
Osaka
Pukul 00.59
Yoshi yang tidur di sova ,tiba-tiba terbangun .Ia alihkan perhatiannya melihat putranya yang terlihat masih terjaga, melamun menatap kosong ke langit-langit kamar rawatnya .
Alhasil Yoshi segera beranjak dari atas sova ,ia berjalan mendekati putranya yang bahkan tidak menyadari kedatangannya.
Yoshi genggam telapak tangan putranya, membuat Kenji sedikit terkejut."Ada apa, Kenchii?".Tanya Yoshi menatap khawatir putra tunggal nya.
Kenji segera menggeleng ringan ."Tidak ada apa-apa, Yah."Balasnya yang menyungging senyum tipis dengan fokusnya menatap kearah ayahnya.
"Hem."Yoshi yang membuang nafasnya dengan kasar sembaring duduk di kursi kecil dekat brankar pesakitan putranya berbaring .
Kini manik matanya yang sudah terfokus kepada putranya."Kalau gitu kenapa kamu belum tidur?".
Kenji menyungging senyum tipisnya sembaring berkata ."Kenji terbangun ,Yah."
"....Tadi saya kan sudah tidur lama ,jadi sekarang sulit tidur ."Lanjutnya.
"........Ayah tidur saja ,besok ayah kan harus kerja."Sambungnya kembali.
"Ayah sudah menyerahkan bengkel sementara waktu kepada Hiro .Ayah ingin fokus merawat kamu sampai sembuh ."Balas Yoshi dengan perkataan putranya.
Dengan perhatian yang masih sama."Ayah kerja saja .Kenji baik-baik saja ko disini sendirian .Kasihan Hiro ayah ,iya kan juga harus sekolah .Nanti dia jadi kebingungan membagi waktu sekolahnya dengan waktu kerja para waktunya di bengkel ayah, kalau ayah nambah waktu jam kerjanya ."Kata Kenji panjang lebar .
"Hem ,baiklah ayah besok akan tetap bekerja .Nanti ayah akan memberi kabar Hiro."Balas ayahnya yang lebih mengalahkan dengan perkataan putranya.
Masih dengan fokus yang sama ,Yoshi yang masih khawatir dengan keadaan putranya kembali bertanya ."Kamu beneran tidak papa ayah tinggal sendirian disini?".
"Tidak papa ayah ,saya juga sudah baik kan."Katanya berusaha menyakinkan ayahnya .
Yoshi mengelus lembut pucuk rambut kepala putranya sembaring menyungging senyumnya."Yasudah kamu tidur lagi."
Kenji mengangguk ringan sembaring memejamkan matanya. Yoshi yang masih setia duduk di samping putranya, untuk menemani putranya sampai benar-benar terlelap dalam tidurnya .
+++++++++++
Pukul 07.52
Kamis.
Pemuda dengan seragam sekolah hanya belum rapi, ia kenakan berlarian ke sana kemari. la teguk susul segelas yang sempat pemuda itu buat tadi .Selesai dengan itu, ia ambil dua tumpuk roti yang sudah di beri selai coklat .Dengan mulut yang mengigit roti tadi ,pemuda itu segera bergegas pergi ke ambang pintu dapan rumahnya .
Ia kenakan sepatunya cepat-cepat .Setelah selesai, ia segera membawa tasnya keluar rumah .Berjalan terburu-buru keluar rumah lalu segera menaiki sepedanya .
Pemuda itu bergegas berangkat sekolah sampai lupa untuk mengunci kembali gerbang rumahnya .
Mengayun medal sepedanya dengan kecepatan di atas rata-rata untuk bergegas berangkat ke sekolah.
Setibanya di perempat gang seperti biasa pemuda itu menghentikan laju sepedanya.
Menghentikan laju sepedanya ."Cepat bang ,KITA TELATT!!".Panik Nathan ,pemuda yang terburu-buru mengendarai sepedanya tadi .
Benji langsung menaruh tasnya di ranjang sepeda Nathan dan bergegas mendudukkan pantatnya di atas sadel sepeda Nathan .
Benji mengambil alih mengendari sepeda Nathan .Sementara Nathan duduk di boncengan belakang sepedanya.
Benji ayunkan medal sepeda Nathan dengan kecepatan rata-rata atau cepat. Karna jarak sekolah mereka dengan jarak rumah mereka sedikit jauh. Jadi membuat kedua pemuda itu harus berusaha keras mempercepat mengayun sepeda mereka untuk cepat-cepat sampai di sekolah dengan waktu yang sudah hampir habis .
+++++++++
Setibanya di sekolah ,kedua pemuda yang sudah sampai di parkiran sepeda sekolah segera bergegas turun .
Nathan yang kelasnya paling tersembunyi terpaksa beranjak pergi lebih dulu ."GUE DULUAN BANG!".Pamit Nathan kepada Benji yang masih fokus memarkirkan sepeda Nathan .
Sesampainya di kelas 10 C yang sudah ramai dengan murid-murid yang sudah ada di dalam kelas .Pemuda dengan seragam sekolah yang sedikit berantakan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.
Hiroyuki yang menyadari kedatangan Nathan ."Nathan, kemarin bagaimana bisa Kenchii kayak gitu?".Manik hitam lekatnya yang fokus kepada lawan bicaranya .
Nathan yang sudah terduduk di kursinya ."Tidak tahu ,tanya saja sama Kenji ."Balasnya .
"Hem."Dehem Hiroyuki .
Belum sesaat Nathan terduduk di kursinya. Bersamaan dengan itu guru pengajar pelajaran jam pertama masuk ke dalam kelas 10 C .Seperti biasa semua murid-murid duduk terdiam fokus dengan guru di depannya yang menerangkan materi pelajaran hari ini .
++++++++++++
Pukul 07.30
Pemuda yang masih tidur terlentang di atas brankar pesakitan rumah sakit mengerjapkan matanya berlahan untuk menghilangkan pengelihatan kaburnya ,khas seperti orang yang baru bagun tidur lakukan .
Kini manik hitam lekatnya melihat sekeliling kamar rawatnya yang terasa sangat sunyi ,hanya ia seorang di dalam sana .Pemuda itu berusaha membangunkan badannya ,ia yang sudah berhasil terduduk .
Mencoba beranjak turun dari atas brankar tidurnya .Dengan berlahan ia turunkan satu persatu kakinya ,yang masih terasa sangat lemas jika untuk berdiri saja .
Akan tetapi pemuda itu tetap memaksakan kemauannya. Tangan kanan yang berpegangan pada tiang infus ,dan tangan kirinya yang berpegangan kuat ke pinggir brankar tidurnya. Pemuda itu berusaha untuk berdiri tegak ,di rasa kedua telapak kakinya sudah nampak di ubin rumah sakit ,ia langkahkan kakinya berlahan berjalan mendekati jendela kamar rawatnya dengan berpegangan pada tiang infus nya .Pemuda itu berjalan mendekati jendela yang tidak terlalu jauh dari tempat brankar pesakitan tidurnya .
Di saat sudah di depan jendela yang masih tertutup rapat dengan gorden rumah sakit ,ia pun membuka gorden jendela yang tertutup itu belahan.
Cahaya terang sang surya langsung menembus masuk ke dalam jendela kaca kamar tidurnya .Menyinari wajah pemuda yang kini sudah berdiri didepan jendela kaca itu .
Pemuda itu memejamkan matanya sekilas menghindar silau dari cahaya terang sang surya .Lalu ia buka kembali matanya berlahan,ia lihat pemandangan di bawah luar jendela rumah sakitnya .
Manik hitam lekat pemuda itu terfokus melihat taman cantik rumah sakit yang ada di bawah sana .Banyak anak-anak kecil bermain-main di sana ,ada dari sebagai juga adalah pasien rumah sakit yang sama sepertinya yang sedang berjalan-jalan santai menikmati mentari pagi .
Di kalah fokusnya memperhatikan luar jendela tiba-tiba seseorang perawat wanita datang, masuk ke dalam kamarnya dengan membawa nampan berisikan makanan untuknya .
Dengan menyungging senyumnya ."Ohayogozaimasu ,tuan."Sapa perawat itu melangkah masuk dengan menaruh nambah makan yang ia bawah di atas meja makan beroda yang tidak terlalu jauh dari brankar.
"Silakan di makan tuan ,setelah itu minum obatnya ." Kata Perawat itu dengan ramah.
Kenji ,pemuda yang hanya terdiam memperhatikan luar jendela kamarnya .Ia hanya berpaling melihat perawat itu sekilas sebelum ia kembali memalingkan perhatiannya keluar jendela kamar rawatnya .
Perawat itu masih tersenyum ramah."Saya permisi tuan ,semoga lekas sembuh."Perawat itu berlalu pergi meninggalkan kamar rawat Kenji.
Kenji melangkah mendekati makanan yang diantar tadi .Ia lihat makanan itu ,belum juga ia memakannya perutnya sudah terasa sangat mual .Akhirnya Kenji mengurungkan niatnya untuk memakan sarapan paginya .Ia tidak ingin sampai muntah kembali.
Ia memilih untuk kembali merebahkan tubuhnya di atas brankar kembali dari pada harus memakan sarapan paginya.
Kini ia yang sudah tidur terlentang di atas tempat tidur rumah sakit .Menatap kosong ke langit-langit kamar rawatnya yang nampak tidak menarik itu .
"Ibu ,Kenji merindukan ibu."
"Bisakah putra mu ini ,melihat dan memelukmu, sebentar saja?".
"Kenji benar-benar merindukan ibu." Batinnya menangis, akan tetapi tidak dengan fisiknya .
Kenji hanya terdiam menatap kosong ke atas sana ,tanpa meneteskan sedikit pun bui bening dari dalam matanya .
Mungkin sudah terlalu sakit hatinya sampai bui bening pun tidak dapat ia keluarkan kembali .
Hari semakin menjelang siang .Pria dengan raut wajah yang mulai mengeriput itu berjalan dengan kaki jengkalnya menuju salah satu kamar rawat inap di dalam rumah sakit yang terletak di daerah Osaka .
Ia yang sudah berhasil masuk ke dalam salah satu kamar rawat inap di sana .Menatap miris dengan pemandangan di depannya.
Yoshi ,pria setengah tua itu kini sudah berdiri dalam kamar rawat inap putranya .Yoshi melihat putranya yang sedang tertidur menghadap jendela kamar rawat inapnya .Membuat Yoshi bisa melihat punggung putranya yang tertutup dengan pakaian rumah sakit yang putranya pakai, terlihat di sana punggung putranya yang terlihat kurusan .
Yoshi berjalan lebih mendekati putranya, ia elus lembut tengkuk punggung putranya."Ken."Serunya.
Kenji yang menyadari kedatangan ayahnya langsung membuka matanya berlahan .Ia membalikan badannya menghadap ke arah ayahnya ."Ayah sudah pulang?".
Yoshi menyungging senyum tipisnya ."Kenapa tidak di makan makanannya? ".Lanjutnya kini menatap lekat wajah putranya.
Belum juga putranya menjawab Yoshi sudah kembali bertanya ."Kamu tidak mau sembuh?".
"....Kamu mau meninggalkan ayah sendirian disini?". Lanjutnya menatap lekat manik hitam putranya .
Membalas cepat dengan menggeleng kepalanya ringan ."Tidak ,saya tidak akan meninggalkan ayah."
Masih dengan fokus yang sama."Lalu kenapa tidak di makan makanannya, kamu tidak mau sembuh seperti sediakala?".Yoshi dengan nada suara yang sedikit tidak bersahabat lagi .
Kenji terdiam ia tidak berani menatap raut wajah ayahnya ."Perut saya mual tadi ,ja-jadi...".
"Jadi kamu tidak makan sampai sekarang."Sambung Yoshi memutus perkataan putranya.
Yoshi membuang nafasnya dengan kasar melihat putranya."Ehem ,setelah tidak terasa mual lagi ,seharunya kamu makan sedikit-sedikit .Jangan tidak makan sama sekali seperti ini ."Nada khawatir Yoshi.
Yoshi genggam telapak tangan putranya."Jangan buat ayah khawatir Ken ,ayah tidak mau kehilangan kamu .Hanya cuma punya kamu, satu-satunya yang orang berharga yang ayah punya saat ini ."Dengan menyungging senyum hangatnya menatap manik hitam lekat putranya.
Kenji hanya terdiam ,ia merasa sangat bersalah kepada ayahnya karna sudah membuat ayahnya khawatir akan keadaannya ."Sepertinya saya mulai lapar ."Ucap Kenji memecah keheningan sesaat itu .
Yoshi menyungging senyumnya menatap lekat ke putranya."Biar ayah panggilan pengantar makanannya untuk mengganti makanan dingin ini .Kamu tunggu ya ."Yoshi yang antusias.
Yoshi segera memanggil melalu telfon yang tersedia di sana untuk memanggil perawat pengantar makanan .
Kenji yang memperhatikan antusias ayahnya yang sangat perhatian dengan dirinya ,tanpa terasa membuatnya menyungging senyum tipis.
+++++++++++
Pukul 13.59
Nathan yang dalam perjalanan pulang ke rumahnya .Mengendari sepedanya seorang diri karna selesai pulang sekolah tadi .Ryo menghampirinya untuk memberitahunya , jika Benji sudah pulang duluan bersama mobil ayahnya .
Nathan yang melihat itu, sedikit merasa tidak suka ,karna ia harus mengayun sepedanya sendiri .Ia yang biasanya hanya tinggal duduk diam di boncengan sepeda ,sekarang justru harus mengayun medal sepedanya sendiri dengan sekuat teganya .
Samping di pertengah jangan ,ia menghentikan laju sepedanya di depan supermarket .Selepas memarkirkan sepedanya .Nathan berjalan masuk ke dalam supermarket .
Lama ia berkeliling di dalam ,entah makanan apa yang akan ia beli ,yang jelas saat ini ia hanya berkeliling melihat-lihat .
Sampai fokusnya tertuju dengan keripik potato rasa barbeque ."Akhirnya dapat ,kemarin saya belanja di supermarket kemari tidak ada."Gumamnya .
Nathan ambil dua bungkus keripik potato rasa barbeque itu ,lalu ia lanjutkan langkahnya kembali .Namun langkah kembali berhenti di kalah ada yang menarik perhatian kembali .
"Di Indonesia saya bisa membeli ini dengan mudah ,disini saya benar-benar kesulitan."Gumamnya menyungging senyum tipisnya .
Keripik tempe rasa pedas manis kerasukan Nathan juga ada di sana .Alhasil Nathan langsung mengambil dua bungkus dari sana. Di tengah mengambil itu ,ponselnya ikut bergetar. Akan tetapi Nathan mengabaikan ,bukan sengaja mengabaikan tapi karna kedua tangannya sudah penuh dengan dua bungkus berukuran sedang keripik potato rasa barbeque dan dua bungkus yang sedikit kecil keripik tempe .
Nathan bawa barang belanjaan ke kasih .Sambil menunggu kasirnya menghitung ,Nathan mengambil ponselnya yang ada di saku celana panjangnya .
Ia buka layar ponselnya yang tertera .
...Notifikasi Chat...
Mak Kevin
*Nat ,nanti jam sepuluh gue mau adakan vc bersama .Lu terjaga Nat ,awal lu tidur ."
*GUE BUNUH LU!".
^^^Chat Nathan^^^
^^^*Asiyap mak ."^^^
Berakhir .
"Bayarnya mas." Minta penjaga supermarket itu yang membuat Nathan langsung tersadar .
"Oh hem, habis berapa?".
"400 Yen ."
Nathan segera mengambil uangnya dan memberikan uang itu kepada penjaga supermarket. Selesai menerima pengembaliannya .Nathan segera bergegas pergi dari sana dengan membawa sekantung plastik berisikan belanjaannya .
Nathan kembali menaiki sepedanya untuk melanjutkan perjalanan pulangnya .
Dengan fokus menyetir sepedanya. Nathan juga mengalihkan perhatiannya sekilas melihat langit-langit biru di atasnya yang mulai tertutup awan hitam .
Alhasil ia bergegas mempercepat mengendari sepedanya agar lekas sampai di rumah sebelum hujan turun .
++++++++++
Pukul 15.39
Sore itu hujan deras sudah mengguyur daerah tersebut ,sesekali kilat petir juga menyambar-nyambar di luar dan menimbulkan suara yang cukup menggangu ketenaga .
Akan tetapi kebisingan itu tidak akan mempan dengan pemuda ini sekarang.
Duduk di atas sova yang nyama ,dengan fokus membaca buku ,ditemani dengan segelas coklat hangat dan kemasan keripik potato rasa barbeque yang di taruh tidak jauh dari dirinya duduk. Iya itu yang saat ini Nathan lakukan .Nathan membaca bukunya sambil bersantai menikmati ketengan di dalam rumah .
Cukup lama Nathan terdiam di sana sampai segelas coklat hangat habis .Ia menutup bukunya ,ia lihat jam dinding yang terpasang di sana .
Menunjukkan pukul 21.20
Nathan segera beranjak dari sana ,ia bawa keripik ,buku ,juga gelas kosong itu bersamanya .
Setibanya di dapur .Nathan taruh semua yang ia bawa di atas meja makan ,ia beralih berjalan ke arah lain .Ia ambil satu bungkus serbuk minuman coklat. Nathan bermaksud membuat minum coklat panas kembali .
Sesaat kemudian coklat panasnya jadi .Sebelum ia berlalu pergi. Nathan mengemas keripiknya ,ia taruh keripik itu didalam lemari bersama dengan camilan lain yang balum ia makan .
Setelah itu ia beranjak pergi dari sana membawa gelas berisikan coklat panas dan buku tadi .
Setibanya di atas ,di dalam kamarnya .Nathan dudukkan pantatnya di atas kursi belajar.
Nathan mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja ,ia nyalakan layar ponselnya. Nathan mencari nama kakaknya di sana ,ia bermaksud menelfon kakaknya akan tetapi ia urungkan dikala melihat jam di pojok atas layar ponselnya yang masih menunjukkan pukul 21.45 .
"Kak Riska belum pulang jam segini. Lebih baik saya telfon nanti ."Gumamnya melihat layar ponselnya .
Sampai notifikasi chat dari Kevin kembali masuk ke ponselnya.
...Notifikasi Chat...
Mak Kevin
^^^ Nathan^^^
^^^*Ogak mak".^^^
^^^(Tidak bu)^^^
^^^*Emang mau ada apa?".^^^
Mak Kevin
*Tidak ada apa-apa .Gue cuma kesal sama kalian ,mentang-mentang sudah lulus pada sibuk sendiri .Tidak ada yang basah basi chat ,telfon lagi ."
*Kalian anggap gue ini apaan?".
Oceh Kevin bagai emak-emak mau reino di dalam notifikasi Chat .
^^^Nathan^^^
^^^*Hhhhhh@_@."^^^
^^^*Ya maaf mak ,gue banyak tugas sekolah."^^^
Mak Kevin
*Alasan!".
Nathan semakin terkekeh di seberang sana membaca balasan Chat di Kevin sedang kesal di seberang sana .
^^^Nathan^^^
^^^*Alay lu Vin ,aj**mm."^^^
^^^*Sudah jam 10 Vin ,mana belum Vc lu?".^^^
Nathan yang kini fokus dengan fitur wa yang ada di laptopnya.
Mak Kevin
*Aji**mm disini belum jam 10 .Jam lu kecepatan ."
^^^Nathan^^^
^^^*Bukan kecepatan, aji**mm. Emang sudah jamnya jam segini disini."^^^
Mak Kevin .
*Aji**mm gue lupa ,lu kan tidak indonesia."
^^^Nathan^^^
^^^*-_ tua lu vin ."^^^
^^^*Nikah sana biar ada yang ngurus."^^^
Mak Kevin
*Bad**ak mu!".
Di seberang sana. Kevin yang mulai emosi lagi sampai menjadi wong medok .Iya emang pada dasarnya Kevin orang jawa .
^^^Nathan^^^
^^^*Santai Vin ,santai."^^^
Lama Kevin tidak merespon chat Nathan .
Mak Kevin.
*Sudah setengah sepuluh ,Nat .Gue vc ."
Dear videocall ke empat sahabat yang sudah lama tidak bertemu .Kevin sebagai emak pengurus mereka, Yudha sebagai bapak yang tidak perduli dengan anak-anaknya ,Nathan anak pertama yang bandel ,Jovan anak kedua yang banyak tingkah.
Tersambung .
*Hallo!".Sapa Yudha dengan raut wajah malasnya seperti biasa .
*Hy!".Kevin yang menunjukkan wajah gemoy nya .
*HOYYYY!! HIIIII!".Sapa Nathan yang keluar dengan suara berisiknya .
*Hallo, ADA YANG MAU DIAJAK NIKAH?".Sapa Jovan yang baru keluar sudah membuat orang emosi .
*Aji**mm bebe ku ."Saut Nathan dengan tawa yang terbahak-bahak di seberang sana .
*Mata**mu!".Balas Jovan menatap sinis .
*Ka...".Ucap Kevin .
*Apa beb?Kamu ngambek sama aku?".Yang terpotong dengan perkataan Nathan .
*Siapa yang suka sama lu ,mending nikah sama tiang listrik dari pada gue homo sama lu."Balas Jovan yang kesal di seberang sana .
*Hhhhh ,masak?". Balas Nathan tidak kalah ketus plus menggoda .
*Oh! diem kalian berdua ,Gue banting mulut kalian."Yudha dengan muka malasnya yang nampak di layar videocall.
*Lupakan saja kita. Sebagai emak bapak kalian."Saut Kevin yang juga ikut kesal .
*Main game ayok!!".Ujar Jovan yang bersemangat .
*Ayokk!!".Jiwa gamer Nathan langsung meronta-ronta.
Akhirnya mereka berdua menyalurkan bermain game bersama .Dengan videocall yang masih menyalah .
*Ya ya ya ya ,an*jir sapa yang kejar gue ,an*jir tolong gue tidak mau mati!!".Terik Jovan yang heboh sendiri di seberang sana ,karna tokoh gamenya sedang di kepung musuh .
Pemain Nathan yang sampai di sana langsung membantu pemain Jovan .Dengan gaya romantis setelah menghancurkan musuh yang mengejar pemain Jovan .
*Will you marry me?".Ucap Nathan di seberang sana dengan pemeran gamenya yang berjongkok di dengan pemeran game Jovan .
Akan tetapi dengan santai ,pemeran game Yudha lewat di antara mereka berdua .
*Basih aji**mm ,gantengan juga gue." Ujar Yudha di seberang sana .
*Aji**mm geli ."
*Yes, I want to marry you."
Jovan yang menambah-nambah dengan banyak tingkahnya .
*AJI**MM KALIAN ,GUE MATI! .AJI**MM". Ujar Kevin di seberang sana yang kesal pemain gamenya mati .
*Mak mati, Jov!".Nathan yang bersikap lebay di seberang sana .
*EMAK!!".Di saut oleh Jovan yang banyak tingkah di seberang sana .
Dan Yudha yang ngegas .
*LU KO MATI DULUAN VIN? Lu mati enggak ajak-ajak." Ujar Yudha yang ikut-ikut gila .
Nathan dan Jovan yang kaget bersamaan di seberang sana .
*LOH EMAK MATI!".Ujar Nathan dan Jovan bersamaan saat melihat videocall Kevin terputus .
*Vin ,Kevin lu ninggalin gue sama dua bocah tengil ini sendirian ,Vin .Gue bisa gila disini Vin." Ujar Yudha yang panik sendiri di seberang sana .
*Tenang Yudha ,tenang .Kita berdua baik ko." Saut Jovan dengan tatapan jahilnya di seberang sana .
*Bentar ,mak Kevin mau masuk lagi." Kata Nathan yang tengah fokus menggabung sambungan videocall dengan Kevin kembali di seberang sana .
Coll Kevin bergabung kembali .
Yudha yang melihat itu langsung berkata .
*Lu kenapa, Vin?".
*Salah tekan an*jir!".Balas Kevin di seberang sana .
Lama menjadi hening tanpa topik.
*Btw gimana kabar kalian di sana?".Tanya Nathan di seberang sana .
*Gue sedikit memburuk ,karna ada Jovan."Balas Kevin dengan wajah malasnya .
*What!?Kenapa!?".
*Lu tidak suka sekelas sama gue?".Jovan yang fokus menatap layar videocall nya dengan Kevin di seberang sana .
*Kalian satu sekolah?".Balas Nathan memecah pertengkaran yang akan di mulai .
*Yeh."Balas Kevin malas .
*Lu enggak suka?".Saut ketus Jovan .
*Bagaimana kalian bisa satu sekolah. Bukannya lu mau masuk SMK, Jov .Kenapa masuk SMA ,sama pula sama SMA nya Kevin ."Kata Nathan diseberang sana .
*Ada perubahan ."Saut Jovan .
Nathan yang menyadari mimik wajah Jovan sedikit berubah segera mengalihkan pembicaraan ke arah lain .
*Yud ,lu jadi masuk SMK jurusan apa?".Tanya Nathan kepada Yudha .
*Masih sama ,mesin-mesin. " Balas Yudha yang langsung menangapi maksud Nathan .
*.....Lu jadi ke sekolah dimana?".Lanjutnya bertanya kepada Nathan.
*Osaka." Balas Nathan .
*Lu jadi pergi sendirian ke sana?".Tanya Kevin yang di balas anggukan ringan dari Nathan .
*Banyak cewek cantik di sana."Saut Jovan .
*Buset lu ,lu mau selingkuh dari gue!?".Ucap Nathan yang mulai banyak tingkah lagi .
*Miti*mu .Gue normal aji**mm ,mati di tempat gue kalau suka sama lu." Balas Jovan tidak kalah jahil .
*....Ta-tapi kita kan udah nikah ." Lanjutnya mulai banyak tingkah .
*Semoga mbak Wendy tidak melihat ini." Saut Kevin yang mulai menjahili .
*Wendy suka sama Jovan?".Tanya Nathan cepat.
*Yoi ,gue tidak tau Wendy yang cantik itu di apain sama Jovan, sampai lengket bener sama Jovan ."Kevin menambah-nambah cerita .
*Miti*mu Vin ,lu jangan ngarang cerita ."Saut Jovan yang tidak terima .
*Yaelah Jov ,tinggal bilang lu juga suka sama Wendy apa susahnya ." Saut Yudha di seberang sana yang menatap malas .
*Miti*mu ,tidak aji**mm ,gue tidak deket sama Wendy, an*jir lu ,Vin ."
*Lu sudah tahu soal Wendy kan ,jangan di bahas Vin kasihan ."Kata Jovan yang playboy namum memiliki jiwa yang sangat menghormat wanita .
Kevin di seberang langsung menutup mulutnya.
*Aji**mm mulut gue lam*is ."
*Emang kenapa dengan Wendy?".Nathan yang tidak tahu apa-apa di seberang sana hanya terdiam menyimak .
*Kita bahas yang lain saja Nat."Balas Jovan di seberang sana .
*Oh ."Balas Nathan di seberang sana yang perhatiannya memperhatikan ke arah lain.
*Dengan terpaksa gue pamit, disini sudah jam 11 aji**mm .Gue harus nugas ." Kata Nathan di seberang sana saat mengetahui sudah jam 11 lebih di sana.
*Yah, Nat ."Jovan yang tidak bersemangat di seberang sana .
*Maaf beb gue harus pergi. " Mulai tingkah lebay Nathan keluar .
*Iya beb ,bye-bye." Jovan yang ikut banyak tingkah.
Yudha yang hanya melambai-lambaikan tangannya di seberang sana. Tanpa merubah ekspresi wajah datarnya.
Kevin yang melakukan keduanya .
*Dah bye Nat."Dengan melambai-lambaikan tangannya di seberang sana .
tuutt......
Panggilan videocall telah berakhir .
Nathan segera menutup laptop nya, ia beralih membuka buku-buku sekolah .Untuk segera fokus belajar dan tidur, agar besok pagi ia tidak bangun kesiangan lagi .