
Sebelum ke cerita. Saya akan sedikit membahas tentang penyakit mental yang di alami Asta Bramasta.
Asta adalah pemuda yang memiliki gangguan pada mentalnya. Hampir sama dengan penyakit fisik ,namun kasus ini penyakit dalam(Batin) .Gangguan pada Asta di akibatkan karena perlakuan keras Om Bram, ayah angkatnya .Entah sejak kapan perlakuan buruk ini berlangsung. Yang jelas perlakuan buruk ini sangat menyiksa mental Asta .
Next....
Gangguan Psikotik yang membuat diri Asta mengalami halusinasi .Sulitnya ia membedakan antara kenyataan ataupun bukan kenyataan .
Gangguan kontrol Implus yang membuat Asta menyakiti dirinya sendiri dengan sengaja .Atau di sengaja olehnya .
Di tambah dengan perlakuan keras Om Bram membuat Asta memiliki tekanan ketakutan juga kecemasan hebat setiap hari nya .
Bisa di simpulkan .Trauma psikologis adalah sakit mental yang paling mengendalikan diri Asta .Penyakit ini akan di alami oleh seseorang yang pernah kehilangan orang yang dicintai dan menjadi korban kekerasan emosional, fisik, atau seksual, juga bisa membuat seseorang merasa hampa, mati rasa, dan rendah diri.
Penderita akan menganggap dengan menyakiti diri sendiri bisa mengingatkan dirinya bahwa ia masih hidup dan merasakan sesuatu layaknya orang normal lainnya. Adalah penyakit mental yang tengah Asta lawan .Karena Asta kehilangan Arga bersamaan dengan datangnya suatu kebenaran yang tidak seharusnya ia ketahui membuat nya stress .Lalu iya mendapatkan perlakuan buruk dari Om Bram. Terus-menerus.
Sampai sini saja .Sama-sama belajar maaf jika ada salah penulisan🙏🙏
++++++
++++++++++
Indonesia
Pukul. 08.38 Pagi
Selasa
Cahaya sang raja surya sudah sudah mulai naik ke atas ubun-ubun kepala .Banyak orang-orang mulai menjalani aktivitas nya masing-masing .Toh cuaca hari ini sangat mendukung walaupun suasana cukup panas .
Namun panasnya di luaran sana tidak membuat pemuda yang masih tidur berselimut tebal ini terbangun .Jangankan bangun membuka kedua kelopak matanya saja tidak pemuda ini lakukan.
Di sisi lain .Di salah satu ruangan rumah ini .Dapur tempat Kenji tengah membangun bibi Rani membereskan beberapa kerusuhan di dapur .
Bi Rani yang tengah mengelap wadah bersih yang sudah Kenji cuci bersih ."Nak Nathan belum bangun ."
"Belum bi .Saya sudah mengetuk pintu kamarnya berkali-kali tapi tidak ada balasan."Mengeringkan kedua tangannya yang basah dengan sapu tangan kering.
"Saya akan pergi membangunkannya lagi bibi."Kenji berlalu meninggalkan dapur .
+++
Baru saja diam di depan pintu kamar tidur Nathan .Kenji di kejutkan dengan pintu di depannya yang terbuka tiba-tiba. Brakkk....".Loh Ken ada apa?".
Kenji masih mematung kaget di depan pintu kamar. Ada Nathan yang terlihat belum mandi .
Gegabah memakai jaket."Gue pergi bentar ."Nathan berlalu melewati Kenji .
Baru tersadar .Kenji berteriak dari atas sini ."Lu tidak ganti celana dulu?".
"Buru-buru."Nathan sedikit berlari menuruni tangga rumah.
Mengingat Nathan pergi dengan hanya mengenakan bawahan celana pendek selutut ,kos putih ,jaket hitam .Tidak lupa surai rambut yang masih berantakan. Membuat Kenji sebagai teman yang baik .Berusaha meningkatkan Nathan untuk berganti pakaian lebih dulu .Tapi yang di ingatkan justru mengabaikan penampilan nya.
Di luar rumah Nathan langsung berlari ke garasi mobil .Mengambil helm asal yang tertata rapi di dalam lemari dalam garasi ini .
Sudah memakai helm Nathan langsung menaiki motor Jovan .Iya, apa gunanya ada motor teman di rumah kalau tidak di pakai. Pikir ku hhhh...
Next...
Berummm....Berumm...Nathan mulai tancap gas meninggalkan pekarangan rumah nya .
Sementara Kenji yang tengah menuruni tangga rumah ini dengan langkah santainya .Deerruumm...Ponsel yang ada di saku celana berdering.
Kenji rogoh kantong celana nya untuk mengambil benda pipih berdering-dering ini .Tertera panggilan telepon dari Riska di sana .
...Tersambung...
*Kenji .Nathan masih di rumah?".
*Nathan baru saja pergi kak."
*Astaga... baiklah terimakasih Kenji ."
Panggilan di akhir Riska sepihak.
Panggilan berakhir .Kenji mencoba menyusul Nathan keluar .Namun saat ia baru di ambang pintu utama. Nathan sudah tancap gas meninggalkan halaman pekarangan rumah.
Kenji menghampiri pak Tedi yang baru keluar dari dalam garasi mobil."Pak ."Serunya membuat pak Tedi menghentikan langkah kaki nya .
"Tadi Nathan ada berpesan sesuatu?" .
"Tidak Den."
"Baiklah pak. Permisi."Kenji berlalu meninggalkan Pak Tedi untuk kembali masuk ke dalam rumah.
++++
Entah apa yang membuat Nathan sampai senekat itu .Sampai tidak perlu dengan nyawanya.
Sejam kemudian Nathan berhenti tepat di depan kediaman almarhum nenek tirinya. Bergegas turun dari motor .Tanpa melepaskan helm Nathan melangkahkan kakinya ke arah pintu utama rumah ini .
Ada dua penjaga rumah di depan pintu utama .Dan tanpa basa basi Nathan langsung melumpuhkan dua penjaga rumah. Tanpa membuat keributan.
Baru selangkah di ambang pintu masuk .Nathan sudah di sambut oleh pemilik baru rumah mewah minimalis ini.
++++
Di jam yang sama .Riska yang tengah duduk di kursi kerja ruang pribadi nya. Bersama dengan Panji yang berdiri sambil meja kerjanya.
Masih terfokus pada Riska yang sibuk membaca berkas kerja."Kamu akan membiarkan adik mu melakukannya .Kamu tidak takut Nathan terluka?".
Tanpa mengalihkan fokus pada lawan bicaranya."Nathan adalah adik ku yang sangat keras kepala .Sekuat apapun saya melarangnya .Nathan yang keras kepala itu ,akan punya seribu cara untuk pergi tanpa sepengetahuan saya .Apapun itu.....".Menjedah ucapannya sembaring mengangkat pandangan melihat Panji ."....Jangan lupa waktu ada tawuran dulu ."
Penji mengingat-ingat masa-masa Nathan yang masih mustahil di kendalikan. Terkecuali Riska Iya, hanya Riska pusat kelemahan Nathan .Setelah hantu hahahh....
Next...
Teringat masa lalu."Wah!!Astaga!ADIK NONA SANGAT NAKAL."Seketika Panji mendapatkan tatapan tajam dari Riska.
Melambai-lambaikan kedua telapak tangan sejajar dada ."Tak, tak ,tak .Nathan sangat baik sekali .Dia anak baik. "
Memijat keningnya. Riska membuang nafas sabarnya ."Aahh...lebih baik kamu ke kantor polisi. Adik saya pasti sudah mengetahui siapa pengedar barang haram itu ."
"Tapi katanya nona tidak mau terlibat dalam masalah itu ."
"Mau nya, iya .Tapi adik ku itu...,"Menjedah ucapannya,"...yasudah cepat pergi .Lagian ini perbuatan baik .Nanti sore saya akan ikut pertemuan dengan petinggi kota ini ."
Menyodorkan satu berkas ."Dan berikan ini kepada Gichel .Suruh dia menyelesaikan ini sebelum makan siang ."
Mengambil berkas ."Baiklah, permisi ."Panji berlalu meninggalkan ruang kerja pribadi Riska .
++++
Kembali ke Nathan .
Baru selangkah di ambang pintu utama rumah .Nathan sudah di sambut oleh pemilik baru rumah mewah minimalis ini.
Tentu sang pemilik tengah duduk di ruang tengah yang terlihat langsung dari pintu utama awal Nathan masuk .
Pria berjas biru ini tengah duduk santai di sova panjang ruang tamu. Dengan menikmati segelas anggur dalam genggaman tangan kirinya."Saya pikir tamu saya akan dat besok....Ternyata tamu saya datang hari ini ."Basa basi sang pemilik rumah.
"Sikk.....saya belum mempersiapkan apapun untuk menyambut nya."Di iringi terangkat nya pandangan kedua atensi nya .Fokus lurus menatap Nathan yang masih terdiam di depan pintu utama.
Seperti biasa. Tanpa rasa takut dengan tatapan tajam pria ini .Nathan justru melangkah lebih masuk ke dalam rumah.
Tepat di tengah ruangan .Nathan dapat melihat semuanya. Terutama satu pria yang sangat tidak asing untuk nya .
"Om Bram."Seru Nathan.
"Bram ,kau kenal keponakan ku?".Tanya pria berjas biru.
*Alexandre Fijionar .Nama pria berjas biru .Pemilik perjuangan barang haram ini(Tokoh utama penjualan barang haram) .Anak nenek Rahayu .Nenek tiri Nathan .*
"Om Bram apa yang om Bram lakukan disini?Asta sedang di rawat di rumah sakit .Om Bram tidak menemani Asta ."Nathan tidak habis pikir dengan jalan pikiran om Bram. Sampai datang ke tempat ini .
"Apa urusanmu?Kau bahkan tidak pernah punya keluarga...Mengerti apa kau berada di posisi ku."Nada suara berat dingin om Bram.
"Tap...". Memotong ucapan Nathan .Entah sejak kapan Fiji menghampiri Nathan. Karena tiba-tiba saja Fiji sudah merangkul bahu kokoh Nathan."Hy!Hy! Adik ku kenapa kau selalu emosional."Ujar Fiji .Bukan tapi kembaran Fiji .Karena Fiji masih terduduk tenang di Sova tadi .
Nathan yang belum pernah mengetahui Fiji .Om nya memiliki kembaran. Di hari ini Nathan mengetahui semuanya. Fakta yang baru saja ia ketahui.
"Om! Ada dua!". Fokus Nathan yang berganti menatap dua muka mirip ini .
*Alexandre Tionar .Kakak Alexander Fijionar .Anak kembar yang di sembunyikan dengan rapi oleh nenek tiri Nathan. Entah karena alasan apa .Tapi Selama ini belum ada yang mengetahui Fiji memiliki kembaran.*
Nathan di tarik paksa untuk ikut duduk bergabung dengan mereka. Bahkan Nathan di beri segelas minuman haram untuk jamuan .
Menaruh kembali gelas ini di atas meja ."Kalian semua penjual barang haram ini."Tabak Nathan .
"Dia benar-benar pandai ayah."Ujar suara seseorang yang baru saja ikut bergabung.
"Hidan."
"Kenalkan sepupumu .Alexandre Hidan."Ucap Fiji memperkenalkan nama putranya.
"Situasi apa ini .Sejak kapan om Fiji punya saudara kembar. Hidan dia anak baji**ngan ini .Lalu om Bram .Apa otaknya sudah di cuci mereka .Bisa-bisa dia pergi ketempat seperti ini ,seakan dia tidak perduli lagi dengan keluarga nya ." Batin Nathan bergumam .Gusar dengan posisi situasi nya saat ini .
"Fakta apa lagi ini??".Batin Nathan bertanya-tanya.
+++++