My Salvador

My Salvador
Eps.141 Strong Jovan



Osaka


Pukul. 20.25 Malam


Jum'at


Angin Jum'at malam yang sangat ramah kepada dua rival ini .Baik Jovan ataupun Nathan saling bertukar candaan yang sudah lama tidak mereka lakukan .Di bawah langit malam Jum'at ini.


Sahabat dari Bocil ini terlihat sama-sama sangat bahagia .Tertawa tanpa beban. Baik Nathan ataupun Jovan .


"Aahh...gue seneng bisa kayak gini lagi."Ujar Jovan tersenyum hangat melihat jalanan kota ini.


"Gue jadi ingin membuat Yudha emosi ,membuat Kevin ngomel ."Saut Nathan membalas dengan senyuman hangatnya .


"Yudha akhir-akhir ini makin sibuk ,tuh anak kan sudah punya kewajiban."


"Soal itu!Istri Yudha siapa sih bang**sat?Kenapa cuma gue yang belum kenal".


"Nanti lu juga tahu....". Menghentikan langkah kakinya."......masih jauh apa kurang jauh nihh...kaki gue sudah mau melepaskan diri dari tubuh ."


"Lebay!".


Mengelus lututnya."Serius be**go!Lutut gue sudah panah ."


"Itu pertanda kalau lu sudah tua aahhhhhhkkkkcc.....".Di barengi dengan tawa renyah Nathan .


"Idih!".


"Yasudah ayo o'on, keburu malam."Nathan yang berlalu lebih dulu .


Ekspresi wajah julid."Emang sudah malam."Gumam Jovan menyusul Nathan.


+++++


Pukul. 20.58 Malam


Nathan dan Jovan masih ada di dalam supermarket untuk membeli semua makanan dan bahan-bahan kebutuhan rumah Nathan yang mau habis .


"Waahh."Mata berseri-seri ,senyum yang lebar .


"Jangan coba-coba lu ambil! Walaupun cuma satu kaleng!".Nathan yang berlalu mendorong kereta belanjaan .


Mengomel sendiri di depan lemari pendingin."Jangan di ambil!Jangan ambil walaupun satu kaleng!....ilihh!".


Di sisi lain .Nathan beralih ke ranjang buah ,ia ambil beberapa macam buah di sana untuk ia beli .


Sudah dapat yang ia mau beli. Nathan berdiam diri sejenak untuk memperhatikan keranjang belanjaan nya .Untuk memastikan apakah semua sudah kebeli dan tidak ada yang terlewat tentunya .


Melihat Jovan dari kejauhan."Jov!Ayo."Ajak Nathan .


"Duluan saja ,gue masih ada yang mau di beli."


"Gue tunggu di luar ."Nathan berlalu mendorong kereta belanjaan nya ke meja kasir untuk melakukan pembayaran .


Selang beberapa waktu kemudian .Jovan keluar supermarket menghampiri Nathan yang tengah duduk seorang diri di depan supermarket menunggu dirinya .


"Lelet aji**m."Beranjak dari tempat duduknya ."Bantu gue bawa."Nathan memberikan ke kantung belanjaan besar kepada Jovan .


Ia yang juga membawa sekantung belanjaan yang tidak jauh berbeda dari Jovan .Berlalu lebih dulu meninggalkan supermarket.


Berjalan beriringan dengan Nathan."Lu bawa tas belanjaan dari rumah?".


"Ya."


Melihat Jovan sekilas ."Lu kapan pulang?".


"Lu ngusir gue?". Ekspresi menderita Jovan seakan maklum paling tertindas di dunia ini .


Pakkk...."Aarrrgghh.....panas nya pipi ku!".Ujar Jovan mengelus pipi berlambang cap telapak Budha .


"Makanannya kalau punya muka di kondisikan .Rival lu nih gatal tangannya tidak kenal tempat ."


"Gue lupa menghindar pula. Padahal biasanya gue paling sat set wat wet ."


"Asek!! Sat set wat wet tai ...lu berangkat sekolah saja selalu terlambat."


"Gue yakin pasti Kevin yang membuka aib-aib buruk ini."Jovan menjunjung tinggi tangannya.


Brugkk....menyenggol lengan Jovan membuat tubuh temannya ini oleng ."Diem bego!".


Jovan terdiam mengikuti arah fokus Nathan yang melihat sekeliling jalanan ini .Tidak faham dengan situasi .Jovan bertanya dengan nada bicaranya bergumam."Ada apa Nat?".


Masih fokus dengan suasana lingkungan sekelilingnya."Tidak biasanya jalanan di sini sesepi ini."


"Mungkin mereka semua sudah tidur."Balas enteng Jovan tanpa rasa curiga .


Fokus pada Jovan dengan tatapan serius ."Lu bisa bahasa Jepang kan?". Memotong ucapan yang belum sempat disuarakan."Iya atau tidak?".Tegas Nathan .


"Dikit-dikit."Jovan yang makin kepo."Ada apa?".


"Tidak!Yok lanjut ."Ajak Nathan melanjutkan perjalanan.


Sett......Batu berukuran cukup besar melintas dengan mulus di antara kedua pemuda ini .Jika saja Jovan tidak sigap menghindar .Mungkin kepalanya akan benjol besar ,atau mungkin lebih parah dari itu .


Brgukk......Terlalu reflek menghindar .Tubuh Jovan sampai membentur dinding tinggi di samping nya .


Langsung fokus pada Jovan ."Lu tidak papa?".


Nathan fokus ke arah batu tadi terlempar."Jih sial."Umpatnya .


"Hhhhhaaahh....cukup lincah, untuk seumur bocil."Sesosok pemuda muncul dari balik kegelapan sudut jalanan ini .


Jovan yang masih mengunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi nya dengan Nathan ."Dia siapa Nat?".


Tidak mengalihkan fokusnya kepada Reojin .Sesosok pemuda itu."Raja maut .Dia adalah salah satu pemimpin geng kejam di daerah ini."Jelas singkat Nathan masih dengan bahasa Indonesia.


"Dan dia memusuhi lu."Tebak Jovan jadi lebih dingin dari Nathan .


Memberikan kantung belanjaan ini kepada Nathan .Jovan mengambil langkah sedikit lebih maju ke depan Nathan ."Gue tidak terlalu bisa bahasa Jepang! Tapi karena lu pernah melukai rival gue.....".Menatap tajam bak sorot mata elang merah ."Lu juga berusaha dengan gue!".


"Jov breng***sek ini bukan orang biasa .Pemimpin geng di sini berbeda dengan brandal-brandal di negara kita , o'on."


"YAMETE!!".Tegas Jovan .


( DIAM!! )


"Gue tidak ada urusan dengan lu. CEPAT MINGGIR ."Ucap Reojin di barengi dengan munculnya beberapa anak buahnya yang sejak tadi bersembunyi.


"LU TULI?TIDAK DENGAR APA YANG GUE UCAPKAN TADI?!".


Melonggar otot-otot lengannya ."Jov lu serius?Lebih baik kita lari Jov!Gue beneran tidak ada minat berkelahi untuk hari ini...Jov lari saja yok! Jumlah tidak sedikit Jov."Dalam bahasa Indonesia Nathan yang tiba-tiba jadi ciut nyali.


"Lu diam saja, be**go!Lu selalu bilang baik-baik di sini. Tapi nyatanya!".Jovan tanpa berpaling melihat Nathan yang berdiri tidak terlalu jauh di belakang nya ."Gue sudah kenal lu dari kecil!...".Menengok ke belakang.".......Jangan habiskan kesenangan ini sendirian ,bang**sat!".Tersenyum manis .


Membuka lebar-lebar mulutnya ."Lahh!!".


"Kare o KOROSE." Suruh Reojin kepada 20 anak buah yang ikut bersamanya .


( Bunuh dia )


Bergumam dengan bahasa Indonesia."Okey...lihat si ganteng ini beraksi ."Jovan masang kuda-kuda siap berkelahi .


Nathan menundukkan kepalanya."Gue tidak akan yakin mereka semua akan baik-baik saja, gue tidak yakin .Sangat-sangat tidak yakin...".Gumam Nathan.


Dengan stamina full 100% .Jovan terus mengayunkan tendangan juga pukulan dengan sangat dangat baik ."Tendang ,pukul ,tendang ,pukul, tendang lagi, DAN PUKUL LAGI."Brugkk...... Beberapa anggota CB yang banyak itu berhasil di buat kao oleh Jovan yang stamina lebih banyak dari pada Nathan .


Di mana posisi Nathan .Nathan hanya diam menenteng dua kantong tas belanjaan nya tadi ."Aahh lama sekali .Gue benar-benar sudah ngantuk ."Gumamnya santai .


Brgukk......"KOROSE!!". Anggota terakhir untuk Jovan tumbangkan .


"Next....giliran lu."Jovan terdiam melonggar otot-otot lehernya .


"Terima akibat ,karena lu yang ikut campur urusan gue."Reojin langsung menyerang Jovan .


Tendang Reojin mendarat tepat di lengan kanan tameng Jovan untuk melindungi kepalanya .Berugkk.....


Pakk....meninju wajah Reojin .Menahan kaki kanan Reojin untuk Jovan gunakan alat membanting tubuh Reojin dengan sekali hempasan .Berugkkk.....


"Raja maut apanya?".Ucap enteng Jovan yang menganggap Reojin sudah menyerahkan.


Jovan berpaling menghadap Nathan berdiri."JOVAN!AWAS!".Teriak Nathan .


BERUGK..... karena terlalu meremehkan lawan .Pelipis kepala Jovan pun mendapatkan tendangan kuat dari Reojin .


Jovan hampir oleng ,ia membungkuk cukup lama merasakan sensasi pusing yang menyerang kepalanya .Akan tetapi dengan sedikit kesadaran .Jovan selincah mungkin berhasil menghindari serangan kedua Reojin .


Jovan menghindar di barengi dengan memulihkan kesadaran ."Tidak seharusnya gue meremehkan mu."Sorot mata dingin .Jovan tersenyum miring yang sangat mengerikan .


Brugk.... perkelahian kembali berlanjut .Dengan Jovan yang semakin serius melawan Reojin yang memiliki kemampuan bela diri hampir standar dengan kemampuan miliknya.


++++++++


Pukul. 22.00 Malam


Brugkk.....Tubuh Reojin hampir tumbang karena kelelahan melawan Jovan yang masih terlihat strong stamina .Namun salah seorang anak buah Reojin memasang badan sebagai sandaran tubuh Reojin.


Dalam sandaran itu .Reojin yang tersenyum miring kepada Jovan dan Nathan ."Gue berharap bisa menghancurkan lu."Reojin yang langsung berlalu meninggalkan tempat itu bersama anak buahnya .


Meninggalkan Jovan yang langsung ambruk saat gerombolan itu berlalu pergi jauh .Nathan yang melihat itu langsung berlari mendekati Jovan."Lu! It's okay?".


Meringis mendongak melihat Nathan."It's Okay Pala Lu Soak."


"HAHAHAHHHHH....Makannya jangan sok jago be**go!". Ucapan dan tawa Nathan yang langsung membuat suasana hening seketika entah karena apa .


Sampai akhirnya Nathan membuka suara."Ayo bangun! Sandarkan lengan lu bahu gue."


Dalam hening Jovan bangkit ."Gue akan jalan sendiri."Melihat kantong tas belanjaan."Biar gue saja yang bawa."Nathan faham dengan tatapan Jovan.


Dalam hening kedua pemuda ini melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda tadi .


Berjalan beriringan dengan Nathan."Lu beneran punya teman kan Nat, disini?".Tanya Jovan tanpa menghentikan langkahnya .


Tanpa melihat lawan bicaranya. Nathan tersenyum tipis."Ada....Kalau lu tidak percaya ,besok pagi antar gue berangkat sekolah .Nanti gue kenalkan lu ke teman-teman gue."


"Ehm."


"Ayo cepat jalanan!Gue belum mengerjakan tugas sekolah".


"Tidak biasanya lu rajin."


"Tugasnya tidak sedikit be**go."Nathan mempercepat sedikit langkah meninggalkan Jovan yang masih berjalan santai.