Baby... I Love You

Baby... I Love You
Camping



Seperti yang sudah direncanakan semalam, hari ini Radit mengajak Sya dan anak-anaknya untuk camping menikmati waktu bersama. Tidak lupa Radit juga mengajak Mbok Inah dan Mbak Tinah. Untuk apa? Tentu saja untuk membantunya menjaga Kendra dan baby Rendra karena Radit pun ingin menikmati waktunya bersama dengan sang istri.


Kendra yang mengetahui kalau mereka akan camping tentu saja merasa sangat senang. Meskipun camping yang Radit maksud hanyalah menggelar tikar dan makan bersama di suatu tempat yang asri.


Bocah tampan itu dengan antusias langsung ke kamar mandi meminta dimandikan oleh Mbak Tinah.


"Kita mau camping dimana sih Mas?" Tanya Sya kepada Radit.


Sya juga saat ini sibuk memandikan baby Rendra. Sedangkan Radit hanya berdiri santai di depan pintu kamar mandi melihat Sya yang sedang memandikan putranya itu.


"Aku dapet rekomendasi tempat camping keluarga dari temen. Tempatnya nggak jauh kok dari sini. Nanti kamu juga bakalan tau." Jawab Radit.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk memandikan baby Rendra.


"Kamu mandi dulu sana Mas, biar aku nanti habis kamu." Ujar Sya kepada Radit, karena dia harus memakaikan baju kepada baby Rendra terlebih dahulu.


"Bareng sama kamu aja yank." Jawab Radit santai.


Mendengar itu Sya langsung melebarkan matanya.


"Nggak, mandi sendiri-sendiri aja." Ujar Sya menolak.


"Yahh, kan biar hemat waktu yank. Abis ini adek dititipin ke Mbok Inah aja dulu." Ujar Radit memberikan alasan.


Sya menggelengkan kepalanya.


"Pokoknya enggak. Sekarang Mas mandi sana, kalau kita mandi bareng yang ada bukannya hemat waktu tapi mengulur waktu." Ujar Sya kekeh.


"Mengulur waktu? Emangnya kita mau ngapain aja dikamar mandi? Kan cuma mau mandi doang. Kamu nih sukanya mikir yang enggak-enggak tentang aku." Ujar Radit mengelak. Padahal apa yang Sya katakan memang benar.


"Inget, aku masih datang bulan loh. Jangan aneh-aneh, itu otak kamu bersihin dulu. Cepet sana mandi Mas, aku udah hampir selesai pakein baju adek." Ujar Sya kepada Radit. Sepertinya suaminya itu lupa kalau Sya sedang mendapat tamu merahnya.


Radit menghela nafas pasrah, ya dia memang melupakan tentang itu. Dengan menghentakkan kakinya kesal, dia pergi ke kamar mandi. Sedangkan Sya justru tersenyum melihat tingkah suaminya yang kekanak-kanakan itu.




"Sudah siap semuanya?" Ujar Radit kepada Sya, Kendra, Mbok Inah dan Mbak Tinah.



"Siaapppp.... " Kendra menjawab Radit dengan semangat.



Sya tersenyum melihat Kendra yang terlihat sangat bahagia. Setelah sekian lama akhirnya dia dan Radit bisa membawa Kendra ke tempat rekreasi. Dan ini juga kali pertama Sya mengajak baby Rendra berlibur keluarga. Yang kemarin di Bali jangan di hitung ya karena itu bukan liburan, tapi kabur bersama.



Sepanjang perjalanan diisi dengan tawa riang dan nyanyian dari Kendra. Tidak lupa juga celotehan lucu dari baby Rendra yang masih belum bisa dipahami.



30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah area camping keluarga. Karena ini bertepatan dengan weekend tentu saja tempat ini menjadi sangat ramai.



"Aku nggak tau kalau bakal serame ini, apa kita pindah aja ya yank cari tempat lain." Ujar Radit berbisik di telinga Sya.



Seperti yang kita tau Radit adalah orang yang sedikit berbicara dan cenderung cuek. Dan dihadapkan dengan area camping yang ramai seperti ini cukup membuat Radit merasa kepalanya pusing. Radit benar-benar tidak suka keramaian seperti ini. Sepertinya Radit salah mengambil tempat untuk berlibur mereka.



"Jangan dong, kita udah sampai sini masa mau langsung pergi cari tempat lain. Sini aja nggak papa." Jawab Sya.



"Ayo Bun kita tulun." Ujar Kendra dengan sangat tidak sabar.



"Iya sayang sebentar, tunggu Ayah cari tempat parkir dulu." Ujar Sya kepada Kendra.



Setelah memarkirkan mobilnya, Radit dan Sya turun, begitu pula Kendra, Mbak Tinah, dan Mbok Inah.



Dengan semangat Kendra menggandeng tangan Radit. Kendra menatap ke sekeliling dimana banyak anak-anak seusia dirinya sendang bermain bola. Kendra ingin bergabung dengan mereka.




Sya tentu saja mengijinkannya.


"Boleh sayang, Abang boleh main sama mereka kok." Ujar Sya kepada Kendra. Dan tanpa berlama-lama Kendra langsung bergabung dengan anak-anak yang lain.



"Tapi kita nggak kenal sama mereka." Ujar Radit kepada Sya. Karena Radit sendiri tidak terbiasa bergabung bersama orang-orang yang tidak dia kenal kecuali kalau mereka adalah kolega bisnisnya.



"Ya emang kenapa? Anak-anak biasanya bisa dengan mudah bergaul Mas. Biarkan Kendra bersosialisasi dengan yang lain. Selama ini kan teman Kendra hanya ada di sekolah. Setelah sampai rumah Kendra cuma bisa main sama aku, Rendra dan kamu. Mas tenang aja, yang terpenting kita tetap awasi mereka." Ujar Sya menenangkan Radit.



Radit menganggukan kepalanya.


"Sini adek biar sama Mas aja." Ujar Radit seraya mengambil alih baby Rendra dari gendongan Sya.



Radit memutuskan untuk mengajak baby Rendra agar bisa melihat Kendra bermain bola. Sedangkan Sya, Mbok Inah, dan Mbok Tidak membuka bekal yang mereka bawa dari rumah. Dimulai dari aneka buah-buahan, roti, jus dan lain-lain. Karena ini merupakan arena camping keluarga jadi yang lain pun membawa bekal masing-masing sama seperti Sya.



"Adek pengen main bola ya sama Abang? Nanti ya tunggu kalau udah bisa jalan. Nanti Ayah sama Abang Kendra bakal ajarin adek." Ujar Radit kepada baby Rendra. Pasalnya bayi yang belum berusia 1 tahun itu terlihat begitu semangat menghentak-hentakkan kakinya seolah dia sedang menendang bola.



Radit pikir dia akan merasa tidak nyaman berkumpul bersama banyak orang seperti ini. Ternyata Radit merasa ini cukup menyenangkan. Terlebih saat melihat raut wajah Kendra yang sangat bahagia. Selain pantai sepertinya acara camping seperti ini akan menjadi favorit Kendra.



Tidak terasa ternyata sudah sore. Mereka sampai tidak sadar karena terlalu menikmati momen di tempat ini. Kendra sudah kelelahan karena bermain dengan banyak anak-anak lainnya. Dan sekarang bocah tampan itu sedang bersandar memeluk Sya dengan tubuh berkeringatnya.



"Sudah puas kan mainnya Bang?" Tanya Sya kepada Kendra.



Kendra menganggukkan kepalanya.


"Capek?" Tanya Sya kepada Kendra.



"Enggak, Abang nggak capek sama sekali." Jawab Kendra seraya tersenyum.



"Kalau gitu sekarang kita pulang ya." Ajak Sya kepada Kendra.



"Tapi kapan-kapan kita kesini lagi ya Bunda."



"Boleh, tapi sebelum itu bilang terima kasih dulu sama Ayah. Kan Ayah yang udah ajak kita ke sini." Ujar Sya.



Kendra langsung mendekat kearah Radit yang sedang memangku baby Rendra.



"Ayah..."



"Heem, Kenapa Bang?" Tanya Radit kepada Kendra.



"Telima kasih udah ajak Abang kesini, Abang sayang Ayah." Bisik Kendra ditelinga Radit. Tidak lupa bocah tampan itu mencium pipi sang Ayah.