My Salvador

My Salvador
Eps.207 Seperti di Penjara



Italia


Pukul. 17.20 Sore


Sabtu .


Masih terus berusaha untuk keluar villa."Ayolah saya hanya keluar sebentar. Apa tidak boleh?".Nathan kesal dengan sekuriti suruhan kakaknya yang tidak membuat dirinya tidak dapat bergerak dengan bebas melakukan apapun.


Sett.....Brakk....Peyarrrr......."Bit***ch."Umpat Nathan berlalu pergi masuk ke dalam Liv setelah usai menendang guci keramik sampai hancur .


Sementara pekerja-pekerja ini hanya tertunduk kaget .


Next.....


Brekk.... Menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur."Sialan!Kakak benar-benar mengurungku ."Ucap Nathan entah kepada siapa .Sampai ia kembali duduk lagi ."Tapi bukan Nathan mananya jika bisa di atur."Gumam Nathan menyungging senyum tipis miring nakalnya .


Mengenakan pakaian yang sama .Nathan bersiap-siap mengenakan jaketnya kembali .Ia keluar dari balkon rumah .Melihat bawa balkon yang sangat tinggi. Karena di ingat-ingat kamar Nathan berada di lantai 5 .Namun jika Nathan sudah menjadi keinginan apapun akan tetap lakukan .Begitu juga dengan tetap turun dari balkon kamar nya .


Nathan melepas sepatu nya .Ia lemparkan sepatu dan kaus kakinya ke bawah lebih dulu .Sementara dirinya menyusul merayap berlahan menuruni dinding villa rumah nya .


Depp...."Uuhh.....".Nathan membuang nafasnya kasar .Tanpa beristirahat lebih dulu ,ia cepat-cepat mengenakan sepatu nya kembali .Bergegas lanjutkan rencana selanjutnya.


Di dinding belakang villa ."Hai yes, tidak tinggi pagar nya ."Gembira Nathan langsung melompat begitu saja untuk segera keluar dari pekarangan villa ini.


Next.....


Berhasil terbebas dari penjara villa. Nathan yang kini sudah ada di jalanan kota mulai berkeliling melihat-lihat sekeliling kota .Mencari hiburan yang akan membuat melupakan beberapa masalah yang membebani pikiran nya.


Sesekali Nathan juga melihat jam tangan yang ia kenakan."Jam 11 pantas masih ramai ."Batin Nathan yang fokus melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 11 malam .


Melanjutkan langkahnya. Nathan singgah di salah satu kedai coffee.


Next......


Di dalam Villa .Paman Dante yang baru saja mendapatkan telfon dari Riska .Langsung menyuruh anak buahnya mendobrak paksa pintu kamar Nathan .


Brekk...Brekk.....Brakk......Pintu kamar Nathan terbuka .Dan benar saja apa yang di kata kan Riska di dalam telfon .Kalau adiknya sudah tidak ada di kamar .


Riska mengetahui itu karena ia mengenal betul sifat keras kepala adiknya .


"Cepat cari tuan muda."Perintah Paman Dante kepada ketiga anak buahnya."Segera bawa tuan muda pulang."


Ketiga pria ini langsung berlari keluar meninggalkan kamar Nathan. Untuk secepatnya mencari keberadaan Nathan .


Sementara yang di cari masih sibuk duduk santai menikmati cangkir kopi di kedai Coffee tadi .Dan tanpa Nathan sadari kalau dirinya tengah di perhatikan seseorang di luar Kedai coffee.


Terlalu lama menunggu Nathan keluar kedai .Kedua pemuda suruhan seseorang menghampiri Nathan .Menyeret paksa Nathan keluar Kedai. Selama itu Nathan hanya diam mengikuti, karena jika ia melawan Kedai coffee ini akan hancur .Dan ia tidak mau lebih jadi pusat perhatian.


Di luar Kedai .Nathan langsung di hadapan kan ke depan Enzio dan komplotannya. Pemuda yang tidak kapok-kapok nya mencari gara-gara dengan Nathan .Setelah di hajar berkali-kali oleh Nathan .


Kedua tangan Nathan masih di pegangin oleh dua pemuda tadi ."CK ,bisa apa lu .Lu sudah terpojok sekarang."


Nathan masih terdiam menyungging raut wajah yang sulit di artikan. Fokus menatap Enzio .


"Tuan muda."Ucap salah satu sekuriti (bodyguard Nathan).


Ketiga pria ini langsung mendekati kerumunan .Membuat dua pemuda yang mengunci pergerakan Nathan melepas genggaman nya .


Nathan yang sudah terbebas ."Hah?".


"Tuan muda harus pulang."


Mengucap sudut bibir nya yang berdarah."Gue tidak mau."


Salah satu bodyguard memberikan instruksi untuk membawa paksa Nathan .


Cepat menyadari itu ."CK ,gue bisa jalan sendiri."Nathan yang sudah genggaman layaknya seorang penjahat yang kan di masukkan ke dalam sel ."Mau mati kalian .LEPASKAN TANGAN KOTOR KALIAN."Ucap tegas Nathan .


"Lepaskan."Suruh bodyguard satunya ."Silakan tuan muda."


Tanpa membalas ataupun mengucapkan sepatah kata. Nathan melengos begitu saja mengikuti ketiga bodyguard nya .


++++++++


Pukul. 11.59 Malam


Sesampainya di villa mewah nya .Nathan langsung berlalu kembali ke kamar nya .Mengabaikan paman Dante yang menyambut kepulangan nya .


"Pintunya".Ucap salah satu bodyguard.


"Sudah saya perbaiki."


Next......


"CK ,gue tidak bisa bebas sama sekali ."Nathan yang terlihat sangat kesal dengan posisi yang ia jalani saat ini .


Drumm......Drumm...... Menyadari ponsel pemberian Kenji berdering. Nathan segera merogoh kantong jaketnya .Menerima panggilan telepon seluler yang masuk itu .


...Tersambung....


*Ada apa Jov?".


*Gue otw Italia .Mungkin besok jam 10 gue sampai di sana ."


*Gue akan suruh orang untuk menjemput lu."


*Jangan, lu kirim saja alamat rumah lu .Gue akan datang sendiri."


*Oky .Gue tunggu kabar sampai nya besok."


*Oky."


Panggilan di akhir sepihak oleh Jovan di seberang sana .