My Salvador

My Salvador
Eps.213 KapakX Jarum pentul



Italia


Pukul. 14.45 Sore


Selasa


Bel pulang sekolah telah berbunyi. Nathan dan Jovan yang masih dalam keadaan yang sama pun bersiap-siap untuk kembali pulang .


Di saat semua siswa siswi sudah membubarkan diri .Keduanya berjalan lesung keluar kelas .Sampai tiba-tiba salah satu siswa yang berlari berlawanan arah menabrak bahu Nathan Bruk...."Maaf maaf ."Ucap pemuda ini.


"Iya ."


"Tunggu."Ucap Jovan."Di sana ada apa, kenapa semua buru-buru ke sana?".


"Ada siswi yang di bullying."Balas pemuda ini."Saya permisi."Pemuda ini berlalu pergi kembali berlari ke arah lorong tempat para siswa siswi lain berlarian untuk melihat drama bullying .


"Dia OSIS bukan."Ucap Jovan.


Nathan tiba-tiba berputar arah menyusul pemuda OSIS tadi .


Terasa tertarik paksa ."Kalau mau jalan bilang dulu o'on."Bentak Jovan kesal .


Next......


Di dalam salah satu bilik kamar mandi wanita. Nathan dan Jovan yang berhasil berdesak-desakan sampai bisa masuk ke dalam toilet wanita .Keduanya yang sudah fokus melihat pada salah satu bilik toilet wanita.


"Itu teman sebangku lu bukan."Tebak Jovan .


"Hem."Nathan merogo tas sekolah nya .Mengambil seragam olehraga yang tidak sempat ia kenakan karena Jovan .


Ia melangkah mendekati menyampirkan kaos lengan panjang olehraga miliki di tubuh basah kuyup perempuan kacamata ini."Ganti pakaian mu dengan seragam olehraga saya."Kata Nathan.


"Pakaian saja kami akan berjaga di sini. Percaya pada kami bukan mereka."Timpal Jovan di susul menyungging senyum hangat nya.


Ragu-ragu perempuan kacamata ini mengangguk ringan, ia berlalu masuk ke dalam bilik salah satu kamar mandi untuk berganti pakaian.


Nathan dan Jovan yang menempati janjinya menunggu perempuan kacamata itu tepat di depan pintu bilik kamar mandi yang di pakai perempuan kacamata ini. Agar tidak ada siswi atau siswa yang bebuat jahil lagi kepadanya.


Sementara kedua Osisi yang baru saja selesai dengan urusan kembali dengan membawakan handuk untuk perempuan tadi ."Bubar kenapa masih di sini."Perintah tegas ketua OSIS ini.


Siswa siswi yang menonton berdesak-desakkan pun akhirnya membubarkan diri ,meninggalkan kamar mandi wanita .


Fokus kembali kepada dua pemuda di depannya."Terima kasih sudah ikut membantu."


"Iya ."Balas Jovan ."Perempuan itu korban bullying?".


"Iya ,saya sudah berusaha sebisa saya menjadi ketua OSIS yang benar .Akan tetapi tetap saja dia menjadi sasaran bullying ."


Celek....."Kamu terluka?".Tanya ketua Osisi ini kepada perempuan berkacamata.


Perempuan ini menggeleng ringan .


"Lain kali kalau di suruh mereka bertiga jangan mau .Kamu kan sudah tau sendiri bagaimana mereka bertiga sering berperilaku kasar kepada mu .Tapi kamu masih saja menuruti keinginan mereka bertiga."


"Maaf merepotkan kamu lagi."


"Yasudah biarkan. Dia sekarang adalah teman saya .Saya yang akan melindunginya mulai dari sekarang."Kata Nathan merangkul bahu perempuan berkacamata ini.


"Iya ,saya sebenarnya juga ingin mengatakan jika saya tidak bisa menjaga kamu lagi .Saya akan di sibuk dengan kegiatan padat Osisi untuk beberapa bulan ke depan."


"Serahkan semuanya pada sahabat saya .Dia jago membuat jantung lawannya mati rasa ."Ucap Jovan.


"CK .Ayo pulang bang***sat ,baco****tan lu tidak berguna."Ucap Nathan berlalu pergi tanpa melepas genggaman tangannya yang menggenggam tangan perempuan berkacamata ini .


Alhasil baik Jovan ataupun perempuan berkacamata ini tertarik paksa mengikuti langkah kaki Nathan .


Sementara pemuda ketua OSIS ini."Itu kenapa tangannya ke borgol ."Gumamnya pelan .


++++++


Pukul. 15.00 Sore


Selepas mengantarkan pulang perempuan berkacamata tadi .Nathan dan Jovan yang akhirnya sampai Villa .


"Akhirnya mandi air hangat."Tarik Jovan hendak berlari masuk ke dalam Liv akan tetapi tertahan oleh Nathan ."Lupa lu."


"Aahh.....sialan ."


"Tunggu paman Dante bentar ."Nathan berlalu duduk di ruang tamu menunggu kepulangan paman Dante.


Dua jam, Tiga jam ,empat jam ,lima jam berlalu akan tetapi paman Dante tidak kunjung pulang. Selama itu keduanya juga sempat ketiduran, akan tetapi saat terbangun masih tetap sama saja .


"Erdoardo."Panggil Nathan kepada salah satu bodyguard nya .


"Ada yang perlu saya bantu tuan muda?".Tanya Erdoardo yang sudah dekat dengan tempat duduknya Nathan .


"Paman Dante belum pulang?".


"Belum tuan muda .Tuan Dante akan pulang besok sore ."


"WHAT?".


Jovan yang tertidur pulas langsung terbangun linglung .


Menunjukkan tangan yang terborgol."Bagaimana dengan brogol ini .Borgol tidak di lepaskan."Kesal Nathan meninggikan nada bicaranya.


"Paman Dante akan membawakan kuncinya."Jovan yang setengah sadar.


"Paman Dante kembali besok sore o'on."


"Apa?"WHAT?".Baru menunjukkan ekspresi kaget ."Gue ,tidak mungkin gue tidak mandi sampai besok ."


"Lu biasanya mandi satu Minggu dua kali saja heboh ,CK lebay ."Nathan memasang ekspresi wajah datar.


"Iya ,dan hari ini jadwal mandi gue .Kalau hari ini gue tidak mandi berarti empat hari gue tidak mandi."


Mendorong kasar kening Jovan ."Jorok bang***sat. Gue akan bilang semuanya kepada Sekar ."


Mengangkat jari telunjuk nya ."Orang yang benar-benar sayang kepada kita pasti akan menerima apa adanya kita ."


Kembali mendorong kasar kening Jovan ."Tetap saja jorok o'on."


Membungkam mulut Jovan dengan bantal agar di tidak bicara lagi ."Diam ba***cot ."


Loading hening sesaat. Nathan kembali fokus pada Edoardo."Bisa carikan kapak ."


"Buat apa?".


"Potong tangan lu."


"Oh?".


"Potong ini anjing ."


"Emang bisa ."


"Kalau belum di coba mana tau ."


"Baiklah tuan permisi."


"Saya tunggu di luar ."Yang di balas anggukan kepala ringan Edoardo.


Next......


"CK otot apaan lu .Tidak lecet sama sekali borgol nya ."Ejek Jovan melihat rantai borgol yang masih mengilap bersih.


Menyerahkan kapak ini kepada Jovan ."Coba kalau bisa."


"Lihat nih ."Dengan penuh kepercayaan diri .Sett....Dupp....."Huaahahahh.......,"Mendorong kasar belakang kepala Jovan,"....Otot apaan lu."Balas mengejek Nathan .


"Nihh....Nihh.....".Kesal Jovan menyerahkan kembali kapak ini kepada Nathan.


"Edoardo, tolong bantu".Minta Nathan yang di turutin oleh Edoardo .


Memukul sekuat mungkin Depp....."Ya sama saja Nat."Ucap Jovan yang melihat tidak ada perubahan pada rantai borgol ini.


"Maaf tuan muda. Sepertinya borgol khusus ini terbuat dari tembaga murni dan emas perak yang mustahil bisa di putuskan dengan mudah."Jelas Edoardo.


"Aduh Nat ,gue beneran tidak mandi."


"Gue juga tidak bang****sat .Gara-gara lu!!!!."


Next......


Di dalam bilik kamar Nathan .Nathan dan Jovan sama-sama rebahan di atas tempat tidur .Dengan membiarkan kedua keki bergelantungan .


"Lengket nya....."Umpat Nathan risih dengan badanya sendiri yang kengket dan bau .


Jovan beranjak bangun dari tempat duduknya."Mandi saja Nat ."


"Tidak-tidak."


"Mandinya gantian .Lu duluan gue akan nunggu di luar ."


"Lepas pakaian gimana ,lu tidak lihat jas dan kemeja gue .Mau di sobek gitu."


Mustahil untuk bisa melepaskan kemeja dan jas dengan tangan di borgol. Walaupun bisa itu pun pasti hanya sebelah yang terbuka ,sementara sebelah tidak mungkin.


"Iya di sobek .Seragamnya lu beli lagi."


Terdengar gila ."Ide bangus ."Nathan beranjak mengeluarkan ponselnya. Menghubungi Edoardo .


...Tersambung....


*Tolong belikan saya seragam sekolah yang sama seperti yang saya kenakan sekarang."


*Baik tuan muda."


*Jika sudah dapat segera antar ke kamar saya ."


*Baik tuan muda."


Panggilan di akhir sepihak oleh Nathan.


"Nunggu seragam bentar ."


"Lu takut tidak dapat seragam yang sama."Mengerti diamnya Nathan ."Dapat-dapat tidak mungkin tidak. Ayo Nat sekarang saja .Gue butuh mandi ,Mandi!!!!! ."


"Ka....".Jovan menarik paksa Nathan untuk ikut bersamanya."Gue pinjaman pakaian lu ."


Menghentikan langkahnya."Tidak bisa."Tegas Nathan."Pakai pakaian lu sendiri."


"CK, pelit ."Jovan berlalu dan lagi membuat Nathan tertarik kasar mengikuti langkah kakinya.


Next.....


"Cepat be***go ,lu mandi atau semedi di dalam."Omel Jovan yang duduk tepat di depan pintu kamar mandi yang tertutup dengan tangan kanan yang terus mengantung di pintu kamar mandi yang dibiarkan terbuka sedikit.


"Gue bukan paksa kalau lu tidak keluar. Gue itu sam....".Sekkk...Nathan keluar dengan sehelai handuk yang menutupi bagian bawah nya."Udah ,cerewet ba***cot ."


Jovan yang juga hanya mengenakan sehelai handuk menutui bagian bawahnya."Mingir."Mendorong kasar giliran menerobos masuk untuk berganti mandi .Dan giliran Nathan yang duduk di kursi kecil tepat di depan pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


Beberapa jam kemudian."Sudah belum Jov."


"10 menit lagi ."


"Woy anjing .Mandi apaan lu breng***sek .Cepat keluar atau gue buka paksa pintu ini."


"Iya buka aja ."


"Jovan...".


"Hah?".


"Cepat bang***sat gue kedinginan."


"Iya pakek baju ."


"Mana bisa bang***sat ."Nathan yang sudah sangat putus asa menghadapi sifat sahabat yang sangat menyiksa .


Sekk...."Dah selesai."


Nathan menyungging ekspresi wajah datar Manahan amarah .


Melihat limpatan pakaian nya ."Btw gimana cara pakainya?".Tanya Jovan.


"Eeee.........". Loading sesaat. Mencoba beberapa cara .Namun gagal .


"Jov."Seru Nathan pada Jovan .


"Hah?".


"Lu bawa jarum pentul."


"Ada miliknya Sekar ketinggalan di tas ransel gue ."


"Ambil Jov ,itu bisa membuka borgol."


Hendak melangkah namun urung ."Tidak mungkin gue keluar dengan pakaian seperti ini ."Menyadari dirinya yang hanya mengenakan sehelai handuk sebagai penutup bawahan.


"Edoardo."


Sesaat kemudian.


"Terimakasih."Jovan yang langsung mengambil alih tas ransel miliknya yang di ambil Edoardo.


Setelah merogoh kantong tas nya ."Nihh...Nihh cepat ."


Nathan secepat mengambil dan membuka kotak jarum pentul untuk mengambil satu jarum pentul untuk nya pergunakan membuka borgol ini .


Beberapa jam lamanya berduel dengan borgol. Jglekk......Saling tatap dengan manik mata jengkal ."Terbuka ."Sorak gembira kedua pemuda ini .


Jovan langsung meloncat memeluk Edoardo."Terbuka ."Sembaring bersorak gembira.


Sementara Nathan melompat-lompat kegirangan. Dan untung nya handuk yang kedua pemuda ini kenakan tidak sampai melorot. Tidak akan dapat di ceritakan lagi kalau melorot .


Next....


Melempar pakaian milik Jovan ."Ganti disini gue yang di dalam ."Nathan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


"CK ."Jovan baru ingin melepaskan handuk namun urung."Anda boleh pergi .Dan tutup pintunya."Jovan menatap datar.


"Iya ,maaf tuan ."Edoardo berlalu pergi meninggalkan kamar Nathan tidak lupa menutup kembali pintu kamar ini .