
Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat. Di kediaman Benji.
Berdiam diri di dalam kamar dengan perhatian yang fokus bergelut mengerjakan tugas sekolahnya, itu yang tengah Benji lakukan .Di tengah fokus-fokus nya mengerjakan soal-soal ini ,tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan fokusnya.
Atensi Benji segera berpaling ke arah pintu kamarnya. Sembaring berucap."Masuk saja."
Pintu kamar ini belahan-lahan terbuka sampai menampakan pria setengah baru baya di ambang pintu kamar yang terbuka sedikit lebar ini.
Pria ini tutup pintu kamar Benji kembali, sebelum berjalan mendekati Benji yang masih terdiam di posisi nya .
Pria yang sudah duduk piring tempat tidur Benji."Kenapa tidak turun?".
"Nanggung Otou-san, tugas sekolah kalau di tinggalkan."Balas Benji tanpa langsung menatap manik coklat pria ini. Ia lakukan untuk menjaga tata kesopanan kepada seseorang yang lebih tua darinya .
"Kamu tidak lapar?".
"Tidak, Otou-san."
Mendengar itu pria setengah paru baya yang tak lain adalah ayah kandung dari Benjiro ini bergeming. Ia hening sesaat, perhatian sedikit tertunduk.
Lalu ia beranjak dari sana."Turun dan makanlah ,jangan terlalu keras belajar. Jaga kesehatan mu, jangan buat Okaa-san khawatir dengan keadaan kamu ."Kata Ayah Benji tanpa berpaling menatap langsung manik coklat sang putra.
Selesai mengatakan itu, ayah Benji langsung beranjak pergi meninggalkan kamar tidur Benji.
Sementara Benji masih di posisi semula .Perhatiannya masih terfokus dengan pintu masuk kamar nya yang baru saja tertutup.
Benji terdiam akan perkataan ayahnya, karena apa yang baru saja ayahnya katakan tidak seperti yang biasanya ayahnya katakan. Maksud kejadian tadi seperti bukan sosok ayahnya. Sosok yang biasa selalu keras, tegas, akan apapun yang Benji lakukan.Tapi tadi ayahnya justru memperlihatkan sisi khawatir juga lembut nya, walaupun masih ada sedikit sisi malu-malu di sana .
Tapi entahlah, Benji tidak ingin terlalu memikirkan itu. Karena ia menyadari banyak benarnya perkataan ayahnya. Ia segera beranjak dari kursi belajar untuk berjalan turun ke lantai bawa dan pergi ke ruang makan.
+++++++
Pukul. 08.13 pagi menjelang siang.
Sudah beberapa menit, atau beberapa jam Nathan bergelut mengerjakan soal yang tak kunjung tuntas ini.
Bahkan isi kepalanya saat ini sudah memanas, di buat masak telor di atasnya pun jadi. Karena terlalu membara panasnya. Yasudah lanjut....
Masih dalam sambungan Videocall.
Ting....Ting....Ting....Ting...Ting...Ting...Ting....Ting...Ting...Suara deretan foto jawaban yang Lingga kirim.*Sudah, Nat. Kamu salin."
Melihat foto jawaban yang baru saja Lingga kirim.
*Cepat sekali, bang."
*...Bang Lingga tidak asal kan, kerjakan nya?".
*Tidak, ini soal hampir sama seperti yang dulu Abang kerjakan. Bedanya, ko bisa soal ini di berikan pada anak kelas 10 ." Lingga sedikit mengalihkan perhatian nya ke arah lain .
*Taulah, bang. Makasih bantuannya."
*Hem, sudah tidak ada lagi."
*Seperti udah tidak, bang. Dari banyaknya bacaan soalnya cuma 10 lebar itu tadi saja."
*Sebagian Abang ringkas mengunakan cara penghitungan yang mudah, biar tidak panjang-panjang tapi membingungkan.Tapi kalau masih ada yang belum kamu faham ,kamu hubungi saja saya langsung."
*Beres, bang."
*Makasih banyak-banyak, bang Lingga."
*Hem."
Panggilan akhirnya di akhir oleh Lingga di seberang sana .
Sesudah dengan itu, Nathan langsung melesat menyalin jawaban-jawaban ini. Dengan sesekali ia memahami agar ada sedikit memori soal cara-cara mengerjakan soal-soal Matematika ini.
Beberapa menit memahami dengan menyalin jawaban ini, tiba-tiba terdengar suara bel gerbang depan rumahnya yang berbunyi.
Dengan langkah malas Nathan segera beranjak dari tempat duduknya. Ia berlari kecil ke pintu depan rumah untuk pergi keluar dan membuka gebang rumah untuk tamunya.
Karena terlalu terburu-buru keluar rumah, Nathan sampai lupa mengenakan mantel hangat. Alhasil baru saja membuka sedikit pintu depan rumah."Aarrggghh......".Nathan meringis sembaring cepat-cepat menutup pintu depan rumahnya lagi.
Mengambil mantel hangat yang tersampir di gantung yang tersedia di sana. Dengan mengenakan mantel ini asal."Gue lupa sama lu beb-beb."Gumamnya cepat-cepat mengenakan ini .Karena di luar sana ada tamu yang tidak kenal arti menunggu. Bagiamana tidak di sebut begitu ,toh dari tadi tamunya terus saja menekan-nekan tombol bel tanpa henti. Seakan dirinya tuli yang membuat tamunya ini harus menekan tombol bel berulang kali agar pemilik rumah dengar.
Nathan yang sudah di depan gerbang rumah nya ,segera membuka kunci gerbang ini. Setelah sedikit terbuka."Lu!? Pantes."
"Lelet."Kenji datar dalam ekspresi wajah memerah tomat kedinginan nya.
"Cepat masuk."Suruh Nathan .
Kenji menuntut sepeda angin miliknya masuk ke dalam pekarangan rumah.
Melihat Kenji sudah masuk ke dalam pekarangan depan rumahnya. Nathan langsung mengunci pintu gerbang depan rumahnya kembali.
Selesai menutup dengan benar. Nathan mendekati Kenji yang tengah memarkir sepeda angin di depan pintu garasi mobil yang tertutup rapat."Tidak di masukkan saja, Ken?".
"Tidak usah, di sini saja. Di atas juga ada atapnya."Kenji yang mengambil tas ransel yang ia taruh di keranjang sepeda angin nya.
"Lu ko kesini, Oji-san gimana?".Tanya Nathan yang menyadari Kenji datang seorang diri ke sini.
"Penjelasan nya di dalam saja, Nat. Gue kedinginan."Kenji yang terlihat sangat menggigil kedinginan.
"Hemm, ok."Nathan berjalan lebih dulu.
Baru saja membukakan pintu, Kenji langsung saja melesat masuk. Mungkin anak ini sudah sangat menggigil dengan suhu dingin di luar.
Nathan juga tidak mempermasalahkan sikap Kenji ,ia hanya mengedipkan bahu sekilas sebelum menyusul Kenji masuk ke dalam.
Fokus mengunci pintu depan."Gantungkan, mantel hangat lu di sini."
"Hem."Kenji yang sudah melepaskan mantel hangat nya untuk ia gantung di sini.
Selesai melepas mantel hangat nya."Lu ke ruang keluarga, gue buatkan minuman hangat."
Sudah berjalan jauh dari Kenji.".....Lu mau kopi pahit?".
"Ya."Balas Kenji yang berlalu ke ruangan lain.
+++++++
Pukul. 08.20 siang
Kini Nathan sudah tidak seorang diri lagi di rumah .Kenji baru saja datang dan seperti ia akan menginap lagi di kediaman rumah nya.
Benar saja dugaan Nathan, jika Kenji akan menginap seminggu di rumah Nathan. Dan selama itu juga Nathan harus di beri kesabaran ekstra untuk merapikan barang-barang berantakan Kenji.
Kenji akan menginap seminggu dikarenakan ayahnya tiba-tiba saja mendapatkan jemputan dari orang kantor kepercayaan Riska. Yoshi akan di tugaskan selama tiga hari untuk membantu menyelesaikan sedikit kendala bisnis yang tidak dapat Riska urus langsung. Karena saat ini di Korsel tengah ada badai salju yang membuat sebagian besar penerbangan harus di tutup.
Dan saat ini keduanya sudah terfokus memahami soal-soal jawaban yang sudah terselesaikan .Keduanya sangat fokus dengan pikiran nya masing-masing membuat suasana di dalam ruang keluarga ini terasa sangat hening .Mungkin ini akan berlangsung sampai beberapa jam ke depan.
+++++
Baru beberapa jam berlalu, terdengar suara bel rumah berbunyi kembali. Mendengar itu atensi Nathan langsung teralihkan melihat Kenji."Ken!".Ekspresi tersenyum paksa .
Melihat itu Kenji memutar bola matanya malas melihat ke arah lain sembaring mendengus kesal."Iya, bentar."Kenji segera beranjak dari tempat duduknya untuk keluar membukakan pintu gerbang untuk tamu yang belum ia ketahui siapa.
Sementara Kenji berjalan keluar membukakan pintu gerbang untuk tamunya. Nathan yang masih di posisi sama kembali fokus memahami rentetan jawaban-jawaban soal ini.
+++++
Di luar Kenji yang sudah membukakan pintu gerbang sedikit menampilkan Hanam yang tengah berdiri di depan sana.
"Oh!Kenji!?".Hanam melihat sesosok seseorang tidak seharusnya ia temui di rumah orang yang harus membukakan gerbang ini untuknya."...Nathan!?".
"Nathan ada di dalam, bang .Kerjakan tugas sekolah."
"Oh."Dehem Hanam.
"Bang Hanam tidak masuk?".
"Tidak perlu."Hanam mengangkat tangan kanannya."...Ambil, makanlah ini dengan Nathan nanti."Sambungnya.
Kenji menerima pemberian ini."Arigatogozaimashita, bang."
"Iya, sampaikan pada Nathan untuk menghabiskan ini. Ini buatan spesial dari Obaa-san."
Kenji mengangguk."Iya, bang. Arigato."
"Iya."Hanam segera naiki sepeda anginnya kembali.
Kenji masih terdiam di sana menunggu Hanam samping sedikit menjauh. Di rasa sudah jauh, ia segera menutup gerbang ini kembali.
Dengan kaki jengkal panjang, Kenji segera berjalan cepat masuk ke dalam rumah.
Di dalam Kenji segera menghampiri Nathan ke ruang Keluarga."Ada pemberian dari bang Hanam .Katanya, ini buatan spesial dari Obaa-san."
Nathan yang sudah mengerti."Bau-bau sup daging sapi."Ujarnya tersenyum sumringah.
"Elehh....Panjang lu punya hidung."Sindir Kenji.
"Taruh di meja dapur, nanti saja di makan .Nanggung kalau di tinggalkan, ini soal-soal."
"Okeh."Kenji melesat pergi dari sana.
++++++++
Pukul. 10.21 siang .
Kedua pemuda ini sudah duduk nyaman di ruang keluarga dengan beberapa jenis makanan yang sudah tertata rapi di atas meja depan keduanya.
"Gue bawa kaset film horor psikopat tadi."Kenji beranjak dari tempat duduknya."Bentar!".
Sesaat kemudian ia kembali dengan benda pipih bundar dalam genggaman tangannya. Kenji duduk jongkok di depan televisi."Gue nyalahkan, ya."
"Hemm."Balas Nathan yang sudah sibuk mencicipi masakan sup daging sapi spesial buatan nenek Hanam yang rasanya selalu melekat di hati Nathan .Toh memang sup daging sapi makanan favorit Nathan yang tidak dapat di tinggalkan.
Berhasil menyalahkan film ini. Kenji segera kembali duduk di tempat nya tadi. Di samping Nathan dengan jarak yang lumayan jauh. Bisa di bilang keduanya tidak suka tempat yang menyulitkan kaki panjang keduanya untuk bergerak.
Memperhatikan mulainya film yang berjudul."My name, my psychopath. " .Kenji menyumpit daging ayam chicken buatan Nathan tadi untuk ia makan.
"Berarti ini ada horor dan darah-darah ngalir gitu."Nathan yang kini fokus dengan alur awal film ini.
"Iya, kayaknya."
"Loh! Ko lu kayak belum pernah nonton?".
Menatap penuh penekanan."Hhhe...belum."
Dengar Nathan membuang nafas dengan kasar sembaring lanjut menikmati makanannya.
Byurr ....Bruk......brakkk.....brugkjkk.....pyarrr.....brummmm......Mendengar suara memecah ulu hati ini .Nathan langsung melempar asal sendok makannya."BAKA, BAKA, BAKA, APA ITU TADI!!!??".Kaget syok campur aduk menatap layar televisi ini .
Sementara Kenji hanya terdiam dengan ekspresi yang sangat hhh.....Kedua tangan mencakup seperti tengah berdoa di Greja. Dan raut wajah syok kedua manik matanya membulat sempurna.
Pyarr.....
Berdiri bersama dan langsung saling memeluk. Sementara perhatian fokus dengan benda yang baru saja jatuh.
"Sendok gue tadi, Ken."Bergumam dengan posisi yang masih sama.
"Pecah, lu tidak di marahin kak Riska?".Nada bergumam dengan posisi yang sama.
"Dame, Kak Riska tidak akan marah."Balas nada bergumam Nathan yang baru sedikit menyadari posisi nya."Ken."
Kenji masih fokus dengan barang pecah itu."Hem?".
Nathan yang sudah tidak membalas pelukan Kenji."Tebanasu, baka!".Menatap dingin Kenji.
(Lepaskan, bodoh!)
Mendengar itu Kenji langsung melesat menjauh.Nyengir bibir terangkat julid."Idih!".
Nathan mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas Sova. Lalu mendekati pecahan keramik guci kecil antik ini. Nathan memfoto pecahan ini lalu ia kirimkan kepada kakak perempuan nya.
Selesai itu."Bantu bereskan."
"Ok."Kenji ikut membantu .
Keduanya membereskan kerusuhan ini membuat acara makan siang keduanya menjadi tertunda. Bahkan film yang masih menyalah sesekali masih membuat keduanya kaget, walaupun sedang tidak dalam keadaan menonton.
+++++
++++++++
Osaka
Pukul. 20.23 Malam
Minggu
Selesai makan malam tadi. Baik Nathan ataupun Kenji langsung masuk ke dalam bilik kamarnya masing-masing.
Keduanya sibuk menata diri untuk menghangatkan tubuh dan tidur dengan baik, agar keesokan paginya dapat bangun lebih segar.
Akan tetapi tetap saja. Entah sudah terbiasa tidur malam atau karena kesulitan tidur. Keduanya yang ada di ruangan berbeda ini ,tetap masih sanggup membuka mata lebar-lebar.
Di dalam kamar. Kenji memilih untuk rebahan cantik dengan cahaya redup yang menerangi dirinya di atas tempat tidur, juga di temani dengan buku komik favorit nya yang sengaja ia bawa dari rumah untuknya baca.
Di kamar Nathan, ia tengah duduk dengan baik di atas kursi belajar sembaring memainkan MOS laptop nya. Nathan tengah fokus belajar untuk materi besok, toh dirinya juga tidak ada kerjaan .Alhasil ia memutuskan untuk belajar sampai lelah lalu tidur.
Jarum jam semakin cepat berputar, begitu juga suasana hari yang semakin lama semakin larut malam. Sampai di detik terakhir, pukul tengah malam telah tiba.
Kenji sudah terlelap dalam mimpi dengan buku komik yang masih dalam genggaman tangan nya .Sementara di kamar Nathan. Ia masih di posisi yang sama, fokusnya masih belum lelah untuk belajar membaca beberapa dokumen penting materi pelajaran nya.
Hingga nada dering telepon masuk membuat atensi Nathan teralihkan. Ia segera melirik layar ponselnya, ia bermaksud tidak akan menjawab panggilan telepon dari siapapun yang tidak penting. Namun di sana tertera nama kakak perempuan nya. Nathan segera melesat menggeser gagang telfon yang bergetar-getar ini.
Tersambung.
*Malam, dik."
*Malam, kak."
*Kenapa belum tidur jam segini? Emang besok kamu tidak sekolah?".
Nathan terkekeh kecil di seberang sini.*Hehehe....Masih belajar kak, nanggung."
*Lekas tidur, jangan tidur malam-malam tidak baik untuk kesehatan kamu."
*Iya, bentar lagi kak."
Riska segera mematikan panggilan telepon ini sepihak. Ia berganti ke nada sambung Videocall agar dapat melihat Nathan di seberang sini.
Tersambung Videocall.
Melihat Nathan yang masih duduk tenang di kursi belajar.
*Seb......". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Nathan.*...Tidur, Nathan."Tegas Riska menatap serius sang adik.
Nathan tersenyum masam. Melihat kakak perempuannya bersikap seperti ini. Nathan tidak dapat membantah lagi. Alhasil dengan berat hati Nathan segera mematikan layar laptop nya. Ia segera beranjak naik ke atas tempat tidur. Tidak lupa ia sandarkan layar ponsel yang masih tersambung dengan Videocall ini di bahwa lampu redup kamar yang sudah mati.
Selepas menata itu, Nathan segera menyelimuti dirinya dengan selimut tebal hangatnya.
*Sudah cepat tidur." Tegas Riska di seberang sana.
Nathan yang sudah di posisi tidur. Masih dapat mendengar perkataan sang kakak. Karena ia sengaja menyalahkan speaker suara agar mudah di dengar jelas. Tanpa memperdulikan dengan Kenji di ruang sebelah yang entah terganggu atau tidak.
Yang nyatanya adalah tidak. Karena Kenji benar-benar sudah menjadi bangkai tempat tidur .Dan itu sudah terjadi sebelum Nathan di paksa tidur oleh kakaknya seperti sekarang.
Nathan masih membuka mata lebar-lebar memperhatikan layar ponselnya yang masih menyala. Layar yang menampakkan wajah sang kakak yang tengah sibuk mengerjakan tugas-tugas kerjanya.
Menyadari di perhatikan Riska berucap di seberang sana.*Tidur, Dik. Kakak colok mata kamu."
Tidak takut, Nathan justru tertawa kecil sembaring menutup sebagian wajahnya dengan selimut.
Lalu memunculkan kedua matanya.*Kalau tidak tidur, kak Riska akan potong uang jajan Nathan?".
*Hem."
*Tapi sayangnya saya tidak percaya. Mana mungkin kak Riska tega tidak kirim uang jajan Nathan." Nathan yang masih Cengar-cengir di dalam selimut.
Menatap datar Nathan dari layar ponselnya.
*Kakak serius, tidak ada uang jajan untuk kamu. Justru kakak akan mengurangi uang jajan kamu mulai besok." Tegas Riska.
Riska masih terfokus menatap datar sang adik yang Cengar-cengir di balik selimut nya di seberang sini. Nathan tidak akan merasa takut hanya dengan teguran melalui panggilan VedioColl seperti ini. Nathan hanya akan takut, jika kakaknya langsung datang menegurnya. Di saat itu Nathan akan membisu seribu kalimat.
*Tidur Nathan, sudah malam. Mau di panggil Dae Chul-hyun?".
*Eh!? ".Nathan membulatkan manik hitam lekatnya.
Riska tersenyum tipis melihat tingkah panik sang adik di seberang sini.
*Sudah tidur sana, besok sekolah."
*Iya, iya." Nathan menutup seluruh wajahnya dengan selimut .
Sementara Riska masih belum mengakhiri panggilan VedioColl ini. Ia mengawasi adik di seberang sini yang benar-benar sudah tidur atau belum .
++++++++
++++++++++++
Osaka
Pukul. 07.30 Pagi .
Senin.
Dor....Dorr...Tokkk....Tokk......"Nat, Nat, bangun lelet ,NATHAN!!!! BANGUN!!!".Suara berat meninggi Kenji di depan pintu kamar Nathan yang masih tertutup rapat .
Kaget akan suara itu, Nathan langsung meloncat dari tempat tidur. Tidak perduli dengan dunia yang masih bergerak-gerakkan. Nathan berlari kecil membuka pintu kamar. Yang sudah menampakkan Kenji di luar sana."Apa be**go?Lu tidak tahu gue masih ngantuk."
"Lu tidak sekolah?".Kenji yang sudah berpakaian rapi seragam sekolah musim dingin.
Dengan ekspresi kacau khas orang bangun tidur."Lu tidak lihat grup kelas?".
"Tidak, emang ada apa?".
"Sekarang libur, bodoh! Lu tidak lihat, tadi malam badai salju lagi. Yang membuat banyak jalanan terpaksa di tutup."Jelas Nathan tanpa merubah ekspresi wajah datarnya .
"Ha!Gue kenapa tidak tahu?".
Menutup sedikit pintu kamar nya."Bodohlah, Ken gue mau bobok cantik lagi."Menutup cepat pintu kamar nya kembali.
Menyadari itu Kenji mencoba untuk menghentikan Nathan. Namun sayangnya dia terlambat, ia kalah cepat dengan Nathan .
Kenji gedor-gedor kembali pintu ini.Dorr...dorr..dorr..."Nat gue lapar, Nat. Nathan buka!".
"MASAK SENDIRI, O'ON!!."Teriak Nathan tanpa membuka pintu kamar nya kembali .
Kenji mendengus kesal lalu masuk ke dalam kamar nya sendiri untuk berganti pakaian santai.
+++
Hari ini sebagian sekolah terpaksa di liburkan .Karena sebagian jalanan tersumbat dengan tumpukan salju. Bukan hanya itu tapi suhu udara juga sangat dingin dari musim salju biasanya.
Entah sampai kapan libur sekolah. Yang jelas libur sekolah Nathan bertambah lagi. Dan jika seandainya saat ini dia harus masuk sekolah .Makah Nathan akan memulai berangkat sekolah pukul 8 pagi. Karena jam setengah 9 kegiatan belajar mengajar baru akan di mulai. Ini memang sudah menjadi perubahan jadwal di musim dingin.
Dan kerena hari ini libur sekolah. Nathan yang semalaman sulit tidur, saat ini tengah tertidur terlentang tengkurap dengan selimut tebal hangat sang menutup hampir seluruh tubuhnya. Walaupun sempat terganggu dengan si resek Kenji. Nathan tetap bisa berlanjut tidur nyenyak kembali. Berlanjut berselancar ke dunia fantasi mimpi.
++++
Sudah berganti pakaian santai. Kenji sudah ada di dapur sibuk membuat sup tahu. Mau tidak mau dan terpaksa juga, ia akan membuat sup tahu untuk pengajar rasa laparnya.
Tohh dari semua jenis makanan. Ia hanya bisa buat telur ceplok, sup tahu, dan mie rebus.
Karena masih terlalu pagi, dan tidak baik juga sarapan mie pagi-pagi. Kenji memutuskan untuk membuat sup tahu yang kebetulan semua bahan sudah tersedia di dalam lemari es.
Disini Kenji sibuk membuat pengisi perut. Di sana Nathan semakin lelap tidur tanpa peduli dengan apapun.
++++++
Pukul. 11.21 Siang
Kenji duduk seorang diri di ruang keluarga milik keluarga Nathan. Bisa di tebak, jika sembaring tadi Nathan belum muncul sama sekali.
Kenji tidak terlalu memperdulikan itu, ia justru duduk tenang di Sova ruang keluarga sembaring membaca buku komik favoritnya. Sesekali maniknya melihat keluar pintu kaca yang tertutup rapat ini.
Luar halaman yang hanya mendominasi warna putih mengunduk naik. Sama sekali tidak ada warna lain di sana, hanya warna putih saja yang berhias di sana.
Melihat itu entah ke berapa kalinya Kenji mendengus kesal, tidak lupa dengan memutar bola mata malas melihat itu.
Karena sendirian di ruang keluarga, yang membuat suasana menjadi sangat sunyi sepi. Membuat rasa nyaman Kenji berubah menjadi rasa kantuk. Yang akhirnya membuat dirinya terlelap dalam mimpi .Dengan posisi tidur di atas Sova panjang.
++++++++
Sebenarnya perayaan untuk menyambut tahun baru akan segera tiba. Akan tetapi karena musim dingin yang hangat strong, atau hot. Membuat sebagian orang di daerah ini menghabiskan akhir tahun baru, ataupun merayakan tahun baru hanya dengan beberapa keluarga kecil di rumah saja .Tanpa keluar kemana-mana, semacam mengunjungi tempat-tempat yang biasa ramai di kunjungi, jika tahun baru tiba .
Tapi entahlah, karena terkadang akan ada persiapan yang mengejutkan dari pemerintah.
Persiapan menyambut tahun baru akan di lakukan awal hari pertama memasuki lembaran bulan baru(Tanggal 1 Januari) Dan festival perayaan itu mungkin akan di lakukan serentak di tengah alun-alun kota sembaring menikmati dinginnya malam musim dingin.
Akan banyak sekali libur atau festival sekolah yang akan Nathan lakukan setelah ini. Jadi entahlah ,entah dia bisa mengikuti semuanya atau hanya sebagian nya saja .
Toh terkadang sesuatu yang tidak terduga dapat dengan tiba-tiba datang dan merubah semua yang sudah di rencanakan. Jadi lihat saja apa yang akan terjadi berikutnya.
Ohy, untuk suasana musim dingin kalian pasti sudah tahu keadaan. Dan Jika hari esok masih sama. Makah sekolah Nathan akan libur lagi. Namun sebaliknya, jika banyak jalanan yang sudah aman terkendali. Makah hari esok Nathan sudah mulai bersekolah kembali.
Badai salju tadi malam cukup deras sekali. Sampai semua jalanan benar-benar tertutup tebalnya gundukan putih dingin.
Nathan mengetahui, karena semalam ia tidur lebih malam membuat dirinya sempat melihat sedikit suasana di luar balkon rumah sedikit dari balik gorden tebal pintu kaca ini.
Sungguh angin yang berhembus cukup kencang membawa butiran-butiran kecil bersamanya .Membuat suasana malam itu pasti cukup dingin. Eh! Bukan, tapi sangat dingin sekali.
Oky, lanjut......
Sudah beberapa jam berlalu. Entah sejak kapan pemuda ini sudah keluar dari kamar tidurnya. Yang jelas saat ini Nathan sudah ada di dapur.
Nathan bermaksud membuat menu makanan pengganjal perut. Namun ia urungkan, ia justru hanya membuat secangkir susu hangat saja.
Mungkin jin perut belum terlalu meronta-ronta membuat rasa sedikit laparnya kala dengan strong malas.
Selesai membuat segelas susu hangat. Nathan berlalu pergi dari dapur. Ia hendak ke ruang keluarga. Namun lagi-lagi ia urungkan. Nathan taruh gelas ini di atas meja marmer ruang tamu .Lalu langkah nya mendekati layar monitor CCTV rumahnya nya. Nathan terdiam di sana beberapa saat, sembaring mengotak-atik layar ini.
Ada sesuatu yang janggal menarik atensi penglihatan. Membuat terus mantengi layar monitor ini sembaring mengulang-ulang rekaman sebelumnya (Rekaman tadi malam).
Menyadari benar-benar ada yang janggal. Nathan segera berlari kecil naik ke lantai tas rumah untuk mengambil laptop khusus melihat rekaman CCTV rumahnya.
Benar, Nathan memiliki dua laptop. Satu laptop warna hitam yang jarang ia pakai, karena khusus untuk melihat-lihat ulang rekaman video CCTV saja. Dan yang satu lagi, warna abu-abu laptop yang sering ia gunakan untuk belajar juga bermain-main.
Nathan tidak kembali turun. Ia memilih langsung duduk tenang di kursi belajar dengan memainkan tombol juga MOS yang di sediakan laptop ini.
Senyum miring Nathan perlihatkan saat maniknya melihat gambar video yang ia hentikan."Main-main lu."Gumamnya.
Selesai melihat semua video. Nathan segera mematikan layar laptop lagi. Nathan langsung berlari kecil keluar kamarnya, ia kembali turun ke lantai bawah dengan langkah tergesa-gesa .Sampai mengabaikan Kenji yang tengah berdiri tersandar di dinding jalan masuk ke ruang keluarga, dengan keadaan khas orang bangun tidur yang sesekali masih menguap mengumpulkan nyawa .
Tapi karena melihat ekspresi serius wajah Nathan .Kenji cepat-cepat melesat mengikuti langkah Nathan yang sudah jauh dari pandangan nya. Setelah mengenakan mantel hangat, Nathan langsung berjalan keluar rumah.
Tidak sekedar keluar rumah tanpa membawa apa-apa. Nathan keluar rumah dengan satu payung berwarna hitam dalam genggaman tangannya.
Brekkk.....brekkkk....brekk....Nathan menghancurkan sebuah kamera kecil yang sengaja seseorang pasang di depan gerbang rumah.
Kenji yang sudah melihat semuanya."Siapa yang pasang ini?".
Selesai menghancurkan kamera tersembunyi ini .Nathan lantas tidak memberikan kamera tersembunyi rusak ini tetap disini. Ia bawa kamera ini masuk ke dalam rumahnya .Nathan melewati Kenji tanpa mengatakan sepatah-kata pun .
Kenji hanya terdiam tanpa bertanya kembali. Ia segera menutup pintu gerbang ini kembali sebelum menyusul Nathan yang sudah masuk rumah lebih dulu.
Saat sudah ada di dalam rumah. Kenji sudah tidak mendapati kehadiran Nathan di sana. Alhasil ia segera naik ke lantai atas untuk melihat Nathan yang mungkin ada di dalam kamar tidur.
Nathan sudah duduk di kursi belajar, fokus mengotak-atik keyboard laptop nya. Tanpa melihat kedatangan Kenji."Lu kenal orang ini?".
Mendengar pertanyaan Nathan, Kenji segera mendekat pada Nathan untuk melihat foto SS dalam layar laptop Nathan.
Kenji terdiam cukup lama memperhatikan foto yang sedikit buram ini."Sepertinya kenal, tapi sayang belur gue tidak dapat melihat jelas."
"Gue merasa pernah bertemu dengan orang ini ,tapi siapa orang ini?".Nathan yang entah bertanya kepada siapa.
Kenji masih berdiri sedikit membungkuk di depan layar laptop Nathan."Orang ini punya tato, Nat."
"Hem!?".Nathan memperbesar gambar yang di tunjuk Kenji."Iya, tato gambar apa itu?".
Masih di fokus yang sama."Tato naga yang melingkari tulisan China ."
Memberi selembar kertas dengan pensil."Tulis di sini tulisan China nya, gue artikan."
Kenji mengangguk ringan.
Melihat Kenji yang masih berdiri membungkuk."Duduk sini lu, separuh sama gue."Suruh Nathan .
Yang di suruh hanya mengangguk sembaring menaruh pantatnya di kursi yang separuhnya sudah Nathan duduki .
Beberapa detik kemudian Kenji memberikan kertas itu kepada Nathan."Silence."
"Ha!?".Kenji yang belum faham dengan maksud tulisan ini.
"Tulisan lu jelek."Nathan menaruh kasar kertas ini di atas meja.
Menatap serius."Lu sudah tahu artinya, bodoh. Apa artinya?".
"Silence."
"Jangan bahasa Inggris, bahasa Jepang nya. Apa artinya?".
"Terjemahkan sendiri."Nathan beranjak dari tempat duduk. Ia berjalan menjauh dari sana selepas mematikan layar laptop nya .
"Nat."Panggil Kenji gang masih duduk di kursi belajar Nathan .
Tanpa berpaling melihat Kenji ataupun menghentikan langkahnya."Hem?".Nathan berjalan keluar kamar .
"Apa artinya?".
Tidak membalas Nathan justru terus berlanjut keluar kamar. Nathan kembali tutun ke lantai bawah rumahnya. Ke sana untuk menikmati segelas susu yang sudah dingin tadi.
Mengambil gelas ini, Nathan menyeruput sedikit."Yehh dingin."Ujarnya mendengar langkah kaki Kenji yang menuruni tangga.".....Ini semua karena Kenji."Lanjutnya.
Baru saja menuruni anak tangga akhir."Nani!?".Kenji dengan mulut menganga.
Tidak bermaksud menjelaskan atau apa .Nathan justru melengos pergi begitu saja pergi ke dapur .Meninggalkan Kenji seorang diri di bawah tangga.
Kesal akan itu Kenji segera menyusul Nathan ke dapur. Di dapur Nathan tengah asik mencuci gelas kotor bekas meminum susu nya.
"Lu bilang apa tadi, cebong?".Kenji yang berdiri bersandar di pintu lemari es.
"Lupa."Nathan tanpa berpaling melihat Kenji yang sudah sangat kesal.
"Gue serius, Nat. Tulisan tadi apa artinya?".Kenji sedikit meninggikan nada suaranya.
"Silence."Balasnya singkat melangkah pergi dari dapur.
"Nat."Kenji yang cepat-cepat mengikuti langkah Nathan. Tanpa bertanya Nathan akan pergi ke mana.
Sampai di depan toilet tamu yang tersedia di lantai bawah. Nathan yang sudah ada di depan pintu toilet ini."Lu mau ikut?".
"He!?".Kenji cepat-cepat menghentikan langkahnya.
"Kecipir kering."Nathan melengos masuk ke dalam toilet meninggalkan Kenji yang berdiri di depan pintu toilet.
Baru saja keluar dari kamar mandi."AST**AJIM!!!".Ujar kaget Nathan melihat Kenji yang masih berdiri mematung di depan pintu toilet."....Lu kenapa, kecipir kering?".Kesal Nathan.
"Gue mau penjelasan yang tadi?".
"Kesunyian."
"Hah!?".
"Silence artinya kesunyian."
"Hem."
Mendorong kasar tubuh Kenji agar miring dari hadapannya."Minggir, bodoh!".
++++++++
Pukul. 20.10 Malam
Sudah menjelang malam saja. Dan posisi kedua pemuda ini tengah duduk berhadap-hadapan di ruang makan. Keduanya tengah menikmati menu makan malam sederhana buatan Nathan. Yang dibantu oleh Kenji dengan paksaan dari Nathan.
Ya, sangat tidak mungkin untuk Nathan. Yang penyakit malasnya kambuh mau di suruh masak sendiri. Sangat tidak mungkin.
Mengunyah makanan."Grup kelas ada berita apa lagi?".
Kenji yang baru saja ingin makan lagi."Belum tahu ,lihat saja di berita besok."Balasnya menatap lawan bicaranya sekilas.
"......Nanti lu bergadang memantau CCTV?".Sambungnya bertanya .
"Hem."Balas dehem Nathan .
+++++++