
Osaka
Pukul 04.20 malam
Senin
Pagi yang dingin menjadi suasana yang tak asing lagi menyambut aktivitas hari baru di daerah ini .Walaupun salju di awal bulan belum turun, tapi udara dingin sudah melanda daerah ini .
Namun tidak dengan pemuda ini, pemuda yang semalaman hanya tidur tiga jam ini .Kini sudah bangun, dan tengah terfokus menyalin jawaban soal Matematika yang kemarin baru saja ia dapatkan dari sahabat nya yang telah membantu nya .
Sesaat kemudian pemuda bercelana pendek Adidas ini beranjak dari tempat duduknya .Ia siapkan jadwal pelajaran untuk hari ini, sebelum ia berjalan kecil masuk ke dalam kamar mandi kamarnya .
Tidak perlu waktu lama untuk ritual mandi pemuda ini ,karena sesaat kemudian pemuda ini sudah beranjak keluar dari dalam mandi dengan seragam sekolah yang sudah melekat pada tubuhnya.
Kemeja putih berlapis jas hitam dan berlapis kembali dengan jaket hitam polos favorit pemuda ini .Yang ia kenakan tanpa menutup resleting jaket nya .
Dengan menenteng tas sekolah nya .Pemuda ini berjalan kecil keluar kamar tidur untuk beranjak turun ke lantai bawah .
Ia bawah ,pemuda ini langsung berlalu masuk ke ruang dapur untuk membuat sarapan pagi untuk pengganjal perut lapar .
Roti Sandwich dengan isi telur dadar ,telah siap untuk pemuda ini nikmat sebagai menu makan paginya .
Terduduk santai dengan mengunyah pelan menikmati makan paginya .Pemuda ini juga tengah memainkan layar ponselnya sampai tersambung dengan nada sambung telfon di salah satu nama nomer kontak nya .
Tersambung .
*Vin!".
*Apa anjing ,masih malam sudah telpon-telpon, lu tidak ada kerjaan??." Bentak-bentak marah Kevin di seberang sana .
Mengecilkan nada suara nya .*Corry, Vin .Gue lupa kalau di sana pasti masih malam."
*Hemm."
*Gue cuma mau ngucapin ma....".Tuuutttuuu........Suara nada sambung telfon terputus .
Nada sambung telfon di matikan sepihak oleh Kevin di seberang sana sebelum Nathan menyelesaikan kalimatnya .
Nathan yang menyadari itu ."Mati nih ,mak ."Gumamnya dengan mulut penuh makanan .
+++++++
Jam-jam berlalu .Kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.19 Pagi .Pemuda yang berjaket hitam ini tengah menutup gerbang depan rumahnya sebelum ia berlalu pergi melanjutkan perjalanan berangkat ke sekolah.
Dengan langkah pelan ,santai .Pemuda ini mulai berjalan menjauh dari halaman dengan rumahnya. Di tengah jalan nya sesekali pemuda ini mendongak melihat ke tas di mana awam hitam tengah berkumpul .Seakan langit di atasan sana ingin jatuh .
Tidak hanya hawa dingin saja yang melanda .Melainkan cuaca buruk juga tengah melanda daerah ini .Yang terlihat jelas di atas sana ,awan-awan berwarna abu-abu pekat telah berkumpul. Menandakan badai hujan akan segera turun , bertempur dengan hawa dingin di bawah sini .
Pemuda ini tetap berjalan santai ,seakan tidak terlalu perduli dengan cuaca buruk hari ini. Wajahnya yang terlihat tenang tetap mendominasi di sana .Tidak ada rautan kebahagiaan ,juga kesedihan .Wajahnya seakan memperlihatkan keseimbangan di antara dua kalimat tadi .
Sampai di berempat jalan ,seperti biasa Benji sudah menunggu kedatangan pemuda ini untuk berangkat ke sekolah bersama-sama.
Sama-sama hening bukan karena canggung .Melainkan sifat asli keduanya yang tidak banyak bicara terlihat di sini .
Nathan memang tidak suka ada keheningan ataupun kecanggungan .Dan selalu membuka obrolan lebih dulu ,jika berada di posisi sama-sama terdiam.
Namun jika ingin tahu yang sebenarnya .Pemuda ini bukan lah benar-benar seorang extrovert ,yang selalu mudah terbuka dengan apapun, yang selalu bicara bersinar-sinar. Ia bukan orang jenis itu.
Yang sebenarnya ,Ia adalah seorang ambivert .Seseorang yang dapat mengimbangi moodnya di situasi beda .
Di situasi di mana ia harus diam mengistirahatkan tubuhnya dan otaknya harus menjadi bobrok ,bodoh ,gila di situasi hoya-hoya, dan menjadi bertindak lebih tegas dan serius di situasi tertentu.
3. Ambivert
*Jenis kepribadian menurut Carl Gustav yang ketiga adalah ambivert. Jenis kepribadian ini memiliki perpaduan antara jenis kepribadian introvert dan ekstrovert.
Orang ambivert menjalani kehidupannya lebih seimbang karena dia tahu kapan akan menjadi tipe ekstrovert dan ketika dia menginginkan waktu untuk dirinya sendiri, mereka akan menjadi pribadi yang introvert. Tipe kepribadian ambivert lebih fleksibel dan seimbang antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan umum.*
Jadi tidak heran ,jika di situasi tertentu Nathan bisa dengan muda mengubah moodnya. Namun terkadang ia juga kesulitan mengendalikan emosinya di situasi memanas .Yang membuat terkadang lebih baik menghindar dari pada harus terdiam di tempat ,di mana ia biasa melakukan apapun tanpa keinginannya sendiri .
+++
Sudah lama kedua pemuda ini berjalan ,kini langkah kedua berakhir di dalam kereta api yang tengah berhenti di stasiun bawah tanah ,tempat stasiun kereta berhenti berada.
Keduanya duduk di salah satu kursi kosong yang masih tersedia di sana .Duduk terdiam tanpa membuka obrolan .
Sesaat kemudian pintu otomatis kereta mulai tertutup .Beberapa orang mulai bersiap mencari tempat duduk kosong yang masih tersisa.
Sementara kedua pemuda ini, tidak terlalu memperdulikan itu .Keduanya tetap terfokus dengan dunianya pikiran masing-masing.
Sampai salah satu, sepasang manik mata pemuda ini tiba-tiba terfokus melihat sesuatu di depan .Sesuai yang menurut sebagian orang tidak terlalu penting .Namun terlihat sangat penting sekali untuk pemuda ini perhatian, bahkan sangat sayang jika harus terlewatkan.
Sembaring menggenggam jari tangan ayahnya."Otuo-san, Okaa-san, ayo cari duduk ."Ajak seorang anak perempuan kecil yang tengah merengek meminta kepada keduanya orang tua untuk mencari tempat duduk
Menengok menatap raut wajah muram sang anak ."Tidak ada ,nak ."Balas sang ayah yang membuat anak kecil ini merenggut masam ."Mau Otou-san gendongan?".Balas ayahnya berharap sang putri kembali tersenyum kembali .
Putri kecil membalas menggeleng ringan dengan ekspresi wajah masamnya .
Dan sebuah suara berhasil mengukir senyum manis di wajah imut gadis kecil ini .Suara itu adalah ."Duduklah disini ,pak .Saya akan berdiri saja."Kalimat yang terucap dari mulut Nathan .
Seorang pemuda yang sembaring tadi diam-diam memperhatikan aktivitas keluarga kecil ini .
"Tidak perlu, mas. Biarkan suami saya gendongan putri kami saja ."Tolak wanita ini yang seperti istri dari pria dan ibu dari gadis kecil ini .
Nathan yang sudah berdiri dari tempatnya duduk."Tidak papa ,bu. Silakan pak ,silakan duduk."Nathan dengan senyum tipis.
Gadis kecil ini menarik tangan ayahnya."Ayo ,Yah ."Menarik ke tempat duduk tadi .
Benji yang duduk di samping Nathan ikut beranjak dari tempat duduknya .Ia ikut memberikan tempat duduk nya untuk ibu gadis kecil ini duduk .Jadi sekarang ,kedua pemuda ini berganti berdiri dengan berpegang pada pegangan tangan yang tersedia di dalam kereta ini .
Nathan masih terdiam memperhatikan keharmonisan keluarga kecil ini .Ada rasa bahagia juga sedih yang terselip dalam hati terdalam Nathan. Sedih karena ia sangat beruntung dilahirkan di keluarga yang kaya raya ,bergelimpangan harta dengan semua hal yang muda di dapat .Tapi kurang akan kasih sayang ,juga memiliki keluarga yang tidak lengkap .Miris, dunia memang tidak akan pernah adil dengan sesuatu.
Setidaknya ingatlah ,jika tidak ada yang namanya usaha yang sia-sia .Pasti akan ada hasil yang baik di setiap perjuangan .Jika pun tidak ,setelah kita sudah berusaha mati-matian, banting tulang ,memperkuat mental ,memperkuat fisik lemahnya ,dan hasilnya tetap sama dengan di awal dan justru lebih parah dari di awal .
Jangan pernah ucapkan ."Saya lelah Tuhan ,saya ingin pulang ." Jangan pernah ucapkan kalimat itu.
Kalian harus tetap kuat demi hal-hal kecil dalam hidup kalian .Jika seandainya kalian sudah sejauh ini ,seperti saya .Dan kalian mengalami kehancuran yang sama seperti di awal .Bahkan lebih parah dari di awal.
Apa kalian akan menyerah?
Bukankah kalian sudah terbiasa, lalu kenapa kalian harus mengeluh?
Semangat kalian, dan bangkitlah lagi demi diri kita sendiri, BUKAN ORANG LAIN! INI HIDUP KITA BUKAN ORANG LAIN! Sekali lagi bertahan lah demi hal-hal ,ingat itu .
Demi kopi hangat di jam 5/ jam 2-3 malam ,pop mie di jam 2-3 malam ,drama-drama Korea ,anime mungkin ,K-Pop juga mungkin ,bacaan di novel NT ,MT ,*******, dan untuk air mata yang selalu menetes di jam 12-3 malam, dlll .Bertahan demi hal-hal kecil itu .
Yasudahlah ,lanjut lagi.....
Walaupun sedih .Nathan tetap bahagia memperhatikan gadis kecil ini .Gadis yang sangat beruntung memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya .Nathan berharap semoga semua ini bertahan lama ,agar gadis kecil ini tetap tertawa lepas tanpa beban .
Tanpa terasa ,akhirnya kereta ini berhenti di pemberhentian stasiun berikutnya. Pintu otomatis mulai terbuka .Nathan dan Benji segera beranjak turun bersama .
Keduanya melanjutkan berjalan kaki beberapa menit lagi ,sebelum akhirnya sampai di sekolah.
Benji yang masih memperhatikan Nathan yang masih terdiam membisu ."Nat ,lu baik-baik saja?".
Nathan yang dapat mendengar jelas segera menoleh cepat ."Hem!?".
".....It's okay!". Sambungnya tersenyum manis. Senyum manis yang penuh luka ,miris dia pandai sekali tersenyum manis menyembunyikan luka.
Menyadari makna senyum Nathan."Hem."Dehem Benji yang menyadari itu ."....Nat tugas lu sudah selesai."
"Sudah ,nanti antar gue buat kumpulkan ."Balas Nathan dengan ekspresi wajah senangnya .
++++++++
SMA Sanshain sudah penuh dengan murid-murid nya yang berdatangan untuk masuk ke dalam kelas nya masing-masing .
Nathan dan Benji berjalan santai masuk ke sana .Namun di tengah jalan masuk ke dalam gedung sekolah ."Nathan ,Benji."Panggil seseorang yang suaranya tidak asing terdengar dengan telinga Nathan dan Benji .
Alhasil keduanya segera menengok ke arah sumber suara .Sesosok sumber suara yang sudah dekat dengan kedua pemuda yang sudah menatap kedatangan nya ."Nat, dari nenek."Hanam memberikan kotak makanan kepada Nathan .Tanpa menatap manik mata pemuda ini ,karena ia justru terfokus menatap Benji yang terdiam mematung."Kamu sudah baikan?".Tanya Hanam seakan mengetahui rasa sakit yang saat ini Benji rasakan .
"Saya baik, bang Hanam tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keadaan saya."Kata Benji tersenyum tipis.
Sementara Nathan hanya terdiam menyimak karena setelah balasan dari Benji .Hanam dan Benji hanya saling tatap ,seakan keduanya tengah mengobrol dengan isi batin yang tidak dapat di mengerti dengan lisan .
Nathan yang kesal sendiri ."Ho!".
Hanam menepuk pucuk kepala Nathan sembaring berputar posisi .Untuk ia berjalan kembali ke gedung kelasnya sendiri .
Sementara Nathan hanya memayungkan bibirnya kesal ."Jalan ,bang."Ajak Nathan kepada Benji yang masih terdiam menatap punggung kepergian Hanam .
Tidak ingin terlalu basa-basi lagi .Nathan langsung saja menarik pergelangan tangan Benji ,untuk menarik paksa berjalan masuk ke dalam gedung sekolah .
++++++
Pukul 09.36 Siang .
Masih jam pelajaran .Anak kelas 10 MIPA C masih ada di dalam kelas nya .Mereka fokus mengerjakan tugas yang baru saja di berikan oleh guru pengajar yang saat ini duduk di depan .Di meja guru ,fokus membaca sebuah buku .
Sementara murid-muridnya tengah fokus mengerjakan soal yang jumlahnya tidak terlalu banyak .20 Soal mata pelajaran bahasa Inggris.
Kalian masih ingat dengan kalimat."Mereka masih sibuk mengerjakan tugas ."Tapi sepertinya kalian tidak cocok dengan pemuda yang sudah tenggelam dalam kedua tangan yang sudah bersilang di atas meja belajar sekolah .
Nathan, pemuda yang kini sudah terlelap dalam dunia mimpi di jam pelajaran yang masih berjalan .Nathan sudah menyelesaikan lebih dulu tugasnya, ia mempercepat agar dirinya bisa tidur dengan nyenyak .
Tiga jam tidur .Iya ,semalam Nathan hanya tidur tiga jam setengah lamanya .Itu pun tidak tidur di atas tempat tidur ,melainkan tidur terduduk di kursi meja belajar .Dengan posisi yang sama seperti sekarang ia tidur di kelas .
Guru itu beranjak dari tempat duduknya. Kenji yang melihat itu segera menendang meja Nathan ,sesuai dengan pesan Nathan sebelum tidur .
Brak....
Nathan langsung terbangun ,mengusap wajah dengan kasar. Dan fokus yang sudah menahan ke depan di mana sang guru bahasa tengah berjalan menghampiri dirinya .
Melihat itu Nathan hanya menatap tenang dengan sesekali menahan menguap."Kenapa pakek kesini ,gue ngantuk banget!". Batinnya masih di posisi yang sama .
"Tuan Nathan, kamu sedang apa baru sana?".Tanya guru pria bahasa ini menatap tajam kearah Nathan .
Sementara semua atensi sepasang manik mata sudah terfokus menatap nya .
Membuang nafas dengan tenang ."Tidur ,Sensei."Balas Nathan.
"Sudah tahu kesalahan kamu?".Yang di tanya mengangguk ringan.
Masih menatap tajam Nathan."Sekarang berdiri."Suruh Guru pria bahasa Inggris ini .Memberikan sebuah buku ."Baca ini sampai jam istirahat berbunyi di depan ."Suruh tegas guru bahasa Inggris.
Nathan menerima itu ,ia mengangguk ringan .Sebelum ia berjalan ke depan .Di depan papan tulis menghadap teman-teman duduk ,di sini lah posisi Nathan sekarang .
Dengan tenaga Nathan mulai membaca buku ini .Seperti kalian tahu ,Nathan sudah sering menggunakan bahasa ini .Jadi tidak heran jika ia sudah tidak tegang atau panik takut tidak bisa membaca kalimat-kalimat ini .Ia sudah terbiasa ,jadi tetap baca dengan ekspresi teneng agar bacaan dapat di dengar dengan baik .
Beberapa menit berlalu ,sudah tidak terhitung sudah ke berapa kalinya Nathan membalikan halaman buku yang tengah ia baca. Mungkin sudah empat cerita ,dengan judul berbeda sudah ia baca .Namun jam istirahat belum juga kunjung berbunyi .Alhasil dengan muka yang mulai lelah ,Nathan tetap berlanjut membaca dengan teneng .
Sementara di jarak tak jauh darinya membaca .Sang guru yang duduk di kursinya duduk ,sembaring tadi tidak berpaling sama sekali ke arah lain .Fokusnya tetap menatap Nathan ,memperhatikan pemuda yang tengah berdiri membaca buku pemberian nya di depan sana .
Membuat Nathan semakin lama semakin kurang nyaman .Dalam mulut yang masih berkomat-kamit ."Ba**go ,kenapa menatap gue terus! Gue cuma tidur ,tapi hukumannya bukan main .Cuma bentar gue tidur ,astaga. Tugas juga sudah beres ,apa salahnya gue tidur".Batin geram Nathan yang ingin sekali meronta .
++++++
Pukul 10.58 Siang
Akhirnya bel istirahat berbunyi. Guru bahasa Inggris segera beranjak dari tempat duduknya ."Hiro ,kamu bawa buku saya ke meja kerja saya .Sekalian dengan tugas kalian ."Tegas guru bahasa Inggris sebelum beranjak pergi meninggalkan ruang kelas ini .
Melihat sang guru mulai menghilang dari hadapan nya .Nathan langsung saja melempar sembarangan buku yang ia bawa ke atas meja guru samping nya berdiri .
Sedangkan yang lain .
"Gue nyontek ,gue belum selesai Alisa ."
"Gue juga ."
"CEPAT ,LELET LU."Perempuan ini langsung menyaut buku Kalisa .
Melihat itu ."Hy!Cepat selesaikan tugas kalian sendiri ,gue tunggu .Jangan nyontek terus jalan o'on kalian ."Tegur Hiroyuki menatap tajam kedua wanita heboh ini .
Di lain itu justru ada dua sepasang mata yang menatap tidak suka ,atas tindakan Hiroyuki .Pemuda ini beranjak dari tempat duduknya ."APA SALAHNYA ,BE***GO?".Bentak pemuda ini menatap tajam Hiroyuki .
"Lu kenapa?".Tanya balik Hiroyuki yang masih terduduk tenang di bangkunya .
Berjalan cepat berkeinginan menendang meja Hiroyuki .Namun sayangnya pergerakan pemuda ini sudah lebih dulu terhenti ,oleh Kenji .
Kenji cengkraman kuat lengan tangan pemuda ini."Hentikan!".Ucapnya datar .
Tidak ingin kalah , pemuda ini langsung menarik tangan Kenji .Sebelum ia pukul wajah Kenji dengan kepalan tangan nya .Tidak berhenti sampai di situ ,pemuda ini kembali memberikan pukulan kepada Kenji beberapa kali tanpa henti .
Hiroyuki yang geram langsung saja menarik paksa pergelangan tangan pemuda ini .
Plakk....Satu pukul keras mendarat di wajah pemuda ini .Sampai pemuda ini tersungkur ke lantai kelas ."Hentikan be**go ,lu tuli atau memang tidak punya telinga".Ucap mence**kik .
Mengucap luka sobek di samping bibir nya .Pemuda ini bangkit dengan tersenyum miring .Sebelum akhirnya pemuda ini memilih pergi meninggalkan ruang kelas ini .
Nathan yang tengah membantu Kenji ."Lu kenapa o'on ,kenapa lu diam saja tidak melawan?".Ocehan Nathan yang tidak suka dengan respon Kenji tadi yang hanya diam saja tidak melawan saat di pukuli pemuda tadi .
Sementara yang kena ocehan hanya terdiam membisu .Kenji memilih berjalan ke bangkunya ,untuk kembali duduk dan melanjutkan berlayar ke alam dunia mimpi .
Nathan yang sudah terbiasa dengan sifat Kenji hanya terdiam membisu ,membuang nafas dengan kasar. Akhirnya ia memilih kembali duduk di bangkunya sendiri ,sementara Hiroyuki menata kerusuhan yang di berbuat pemuda teman sekelasnya tadi .
+++++++++
Pukul. 14.30
Nathan baru saja keluar dari ruang guru ,ia berjalan menghampiri Benji yang sudah menunggu tidak terlalu jauh dari pintu keluar ruang guru .
Nathan yang sudah dekat dengan Benji ."Ayo bang ,pulang ."Ajaknya kepada Benji .
Benji mengangguk ringan ,ia berjalan mengikuti Nathan yang sudah berjalan lebih dulu .
Benji yang tengah berjalan beriringan dengan Nathan ."Hiro sama Kenji kenapa tidak keluar sama lu?".
"Yuki harus ke rumah sakit ,Kenji ada urusan tiba-tiba ."
"Hemm."
"Bang Benji pulang telat tidak papa ?".
"Tidak papa."
".....Mau apa?".
"Jalan-jalan bentar ,keliling lem.....". Menghentikan ucapan ,berpaling cepat ke arah Benji ."Bang gue lupa ,gue ada janji ."
Berlari kecil menjauh ."Gue duluan bang ,hati-hati di jalan ."Teriak Nathan yang sudah berada di kejauhan.
Benji yang belum sempat membalas .Hanya terdiam membuang nafasnya dengan kasar.
++++++