My Salvador

My Salvador
Eps.73 Eksekusi mati



Korsel


Pukul 03.48 Malam


Minggu


Masih di hari yang sama .Di tengah malam yang mencekam ,gelap ,dan hawa dingin nya yang menusuk kulit .Pemuda dengan kedua tangan yang terikat ke atas kuat ,membuat tubuhnya sedikit tergantung berlahan-lahan membuka matanya .Rasa pusing sedikit menyerang pemuda ini .Namun ia berusaha tetap terlihat tenang .Pemuda ini lihat sekeliling nya ,cahaya redup yang tak terlalu terang menerangi ruangan kotor berantakan ini .


Di rasa sudah sedikit sadar .Pemuda ini langsung membelalak matanya selebar-lebar ,fokusnya melihat sekeliling ruangan ini kembali .Di rasa semakin kaget nya ia ,melihat seorang perempuan dalam keadaan lemah terikat tiang penyangga bangunan ruangan ini .Dan semakin terkejut nya lagi ,saat melihat beberapa luka memar di tubuh perempuan ini .


Raut wajah tenang dengan memperlihatkan tatapan dingin nya ,pemuda ini memperlihatkan amarah yang sangat besar tengah membara saat ini .


Di adalah Nathan .Nathan kini sudah terikat di sini ,tidak bisa melakukan apa-apa, selain hanya terdiam dengan amarah dalam dirinya yang sudah membara .Apalagi saat ia melihat keadaan Dae Chul-hyun ,perempuan yang terikat ini terlihat sangat lemah ,benar-benar lemah dengan beberapa luka fisik di sana .


Dalam hati ia mengumpat ."Beraninya baji***ngan itu melukai wanita ku!".Dengan kedua tangan yang terikat mencengkeram kuat tali ini .Yang membuat pergelangan tangan sedikit memerah bahkan sampai mengeluarkan sedikit darah segar di sana.


Bersamaan dengan itu ,belahan-lahan pintu ruangan ini terbuka .Manik hitam lekat pemuda ini semakin dingin terfokus menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan ini .


Pelak.......pelak......pelak.......Suara tepuk tangan seorang pria setengah paru baya ini dengan menyungging senyum ramahnya yang terlihat mematikan .


"Bagiamana rasanya?Kalau saya ,rasanya sangat menyenangkan sekali ."Ucap Hyun Jun-su ,pria dalang dari drama ini ."....Saya senang bisa menangkap mu lagi ,Tuan muda Nathan Salvador hhhh.....".Sambungnya yang di susul tawa mengerikan nya .


Nathan terdiam menatap datar ke arah pria breng**sek di depannya ini .Pria yang membuat dirinya naik pintah ,bahkan saat ini monster dalam dirinya sudah meronta-ronta siap untuk menerkam kapan pun .


Berpaling melihat Dae Chul-hyun ,wanita yang menatap seduh dengan kedua mata sebah nya."Lihat gadis itu ,dia terlihat sangat menyenangkan untuk di buat ....".Terhenti .Tersenyum manis.".....Pemainan!".


"Saya senang dengan permainan mu ,namun kau terlihat sangat lemah, atau orang yang paling rendah di mata saya ."Kata Nathan yang baru saja membuka suara dengan datar .".....Kau menyekap seorang anak-anak belasan tahun ,dan kau terlihat takut dengan anak-anak belasan tahun .Hemm...orang seperti mu lebih rendah dari seorang banyaknya baji****ngan di luar sana."Sambungnya sembaring memperlihatkan senyum miringnya.


Bugruk.......


Hyun Jun-su langsung saja melayangkan pukulan keras ke arah wajah Nathan ,pemuda yang tidak dapat melawan ataupun menghindar .


Menatap tajam ."TUTUP MULUT MU!".


"SAYA TIDAK PERDULI DENGAN UMUR MU ,BERENG**SEK .TUJUAN KU MENJADI BERANTAKAN KARENA KAU ,BAJIN****GAN!".Kembali memukul wajah Nathan beberapa kali .Sampai meninggalkan bekas luka memar di sana .


Berhenti sejenak .Nathan meludah sembarang tempat ,yang di susul menyungging senyum miringnya .Iya ,Nathan masih sempat menyeringai walaupun posisinya saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja .


"Kenapa tertawa?".Tanya Hyun Jun-su sedikit membentak .


Masih di posisi yang sama ,namun dengan ekspresi wajah yang sudah berbeda."Lucu saja ,kau terlihat sangat ketakutan ."Kata Nathan masih sanggup memperlihatkan senyum miringnya .


Pemuda ini masih sempat bergurau ,walaupun keadaan sedang tidak baik-baik saja .Ia bahkan tidak memperlihatkan rasa takut sedikitpun .Padahal bisa saja ,Hyun Jun-su tiba-tiba menembak nya atau menyiksa tubuhnya lebih parah lagi .Tidak ,seperti pemuda ini tidak berpikir sampai situ .Atau memang pemuda ini sudah tau resiko apa yang sedang ia lakukan .Namun ia menanggapi nya dengan tenang .


Benar saja dugaan saya .Hyun Jun-su mengambil sebatang kayu yang tak terlalu besar ,namun terlihat panjang.


Ceter.......ceter ........ceterr ......ceter.......Hyun Jun-su gunakan kayu itu untuk memukul-muluk bagian belakang tubuh Nathan berkali-kali dan pukul itu tidak pelan .Pukul keras itu benar-benar sangat kuat melukai tubuh pemuda ini .


Namun masih di posisi yang sama ,pemuda ini hanya menyipitkan matanya dengan sesekali meringis menahan sakit ,panas ,perih di sekujur tubuhnya .


"CUKUP! BERHENTI TUAN ,SAYA MOHON ,CUKUP TUAN. Kasihan Nathan tuan ,tolong lepaskan dia ,saya mohon ."Ucap Dae Chul-hyun sedikit membentak di awal dan nada suara rendah di akhir kalimat.


Hyun Jun-su memang menghentikan aktivitas nya .Namun tidak dengan tatapan nya yang tajam dan mematikan ini menengok sekilas ke arah Dae Chul-hyun sebelum akhirnya kembali menatap Nathan kembali .


Nathan yang melihat Hyun Jun-su ingin mendekati Dae Chul-hyun di ujung sana ."BERHENTI! Sedikit lagi kau melangkah akan ku habiskan kau ,breng***sek!!".Ancam Nathan .


Hy ,tidak seharusnya kau mengancam Hyun Jun-su seperti ini Nathan .Hyun Jun-su adalah pria licik yang tidak perduli dengan apapun .Sekalipun itu ancaman yang akan membunuh dirinya sendiri .


Dan benar saja .Hyun Jun-su hanya membalas dengan senyum tipis nya yang terlihat mengerikan .Ia tidak memperdulikan ucapan Nathan .Hyun Jun-su tetap berjalan mendekati Dae Chul-hyun .Perempuan ini langsung mengeluarkan keringat dingin nya menatap kedatangan Hyun Jun-su yang ingin menghampiri dirinya dengan sorot mata tajamnya yang tak henti-hentinya menatap dirinya dengan dingin .Seakan ingin menerkam dan memakan nya hidup-hidup.


Semakin mendekat Dae Chul-hyun semakin ketakutan ,bahkan baju yang ia kenakan kini semakin basah dengan keringat nya sendiri.


Mengangkat paksa dagu Dae Chul-hyun sampai terangkat paksa menatap wajahnya ."Besar juga nyali mu ,gadis kecil ."Nada suara berat yang terdengar mengerikan untuk di dengarkan.


Di sisi lain Nathan berusaha untuk melepaskan paksa ikatan kuat yang mengikat kedua tangan .Sudah tak terhitung beberapa kali ia berusaha melepaskannya ,sampai tangannya memerah mengeluarkan darah segar .Pemuda ini tetap berusaha untuk segera lepas dari sini .


Dari pada mengkhawatirkan luka di pergelangan tangannya .Pemuda ini lebih khawatir dengan keadaan Dae Chul-hyun yang sewaktu akan dalam masalah besar ,jika di biarkan begitu saja .Karena Dae Chul-hyun saat ini tengah bersama dengan seorang iblis ,bukan lagi seorang manusia .


pelak...........Dae Chul-hyun tertampar sampai wajah menengok paksa .


"Ayo ,sial!!".Umpat batin Nathan yang tengah berusaha untuk melepaskan ikatan ini .


Mendongak paksa kepala Dae Chul-hyun agar mengikuti tatapan matanya ."Hy ,kenapa perih atau sakit?".Tanya Hyun Jun-su menatap datar .".....Itu baru permulaan ,dan semalam baru pemanasan."Sambungnya dengan santai berucap .


"SUDAH KU BILANG JANGAN SENTUH DIA ,BODOH!!!".Beruk........ Nathan berlari dan melayangkan pukulan keras di wajah Hyun Jun-su sampai tubuh tersungkur ke lantai kotor ruangan ini .


Mencengkram kuat kedua telapak tangannya ,pemuda ini menatap dingin Hyun Jun-su .Sesegera nya ia menarik kerah baju Hyun Jun-su sampai tubuh ini sedikit terangkat .


Nathan langsung menendang perut Hyun Jun-su dengan lutut nya cukup kuat berkali-kali berulang-ulang .Sampai Hyun Jun-su membungkuk kesakitan .Tidak hanya itu ,Nathan berganti memukul wajah Hyun Jun-su .


Dan di akhir dengan menendang memutar pipi kiri Hyun Jun-su dengan kaki nya .Hingga kini Hyun Jun-su benar-benar tersungkur di lantai kotor ini ,darah segar mulai bercucuran .Entah dari mulut atau wajah nya akibat layanan pukulan dari pemuda ini.


Setelah puas melihat keadaan Hyun Jun-su saat ini .Nathan segera beranjak dari saja ,ia segera mendekati Dae Chul-hyun .Ia lepas ikatan tali yang melilit tubuh Dae Chul-hyun yang membuat tubuh kecil menempel pada tiang kayu ini .Berhasil terlepas ,Dae Chul-hyun langsung tumbang tersandar pada dada pidang Nathan .


Nathan segera mengendong tubuh Dae Chul-hyun ,untuk segera membawa perempuan ini keluar ruangan sini .


Bersamaan dengan itu ,pintu ruangan yang awalnya tertutup rapat ini tiba-tiba terbuka paksa dari luar .


Berakkk.......Suara pintu yang didobrak paksa dari luar .


Nathan yang sudah mengendong tubuh Dae Chul-hyun yang sangat lemah ,menjadi terfokus kearah sumber suara keras itu .


Terlihat di sana .Wanita dengan pakaian yang sama ,dengan fokus nya yang tajam menatap sekeliling kamarnya. Wanita ini berjalan cepat masuk ke dalam , semakin cepat .


Bugkk.......Riska langsung memberikan bogem mentah kepada wajah Hyun Jun-su yang sudah penuh dengan luka .


Riska angkat paksa dagu Hyun Jun-su sampai mendongak menghadap dirinya ."Sudahi pemain mu ,saat nya untuk mu beristirahat Tuan Hyun Jun-su!".Kata Riska yang terdengar datar dan dingin .


Dengan manik hitam lekat nya yang menatap dingin, menambah tekanan tajam bak mata elang yang sedang mengintai mangsa .


Hyun Jun-su langsung di ikat rapat oleh Jen Xin-ki .Untuk kali ini Riska harus benar-benar pastikan ,Hyun Jun-su mendapatkan hukuman sepantasnya atau memang sudah seharusnya .Karena dengan keadaan Hyun Jun-su saat ini ,pasti akan terlihat mudah untuk Riska menyeret Hyun Jun-su ke dalam penjara .


Sementara Riska tengah sibuk mengurus Hyun Jun-su dan beberapa anak buah Hyun Jun-su yang berhasil ia dan Jen Xin-ki buat babak belur sebelum masuk ke dalam sini .Riska juga sempat berbicara sekilas dengan adiknya sebelum akhirnya sang adik pergi lebih dulu ,karena harus membawa Dae Chul-hyun sesegera mungkin ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan medis secepat nya .


++++++++++++


+++++++++++++++++


Korsel


Pukul 08.29 Siang


Senin


Sejak kejadian tadi malam. Kini Riska di buat sangat sibuk ,ia bahkan belum sempat pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan paman nya dan putri nya yang juga tengah dirawat di rumah sakit .Bicara-bicara soal itu ,ia juga belum sempat bertemu dengan adiknya .Karena terlalu sibuk nya, waktunya yang membuat ia tidak mengetahui keberadaan adiknya saat ini seperti apa .


Seperti sekarang ,sudah sejak pagi .Ia sudah ada di tempat kantor hukuman keadilan negara ini .Riska disini ingin secepat mungkin atau turun tangan sendiri mengurus tindak hukuman yang akan di terima Hyun Jun-su dari semua kesalahannya .Dari mulai membunuh, menyiksa ,dan menyekap orang .Mungkin akan mendapat hukuman lebih dari seorang yang di penjara beberapa tahun ,melainkan hukum yang lain dan lebih berat yang harus Hyun Jun-su terima .


++++


Di sisi lain ,di daerah yang sama akan tetapi berlainan tempat .Di pagi menjelang siang terang benerang ini .Pemuda dengan pakaian yang sudah bersih . Tengah terduduk tenang di kursi kecil dekat brankar pesakitan tempat Dae Chul-hyun terbaring lemah dengan mata yang masih setia terpejam.


Iya ,sudah sejak ke jadi tadi malam .Pemuda ini masih setia menemani perempuan yang belum siuman ini .Walaupun sebenarnya, luka-luka di tubuhnya memaksa dirinya harus beristirahat sejenak di rumah .Pemuda ini tetap memaksa, untuk tetap berada disini menemani Dae Chul-hyun.


Jadi bisa bayangkan bagaimana rasa nya keadaan badan pemuda ini .Perih panas masih dapat pemuda ini rasakan .Sakit sekali ,namun raut wajahnya terlihat sangat tenang .Sangat-sangat tenang ,tanpa beban juga tanpa ada guritan merasakan rasa sakit di sana .


Pemuda ini raih ponselnya yang berdering .Ia geser gagang telepon yang bergetar ini .


TERSAMBUNG.


*Halo ,dik ."


Beranjak dari tempat duduk nya .Nathan sedikit berjalan menjauh .


*Iya ,kak .Ada apa?".


*Kamu masih di rumah sakit?".


*Masih kak .Tapi tenang saja ,kak .Tadi bibi sudah datang ke sini ko ,bawakan baju ganti juga makan pagi .Jadi semua sudah beres ."


*Beneran sudah makan?Dan beneran kamu sudah baik-baik saja?".


*Semua aman Kak .Adik mu cuma lecet-lecet dikit ,untuk mesin-mesin nya semua baik ,kak Riska ."


*Hemm."


*Yasudah, jangan lupa untuk istirahat kembali ,kakak tidak ingin sampai kamu sakit ."


*Emang kak Riska tidak akan pulang?".


*Iya pulang ,dik .Hanya sedikit larut malam saja ."


*Baiklah ,jaga diri baik-baik kak ."


*Iya."Panggilan di akhir oleh Riska di seberang sana .


Nathan segera berbalik untuk segera berjalan mendekati Dae Chul-hyun yang masih terbaring .Belum juga mendekat ,Dae Chul-hyun langsung saja bagun .Raut terlihat sangat panik ,keringat dingin juga mulai bercucuran di sana.


"APPA!! APPA ADA DI MANA ,APPA!".Dae Chul-hyun yang sudah terduduk ini sangat panik juga gelisah menatap sekeliling berganti dengan cepat


Melihat itu .Nathan yang sudah ada di sana mencoba untuk menenangkan Dae Chul-hyun."Chul-hyun ,ada apa?".Dengan hangat Nathan bertanya juga mengelus lembut bahu perempuan ini agar sedikit lebih tenang.


"APPA! APPA dimana ,APPA tidak pergi meninggalkan saya akan ,tidak kan?".Tanya Dae Chul-hyun yang terlihat masih sangat panik menatap manik hitam lekat pemuda ini .


Nathan mencoba tersenyum ramah ."Paman baik-baik saja ,sekarang ia masih istirahat di kamar nya .Kamu juga istirahat lagi gihh ,biar lekas sem......". Terpotong .".....Tidak ,saya ingin ke Appa sekarang .Saya mau lihat keadaan Appa sendiri ."Ucap Dae Chul-hyun yang memotong perkataan Nathan yang belum terselesaikan.


Dengan berar hari Nathan mengalah ."Baiklah ,saya akan panggil perawat dulu untuk meminta kursi roda untuk kamu ."Kata Nathan .


"Cepat ,saya ingin melihat Appa ."Ucap perempuan yang belum tenang sepenuhnya ini .


Masih dengan kesabaran nya."Iya ."Nathan berlalu pergi dari sana .


Sesaat kemudian ,ia kembali dengan satu perawat juga sebuah kursi roda yang tengah di dorong oleh perawat ini .


Berlahan-lahan Nathan membantu Dae Chul-hyun untuk turun dari tempat tidur rumah sakit .Dan di pindah posisi dudukkan di atas kursi roda .Sudah duduk tenang di sana .Kursi roda ini mulai terdorong .Dan kini hanya Nathan seorang mendorong ,karena ia sempat meminta untuk biarkan ia sendiri yang mengantar Dae Chul-hyun ke ruangan ayahnya di rawat .


Perawat ini mengijinkan ,sehingga kini Nathan mendorong kursi roda ini sendirian menyusul lorong rumah sakit ini bersama Dae Chul-hyun yang terduduk di atas kursi roda.


++++++


Tidak perlu waktu lama ,karena sesaat kemudian sampailah keduanya di depan ruangan Baek Dae-hyun .Dae Chul-hyun masuk ke dalam bersama dengan Nathan yang mendorong kursi roda nya .


Sudah dekat dengan ayahnya ,Dae Chul-hyun genggaman pergelangan tangan ayahnya.Manik nya kini terfokus melihat wajah memucat sang ayah ."Ajusshi, bangun Ajusshi ,bangun .Jangan ,jangan seperti Ommaa ,Ajusshi .Dae Chul-hyun tidak mau sendirian disini ,Ajusshii!!".Dalam tatapan seduh dalam tangisnya Dae Chul-hyun berucap ."..Nat kenapa Ajusshi tidak mau bangun ,Ajusshi baik-baik saja kan?". Bertanya dengan isak tangis yang sudah membasahi pipinya.


"Chul-hyun."Suara yang membuat Dae Chul-hyun semakin terfokus menatap raut wajah pucat sang ayah yang berlahan-lahan mulai membuka mata nya .


Dae Chul-hyun angkat tanga sang ayah ke dalam pelukannya dengan sesekali mencium punggung tangan sang ayah ,dalam tangis diam nya ."Ajusshi jangan tinggalkan Chul-hyun lagi .Saya tidak mau kehilangan Ajusshi seperti kehilangan Ommaa."


"Ajusshi selalu di sini bersama Chul-hyun ,Ajusshi tidak akan meninggalkan putri cantik Ajusshi."Kata nada pelan Baek Dae-hyun .


Ajusshi\=> Sebutan Paman dalam Korsel .


+++++++++


Pukul 10.10 Siang


Masih di tempat yang sama .Riska yang baru saja menghadiri sidang Hyun Jun-su sedikit bernafas lega .Karena Hyun Jun-su akan segera mendapatkan hukuman yang memang pantas ia terima .


Dan kini ,setelah malam yang panjang menjalani persidangan .Kini hukuman itu akan segera terlaksana .Hyun Jun-su akan di eksekusi mati di siang hari ini juga ,dikarenakan sudah banyaknya kejahatan yang ia perbuat sampai menghilangkan dua nyawa sekaligus .


Dari mulai ancaman kepada keluarga Salvador .Sampai tindakan penculikan ,penyekapan dengan siksaan fisik ,sebelum akhirnya membunuh korbannya ,juga tindakannya yang sudah beberapa kali kabur dari kejaran polisi sampai melukai beberapa anggota kepolisian saat itu .Dari semua bukti membuat hakim semakin yakin, jika eksekusi mati adalah jalan terbaik yang harus segera di lalukan.


Berdiri di tegak di depan lima orang yang siap menembak tubuhnya ,dengan kepala yang tertutup kain hitam .Dalam hitungan detik satu persatu peluru timah panas Laras panjang peluncuran bersamaan ke arah Hyun Jun-su .


Dor......Dor.....Dor.....Dor.....Dor.....


Tubuh ini langsung tertekuk lutut ,darah segar mulai mengalir dari sekujur tubuhnya .Tiga kali tembakan di dada ,satu dua kali tembakan di kepala membuat tubuh pria ini benar-benar tidak dapat bergerak lagi .


(Ini sekedar imajinasi author saja ,kalau aslinya hukum di sana tidak seperti ini .Tempat nama negera ini memang nyata ,namun untuk Daerah ada beberapa nama yang hanya sekedar imajinasi Author saja .Saya harap kalian mengerti ,terima kasih).


Masih dengan ekspresi wajah tenang .Riska, Jee Ghie-hye, juga Jen Xin-ki masih berdiri tidak terlalu jauh dari sana melihat eksekusi mati Hyun Jun-su .Dan tanpa ketiganya sadari ,ada dua pasang mata yang tengah mengawasi ketiga nya.


Fokus dua pasang mata ini dingin terlihat kebencian yang sangat besar kepada salah satu dari ketiga orang ini .Tidak lama dari itu ,setelah jazad Hyun Jun-su di angkat bersamaan dengan itu orang asing ini meninggalkan tempat ini .Dan bersamaan dengan itu ,Riska menatap kepergian orang asing ini .


Terselip rasa tidak nyaman dengan gerak-gerik orang berjaket hitam itu .Namun Riska menepis semua pikiran negatifnya ,ia memilih untuk beranjak pergi dari sana untuk mengurung pemakaman Hyun Jun-su dengan layak.


++++++++++


Pukul 10 .20 siang


Karena sudah terlalu lama ,pergi dari ruang rawat nya . Akhirnya seorang perawat menyusul Dae Chul-hyun. Perawat ini buka berlahan pintu kamar rawat inap Baek Dae-hyun."Permisi."


"Nona ,sudah saatnya anda kembali ke kamar rawat inap anda ."Ingatkan perawat ini dengan sopan .


Berpaling melihat sang putri ."Kamu kembali gihh ,istirahat biar lekas sembuh ."Kata Baek Dae-hyun kepada putrinya .Ia yang kini melihat Nathan ."Tuan muda ,tolong jangan putri saya dengan baik selama saya sakit ."Minta Baek Dae-hyun.


Nathan tersenyum manis ."Memang sudah tugas saya , Ajusshi ."Yang langsung mendapatkan tatapan mata micik dari Dae Chul-hyun."Baiklah ,Appa .Saya pergi dulu ,nanti akan kembali lagi ."


"Iya ,sudah sana istirahat ."Balas Baek Dae-hyun tersenyum hangat .


Perawat itu mulai mendorong keluar kursi roda Dae Chul-hyun .Mendorong kembali ke kamar rawat inap Dae Chul-hyun sendiri .


++++++


Kini Dae Chul-hyun sudah terbaring kembali di tempat tidur rumah sakit bersama dengan Nathan yang duduk di kursi kecil sampai tempat tidurnya .Sejak awal datang ,Nathan hanya terdiam fokus bermain dengan layar ponselnya .Itu membuat Dae Chul-hyun sangat canggung .


Sampai sesaat kemudian ."Kamu lapar?".Tanya Nathan beralih menatap raut wajah perempuan ini .Dengan ponsel yang sudah tidak ada di dalam genggaman nya kembali .


"Tidak ."Balas singkat Dae Chul-hyun tanpa berpaling membalas tatapan mata Nathan.


Kruyuk.....krukkk.....Suara perut Dae Chul-hyun yang membuat mata membelak terbuka lebar menatap langit-langit kamarnya .


Masih di posisi sama ."Hem ,cacing perut mu tidak dapat berbohong ,bodoh!."Nathan beranjak dari atas tempat duduknya.


Ia berlalu pergi keluar meninggalkan Dae Chul-hyun.


Dae Chul-hyun yang memperhatikan punggung Nathan yang berlahan menghilangkan dari pandangan matanya."Nawarin makan tapi di tinggal pergi ,pria apaan dia ."Oceh nya bergumam kesal .


Mengelus perut ratanya ."Aduh cacing saya dugem ,minta camilan ."Ucapnya berbicara sendiri .


Sampai sesaat kemudian Nathan kembali dengan membawa nampan makanan .Nathan taruh nampan makan itu di atas meja makan khusus pasien .Lalu ia dorong meja ini mendekati brankar pesakitan tidur Dae Chul-hyun .Perempuan yang sembaring tadi memperhatikan apa yang tengah ia lakukan.


"Bangun ,makan lah sedikit .Setelah ini dokter yang memeriksa kamu akan datang ."Nathan dengan nada suara sedikit dingin .


Dae Chul-hyun hanya membalas dengan anggukan ringan ,sembaring ia berusaha beranjak bangun untuk duduk .Nathan yang melihat itu segera membantu Dae Chul-hyun untuk duduk .


Dae Chul-hyun yang sudah terduduk mulai memakan makan siangnya yang terlihat masih hangat semuanya .Bahkan ia sempat berpikir ."Apakah pria ini memaksa petugas rumah sakit untuk mempercepat masaknya .Atau yasudah lah yang penting dapat makanan hangat ."Batinnya sembaring melanjutkan makan .


Sedangkan untuk Nathan .Pemuda ini kembali terfokus dengan layar ponselnya ,entah sedang membalas notifikasi Chat dari siapa pemuda ini .Sampai pemuda ini terlihat sangat tidak bisa di ganggu .


Dae Chul-hyun yang sesekali memperhatikan Nathan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya ."Sedang berbalas pesan dari siapa?".


Nathan mendongak dan menatap Dae Chul-hyun."Teman saya ,ada banyak tugas sekolah yang harus saya selesaikan ."Balas nya .


"Oh!".


Menyimpan ponsel nya ."Makanan nya enak?".Tanya Nathan yang mulai membuka percakapan.


"Enak ,masih hangat pula ."Dae Chul-hyun menyeringai senang .


"Saya langsung ambil di tempatnya tadi ,nunggu di antar kelamaan .Saya takut kamu keburu mati kelaparan ."Kata Nathan yang membuat Dae Chul-hyun tersedak.


Nathan segera beranjak dari tempat duduknya untuk membantu Dae Chul-hyun mengambil kan air putih ,untuknya menghilangkan rasa sedikit sakit di tenggorokan nya .


Menaruh gelas air ini kembali di atas meja ."Pelan-pelan Chul-hyun ,kenapa sangat terburu-buru?".


"Tidak-tidak saya akan pelan-pelan ."Dae Chul-hyun sembaring menggeleng-gelengkan kepalanya ringan .


Nathan kembali duduk .Namun belum sempat ia terduduk ponselnya berdering ."Saya keluar bentar ."Pamit Nathan sesegera mungkin mempercepat langkahnya keluar dari dalam ruangan ini tanpa menunggu jawaban dari Dae Chul-hyun


Dae Chul-hyun yang masih menatap kepergian Nathan ."Pria aneh!".Serunya kembali melanjutkan makan nya .


+++++++


Di luar Nathan segera mengangkat nada sambung telfon ini .


Tersambung.


*Nat ,lu masih di Korsel ?".


*Masih ,tadi bang Hanam bilang ke saya kalau Bang Benji masuk rumah sakit .Apa itu benar?".


*Iya benar ,sudah dua hari ini Benji di rawat di rumah sakit ."


*.....lu kapan pulang ,Nat?".


Berlanjut bertanya Hiroyuki di seberang sana .


*Belum tahu ,Yuki .Mungkin secepatnya karena banyak tugas sekolah yang harus gue kejar sebelum musim dingin dagang ."


*Kalau gitu gue kasih tahu nanti saja ,Nat .Rincian nya ,kalau lu sudah balik .Gue tidak suka bicara dalam telfon ."


*Okeh ."


Penggilan telfon di akhir Hiroyuki sepihak dari seberang sana .


Sesudah mengakhiri panggilan telepon itu .Nathan kembali beranjak masuk ke dalam kamar rawat inap Dae Chul-hyun.