
Osaka
Pukul. 20.09 Malam
Senin
Selepas berganti pakaian di rumahnya. Kini Kenji sudah ada di kediaman rumah Nathan. Hampir setiap hari Kenji ke sini untuk memberikan beberapa buku catatan nya kepada Nathan.
Nathan sudah mengikuti kelas online .Namun ia tidak begitu suka mencatat, ia melebih suka meminjam buku milik Kenji .Yang kata Nathan lebih akurat.
"Nat....Nathan."Dorr....Dorr...Dorr....Kenji mengetuk-ngetuk pintu kamar Nathan dengan kasar berkali-kali.
Membuka pintu ini berlahan. Nathan memperlihatkan separuh wajah suram ekspresi datar."Apa?".
"Kenapa hari ini lu tidak mengikuti kelas online?Guru matematika tadi mencari lu ,lu melewatkan ulangan harian dari ini."
"Hemm."Hendak menutup pintu kamar nya kembali .Namun Kenji segera menahan nya."Jangan di tutup. Makan dulu Nat."
"....Lu dari pagi belum makan sama sekali ."
"Nanti saja gue ngantuk."Balas Nathan tanpa merubah ekspresi wajah nya .
"Lu kenapa sih?Lu kayak bukan Nathan yang gue kenal....mengurung diri, tidak mau makan .Lu kenapa Nathan?".
"Kalau sudah selesai lu bisa pergi."Nada suara datar Nathan kepada Kenji .
Ingin menutup pintu kamarnya kembali. Lagi-lagi Kenji menghalangi dengan telapak tangan sampai terjepit piring pintu.
"Lu harus makan Nathan. Gue tahu lu khawatir memikirkan keadaan kak Riska yang tidak memberikan kabar sama sekali. Akan tetapi tidak gini juga Nathan .Lu juga harus jaga kesehatan .Lu harus ikut gue turun dan makan."Tutur kata Kenji berusaha membujuk Nathan yang keras kepala.
"Tidak. Kata siapa gue khawatir dengan itu ."Ucap Nathan."Gue lelah ,jangan ganggu gue ."Melepas kasar tangan Kenji dari pintu nya. Nathan langsung menutup paksa pintu kamar tidurnya .
"Siapa lu?".Kenji fokus pada pemuda yang sudah duduk dengan santai di Sova ruang tamu rumah Nathan .
Fokus pada arah Kenji berdiri."Di mana Nathan?".Tanya pemuda ini.
"Tidak ada."Balas singkat Kenji.
Menyungging bibir keatas sedikit miring."Umm....Seharusnya dia ada .Masak ada tamu dari jauh tidak mendapatkan sambutan apapun."Ucap Pemuda ini dengan nada suara santainya.
"Gue bilang pergi .Nathan tidak ada di rumah."Nada suara Kenji yang mulai meninggi .
"Kalau tidak mau ,lu mau apa?".Pemuda ini justru memanas-manasi Kenji agar semakin marah padanya ."Gue akan tetap di sini sampai Nathan kembali."
Geram .Kenji langsung melangkah mendekati pemuda ini .Ia tarik paksa kerah pakaian nya .Kenji menarik paksa pemuda ini agar keluarga dari rumah .
Namun Brugkk.....Pemuda ini justru memutar balikkan membantai tubuh Kenji dengan gampangnya ke ubin keramik rumah .
Cukup kuat mendapatkan balasan tidak terduga."Aaarr.....". Kenji mengerang kesakitan di posisi tidur tengkurap.
Menekan punggung atas Kenji dengan satu kakinya ."Gue tanya sekali lagi. Di mana Nathan?".
"Dia tidak ada di rumah. Dia sudah pergi ."Kenji yang masih berusaha menutupi keberadaan Nathan .
Semakin menekan punggung Kenji .Membuat Kenji sedikit kesulitan bernafas."Lu pikir gue akan percaya semudah itu."
"DI MANA NATHAN?."Menekan lebih kuat lagi .Kenji semakin kesulitan bernafas ataupun bicara.
"Apa mau lu?".Nada suara yang di cari-cari pemuda ini terdengar menggema dingin .
Pemuda ini menghentikan perlakuan kasarnya kepada Kenji. Ia berdiri dengan baik menghadap arah Nathan berdiri .Di ujung bawah tangga terakhir.
Kasano pemuda yang berperilaku kasar kepada Kenji. Dan memaksa masuk ke dalam rumah Nathan .Yang sudah tidak perlu di jelaskan lagi, jika Kasano telah melumpuhkan tiga bodyguard kediaman rumah Nathan .