My Salvador

My Salvador
Eps.191 Suram



Indonesia


Pukul. 06.30 Pagi


Selasa


Tokk....Tokk...."Den Kenji ."Panggil Bi Mina di luar pintu kamar Kenji.


Kenji kebetulan baru bangun ,ia yang hendak ke kamar mandi harus urung. Langkah berlalu membuka pintu kamar nya ."Ada apa Bi?".Tanya Kenji yang membuka sedikit pintu kamar nya .


"Ada Mas Panji di bawah. Saya sudah mencoba membangunkan den Nathan akan tetapi tidak kunjung ada balasan. Maaf saya menganggu waktu istirahat den Kenji ."


"Aduh kecebong ."Batin Kenji geram ."Sebentar lagi saya akan turun .Nathan biar saya yang bangunkan ."


"Baiklah Den ,bibi permisi ."Pamit Bi Mina yang di balas anggukan ringan dari Kenji .


Selepas kepergian Bi Mina. Kenji mengurungkan niatnya untuk mencuci muka ataupun mandi terlebih dahulu. Ia yang masih mengenakan kaos putih gambar anime Naruto dan kolor hitam yang juga bergambar anime Naruto. Berlalu mendekati kamar Nathan yang kebetulan hanya ke gang dua kamar dari kamar yang ia tempati.


Brak....Brak.....Brak...Tidak seperti mengetuk pintu kali ini Kenji memukul-mukul pintu kamar Nathan dengan cukup keras ."WOY CEBONG BANGUN ,CEBONG!!".Di barengi dengan teriak nya .


"Kalau lu tidak bangun gue akan dobrak pintu kamar lu ."Belum ada balasan."Cebong bangun ada mas Panji. Lu tidak mau ke makam bi Rani .Lu tidak mau bertemu bi Rani."


Ckelekk......Pintu kamar ini hanya terbuka sedikit .Menampilkan separuh wajah Nathan dengan tatapan mata suram dingin."Gue akan turun sebentar lagi."Katanya pelan sebelum akhirnya menutup kembali pintu kamar nya.


Kenji yang masih terpaku di depan kamar Nathan ,loading cukup lama .Akhir tersadar dengan suara Panji ."Kenji."


Kenji langsung berpaling ke arah sumber suara."Nathan belum bangun?".


"Sudah mas ,dia sedang bersiap-siap."


"Hem."


"Seperti saya juga harus segera bersiap-siap."Kenji berlalu melewati Panji.


Panji yang masih berdiri di ujung tangga dengan fokus melihat ke arah pintu kamar Nathan yang tertutup rapat."Bisakah dia menerima kenyataan ini?".Tanya Panji entah kepada siapa .


Next.....


Panji beranjak dari tempat duduknya."Langsung berangkat karena berjalan ke kampung halaman bi Rani membuat waktu 3 sampai 5 jam ."


Mendengar itu Nathan hanya diam tanpa memberikan respon apapun. Berbeda dengan Kenji yang langsung membalas ."Baiklah ayo berangkat ."


Nathan hanya dia mengikuti. Bahkan sampai mobil yang di kemudikan Panji memulai perjalanan pun .Nathan masih terdiam duduk seorang di di kursi penumpang tengah.


Nathan terdiam melamun memperlihatkan luar jendela mobil .Kenji yang duduk di depan dapat memperhatikan itu dari kaca spion mobil."Nanti mampir cari makan dulu mas Panji."


"Iya kalian berdua pasti belum sarapan ."Balas Panji yang tetap fokus mengemudikan mobil.


"Mau makan apa Nat?".Basa basi Kenji kepada Nathan yang hanya diam membisu .


Yang di tanya tidak ada respon untuk membalas .Karena yang di tanya hanya fokus melamun memperlihatkan pemandangan luar jendela mobil.


"Nasi bebek saja ."Saut Panji memecah kecanggungan ini.


++++++++


Pukul. 08.32 Menjelang Siang


Sesuai dengan keinginan Kenji tadi .Kini Panji mengajak ke dua pemuda ini untuk singgah di rumah makan .


Walaupun makannya sudah datang. Nathan tetap terdiam, ia hanya memilih sekilas makanannya .Sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya. Berlalu meninggalkan Panji dan Kenji tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Kenji hendak menghentikan Nathan. Namun Panji menggenggam pergelangan tangan nya."Biarkan dia sendiri."Kata Panji .


Fokus pada lawan bicaranya."Tapi dia belum makan sejak kemarin. Bagaimana jika dia sakit?".Nada bicara Kenji yang semakin mereda khawatir.


"Dia akan baik-baik. Lebih baik kamu makan sekarang."Kata Panji mengalihkan perhatian ke arah lain ."Mas ."Panggil Panji kepada karyawan rumah makan ini .


Karyawan laki-laki ini mendekati meja makan Panji dan Kenji."Yang ini tolong di bungkus mas ."


"Baik mas ,permisi ."Karyawan laki-laki ini membawa menu makanan yang belum Nathan sentuh kembali ke dapur untuk di bungkus .