My Salvador

My Salvador
Eps.120 Musuh baik



Osaka


Pukul. 06.19 Pagi


Senin


...Jangan terlalu waspada dengan orang jahat .Karena tidak semua orang jahat menakutkan....


...Sebaiknya .Waspada dan hati-hati lah dengan orang baik .Yang terkadang bermuka dua....


Semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati menu sarapan pagi masing-masing .Nathan dan Kenji yang biasanya tidak pernah duduk berjajar .Untuk pagi ini kedua duduk berjajar dengan tenang tanpa ada keributan .Sementara Hanaki duduk di depan Keduanya ,ia duduk di dekat kursi duduk Yoshi .


Sarapan pagi berjalan dengan hening. Sampai di selah beberes bekas makan .Yoshi membuka obrolan."Jadi apa keputusan mu ,Hanaki?".Sepasang manik mata yang sudah terfokus kepada Hanaki.


Hanaki terdiam sejenak. Sementara dua pemuda yang tengah bekerja sama untuk membereskan bekas makan ini pun ikut terdiam menyimak .Menunggu jawaban Hanaki .


Sembaring mendongakkan kepala melihat Yoshi."Saya memutuskan untuk kembali ke pantai tempat saya tinggal dulu. Saya ingin bantu-bantu di sana ,banyak orang membutuhkan saya di sana .Tapi saya yang sering mengabaikan panggilan untuk pergi ke sana .Sekarang sudah waktunya saya kembali ke sana."


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu. Saya akan mengantar kamu ke sana ."Yoshi menyungging senyum hangatnya.


Hanaki mengangguk ringan membalas ucapan Yoshi .


Tanpa berpaling melihat Nathan dan Kenji .Yoshi berucap ."Kalian berdua jangan diam saja. Lekas bersiap berangkat sekolah ,kalian akan ketinggalan kereta terakhir 5 menit lagi."


"NANI??".Ujar kedua bersamaan mempercepat kerja mereka .Belum akhirnya melesat ke ruang tamu untuk mengenakan sepatu .


Nathan manarik paksa tas ransel terburu-buru begitu juga Kenji yang menenteng tas sling bag sekolah dengan langkah terburu-buru menyusul Nathan yang sudah melengos lebih dulu .Karena terlalu tergesa-gesa berangkat. Kedua pemuda ini sampai lupa berpamitan kepada Yoshi ataupun Hanaki yang sedikit mengerutkan keningnya memperhatikan tingkah kedua pemuda ini.


Yang setahu Hanaki tadi pagi-pagi sekali .Hanaki mendengar jelas keributan mereka berdua .Tapi saat ia menunggu di meja makan bersama Yoshi .Hanaki sudah melihat keduanya sudah bersikap biasa saja ,seakan tadi pagi dirinya dibuat salah dengar .Karena kedua pemuda ini terlihat biasa saja dan akur .Mau heran tapi mereka berdua Nathan dan Kenji!.


Yoshi yang masih setia terduduk tenang menikmati melanjutkan membaca koran pagi nya .Seakan tau apa yang saat ini Hanaki pikirkan."Jangan heran dengan mereka berdua."Melipat koran pagi .Sembaring ia alihkan perhatian melihat lawan bicaranya."Sifat mereka berdua sulit untuk di tebak ,kadang akur ,kadang berantem ,akur lagi, berantem lagi. Bahkan masuk jurang bersama pun mereka berdua pernah, karena kecerobohan yang berantem tidak kenal tempat....Dan paman berharap mereka berdua tidak bertindak ceroboh lagi ."


++++++++


Pukul. 06.32 Pagi .


"Sial!Sudah ketinggalan kereta Ken."Kesal Nathan yang berlari sekuat tenaga tanpa memperdulikan seragam sekolah yang ia kenakan sangat berantakan.


Sama dengan Nathan ."Karena lu ANJING!Kalau lu tidak mampir ke toko buku ,tidak mungkin ketinggalan kereta."Kesal Kenji kepada Nathan .


Tanpa menghentikan langkah nya ."Siapa suruh lu ngikutin gue."


"Mana gue.....Aaaa.".Berukk..........Tubuh Kenji terpental begitu saja sampai tengkurap di atas jalanan ini.


Melihat Kenji yang tertabrak sepeda angin .Nathan secepat nya menghentikan langkahnya. Ia sempat loading sesaat sebelum akhirnya mendekati Kenji untuk membantu Kenji bangkit kembali .


Membantu Kenji bangkit."Lu kenapa pakek adegan film, Kecipir."


Sementara seseorang yang baru saja menabrak Kenji dengan sepeda angin."Gomen, mas. Saya benar-benar terburu-buru, Gomen ."Membungkuk-bungkuk meminta maaf .


Kenji yang sudah berdiri kembali dengan posisi badan sedikit membungkukkan ,mimik wajah yang meringis menahan sakit ."Tidak papa, tidak papa saya juga yang salah jalan tidak lihat-lihat."


Mereka bertiga sempat jadi pusat perhatian beberapa saat. Sebelum akhirnya berpisah untuk melanjutkan perjalanannya masing-masing .Namun kali ini Nathan dan Kenji tidak berlari seperti tadi .Keduanya berganti berjalan sedikit santai ,karena Kenji yang masih merasakan sakit di sekujur tubuh atas kejadian yang baru saja ia alami. Walau tidak ada cidera serius di tubuhnya .


Karena sudah hampir siang .Kereta tujuan mereka pun sudah tidak ada .Kedua pemuda ini memutuskan untuk berganti transportasi umum dengan naik bus .Walau akan memakan waktu lumayan lama .Syukur nya kedua pemuda ini tempat waktu sampai di sekolah .Yang gerbang nya hampir sedikit lagi tertutup rapat .


Tanpa menghentikan larinya."Ohayo pak ."Sapa nya kepada satpam yang terdiam mematung dengan kemunculan tiba-tiba dua pemuda ini .


Berlari dengan tertatih-tati .Kenji yang berhasil menyusul Nathan yang kini tengah berganti sepatu ."Lang..sung ke kelas."Terbata-bata dengan nafas yang tidak beraturan ini .


Sudah selesai berganti sepatu ."Naik lu."Nathan berjongkok di depan Kenji .


"Gue jalan sendiri."


"Mana bisa jalan cepat. Lu baru saja mencium sepeda dan berakhir mencium aspal ,be....".Memotong kalimat cerewet Nathan ."Ya cerewet."


Sudah selesai berganti sepatu. Kenji naik ke atas punggung Nathan ."Sini tas lu ."Nathan berikan tas ransel sekolah miliknya kepada Kenji .


Melihat Nathan yang berdiri dengan sekuat tenaga menopang berat badannya."Mungkin lu akan mengeluh sakit punggung."


"Ba**cot."Nathan mulai berlari kecil melewat lorong sekolah ini sebelum menaiki tangga langkah terakhir untuk sampai di kelas .


++++++


Sesaat kemudian Nathan yang sudah sampai di lorong kelas MIPA .Ia hentikan langkah sejenak."Kecipir."


Kenji yang melihat apa yang Nathan lihat ."Aduh!".


"Terabas saja lahh."Nathan memulai langkah nya kembali .Bersamaan dengan itu Kenji segera meloncat turun ."Aduh, aduh."Gumamnya.


"Rasain, siapa suruh loncat sembarangan."Tidak membantu Nathan justru memarahi Kenji yang sedikit membungkukkan menahan sakit.


Memegangi kaki kanannya."Kayaknya kaki gue keseleo ."


"Ada apa ini?".Tanya guru MTK yang berjalan di depan mereka tadi .


Iya, yang membuat langkah Nathan terhenti tadi karena kehadiran guru ini yang tengah berjalan di depan mereka berdua dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


Saat ini suasana sekolah sudah sepi .Karena semua siswa siswi sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing untuk melakukan aktivitas belajar .


Tidak mendapatkan jawaban dari dua pemuda yang terdiam memaku ini .Guru MTK ini kembali bertanya."Kalian kenapa?Dan kenapa tidak masuk kelas?Seragam kalian sangat berantakan."


"Anu Sensei ,itu apa?".Guguk Kenji bingung menyusun kata-kata. Bahkan sampai menyenggol-nyenggol lengan Nathan. Agar Nathan kembali tersadar dari loading nya ."Aaa....iya."Nathan berpaling melihat Kenji."...Tadi teman saya habis jatuh ,Sensei .Kami belum sempat merapikan pakaian kami karena takut terlambat masuk kelas."


"Hemm. Siapa nama kalian?".


"Saya Nathan Salvador dan dia Koya Kenji ."


"Bukankah kalian harus ke lep komputer .Kalian yang ikut ujian susulan bukan ."


"Astaga! iya Nat. Sensei Hajime kan menyuruh langsung ke Lep komputer."Kenji yang baru mengingat pesan notifikasi chat dari Tuan Hajime tadi pagi .


Mendengar itu Nathan menggeprek kasar bahu Kenji .Pakkk.....". Aarrrgghh...sakit."


"Siapa suruh jalan tidak pakek mata ."Nathan menatap kesal Kenji .


"Yeh."


"Dari pada bertengkar ada baiknya kalian berdua segera ke lep komputer. Atau Hajime akan marah besar kepada kalian berdua."Ucap guru MTK.


"Kalau gitu kami permisi ,Sensei ."Ucap Kenji membungkuk sekilas yang di ikuti oleh Nathan sebelum menyusul langkah kaki Kenji .


Guru MTK Iki pun ikut berlalu pergi dari sana .Karena ia juga harus melaksanakan kewajiban nya sebagai guru pengajar. Yang ternyata guru MTK ini hendak masuk ke kelas MIPA C .Kelas Nathan dan Kenji .


+++++++++


Pukul. 10.35 Siang .


Akhirnya waktu bergelut dengan kertas-kertas ujian selama berjam-jam telah usai .Baik Nathan ataupun Kenji dengan gaya pakaian kacau balau ini keluar dari lep komputer .Kedua nya berjalan santai dengan sesekali merapikan seragam ambur adul ini.


Bahkan sampai di kantin sekolah. Baik Nathan ataupun Kenji yang masih membawa tas sekolah nya masing-masing langsung nimbrung bersama dengan Hiroyuki ,Ryo ,dan Benji yang tengah menikmati menu makan siang .


"Astaga."Ujar Kenji dan Nathan bersamaan mengacak-acak surai rambut nya masing-masing.


Ryo yang biasa paling rempong menyenggol-nyenggol lengan Benji ,sampai membuat makanan yang hendak masuk mulut meluncur ke bawah sana tanpa dosa .


Kesal akan makanan Benji menatap tajam Ryo .Akan tetapi tanpa dosa Ryo justru cengengesan tanpa dosa kepada Benji yang berwajah datar.


Sementara Hiroyuki hanya terdiam fokus dengan menu makan siangnya .Tanpa ada keinginan untuk membuka obrolan lebih dulu. Layaknya Hiroyuki yang tengah ketularan penyakit cuek Benji .


Namun karena rasa letih kedua pemuda ini yang seharusnya pesan makanan justru langsung terlelap dengan bantal tas mereka masing-masing.


"Gue duluan. Jika kalian mau pergi bangunkan mereka berdua lebih dulu."Pesan Hiroyuki berlalu pergi dari sana .


Menatap kepergian Hiroyuki."Hiro kenapa?".


Tidak menjawab. Benji justru membangunkan dua orang kelelahan ini ."Nat ,Ken."menggoyang-goyangkan punggung Nathan dan Kenji .


Keduanya langsung mendongak menatap dengan mata sebah khas orang bangun tidur."Cepat ke kelas bentar lagi masuk."Ucap Benji ."Gue duluan."Pamitnya berlalu meninggalkan kantin .


Ryo yang masih terduduk di tempat yang sama."Kalian tau apa yang Hiro sembunyikan."


"H?".Nathan mengerutkan keningnya.


Kenji membuka keheningan."Tidak mungkin. Hiro tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari kita semua."


"Hem."Dehem Kenji ikut beranjak .


Nathan yang tidak mengetahui apa-apa lagi-lagi hanya mengikuti-ikut saja .Sampai ditengah langkah tiba-tiba benda pipih dalam saku celananya berdering. Ia hentikan langkah nya sejenak. Untuk mengangkat panggilan telepon ini.


Tersambung.


*Assallamuallaikum, kak."


*Wallaikum'salam salam ."


*Kakak cuma mau ngingetin kalau tiga Minggu lagi bulan puasa .Nanti di Minggu kedua atau ketiga kakak akan jemput kamu .Ayo ke Indonesia."


*Iya kak. Kalau bisa di percepat kak. Kangen Indonesia."


*Kakak usahakan."


*Yasudah ,lajut sekolah nya."


Panggilan di akhir sepihak oleh Riska di seberang sana .


Hendak memasukkan gawai nya ke dalam saku celana kembali .Kenji yang tadi meninggalkan nya tiba-tiba saja sudah berdiri di depan Nathan."Siapa?".


"Anjing!".Melotot kan manik hitam lekatnya.


"Kakak gue. Minggir lu."Nathan berjalan mendahului Kenji yang menghalangi langkahnya.


+++++++++


Pukul. 14.39 Menjelang sore .


Singkat cerita jam pulang sekolah telah tiba .Semua siswa siswi berhamburan meninggalkan gedung sekolah. Begitu juga dengan Nathan dan Kenji .


Nathan dan Kenji pulang berdua seperti biasa dengan pemikiran yang bertanya-tanya soal sikap Hiroyuki yang seharian ini seperti tengah mengabaikan kehadiran mereka berdua.


Kenji yang tengah berjalan sejajar keluar gedung sekolah bersama Nathan."Ehm bener lah, Hiro seperti mengabaikan kehadiran kita .Seperti ada sesuatu yang tengah ia sembunyikan dari kita ."


"Iya lah, tapi karena apa?Dia seperti menghindar dari kita".


Setelah banyak pertanyaan keduanya tetap berjalan santai untuk pulang. Membuat suasana hening sepanjang perjalanan terjadi .


Sampai tiba-tiba saja Nathan menarik pergelangan tangan Kenji sampai menghentikan langkah kaki Kenji .


Melihat gedung rumah sakit Aurora Azuma ."Ke sana Ken. Gue dari kemarin ngobrol dengan Yuriko dari ponsel saja, padahal gue sudah janji bakal jenguk dia .Tapi sampai musim dingin berakhir gue belum jenguk dia sama sekali ."


Tanpa berpikir panjang."Okeh."


Langkah pulang mereka tertunda. Dengan keduanya yang berbelok ke RS terlebih dahulu.


++++


"Kamar inapnya masih sama?".Tanya Kenji melepas jas sekolah nya .


"Masih."


"Terakhir gue komunikasi sama dia bulan lalu."


"Ehm ."


Sampai di kamar rawat inap Harumi Yuriko .Nathan mengetuk pintu di depannya pelan .Sampai seseorang di dalam ruang rawat inap ini menggeser pintu ini ."Ada apa tuan?".


"Eh?".Kenji yang melihat orang berbeda .


"Ini benar kamar rawat inap Harumi Yuriko?".Tanya Nathan kepada wanita muda di depan nya ini.


"Bukan ,ini kamar rawat suami saya."


"..... Mungkin orang yang kalian cari sudah dipindah kamar .Lebih baik kalian tanya perawatan."


"Iya, Arigatogozaimashita. Maaf tengah menganggu."Pamit Nathan berlalu dari sana yang di ikuti oleh Kenji .


"Tanya saja, Nat."


"Ehmm."


Dengan terpaksa kedua pemuda ini kembali turun ke lantai bawah rumah sakit .Belum sempat turun tiba-tiba saja kedua pemuda ini harus menepi untuk memberi jalan beberapa perawat dengan dokter yang tengah berlari panik ."Pasien Yasuhiro sangat keritis ,Dokter."


"Akan sangat mustahil menyelamatkan nyawa nya."


Ucap beberapa perawatan yang mengikuti lari dokter ini .


Baik Nathan dan Kenji yang mendengar nama yang tidak asing didengar telinga nya .Membuat keduanya loading sesaat di sana ."Ken, lu dengar nama siapa yang baru saja mereka ucapkan?".


"Hem."


"Pastikan yukk."


"Yok. Gue penasaran."


Kedua pemuda ini tidak jadi turun ke lain bawah .Melainkan mengikuti perawatan-perawatan dan satu dokter tadi kemana pergi .


Tibanya di sebuah ruang UGD .Kenji secepat mungkin menarik Nathan untuk segera bersembunyi.


Brukk...."Aduh."Nathan yang meringis karena kepalanya yang tanpa sengaja terbentuk dinding rumah sakit .


Melihat itu."Maaf."


"Yeh." Mengelus-elus surai rambut kepalanya.


"Ada Riki di sana."Kenji mengintip sedikit dari balik dinding penghalang ini.".....Tapi dia duduk di kursi roda ."


Karena penasaran .Nathan ikut nimbrung mengintip."Iya lahh, mereka kenapa?Muka mereka babak belur gitu."Yang di maksud Nathan adalah muka Riki dan Tado yang penuh plaster luka. Di tambah lagi Riki yang duduk di kursi roda .Sementara Tado membawa satu tongkat penyangga tubuhnya yang ia sandarkan di samping tempat nya duduk. Bisa di bilang kaki kiri Tado tengah di gif .


"Samperin yuk."Ajak Nathan yang belum sempat melangkah sudah di tarik paksa lagi oleh Kenji .


"Weew."


"OTAK LU BENERAN DI DENGKUL?".Bentak Kenji .


"Ehmm."Nathan justru mengeluarkan suara sendawa nya .Membuat Kenji mengeram kesal .


"Tapi kalau penasaran tidak di samperin langsung man....". Tiba-tiba terdengar suara memotong kalimat yang belum terselesaikan Nathan ."Kalian mau apa?".


Mendengar itu baik Nathan ataupun Kenji langsung terfokus dengan sumber suara.


"Kalian berdua mau menghajar kita?".


Nathan dan Kenji masih terdiam loading di tempat.


"Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk kalian berdua."


"Tidak."Ucap Nathan."...Maksud gue tidak mungkin kita menyerang lawan yang tidak seimbang gini."


Saut Kenji."Lagian kita kemarin bukan untuk untuk itu."


"Lantas kenapa kalian mengendap-endap?".


Nathan menghembuskan nafas kasarnya ."Kalau tidak gini kita harus apa. Kan lu dan teman-teman lu yang lain musuhin kita ."


Saut Kenji."Kita tadi tidak sengaja dengar salah satu Dokter mengucap nama Yasuhiro. Jadi kita coba pastikan saja ."


"Lagian kalian kenapa bisa sampai seperti ini?".Tanya Nathan mengeluarkan unek-unek penasaran dalam hati nya .


Noritaka Riki .Pemuda yang sembaring tadi mengobrol dengan mereka berdua ."Ini semua karena ketua CB."Dengan mengepalkan telapak tangannya menahan amarah .


Mendongak melihat kedua lawan bicaranya."Peringatan Hiroyuki dan yang lain untuk lebih hati-hati dengan CB .Ketua mereka benar-benar raja maut ."


"Apa maksudnya lu mengingat kita seperti ini .Bukankah suatu keuntungan untuk lu jika geng kami berhasil di hancurkan CB."Kenji menatap datar Riki .


Mendengar itu Riki menyungging senyum miring nya."Kita memang musuh. Tapi jika geng lu benar-benar bubar .Lantas apa gunanya geng gue....Geng gue akan sepi tanpa adanya musuh seperti geng lu."


"Baiklah. gue permisi dan gue harap lu dan geng lu bisa melawan CB ."Riki mendorong roda kursi rodanya berlahan-lahan menjauh dari kedua pemuda ini untuk kembali ke tempat di mana Tado tengan duduk menunggu kedatangan nya kembali.