
Indonesia
Pukul 07.10 pagi
Sabtu
Sesaat setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama ,akhirnya sampailah motor Nathan didepan Cafe Madu Merah .Ia hentikan motor di parkiran yang tersedia di depan cafe ini .
Di rasa sudah menyangga motor dengan baik ."Wee rame juga nihh cafe ,enak-enak tidak makanannya?".Ujarnya berpaling melihat Alyah yang tengah melepas helm yang ia kenakan.
Kesal dengan helm Nathan yang tak kunjung ke buka ."ANJING, HELM LU NGAJAK GELUD!".
Tanpa basa-basi Nathan menarik kaca helm yang di pakai Alyah, agar Alyah sedikit mendekat padanya .Dalam hening Nathan membantu melepas ikatan yang melekat pada Helm ini ."Perhatikan saja terus ,baper gue tidak mau tanggung jawab."Ucap Nathan yang membuat Alyah langsung ngegas ."IDIH PEDE BANGET LU ,gorong-gorong selokan."
"Udah tuh ,tinggal lepas .Tidak bisa juga!?".Nathan sedikit dingin .
"Hem."Alyah melepas helm ini ."Nih ,gue berharap tidak akan punya pacar kayak lu .Astaga!!."Oceh Alyah berjalan berlalu meninggalkan Nathan begitu saja .
"Al ,lu belum ngucapin terima kasih o'on .Gue doakan lu bakal putus terus sama pacar lu ."Cerocoh Nathan .
Masih tetap berjalan masuk ke dalam tempat kerjanya."Terserah ,dugong ."Saur Alyah tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.
Selepas kepergian Alyah .Nathan langsung tancap gas kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan awalnya .
+++++++
Beberapa waktu kemudian .Pemuda dengan pakaian sederhana ini tegah berjalan di lorong rumah sakit kelas VIP .Ia perjalan ke kamar rawat inap dimana sang sahabat di rawat .
Membuka pintu kamar rawat inap berlahan ."Permisi ,selamat pagi Tante ."Ucap sopan Nathan di kala melihat mama Jovan di dalam yang tengah merapikan tempat tidur rumah sakit Jovan .
Tian yang menyadari kehadiran Nathan."Pagi Nathan ,ayo masuk .Bang Jovan sudah menunggu ."
Tersenyum ramah dengan berjalan masuk ke dalam kamar rawat inap ini ."Lama .Ayo berangkat sekarang."
Nathan yang masih berdiri di dekat sova Jovan duduk .Menatap lawan bicaranya."Btw lu beneran tidak papa keluar?". Sedikit meragukan.
"Abang itu keras kepala ,Nathan .Jadi bawa saja dia ,tapi cepat bawa dia kembali ya Nak Nathan .Soalnya kesehatannya belum cukup baik ."Kata Tian .
Tertawa kecil."Iya ,Tante .Beres soal itu ,sebelum siang hari pasti sudah balik kesini ."
Berusaha bangkit dengan mengunakan tongkat nya ."Ayo berangkat ,Nat ."
Melihat sang mama."....Ma berangkat dulu .Mama pulang saja ,atau berangkat kerja saja ."
"Sudah mama bilang ,bang .Mama tidak akan kerja sebelum kamu beneran sembuh .Lagian sudah ada papa kamu ,harta papa kamu tidak akan habis hanya karena mama tidak kerja dikarenakan merawat kamu ,bang Jovan ."Kata Tian panjang lebar kepada sang putra tunggalnya.
Membantu Jovan ."Tau lu ,Jov .Giliran di rawat mama lu tidak mau .Kalau di tinggal mama lu ,lu nangis dipojok .Katanya mama lu tidak perduli sama lu ."Cerocos Nathan .
Yang mendapat geplak ringan dari Jovan ."Untung lu ,tangan kiri gue masih di perban .Coba tidak gue habisin lu ."Ancam Jovan menatap tajam Nathan .
"Sudah-sudah ko malah bertengkar .Jadi tidak ke Gereja nya?".Tian melerai keributan di antara dua pemuda yang tidak pernah akur ini .
"Tau Nathan ,ayo berangkat ."Jovan ketus berjalan lebih dulu dengan tertatih-tati dibantu oleh satu tongkat rumah sakit yang ia pakaian sebagai penyangga tubuhnya.
Sebelum menyusul langkah Jovan."Kami berangkat Tante."Pamit Nathan yang di balas anggukan dari Tian .
Ia yang sudan berdiri di samping Jovan ."Lu tidak pakai kursi roda saja ."
"Tidak ,lagian ini cuma keseleo biasa .Kalau gue buat duduk saja kapan sembuh nya ."Oceh Jovan .
"Hemm ."
Kedua berjalan beriringan keluar dari kamar inap rawat ini untuk keluar dari rumah sakit sebentar .Di tengah jalan ,keduanya yang sudah berdiri di depan liv yang pintunya masih tertutup rapat."Capek juga ternyata, ketiak gue sakit an***jir!!".Keluh Jovan .
"Gue bilang juga apa."Nathan yang merasa benar .Ia lihat sekeliling nya ,sampai fokusnya terfokus dengan salah satu sudut rumah sakit yang tidak terlalu jauh darinya berdiri.
Iya ,Nathan akan mengambil kursi roda yang tidak terpakai yang tersedia di sudah jalan ini .Dengan mendorong kursi roda ini ,ia berjalan menghampiri Jovan kembali ."Naik lu!".
"Terus nanti?".
"Nanti dulu, baru kalau keluar pakek tongkat ,sekarang pakek ini saja biar tidak terlalu capek lu nya ."Jelas singkat Nathan .
"Oh."Respon Jovan yang beranjak untuk duduk di atas kursi roda ini .
Bersamaan dengan itu akhirnya pintu liv ini terbuka .Nathan segera mendorong kursi roda ini masuk ke dalam liv .
"Bagiamana kata dokter tadi ,soal kaki kiri sama tangan kiri lu yang patah?".Tanya Nathan .
"Sudah lebih baik ,cuma perban di kaki gue saja yang sedikit di perlama pelepasan nya. Tadi juga mau di tambah lagi perbannya ,gue tidak mau .Bisa-bisa gue tidak bisa gerak ,makin kaku kaki gue ."Kata Jovan yang masih terduduk di kursi roda .
"Lu jadi pulang besok?". Berganti bertanya .
"Ya gitu lah ,tapi kayaknya gue bakal kembali dulu ke Seoul .Perasaan gue tidak enak soal kakak ."
"Lu ke sana saja dulu ,kasihan kak Riska pasti dia sangat membutuhkan lu ."
"Tumben bicara lu bener ."
"Hemm ."
".......Sudah terbuka tuh cepat keluar ."
"Baik bos ."Mendorong kursi roda ini keluar dari dalam liv di kala pintu ini sudah terbuka lebar .
Nathan mendorong kursi roda ini sampai di luar rumah sakit .Di rasa sudah di luar ."Gue tunggu di sini ,Nat."Dengan berusaha beranjak dari tempat duduknya.
"Ok ,bentar ."Balas Nathan dengan meminggirkan kursi roda ini ke sisi lain depan rumah sakit ini .
Sembaring menunggu ,Nathan .Jovan yang tengah berdiri dengan di sangga tongkat ini ,melihat-lihat sekeliling nya .Yang mulai ramai dengan beberapa orang yang berlalu lalang datang dan pergi untuk menjenguk sanak saudara nya yang tengah di rawat di rumah sakit ini .
Sampai manik hitam nya terfokus dengan dua insan paru baya yang tengah duduk mendampingi seorang anak berusia sekitar 10 tahun .Anak itu terlihat sangat pucat yang membuat atensi Jovan tertarik untuk menghampiri nya .
Dengan di bantu oleh tongkat nya ,ia berjalan berlahan mendekati kedua insan paru baya ini yang tengah bersama seorang anak sekitar berumur 10 tahun ini .
Jovan yang sudah berdiri di depan nya ."Permisi ,kenapa nenek dan kakek tidak membawa adiknya masuk ke dalam?".Tanya Jovan dengan sopan .
Menatap seduh dengan beberapa kerutan wajah yang sudah mendominasi di sana ."Saya tidak ada uang ,nak .Kartu kesehatan juga tidak ada .Kami sudah mencoba untuk masuk .Namun cucu kami tidak kunjung di tanganin karena belum melunasi pembayaran."Kata kakek ini .
"......Mungkin saya dan istri saya akan bawa cucu kami ke puskesmas saja."Sambung sang Kakek ini .
"Jangan kek ,cucu kakek sudah sangat pucat juga sangat lemah seperti ini .Lebih baik bawa saja ke dalam ,biar saya yang membayar semuanya ."Kata Jovan.
"Tapi ,nak ..". Memotong kalimat nenek ini ."Sudah tidak papa nenek .Saya juga punya adik seusia cucu nenek ,jadi bawa saja cucu nenek dan kakek ke dalam agar mendapatkan penanganan sesegera mungkin ."Kata Jovan melihat kehadiran Nathan di tempat tadi yang tengah mencari keberadaan nya ."Nat ,sini lu ."Panggil Jovan .
Nathan yang mendengar itu langsung tancap gas mendekati Jovan ."Lu kata keburu....".
"Tutup mulut lu , o'on ."Memotong kalimat Nathan ."Bantu cucu kakek dan nenek ini kedalam ,kasihan .Nanti saja antar gue nya ,kasihan Nat .An***jir cepat turun lu ,gue banting lu ."
"Kayak bisa aja, banting gue ."
"Jangan bercanda ,Nat ."
"Hem ."Nathan beranjak dari atas motor ,dengan masih mengunakan helm .Ia menggendong cucu laki-laki nenek dan kakek ini masuk ke dalam rumah sakit .
Di dalam rumah sakit ."Sus cepat bantu sus ,cepat dok ,cepat."Tidak ada yang merespon membuat emosi Nathan naik .Alhasil ia meninggikan nada suaranya."ANJING CEPAT BANTU, LU TIDAK LIHAT ANAK INI SANGAT MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN ,MATA LU BUTA APA!?".Bentak Nathan yang mustahil untuk di bantah lagi .
Sampai salah seorang perawat datang menghampiri Nathan yang masih mengendong tubuh anak ini ."KO CUMA LU MANA YA LAIN?".Masih dengan nada suara yang tidak bersahabat.
"Maaf tuan ,tapi kakek dan nenek ini tid....".
"GUE YANG BAYAR ,JIKA SAMPAI TERJADI SESUATU SAMA ANAK INI GUE YANG AKAN TUNTUN LU DAN PEKERJA YANG LAIN."Bentak Nathan tanpa perduli dengan beberapa tatapan orang di san yang tengah memperhatikannya.
Hanya menunduk tidak dapat berkata lagi ."Cepat bantu ."Suruh perawat pria ini kepada rekan-rekan nya yang lain .
"Cepat rawat anak ini dengan baik ,jika sampai terjadi sesuatu dengan anak ini .Saya akan tuntut kalian!".Menatap dingin beberapa perawat yang bertugas di sana ."Baru jadi perawat saja sok yes."Gumamnya .
"Nenek dan kakek tenang saja ,semua akan baik-baik saja .Dokter di sini baik-baik ko ,cuma perawat nya saja yang terkadang berkarat. Sahabat saya akan mengurusnya dengan baik."Jovan mencoba menenangkan kedua nenek dan kakek ini ."Mari Nek ,kek pergi ke ruang IGD ."Ajak Jovan kepada kakek dan nenek ini .
Sementara itu Nathan sudah pergi lebih dulu ,untuk menemani anak tadi .Sesaat kemudian dokter pemeriksaan anak tadi keluar dari dalam ruang IGD .
Baik Nathan ,Jovan juga nenek dan kakek tadi langsung menghampiri sang dokter ."Bagaimana keadaan anak tadi, dok ?".
"Anak ini mengalami usus buntu yang sudah sangat parah ,syukurnya kalian membawa anak ini tepat pada waktunya ke rumah sakit .Anak ini hanya perlu menjalani operasi secepat mungkin untuk mengangkat usus buntu yang sudah membusuk ini ."Kata Dokter ini .
"Lalukan yang terbaik dok ,dan pasti anak ini sembuh dengan baik ."Kata Jovan dengan tegas .
"Baiklah tuan ,saya akan urus surat pernyataan nya .Agar anak ini bisa langsung di operasi."Kata dokter ini berlalu pergi dari sini .
"Nak ,nanti bagiamana bayarnya kami hanya rakyat biasa ,untuk makan saja kami kesulitan ."Keluh nenek ini tertunduk teduh .
"Nenek tenang saja ,untuk urusan uang pembayaran teman saya tinggal geser-geser .Sekarang nenek dan kakek berdoa saja, agar operasi cucu nenek dan kakek berjalan dengan lancar .Agar cucu nenek dan kakek lekas sembuh seperti sedia kala ."Tutur kata Nathan kepada nenek dan kakek ini .
"Terima kasih ya ,nak muda .Kalian berdua sangat baik .Maaf kami tidak bisa membalas dengan apa-apa."Kata kakek ini yang tanpa terasa meneteskan buih bening Nya .
"Santai saja ,Nek ,kek .Kalian tidak perlu kembali apa yang saja beri ,karena saya sudah ikhlas dengan apa yang saya lakukan."Kata Jovan tersenyum hangat .
Sesaat kemudian dokter datang dengan membawa beberapa berkas di tangannya .Dokter ini yang sudah kembali bergabung dengan orang-orang ini ."Silakan ditandatangani persyaratan ini ,dan lakukan pembayaran nya sesegera mungkin di resepsionis rumah sakit ."Kata Dokter ini .
Jovan yang menerima kertas ini segera membaca ini surat ini ."Nat ,ambil ATM gue di dalam tas ."
"Beres ."Nathan yang langsung membuka isi tas selempang Jovan yang tergantung di punggung Jovan ,untuk mengambil dompet Jovan .Setelah sudah mendapatkan ATM Jovan ."Yang ini ?".
"Hem ."Dengan mengangguk ringan .".....Lu ingat kan nomer nya ."
"Masih ,kalau tidak yang gue patahkan kartu lu ."
"Ho!!?".Menatap tajam .
"Santai ,gue pergi dulu ."
"Suratnya O'on, lu lupa bawa ."Menyodorkan surat pembayaran.
Mengambil surat itu dan langsung beranjak pergi .Selepas kepergian Nathan.Jovan berjalan mendekati kakek dan nenek ini ."Sebentar Dok."
"Iya tuan ."
Ia yang sudah dekat dengan kakek dan nenek ini ."Nek ,kek ini surat pernyataan operasi cucu nenek .Nenek dan kakek tinggal tanda tangan saja di sini untuk menyetujui pelaksanaan operasi ini ."Jelas Jovan dengan tutur kata sopan agar muda di mengerti oleh dua orang tua ini .
"Baik ,nak .Biar saya saja yang tanda tangan. Tapi beneran cucu kami akan baik-baik saja?".Kakek ini yang masih menyimpan keraguan.
"Semua akan baik-baik saja ,Kek ."Balas Jovan tersenyum ramah .
Akhirnya kakek ini mendatangi surat ini ,selesai dengan itu Jovan segera memanggil dokter tadi ."Segera laksanakan ,dok .Dan tolong laksanakan dengan baik ,agar adik ini benar-benar sembuh ."Permohonan Jovan .
"Saya akan melakukan yang terbaik ,Tuan .Permisi ."Dokter ini kembali masuk ke dalam ruang IGD ini .
Sesaat kemudian .Dokter tadi keluar dengan beberapa perawat yang tengah mendorong brankar pesakitan anak laki-laki ini .Brankar pesakitan ini di bawa pergi ke ruang operasi untuk melakukan operasi yang sesaat lagi akan di laksanakan .
Jovan dengan di bantu kakek tadi dan nenek tadi segera mengikuti kemana brankar pesakitan ini di bawa ."Maaf ya kek ,Nek jadi menyusahkan .Saya seharusnya menuntun kalian .Tapi disini malah saya yang di tuntun kalian ."Jovan yang merasa kurang enak dengan keadaan sekarang .
"Tidak papa ,nak .Kamu juga sudah banyak membantu kami ."Kata Kakek ini .
"Memang kamu ini kenapa ,nak .Sampai banyak luka seperti ini?".Tanya nenek ini .
"Saya baru saja kecelakaan mobil ,bersama dengan adik saya ."Balas Jovan tersenyum tipis.
Memasang wajah sedikit kaget ."Lalu kamu dan adik kamu cuma luka-luka saja kan ?".
Jovan menggeleng ringan ."Tidak Nek ,adik saya meninggal di tempat."Balasnya mencoba untuk tegar .
Sedikit kaget."Turun berduka cita nak ,semoga kamu dan keluarga di beri kesabaran, ketabahan .Adik kamu pasti sudah tenang di sana ,dan di tempat di surga terbaik di atas sana bersama Allah SWT."Kata kakek ini .
"Benar nak ,yang sabar .Kamu anak yang sangat baik ."Kata Nenek ini memperlihatkan senyum di raut wajah menuanya .
"Iya ,Nek ,Kek Terima kasih."
"........ bicara soal itu siapa nama cucu kakek dan nenek? Saya lupa ,padahal saya baru saja baca surat pembayaran tadi yang jelas ada nama cucu nenek dan kakek ."Jovan yang hanya bisa tertawa kecil.
"Mohammad Fadil Danurdara ,nak .Kalau kamu siapa?".Nenek ini kembali bertanya .
Ke tiganya sudah sampai di depan ruang operasi segera duduk di kursi panjang yang tersedia di sana .Tidak ingin membuat tegang nenek dan kakek ini .Jovan mencoba untuk terus mengajak mereka mengobrol santai .
"Saya Jovan ,kalau yang tadi Nathan sahabat saya ."Balas Jovan tersenyum ramah .
"......Nama kakek dan nenek sendiri ,siapa ?".
"Saya kakek Danang ,dia istri saya ,nenek Lantik ."Kata Kakek ini .
Mengangguk-angguk faham ."Hem ,Orang tua Fadil kemana, Kek ,Nek, ko tidak mengantar Fadil ke rumah sakit?".
"Kedua orang tua Fadil sudah meninggal nak ."Balas nenek Lantik .
"Permisi , assalamu'alaikum ."Sapa Nathan yang baru saja datang bergabung .
"Waallaikum'salam ."Jawab kakek dan nenek ini.
Nathan mendekati Jovan untuk memberikan ATM tadi .Sebelum akhirnya ia permisi untuk duduk di samping kakek ini .
Sementara Jovan asik mengobrol dengan nenek ini .Nathan juga justru asik mengobrol dengan kakek ini .
Fadil sudah dapat di pindah tempat keruang rawat inap sebentar lagi ,agar sang keluarga dapat menjenguknya Fadil .
Jovan yang menyadari,jika dirinya tidak dapat pulang cepat dari rumah sakit ini .Memilih menyuruh Nathan tadi tanpa sepengetahuan nenek dan kakek ini untuk memesankan kamar VIP untuk Fadil yang dekat dengan kamar rawat inap nya, agar ia muda menjenguk Fadil .
Kini ,Jovan ,Nathan ,nenek Lantik ,dan kakek Danang sudah ada di dalam kamar rawat inap Fadil yang masih terpengaruh obat bius .
Setelah memberikan tahu sedikit ,jika nanti Fadil siuman .Jovan dan Nathan langsung berpamitan pergi dari sana .
Nathan pergi untuk mengantar ,Jovan ke tujuan awalnya yang sempat tertunda tadi .
+++++++++++
+++++++++++++++
Seoul
Pukul 02.33 siang
Riska berhasil menemukan persembunyian Hyun Jun-su .Walaupun dengan fisik yang masih sangat lemah ,sekuat tenaga Riska mencoba menyakinkan dirinya untuk tetap kuat .Karena jika ia tidak berhasil menemukan Hyun Jun-su di hari ini ,pasti akan ada korban lagi yang tumbang oleh ulah Jun-su .
Berhasil menemukan ,dan sudah berhasil sampai di tempat nya .10 penjaga yang ia bawah dengan di pandu oleh instruksi Riska dan Jen Xin-ki mereka bergerak cepat menangkap Hyun Jun-su.
Riska berhasil melumpuhkan Jun-su dengan di bantu oleh Jen Xin-ki .Jun-su langsung di bawa paksa pergi dari sana dan di serahkan ke kantor polisi dengan beberapa anak buah Jun-su yang berhasil tertangkap oleh salah satu anak buah Riska .
Dan kini Jun-su mendekap dalam jeruji besi penjaga .Riska berhasil menyakinkan beberapa polisi juga saksi mata untuk memastikan Jun-su mendapatkan hukuman yang berat .
Walaupun belum tahu jelas apa hukum yang akan di terima Jun-su .Riska masih sedikit bernafas lega ,dengan sedikit hati yang masih was-was .Karena jika tidak secepat di tangani ,Jun-su dapat kabur kapan pun dari dalam penjara ini .Sekalipun penjara ini dalam keadaan ketat penjaga ,sekalipun.
Namun syukurlah ,persidangan akan di laksanakan lebih cepat .Dan Hyun Jun-su akan langsung di pindahkan ke lapas golongan kelas atas .Agar mempermudah hukum selanjutnya di laksanakan.
+++++++++++
Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Baek Dae-hyun masih di posisi di awal tadi ,kini harus beranjak berjalan menjauh untuk mengangkat panggilan telepon yang masuk .
Tidak lupa sebelum pergi ia berpamitan kepada sang putri yang tengah bersamanya ."Appa pergi sebentar ,kamu di sini saja ."Katanya yang di balas anggukan ringan oleh Dae Chul-hyun.
Ia yang sudah menjauh segera mengangkat panggilan telepon ini.
Tersambung.
*Halo Ajusshi ."
*Iya ,Tuan muda."
*Di sama baik-baik saja kan ,Ajusshi .Perasaan saya sangat tidak enak ."
*Baik semua ,Tuan muda .Pagi tadi kakak kamu sudah di perbolehkan pulang dan....".
*Jangan bohong, Ajusshi."
*...........Saya akan kembali ke sana besok .Ajusshi jangan bilang-bilang kepada kakak ."
*Tap........".
Panggilan di akhiri sepihak oleh Nathan di seberang sana .
+++++++++
+++++++++++++
Indonesia
Pukul 10.59 siang
Sabtu
Sambil menunggu Jovan selesai berdoa .Nathan duduk di parkiran Gereja ini dengan memainkan ponselnya seakan ia baru saja menghubungi seseorang di seberang sana .
Selang beberapa menit kemudian .Jovan kembali menghampiri nya ."Ke pemakaman ,Nat ."
"Mau apa?".Ngegas Nathan .
"Gue belum pernah ke makam adik gue ."
"Oh ."
"Kyu ,Naik ."Nathan yang memutar balikkan motornya .
Jovan segera memakai helm nya kembali ,sebelum ia naik ke atas motor Nathan. Nathan yang menyadari sahabat sudah duduk dengan benar segera tancap gas meninggalkan parkiran ini .
Di tengah jalan ,keduanya membuka percakapan untuk mengurangi keheningan.
"Cucu nenek dan kakek tadi seumur dengan Richard ,bukan!?."Kata Nathan yang tetap fokus menyetir motor.
"Iya ,kayaknya ."
"........Namanya tadi kalau tidak salah ,Fadil ."
"Hemm ,sayang besok gue harus kembali lagi ."Nathan dengan nada suara sedikit tidak nyaman.
"Emang kenapa ,nanti gue Vc lu ."
"Idih ,lu Vc gue sambil kebul-kebul ."
"Ho ,Gue kemarin malam keceplosan be**go kalau gue biasa ngerokok .Nyokap gue marah."
"Hhhhhhh........"Nathan dengan tawanya sampai motor nya hampir saja oleh .
Jovan yang masih duduk di bonceng belakang ,langsung memukul keras bahu Nathan ."Be***go ,lu mau nambah luka gue!!".
Masih dengan terkekeh pelan ."Corry ,Corry, tadi juga sudah setor nyawa ,santai saja ."Kata entengnya.
"Hemm."Dehem Jovan .
Sesaat ada keheningan ,akhirnya Nathan kembali membuka percakapan.
"Btw orang tua Fadil tadi kemana?Kasihan nenek dan kakek tadi sudah tua tapi masih bekerja keras merawat cucu nya ."
"Kedua orang tua sudah meninggal ."
"Eh!?".Nathan sedikit kaget .
Melihat Nathan yang salah mengambil jalan."Dugong lu mau kemana be***go ,belok!Arah makam ada di sana bukan di sana .Lu mau bawa gue ke bar!?".
Mengerem mendadak."Eh eh ,Corry ."
".........gue uter balik ."Nathan dengan santai tanpa menyadari Jovan yang sudah berasap-asap di sana.
"Makanya jangan ngobrol ,o'on ."Marah Jovan .
Masih fokus memutar balik jalur ."Kan lu yang ngajak gue ngobrol ."
"Siapa suruh jawab ."
"Iya ,gue muluk yang salah."Nathan langsung tancap gas .
Geng.......
"ANJING ,jangan cepat-cepat be***go!!".Jovan yang hampir saja terjerungap kebelakang .
Mengurangi kecepatan."Corry ,lupa kalau bawa jin."
Ingin mengangkat tangan kiri nya untuk memukul."Aatt!!".
Masih fokus menyetir."Makanya jangan syok yes say!!".
"Nathan lihat kalau gue sembuh, gue susul lu ke Jepang, gue bunuh lu di sana ."Jovan yang lepas kendali langsung saja berucap dengan lantang .
Sampai keduanya menjadi pusat perhatian di jalanan ini .Nathan yang malu langsung menutup cepat kaca helm dengan kaca berwarna gelap nya ,untuk menyembunyikan wajahnya.
"Gue malu ,njirr ."Gumamnya .
"Ini semua karena lu ."
"Lu!?Gue ceraikan lu ."
Walaupun di situasi seperti ini keduanya masih sempat-sempatnya ngelawak .
"Gue kan cowoknya ."
"Lu bilang gue cewek gitu ."
"Iya ."
"Ihh!!!!". Mengerem mendadak motornya .
"Baji****ngan."
"Sudah sampai be***go ."
"Oh!".
Keduanya makhluk resek ini segera beranjak turun .Keduanya masuk ke dalam pemakaman bersama-sama .
Lama Nathan berkeliling mengikuti Jovan yang tidak kunjung berhenti .Padahal menurut apa yang Nathan lihat Jovan terlihat sangat letih sekali ,dengan jalannya yang sembaring tadi tertatih-tati.
Alhasil Nathan segera membuka suara ."Lu capek nji***ng ,duduk bentar baru lanjut ."
Menoleh ke arah Nathan dengan memperlihatkan wajah memelas nya ."Gue tidak tau di mana makam adik gue ,gue lupa tanya nyokap."Nada suara yang terdengar paling menderita di dunia ini.
"BE***GO!Kenapa tidak bila dari tadi o'on ,kita kan bisa tanya sama penjaga makam ini ."Ujar Nathan yang sedikit kesal .
Tanpa rasa bersalah."Corry ,gue tidak kepikiran."
"HIIII!!!".
"Dahlah gue ke sana bentar ,lu duduk saja di sini ."Nathan berjalan meninggalkan Jovan .
"LU MAU KEMANA?".Jovan sedikit berteriak karena Nathan yang sudah jauh dari nya .
Membalas dengan berteriak ."GALI KUBUR BUAT LU!".
"NGERI SAY!!".Saut santai Jovan sembaring mencari tempat untuk duduk yang nyaman .
Sudah menemukan tempat duduknya yang nyaman .Jovan langsung duduk di sana ,di pinggir kuburan yang sudah di cor dengan beton .
Ia yang sudah terduduk dan meluruskan kakinya yang sakit ."Astaga sakit sekali ,ini lebih sakit dari cidera gue saat jatuh dari atap dulu ."Gumamnya mengelus pelan paha nya ,yang nyerinya sampai sini .Jadi tidak kebayang sakitnya. Belum juga tangan kirinya yang masih diperban dalam gendongan nya .
++++++++
Di sisi lain .Nathan tengah menghampiri seorang paman-paman yang tengah menyapu di pemakaman ini .Ia yang sudah lebih dekat dengan paman ini ."Permisi ,paman ."
Paman ini yang mendengar itu langsung menghentikan aktivitas dan berbalik melihat Nathan ."Iya ,ada apa anak muda?".
"Saya ingin tanya makam Lee Richard yang di makamkan di sini beberapa hari lalu ada di sebelah mana ya paman?".Tanya Nathan kepada tukang kebun ini .
"Lee Richard."Tuka kebutuhan ini mencoba mengingat-ingat .Sesaat setelah loading beberapa detik ."Sebelah sana ,mas .Mau saya antar ."Katanya dengan menawarkan diri untuk mengantar .
"Boleh-boleh paman ,namun bentar saya ingin menjemput teman saja dulu di sana ."Dengan menunjuk Jovan yang jauh dari sini .
"Baiklah mas ,saya tunggu di sini ."
Menyungging senyum ramahnya."Terimakasih ,paman .Saya permisi sebentar ."Setelah mendapatkan jawaban anggukan ringan dari paman ini .Nathan segera berjalan kembali ke tempat Jovan yang tengah menunggu nya .
Sesaat kemudian ia sudah berada di tempat Jovan ,pemuda yang tengah meluruskan kakinya yang sakit .Alhasil Nathan yang melihat itu dari kejauhan ,di saat sudah dekat langsung berjongkok di depan Jovan."Naik !".Suruhnya .
"Tidak ,gue masih bisa jalan ."Tolak Jovan .
Masih di posisi yang sama ,berjongkok membelakangi Jovan ."Harga diri lu tidak akan turun hanya karena lu di gendongan sama sahabat cowok lu sendiri ."
"Gue tahu njirr ,bukan itu masalahnya .Tapi gue berat ,dan satu lagi .Gue tidak mau jatuh dan menambah luka gue ."Jovan masih terduduk di tempat yang sama .
"Tidak akan ,santai saja .Lu mau TTD surat asuransi kesehatan dulu ,biar nanti kalau ada apa-apa ada yang nanggung."
"Tetep be***go ,surat itu tidak akan buat gue sembuh ."
"Salah muluk gue .Lu mau ke makam adik lu tidak?Kalau lu jalan sendiri, kasihan paman nungguin kita lama .Jalan lu lelet ."
"Bi**jir mulut lu lentur!".Beranjak dari tempat duduknya ."Gue naik ."Jovan bangkit dari tempat duduknya .
Ia beranjak naik ke atas punggung Nathan ."Sudah jalan .Gue jatuh lu gue cincang."
Bersiap bangkit ."Iya iya be***go ."Nathan yang baru berhasil berdiri ."ANJING DUGONG!!BERAT BANGET LU!Makan apaan lu?Daging manusia!".
"Mulai O'on , o'on lagi o'on lagi!".Ujar Jovan yang membuat Nathan terkekeh pelan .
Akhirnya ia menggendong Jovan kembali ke tempat paman tadi .Agar cepat sampai di sana ,dan agar paman tadi tidak menunggu terlalu lama .