rapi di meja makan. Ada juga seember ayam goreng kakek kesukaan Kendra.
"Sengaja biar kamu enggak usah masak." Jawab Radit.
Dengan sigap Sya mengambilkan piring untuk suaminya itu. Mengambilkan nasi dan beberapa lauk sesuai dengan keinginan Radit.
"Kok cuma ambil satu piringnya, kamu enggak makan sayang?" Tanya Radit kepada Sya.
Sya menggelengkan kepalanya.
"Enggak Mas, nanti aja belum laper soalnya." Jawab Sya seraya tersenyum.
Radit menganggukan kepalanya, tapi meski begitu dia justru menyuapi Sya serta.
"Masss.... " Sya menolak untuk membuka mulutnya.
"Ayo aaa... Kamu harus ngurus adek dan abang, jadi perlu banyak tenaga. Nihhh liat pipi kamu aja udah kempes lagi." Ujar Radit kepada Sya.
"Bener pipi aku udah tirus Mas?" Sya bahagia bukan main mendengar Radit mengatakan kalau pipinya sudah kempes, itu berarti berat badannya juga sudah turun dari sebelumnya.
"He.em.. Makanya makan yang banyak biar pipinya chubby lagi, kan lucu." Jawab Radit. Dia tidak tau saja kalau Sya justru merasa senang dengan pipi tirusnya. Karena sejak kehamilannya kemarin Sya merasa semua bagian di wajahnya hanyalah pipi saja.
"Aku pengen tirus lagi kayak dulu Mas." Ujar Sya kepada Radit.
Radit terdiam mendengar ucapan Sya.
"Boleh kalau pengen tirus lagi, asal jangan pake diet-dietan." Jawab Radit pada akhirnya. Biarlah Sya berencana ingin menurunkan berat badannya, selama itu tidak dengan diet maka Radit akan membiarkannya. "Sekarang makan dulu."
Pada akhirnya Radit dan Sya makan di satu piring yang sama. Radit dengan telaten menyuapi Sya yang tadinya tidak mau makan.
Setelah menghabiskan makan siang bersama, Radit harus segera kembali ke Kantor karena akan ada rapat setelah ini.
"Sayang, nanti aku harus lembur, jadi mungkin akan pulang lebih malem dari biasanya." Ujar Radit kepada Sya.
Ya, pulang di jam makan siang seperti ini adalah karena Radit harus lembur nanti malam, jadi ini sebagai ganti waktu makan malam yang akan Radit lewatkan.
"Mau aku kirimin buat makan malem nanti Mas?" Tanya Sya kepada Radit.
"Kalau tidak merepotkan boleh." Jawab Radit seraya tersenyum.
"Mas mau di masakin apa?"
"Capcay goreng sama sambal goreng udang boleh?" Radit bertanya kepada Sya.
"Boleh dong, nanti aku masakin ya." Jawab Sya seraya tersenyum.
"Ya udah, kalau gitu aku berangkat dulu ya, baik-baik di rumah. Kalau ada apa-apa langsung kabarin aku." Ujar Radit seraya mengecup dahi Sya.
"Iya Mas... "
Tidak lama setelah Radit berangkat, Kendra pulang bersama Pak Agus. Kebetulan Sya ada di ruang keluarga bersama baby Rendra yang sudah bangun setelah 2 jam tidur.
"Assalamu'alaikum Bunda.... " Dengan ceria Kendra membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam Bang." Sya beranjak dari duduknya untuk menghampiri Kendra.
Begitu melihat Sya, Kendra langsung memeluk Bundanya itu.
"Capek ya bang?" Tanya Sya seraya mengusap rambut Kendra yang sudah berantakan.
"Enggak, Abang selalu semangat." Jawab Kendra dengan ceria.
"Tadi Ayah beliin ayam goreng kakek." Bisik Sya di telinga Kendra.
"Benelan Bunda? Yeyeye ayam goleng kakek." Kendra bahagia bukan main mendengar apa yang Sya katakan.
"Kalau gitu abang ganti baju sama bersih-bersih dulu, biar Bunda siapin ayam goreng kakeknya. Oke!"
Kendra menganggukan kepalanya, dia langsung berlari ke kamar untuk mengganti bajunya di bantu oleh Mbak Tinah tentunya.
Sedangkan Sya pergi ke dapur menyiapkan makan siang untuk Kendra.