
Indonesia
Pukul
Sabtu
"Tante Nini."Seru Nathan yang sudah berdiri di dekat ranjang pesakitan tempat Nini terbaring sakit .
Melihat banyak alat medis yang terpasang di tubuh Tante Nini. Batin Nathan berkata."Kemana perginya wajah cantik tante Nini, Tuhan?Tante Nini. Kenapa harus Tante?Tante sendirian .Dan kenapa? Mengapa?".
"Nathan. Apakah kamu Nathan?".Nada suara rendah serak Tante Nini yang berlahan-lahan mulai membuka kedua kelopak matanya.
Nathan lebih mendekat lagi kepada Nini ."Iya ,Tante ini Nathan ."
"Nathan maafkan suami Tante, maafkan Asta juga .Asta adalah korban, iya tidak salah apa-apa .Justru Tante yang patut di salah karena tidak bisa melindunginya dengan baik .Sampai Tuhan pun mengetahui dan mengambil Arga kembali."
"Nathan .Tante tidak punya waktu banyak .Tante juga sudah bilang ke Yudha untuk mendorong ginjal Tante untuk Asta ."
Nathan hanya terdiam menang tangisnya .Menatap sudut mata Tante Nini yang sangat sayup menenangkan.
"Kenapa kamu diam saja?Tidak seperti biasanya Nathan diam ."Menarik sudut bibirnya tersenyum manis, ia sungging di sudut bibir pucat nya .
Berusaha menyungging senyum semanis mungkin. Nathan berucap ."Saya berdoa supaya Tante Nini lekas sembuh. Supaya saya bisa melihat kecantikan Tante Nini yang tiada tandingannya."
Nini kembali menyungging senyum."Aminn."
"Nathan bisa tinggalkan Tante .Tante ingin istirahat capek ."
Nathan mengangguk ringan."Wassalamu'alaikum."
"Wallaikum'salam."
Beranjak pergi meninggalkan ruang rawat IGD Tante Nini. Untuk membiarkan Tante Nini beristirahat dengan tenang.
+++
"Ayo ke ruangan lain ,Ken."
"Hem."Beranjak dari tempat duduknya di barengi dengan menyimpan gawainya di saku celananya.
Kenji yang berjalan beriringan dengan Nathan."Yudha tadi masuk ke ruangan itu ."
"Iya."Sampai di depan ruangan yang Kenji tunjukkan."Tunggu di sini saja."Nathan yang duduk di kursi tralis besi depan ruang IGD tempat Asta di rawat .
+++
Sesaat kemudian Yudha keluar dari dalam ruang IGD tempat Asta di rawat .Yudha berjalan duduk di samping kursi kosong dekat Nathan .
"Yud. Beneran Tante Nini bakal mendorong ginjal untuk Asta?".Tanya Nathan tanpa menatap lawan bicaranya.
"Benar."Balas Yudha ."Dan kerena itu Tante Nini menolak meminum obat-obatan dari dokter .Tante Nini melakukan itu demi melindungi ginjalnya agar tetap sehat .Walaupun jantung nya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Jantung nya selalu menyakiti dirinya setiap saat .Tapi tante Nini tetap bersikukuh tidak mau minum obat apapun."
++++++++++
Pukul. 22.10 Malam
Menjelang malam hari. Pukul 22.10 malam .Motor yang Nathan kendarai baru masuk ke dalam garasi rumah.
Menyadari motor sudah berhenti dengan baik .Kenji beranjak turun dari boncengan belakang motor. Sembaring melepas helm yang ia kenakan.
"Mas Panji kayaknya bakal marah besar sama kita ."Mengambil helm yang Nathan berikan untuk ia taruh di lemari bersama dengan helm-helm lainnya .
Mengambil barang belanjaan, sebelum beranjak turun dari atas motor ."Gue yang akan angkat bicara".Berlalu meninggalkan garasi .
++
Di dalam rumah yang suasana beberapa ruangan sudah gelap .Nathan dan Kenji Kenji tiba-tiba di kejutkan dengan suara sesosok berpakaian sebah putih keluarga dari ruang keluarga yang berlampu redup .
"Sudah pulang den."
Sama-sama membulatkan manik hitam matanya."AAWWWWWWWWAAAAAAAAAA........"
"HA...Hantu....".Ucap patah-patah Kenji .
Sosok ini semakin mendekat .Dan kedua pemuda ini semakin mengambil langkah mundur.
Semakin dekat ,semakin keduanya menutup pandangan dari sosok itu .Sampai sebuah tangan terulur menyentuh lengan Nathan ."Den .Ini bibi ."
Nathan merenggangkan telapak tangan yang menutupi ia wajahnya."Bi Rani kenapa pakai mukenah?".
"Bibi baru selesai sholat mau ngaji .Tapi dengar pintu terbuka. Bibi buru-buru lihat ."
"Bi Rani."Nathan mendorong paksa Kenji yang masih merangkul lengannya."Kami hampir serangan jantung."
"Baru hampir den ."
"Walau gitu."Nathan merajut Memayungkan bibirnya .
"Hahhhehh..". Bi Rani tertawa renyah melihat itu ,tidak kecuali Kenji yang menahan tawa .
"Aden mau makan malam?Biar bibi buatkan."
"Tidak perlu bi .Nanti saja bibi siapkan makanan yang enak-enak buat saur ."Membaringkan salah satu dari kantung belanjaan."Ini bahan spesialnya."
Bi Rani menerima pemberian itu ."Siap."
"Yasudah Bi ,kami naik dulu ."
"Iya ."
Sementara Kenji menyungging senyum tipis sebagai salam perpisahan selamat malam untuk bi Rani.
Nathan dan Kenji berlalu meninggalkan Bi Rani untuk naik ke lantai atas tempat kamar keduanya ada .
Namun baru di ujung tangga. Nathan menghentikan langkahnya."Ken."
"Hem?".
"Mas Panji kemana ya?".
Mengedipkan kedua bahunya keatas.
Melempar kantung belanjaan yang ia bawa ke Kenji ."Ambil barang lu .Babu!!".
Menangkap barang belanjaan nya."Lu mau kemana?".
Nathan yang sudah berlalu menyusul bi Rani."Tanya bi Rani bentar ."
++
Nathan yang sudah mendapati Bi Rani ada di dapur segera berjalan mendekati nya .
Melihat Bi Rani yang tengah sibuk memasukkan beberapa bahan masakan kedalam kulkas ."Bi ."
Menengok ke arah Nathan tanpa merubah posisi nya ."Loh....Kenapa belum tidur?".
"Mau tanya Mas Panji kemana ,bi?".
"Mas Panji tadi keluar den .Katanya mau ke kantor polisi sama ngurus beberapa pekerjaan....".Beranjak dari tempat nya .".....Astaga bi Rani lupa .Tadi mas Panji titip pesan untuk mengabarinya kalau kalian sudah pulang."
"Biar saya saja bi yang telfon. Saya permisi."Nathan berlalu meninggalkan dapur .
++++
Dalam perjalanan ke kamarnya .Nathan berpapasan dengan Kenji yang sudah mengenakan pakaian santai .
Manik mata yang sudah fokus pada lawan bicara."Mau kemana Ken?".
"Turun...Bi Rani masih di dapur?"
"Masih."
Tidak berucap lagi .Kenji langsung mempercepat jalannya melewati Nathan .Sampai menabrak bahu Nathan .
"Loh!Ba**go!".Umpat Nathan fokus pada punggung Kenji yang semakin menjauh darinya.