My Salvador

My Salvador
Eps.44 Kunjungan & Ketemu



Osaka .


Pukul ,07.10 ,pagi


Jum'at


Di cuaca pagi yang mendukung ini .Kenji berangkat naik motor bersama ayahnya ,untuk pergi ke rumah Nathan. Setibanya di sana ,Yoshi memarkir motornya dan berganti menyalahkan mesin mobil milik Nathan .


Iya ,di hari ini Kenji dan Nathan akan berangkat ke sekolah dengan di antar naik mobil oleh paman Yoshi. Karena di hari ini adalah hari keberangkatan mereka berdua ke daerah Kalin .Daerah yang akan di kunjungi kelas mereka .Untuk acara festival pergantian musim .


+++++++++


Saat yang di tunggu-tunggu telah tiba .Kelas ,MIPA C dan kelas MIPA D akan segera berangkat ke daerah Kalin .Daerah yang akan mereka kunjungi ,dan akan bermalam di sana selama dua hari .


Dan kini seluruh murid kelas D dan C ,sudah berbaring di halaman depan sekolah mereka. Seluruh murid-murid itu tengah berbaring menurut kelas mereka masing-masing untuk absen, sebelum mereka masuk ke dalam bus .


Selesai wali kelas mengabsen murid-murid sembaring murid-muridnya masuk ke dalam bus bergiliran .


Baik kelas MIPA D ataupun C sudah masuk ke dalam bus kelas mereka masing-masing. Bus kelas D berangkat lebih dulu yang baru akan di susul oleh bus kelas C .


Di dalam bus C. Hiroyuki ,Nathan ,dan Kenji duduk di kursi panjang paling belakang ,bersama dengan Kalisa dan Mika yang sama-sama duduk di sana.


Murid yang lain begitu sangat bising membuat suara sepanjang perjalanan .Namun bagi kedua pemuda ini kata bising tidak akan mengacau ketenangan mereka .


Siapa mereka kalau buka ,Nathan dan Kenji. Kedua pemuda yang dari awal masuk bus sudah tidur .Tidur selama perjalanan berlangsung, tentunya.


++++++++++++


++++++++


Seoul


Pukul ,10.09 . menjelang siang


Cuaca mendung melanda daerah ini ,hujan rintik-rintik berjatuhan sejak pagi hari tadi .Sehingga cahaya matahari sejak tadi tertutup awan abu-abu ,mendung yang mendominasi di atas sana.


Cuaca mendung ini seakan tahu rasa sakit hati terluka wanita ini .Wanita yang mulai menua .Wanita tengah duduk ,di sova kamarnya yang menghadap ke jendela kaca kamar yang gordennya terbuka lebar .Kim Chil-sul, wanita yang tengah menangis dalam diam sendirian di dalam kamar tidurnya.


Kalian pasti bertanya-tanya. Dimana keberadaan putranya saat ini?Kenapa dia tidak menemani ibunya yang masih sakit?Tidak, dia tidak meninggalkan ibunya, tetapi urusan pekerjaan di rumah sakit yang mengharuskannya untuk segera berangkat bekerja .


Sebenarnya Jee Ghie-hye ingin mengambil cuti beberapa hari .Namun ibunya tidak mengijinkannya untuk bercuti. Ibunya bersikeras kepadanya untuk tidak sampai bercuti kerja dengan alasan merawat dirinya yang sedang sakit .


Ibunya juga berkata ,tidak baik meninggalkan kewajiban. Apalagi dengan pekerjaan yang menjadi dokter mengharuskan menangani banyak nyawa orang. Itu juga menjadi alasan ibunya tidak membiarkan dirinya untuk mengambil cuti.


Dengan berat hati sekali lagi ,Jee Ghie-hye pun menuruti keinginan ibunya .Ia tetap berangkat bekerja seperti hari-hari biasanya .


+++++++


Berlahan-lahan Kim Chil-sul beranjak dari atas sova yang ia duduki tadi .Dengan di bantu oleh satu tongkat sebagai penyangga dirinya berdiri .


Langkahnya yang berlahan ini ,ia berlalu pergi dari sana .Ia berjalan keluar kamar tidurnya karena suara bel pintu depan apartemen terus menggema memecah gendang telinga .


Ia yang sudah berdiri tidak jauh dari pintu depan apartemennya ,melihat pintu ini sudah di buka oleh seorang dari luar .


Masuk ke dalam apartemen. Seseorang perempuan tinggi ,berparas cantik ,dengan rambut panjang dan bergelombang disana. Wanita itu mendorong kereta bayi masuk ke dalam apartemen ini.


Kim Chil-sul yang sudah mengenal siapa wanita yang tengah berdiri di depannya, berkata."Kamu istri Ghie-hye?".


Wanita itu hanya diam membisu ,ia taruh tas slim bag yang tidak terlalu besar di dekat Kim Chil-sul berdiri ."Maaf bu ,saya mau titip putra saya."


"........Di cucu ibu kan ,ibu pasti bisa menjaganya ."


Kim Chil-sul yang masih di posisi yang sama."Emang kamu mau ke mana ,nak?".Ia yang masih bersikap ramah kepada menantunya yang menatap dirinya dengan dingin .


*Seo Zhu-ye ,wanita berpostur tubuh bagus bak gitar Spanyol nan tinggi ini ,juga memiliki wajah yang sangat cantik di tambah dengan rambutnya yang berwarna dark red panjang terurai dan bergelombang Ini ,adalah istri Jee Ghie-hye .Mereka berdua sudah menikah selama dua tahun dan sudah di karuniai Malaikat kecil yang sangat tampan .Joo Zon-jun nama putra pertama mereka .*


Sedikit membentak."Bukan urusan ibu .Ibu tidak mau menemani cucu mu?".


Kim Chil-sul langsung membalas cepat ."Tidak-tidak nak ,bukan begitu ."


".........Ibu akan menjaga cucu ibu .Sudah lama ibu tidak pernah bersama dengan cucu ibu ."


"Hem, saya permisi .Dan iya jangan bilang ke Ghie-hye kalau saya menitipkan anaknya bersama ibu ."Seo Zhu-ye yang beranjak pergi dari sana ,tanpa memperdulikan keadaan ibu mertuanya yang untuk jalan saja di bantu oleh tongkat .


Sedangkan Kim Chil-sul sendiri juga tetap senang hati mengiyakan ,toh dia juga tidak pernah bertemu dengan cucunya sejak awal cucunya lahir .


Kim Chil-sul tidak pernah bertemu ataupun memeluk cucunya dari dekat ,karena suaminya yang selalu melarangnya untuk pergi keluar rumah .Apalagi untuk mengunjungi putranya .Dan jika Kim Chil-sul melanggar makah siksaan akan langsung ia dapatkan dari suaminya yang tidak pernah menganggapnya ada .


+++++++


Selepas kepergian menantunya .Kim Chil-sul beranjak berlahan untuk mendorong kereta bayi cucunya ke dalam .Ia bawa kereta bayi itu ke ruang tengah ,lalu berlalu kembali lagi ke pintu depan untuk mengambil tas tadi yang masih tergeletak di depan pintu .


Kini Kim Chil-sul tengah terduduk di sova ,fokusnya melihat ke dalam kereta bayi .Di sana ada Joo Zon-jun cucunya yang tengah tertidur .


Kim Chil-sul sangat ingin memindahkan cucunya yang tidur ini ke atas tempat tidur .Akan tetapi ia takut membangunkan cucunya. Alhasil ia memilih menemani cucunya yang sedang tidur di kereta bayi .Sembaring membaca buku.


+++++++++++


Pukul ,10.56. Siang


Masih di posisi yang sama. Kim Chil-sul melihat cucunya yang mulai bangun membuka kelopak matanya berlahan-lahan pun langsung menarik kereta bayi itu lebih dekat dengannya lagi .


Ia dekatkan jarinya ke cucunya yang tangannya bergerak .Joo Zon-jun menggenggam jari tangan neneknya dengan tangan mungilnya ,sembaring memperlihatkan kedua gigi kecilnya yang baru tumbuh.


Sangat mengemaskan .Kim Chil-sul bahkan sampai terhanyut meneteskan buih bening .Buih bening bahagianya ,karena bisa dekat dengan cucu pertamanya .


Dengan posisi yang masih sama ."Joo Zon-jun mau minum susu?".


Seakan mengerti dengan ucapan neneknya .Joo Zon-jun mengangguk-angguk kan kepalanya ,sembaring mengayunkan jemari neneknya yang masih ia genggam.


"Sebentar ya sayang, nenek akan membuat susu untuk kamu ."Kim Chil-sul sembaring melepaskan jarinya dari tangan mungilnya cucunya .Ia menganti dengan maina yang ada di dalam tas tadi .


Setelah cucunya sudah lebih asik dengan mainannya .Kim Chil-sul bergegas beranjak pergi dari sana untuk pergi ke dapur membuat susu untuk cucunya.


Dan tanpa Kim Chil-sul sadari .Jee Ghie-hye sudah ada di dalam apartemen .Jee Ghie-hye masuk ke dalam apartemen dengan membawa beberapa kantung plastik berisikan kotak makanan untuk ibunya .


Setibanya ia di ruang tengah ,ia langsung mempercepat langkahnya di kala melihat kereta bayi di sana .Jee Ghie-hye taruh makanan yang ia bawa di meja .Ia langsung berpaling melihat ke dalam kereta bayi yang terdapat putranya di sana yang tengah bermain dengan mainannya .


Jee Ghie-hye membungkukkan badannya ,untuk menggendong putranya dalam pelukannya."Sialan wanita itu ,apakah dia tidak punya hati. Beraninya dia meninggalkan anak saya bersama dengan ibu yang sedang sakit ."Batinnya geram .Akan tetapi tetap memperlihatkan senyum hangatnya kepada putranya yang sangat senang dalam gendongan ayahnya .


Di tengah-tengah itu .Kim Chil-sul yang baru saja selesai membuat susu untuk cucunya berlari kecil kembali ke ruang tengah .Seakan rasa sakitnya menghilang begitu saja ,setelah melihat cucu kesayangannya bersama dengannya .


Namun setibanya di ruang tengah ia mendapati putranya yang sudah ada di sana mengendong anaknya .Jee Ghie-hye yang menyadari kedatangan


ibunya ,berjalan mendekati ."Ibu kenapa tidak pakek tongkat ,nanti kalau jatuh bagaimana?".Memperlihatkan wajah khawatirnya .


Kim Chil-sul menyungging senyumnya."Sudah tidak sakit ,Ghie-hye .Setelah melihat cucu yang tampan ini ."Mengelus pipi putih cucu cucunya.".......Sakit ibu langsung hilang ."


"Ahh ibu mana bisa ,ibu bohong kan?".Jee Ghie-hye yang tidak percaya semudah itu .


"Benar nak ,ini ibu baru saja membuatkan susu untuk cucu yang tampan ini ."Gemas Kim Chil-sul.


Jee Ghie-hye terdiam ia tidak ingin bertanya lagi ,apa lagi keinginannya yang ingin bertanya bagaimana istrinya bisa membawa putranya ke sini . Sementara semalam kemarin, istrinya sudah berjanji akan menjaga putranya .Selama seminggu ini .


Bahkan mereka membeli rumah apartemen sendiri-sendiri .Dan rumah besar yang sudah setahun mereka berdua tempat tinggali ,mereka tinggal begitu saja .Sejak pertengkaran besar di hari itu ,komunikasi di antara mereka semakin memburuk.


Bahkan setelah melahirkan anak pertamanya ,Seo Zhu-ye sikapnya semakin berubah .Ia sering mengabaikan putranya ,juga suaminya .Ia lebih memilih sibuk dengan pekerjaannya sebagai model, dari pada harus sibuk merawat putranya.


Jee Ghie-hye tidak mempermasalahkan pekerjaan istrinya ,ia hanya sering mempermasalahkan kenapa istrinya begitu tega meninggalkan putranya yang masih kecil sendirian di rumah dan tidak pernah meluangkan waktu sedikit pun saja untuk menemani putranya.


Istrinya juga sering menitipkan putranya ke penitipan anak, tanpa sepengetahuan suaminya .Itu membuat Jee Ghie-hye sebagai suami semakin marah dengan istrinya, setelah mengetahui dengan jelas tindakan istrinya.


Di hari itu ,di malam pergantian tahun .Jee Ghie-hye langsung membawa anaknya pergi bersamanya .Ia sudah tidak perduli lagi dengan istrinya ,ia sudah lelah setiap hari harus bertengkar dengan wanita yang mementingkan dirinya sendiri.


Jee Ghie-hye memilih untuk merawat putranya sendiri, terkadang di saat bekerja ia menitipkan putranya ke penitipan bayi yang sudah tersedia di daerah tempatnya tinggal .Sebenarnya ia tidak suka melakukan ini ,akan tetapi pekerjaannya juga tidak bisa ia tinggalkan setiap waktu .


Walaupun ia selalu sibuk ,ia selalu mengusahakan tidak pernah terlambat menjemput putranya di penitipan bayi setiap hari .


++++++


Back to Stories


Kini mereka berdua kembali duduk di sova .Jee Ghie-hye juga memberikan makanan yang ia beli tadi kepada ibunya .


Jee Ghie-hye menemani kedua orang ke sayangannya sampai jam makan siang selesai .Kurang dari beberapa menit ,Jee Ghie-hye berpamitan kembali berangkat bekerja .Karena batas ijinnya hanya sampai jam makan siang habis saja ,setelah itu ia harus kembali fokus dengan pekerjaannya kembali .


+++++++++++++++++


+++++++++++


Osaka


Pukul ,11.30.Siang


Jum'at


Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat.Setelah turun dari dalam bus tadi ,mereka langsung di persilakan untuk istirahat sejenak .Karena tibanya bus mereka di daerah Kalin ,sudah pukul 11.10 siang jam istirahat.


Yang membuat mereka memiliki waktu untuk beristirahat di dalam kamar villa menurut nomer yang mereka dapatkan tadi. Dan setiap kamar di isi empat sampa tiga murid ,baik laki-laki ataupun perempuan .


Villa perempuan ada di bawah ,sementara villa laki-laki ada di atas jauh dari Villa perempuan .Di Villa perempuan di jaga oleh walikelas MIPA D ,yang walikelas nya seorang perempuan.Dan untuk villa laki-laki di jaga oleh ,Sensei Hajime walikelas MIPA C .


Dan kini ketiga pemuda yang mendapat kamar terakhir ,kamar yang paling ujung .Kamar yang sangat jauh dari bawah .


Hiroyuki sekamar dengan dua pemuda yang sangat menyusahkan hidupnya .Kenji dan Nathan ,ke dua pemuda yang dari awal sampai tadi sudah menghilangkan dari tempat .Alhasil Hiroyuki yang direpotkan mencari keberadaan berdua nya. Yang setelah di cari keliling-keliling dengan amarah yang sudah mengembung-gembung, ternyata mereka berdua ada di toilet .


Iya, Kenji sedang mengantar Nathan ke toilet untuk buang air kecil .Alasannya karena Nathan sendiri yang belum mengenal baik tempat ini .Namun mereka berdua membuat kesalahan dengan tidak ijin terlebih dahulu .Yang membuat Hiroyuki kebingung dengan anggotanya yang tiba-tiba menghilang.


Setelah ketemu, kalian pasti sudah bisa menebak. Apa yang akan di lakukan Hiroyuki ke pada kedua temannya ini. Dan kini apesnya ,ia harus satu kamar dengan kedua pemuda ini .Karena Sensei Hajime menyarankan mereka untuk satu kamar ,agar mempermudah mereka saat mendapatkan tugas darinya .


Bahkan kalimat yang terucap dari mulut Sensei Hajime masih menggema di telinga Hiroyuki sampai sekarang, Membuat Hiroyuki terkapar tertidur terlentang di dalam kamar villanya .


Oh, ya perlu kalian tahu. Villa yang mereka tempati saat ini bergaya rumah tradisional Jepang. Villa yang sangat mendukung keadaan sekitar alamnya subur .Dekat dengan bukit ,dan hutan subur ,kaya akan pepohonan maple yang membuat banyak dedaunan momiji yang berjatuhan .


Terlihat sangat cantik sekali ,juga indah .Karena dapat melihat warna warni dedaunan momiji yang berguguran dari pintu belakang Villa mereka yang menghadap ke hamparan hutan .


Kenji yang memperhatikan Hiroyuki yang tidak kunjung beranjak dari zona nyamannya, berkata sedikit bergumam kepada Nathan yang duduk tidak terlalu jauh darinya."Hem ,Hiro baik-baik saja kan?Gue takut dia jadi gak waras gara-gara kita ."


Nathan yang masih terfokus bermain game di ponsel."Nanti juga sadar ."


"Hemm."


Menaruh ponsel sembarangan ."Kenji."


"Hemm?".


Yang terfokus menatap lawan bicaranya."Nanti tidur di mana?Di sini cuma ada lantai kayu."


Mengalihkan perhatian ke sisi lain bufet lari dua pintu yang kecil ,lemari yang dekat dengan Hiroyuki tidur terlentang dengan malas."Tuh ,tidur pakai itu nanti ."


Nathan yang masih belum faham ."Tidak pakek alas."


Menatap malas."Sudah ada alasnya itu, tinggal rentangkan saja ."


"Kasurnya jadi satu sama selimutnya ."


"...... Kasurnya empuk kan?". Lanjutnya bertanya .


"Empuk ,gue tiap hari juga tidur pakek itu ."


Semakin tertarik dengan pembicaraan ,Nathan mengatur posisi duduknya menghadap Kenji ."Itu kan tidak lebar ,emang nyaman?".


"Gue punya tidak kayak gitu ,sedikit besar punya gue."


"Oh ."


Hiroyuki yang masih di posisi yang sama ."Sudah jam berapa?".


Kenji yang melihat jam dinding yang tersedia di sana."Jam 12 ."


Setelah mendengar jawaban itu .Hiroyuki langsung beranjak cepat dari zona nyamannya ."Gue akan pergi ,kalian jangan buat rusuh selama gue pergi ."Menatap dingin kepada Nathan dan Kenji yang mengangguk-angguk.


Ia langsung berlari kecil membuka pintu depan untuk pergi dari sana .


Selepas kepergian, Hiroyuki keadaan di dalam masih baik-baik .Kenji yang tidurnya di lantai berbantalkan jaketnya ,dan Nathan yang kembali fokus dengan layar ponselnya.


+++++++


Jarum jam semakin berputar cepat .Hari juga mulai menjelang sore ,akan tetapi Hiroyuki belum kunjung kembali .


Dan kedua pemuda ini masih berdua saja di dalam kamar penginapan. Kenji yang menyadari hari menjelang sore ,segera beranjak dari tempatnya tidur untuk segera mandi .


Menyusul Nathan yang sudah akan bergegas mandi .Nathan yang sudah mendapatkan pakaian gantinya berlari kecil ke pintu kamar mandi .Akan tetapi bersama dengan itu tanpa sadar Kenji juga ingin masuk ke dalam kamar mandi .


Kedua lengan mereka saling bertabrakan. Membuat keduanya sama-sama membulatkan bola matanya menatap satu sama lain .


Dan masih di posisi yang sama ."Lu kenapa ngikutin gue ."Ucap ketus Nathan .


Kenji yang juga masih di posisi yang sama."Gue tidak ngikutin lu ,baka!".


"Ini ,gue mau mandi saja lu ikut-ikutan."Nathan yang membela dirinya .


"Gue emang mau mandi ,sudah jamnya. Lu tidak lihat!?".


"Gue tahu ,tapi lu kan bisa menunggu gue selesai mandi, o'on!".


"Tidak ,kan gue yang mau mandi duluan ."


"Gue ,to**lol. Lu tidak mengerti kata mengalah sama yang lebih muda ."


"Tidak, yang muda yang seharusnya mengalahkan. Bukan gue!!".


"Idih ,tidak .Gue yang akan mandi duluan!".Nathan yang ingin menerobos masuk duluan .Namun di halangi oleh Kenji yang juga ingin masuk lebih dulu .


Di tengah-tengah keributan itu, tiba-tiba pintu kamar mereka di buka paksa dari luar .Membuat mereka tersadar dan sama-sama terdiam menengok ke arah pintu yang sudah terbuka .