
Osaka
Pukul. 22.39 Malam
Jum'at
...Rasa sakit yang abadi .Yang kalian rasakan adalah pertanda jika kalian memiliki keberanian yang besar .Hy! Manusia kuat ....
...Fighting! Go strong besti!!!! ...
Sepanjang perjalanan pulang .Jovan hanya terdiam membisu berjalan santai beriringan dengan Nathan .Hingga sampai di rumah .Jovan masih terdiam membisu .Nathan menyuruh Jovan langsung ke ruang keluarga ,sementara dirinya pergi ke dapur untuk menata barang belanjaan ini.
Akan tetapi selang beberapa waktu .Jovan menyusul Nathan ke dapur .Ia duduk pantatnya di kursi makan yang tersedia di sana .
Nathan yang masih sibuk menata sayuran ke dalam kulkas ."Lu kenapa kesini?Lebih baik lu di sana saja istirahat ."
Jovan masih bergeming di tempat yang sama .
Nathan kembali bersuara di tempat yang sama ."Lu mikir apa dahh?Lu mau gila muda ,karena kebanyakan mikir".
Ekspresi wajah datar."Mata****mu bang**"sat!".Umpat Jovan .
Tidak marah .Nathan hanya mengedipkan bahu sebelum melanjutkan lagi menata bahan masakan yang sebentar lagi selesai .
"Di sini lu sendirian, terus punya musuh kayak seperti itu .Lu beneran tidak papa?".
"Yelah lu kayak belum kenal gue saja......Lu lupa bagaimana kita yang masih Bocil dulu berlarian di tengah ricuhnya tawuran kayak ngejar pedagang es krim."Kata Nathan yang sudah fokus pada Jovan .Tangan yang melipat tas belanjaan."...Sudah itu ketawa-ketawa tanpa rasa takut pula....masa gue yang dulu kayak gitu harus takut sama brengsek seperti itu."
Menghembuskan nafas kasarnya."Aaaahhh....sulit!".
"Apa yang sulit, o'on!Lu mau minum apa?".
"Biasa."
"Kopi pahit?".
"Hem."
Nathan yang memulai meracik kopi untuk Jovan dan dirinya .
"Kalau ingat jaman Bocil kita dulu. Kita termasuk remaja yang sangat super duper berandal ."Jovan yang mengingat-ingat masa lalunya bersama Nathan .
"Jaman di mana kita belum ketemu si dingin dan si cerewet ."
"Aahh Oya....gelud sana sini .Main cewek sana sini."
Nathan mendekati Jovan membawa kotak obat dan baskom berisi kan air juga handuk kecil."Itu kan lu!GUE OGAK!".Timpal Nathan dingin .
"Mau gimana lagi ,ceweknya cantik-cantik."
Mengerakkan paksa arah perhatian Jovan .Sampai leher Jovan menjerit Kerekk.....Manik hitam ini langsung membulat sempurna fokus pada Nathan yang mulai fokus mengobati luka memar di wajah Jovan ."An**jiy ,leher gue masih nempel kan?".
Fokus mengobati luka memar di wajah Jovan."Alhamdulillah, tidak."
"Untung tidak gue pukul."Enteng Nathan ."....Jadi apa maksud be**go?Lu bilang kalau mati, kalau mati? Lu mau ninggalin gue sendirian."
Fokus pada Nathan dengan atensi penglihatan yang serius."Lu ada kak Riska, ada Yudha ,Kevin .Kenapa masih takut sendirian o'on."
"Beda!Kak Riska kakak gue .Dia memang selalu ada buat gue .Yudha ,Kevin sahabat gue ,tapi yang bisa memahami gue cuma lu .Rival gue .Nanti kalau gue nakal kayak dulu lagi, siapa yang akan gue ajak .Yudha ,Kevin gue tidak yakin mereka berdua mau .......Gue bilang kayak gini karena lu sudah gue anggap seperti saudara gue sendirian .Lu yang selalu punya seribu cara membuat rumah gue selalu ramai di saat gue terpuruk oleh keadaan di dalam rumah yang seperti pemakaman umum ."Nathan berlahan-lahan menundukkan pandangan .Hening sesaat Nathan langsung mengangkat tangannya menghapus bui bening yang hendak mencari ini ."Sial!".Umpatnya .
"Terima kasih!".Ucap Jovan mendongakkan atensi penglihatan Nathan kepadanya kembali."Terima kasih lu juga selalu ada di saat gue hancur .Gue beruntung punya rival seperti lu .Lu ingat waktu di pasar malam ,jika waktu itu lu terlambat sedikit saja .Mungkin saat ini gue tidak bersama lu .....,"terdiam,"...pasti sekarang gue masih terkurung di jeruji besi lapas ."
Jovan menyungging senyum hangatnya."Terima kasih."
"Barang haram itu!".
"Umm..soal barang itu .Sekarang di Indonesia semakin meraja rela .Semakin mudah anak-anak remaja dapatkan dengan mudahnya ."Menghela nafas Jovan."...Gue jadi takut sama generasi muda jaman sekarang."
Nathan beranjak dari tempat duduknya."Kenapa lu tidak jadi polisi saja. Tuntaskan semuanya ."
"Gue benci polisi."Nada suara berat Jovan terdengar dingin .
Nathan kembali ke tempat duduknya dengan dua gelas kopi miliknya dan Jovan .Ia juga membawa dua kantong Camilan .
"Gue masih heran sama lu. Kenapa lu masih sangat benci dengan Polisi?".
"Entah."Cuek Jovan mulai menyeruput kopi pahit buatan Nathan .Meletakkan gelas ini pada tempat kembali ."Lu juga tidak suka polisi, o'on."
"Hhhhhhhkkkkkkk.....iya o'on."Nathan tertawa keras tanpa tau apa yang lucu.
Kembali ke situasi tenang ."Eh!Bang***sat .Lu belum jelaskan yang tadi ."Nathan yang menginginkan pertanyaan yang belum terselesaikan tadi.
"Ehmm....gue cuma membual ."Balas enteng Jovan .
Memukul keras lengan Jovan .Plakkk....Di barengi dengan Nathan berlalu membawa kopinya ini keluar dari dapur .
"Mau kemana?".Jovan fokus pada langkah kepergian Nathan .
"Atas ,kerjakan tugas ."Balas Nathan dari kejauhan .
Jovan bersiap menyusul Nathan dengan membawa dua bungkus Camilan besar dan segelas kopi miliknya ini .Seperti seorang bayi yang membawa boneka Teddy bear besar .Dengan langkah kecil Jovan segera menyusul Nathan ke lantai atas .
++++++
Sesampainya di lantai atas kamar tidur Nathan .Nathan yang sudah duduk di meja belajar."Lu?".
"Gue tidak menganggu ,gue akan duduk di Sova menikmati game online dan makanan-makanan nyam-nyam."Jovan mendudukkan pantatnya di atas Sova yang tersedia di kamar tidur Nathan .Menyesuaikan dirinya dengan nyaman untuk memulai bermain game online
Berjam-jam Nathan fokus pada soal-soal tugas rumah sekolah nya .Berjam-jam juga Jovan main game online sampai habis satu bungkus Camilan besar tadi .
Sampai pukul satu malam. Jovan masih stay di game online miliknya .Ia bangkit dari tempat duduknya bermaksud masuk ke dalam kamar mandi dan sekali ambil air putih di lantai bawah .Tapi atensi penglihatan terfokus pada Nathan yang tertidur pulas di meja belajar nya .
Jovan mendekat ke arah Nathan. Ia melihat beberapa soal-soal yang tertindih kedua tangan Nathan ."Bahasa Inggris".Batinnya di barengi dengan mimik wajah yang menyungging senyum hangat .