
Osaka
Pukul ,14.29. Menjelang sore .
Rabu
Cahaya matahari mulai meredup .Namun ketiga pemuda ini, baru dalam perjalanan pulang. Walaupun sekolah sudah bubar sejak tadi .Ketiga pemuda ini baru akan pulang ,karena mereka sempat menghabiskan waktu sejenak untuk rapat di kelas tadi .
Siapa mereka kalau bukan, Nathan, Kenji ,dan Hiroyuki .Ketiga pemuda yang tengah berdiri beriringan berjalan kaki bersama .
Kenji yang perhatian melihat Hiroyuki."Hiro ,kata ayah selama dua hari ini kamu tidak perlu ke bengkel."
Hiroyuki menjawab dengan cepat ."GUE DI PECAT!!".Melotot matanya menatap Kenji.
Melambai-lambai kedua telapak tangannya ."Dame-dame ,Hiro .Ayah sedang sibuk kirim barang hari ini ,makanya bengkel hanya akan buka pagi saja ."
".......Tapi kamu tenang saja ,gaji kamu tetap sama ko ."
Mengelus-elus dadanya."Hhmmm!Syukurlah gue tidak pecat."
Nathan yang menyimak sejak tadi."Lu kayak teman gue, Yuki."
"Nani?".
"Iya ,dia kerja para waktu gitu kayak lu ."Ucap Nathan .
Kenji yang ikut tertarik dengan pembicaraan kedua temannya, berkata."Gue pernah coba buat kerja parah waktu dulu, tapi ayah gue langsung memarahi gue ."
"...........Tiga jam ayah memarahi gue ."Lanjutnya.
Fokus dengan jalanan di depannya."Tidak ku sangka paman Yoshi galak."Ucap Nathan yang di susul tawanya."....HHHHH."Tawa Nathan menggema .
"Tapi dia baik sama gue, mungkin gue anak kandungnya .Hhhhhhh.......". Hiroyuki yang ikut menyusul ketawa .
Kenji menatap kedua temannya yang sedang tertawa terbahak-bahak di depannya dengan raut wajah datar ."Gue pikir tidak ada yang lucu!".Ucapnya dingin .
Menepuk bahu Kenji yang masih berwajah datar ."Kalau gitu gue duluan, adik-adik gue nungguin di rumah ."Pamit Hiroyuki yang masih tertawa kecil, berlalu pergi dari sana meninggalkan Kenji dengan Nathan berdua .
Nathan yang terdiam dengan mengelus perutnya yang sedikit keram karena terlalu keras tertawa tadi. Dengan memperlihatkan wajah masamnya.
Kenji masih berwajah datar ."Lu tidak pulang sama Benji, kenapa?".
"Benji!?".
Kini ia terfokus menatap manik hitam lekat Nathan."Hem!?".
"Dia sedang ada masalah dengan Bokap-nya."Balas Nathan yang baru menjawab pertanyaan Kenji.
Kini mereka yang mulai berlanjut berjalan kembali. Walupun daerah rumah mereka berbeda tetapi kereta yang mereka naiki sama .Oleh karena itu mereka memutus untuk jalan bersama untuk pulang naik kereta.
+++++++++
Pukul ,16.39. Menjelang malam .
Langit-langit mulai mengelap, cahaya matahari mulai menghilang. Berganti dengan langit-langit malam yang penuh bintang .
Iya ,di hari ini. Suasana cuaca malam sangat mendukung .Sangat cerah dari pada hari-hari biasanya ,yang mendung atau terkadang hujan deras .
Dan di hari ini .Pemuda yang mengenakan pakaian piyama abu-abu ,dengan celana pendek Adidas warna hitam baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang tidak terlalu besar masih menutupi rambut basahnya .
Pemuda ini berjalan keluar ,kamarnya .Ia berlalu turun ke lantai bawah rumahnya .
Nathan ,pemuda yang tengah menuruni tangga rumahnya dengan perhatian yang terfokus melihat layar ponselnya .Iya ,dia menuruni tangga dengan memainkan layar ponselnya. Bahkan handuk yang tadi pun masih di atas kepalanya, menutup rambut kepala.
Sampai di lantai bawah ,ia berjalan ke ruang tamu dan masih dengan perhatian yang sama ,fokus dengan layar ponselnya.
Selesai dengan memainkan layar ponselnya ,ia lempar ponselnya ke atas sova .Nathan yang masih berdiri, menggosok-gosok rambut basahnya dengan handuk tadi .
Lalu ,ia gulung rambut kepalanya dalam handuk .Nathan melipat handuk nya ,untuk membungkus rambutnya yang basah nya. Seperti perempuan-perempuan lainnya yang selesai keramas ,seperti ini lah yang Nathan lalukan saat ini .
Dengan penampilan yang sama ia berlalu pergi dari sana .Nathan pergi ke ruang dapur rumahnya .Ia mengambil panci ,lalu mengisinya dengan air .Iya ,dia ingin memasak air panas .Selesai menyalahkan api ,ia kembali lagi ke ruang tamu untuk mengambil ponselnya.
Nathan yang sudah mendapatkan ponselnya ,pun berlalu pergi kembali dari sana .Kini ia pergi ke ruang keluarga rumahnya .
Ia duduk santai atas sova ,sembaring menyalahkan layar tv Nya .
Sudah lama rambutnya di bungkus handuk ,ia pun melepaskan handuk yang membungkus rambutnya. Lalu ia rentangkan handuk basah itu di atas pinggiran sova .Yang ada di belakangnya duduk.
+++++
Sesaat kemudian ,ia beranjak kembali dari tempat duduknya .Nathan berlari kecil ke dapur untuk mematikan api kompor .Nathan ambil pop mie ,di laci atas lemari dapurnya .
Nathan yang sudah mendapatkan pop mie ,langsung membuka kemasan dan membuka bumbu yang tersedia .Sebelum ia menuangkan air panas ke dalam sana .
Baru saja Nathan selesai menuang air panas ke dalam gelas pop mie .Bel pintu rumah berbunyi .Nathan segera menaruh pancinya di tempat semula ,sebelum ia berlari kecil ke depan pintu rumahnya .
Nathan melihat layar monitor CCTV rumahnya sekilas ,sebelum ia berlari kecil membuka pintu rumah dan berlari kecil membuka gerbang depan rumahnya.
Berdiri seorang pria di sana ."Konbanwa ,dengan mas Nathan ."
Nathan mengangguk ringan ."Iya ."
Memberikan sekantung yang berisikan dua kotak makanan."Ini pesanan makanannya ,mas ."
Menerima pesanan makanannya ."Arigatogozaimashita ."Ucap Nathan yang di balas anggukan kepala ringan dari pengantar makanan itu .
Pengantar makanan itu berlalu pergi dari sana .Nathan yang juga sudah kembali masuk ke dalam ,segera menutup pintu gerbangnya kembali.
Iya ,Nathan sebenarnya ragu untuk memesan makanan online .Namun setelah bertanya-tanya dengan paman Yoshi .Ia pun di rekomendasikan sebuah rumah makanan halal ,yang melayani pemesanan makanan dengan online .Setelah tahu itu ,Nathan pun semangat .Ia langsung mencoba memesan makanan hari ini .
Kini ia yang sudah ada di ruang keluarga menaruh pesanan makanannya tadi di atas meja ,lalu ia berlari kecil ke dapur .
Nathan mengambil piring ,juga pop mie, dan sebotol air putih dingin .Nathan bawa semuanya ke ruang keluarga .
Nathan yang sudah menaruh semuanya di atas meja ,segera duduk di bawah beralaskan karpet. Ia membuka kotak makanan pesanannya .Nathan memesan sekotak ayah chicken bagian paha ,dan gurita bumbu rendang .
Setelah semua sudah terbuka ,bahkan untuk bumbunya .Ia pun mulai memakan makanan yang di mulai dari pop mie nya terlebih dahulu.
+++++++++
Pukul ,18.26
Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat. Pemuda yang tengah menikmati menu makan malamnya sendirian .
Kenji ,pemuda yang tengah menikmati menu makan malamnya sendirian .Karena setelah memasak makanan untuknya tadi, ayahnya langsung berpamitan untuk pergi mengantar barang alat-alat mobil.
Bahkan Kenji tadi belum sempat tanya apakah ayahnya sudah makan atau belum ,karena terlalu terburu-buru pergi .Kenji jadi lupa untuk bertanya kepada ayahnya yang buru-buru berpamitan dengannya .
Dan kini ia yang tengah duduk di menghadap makan malamnya ."Hem ,ayah tadi sudah makan atau belum?". Gumamnya beralih melihat layar mati ponselnya yang tergeletak di atas meja tidak jauh darinya .
Di tengah itu tiba-tiba ponselnya berdering ,tertulis di layar ponselnya nama ayah .Kenji bergegas mengangkat sambungan telepon tersebut.
Tersambung.
*Hallo ,ayah ."
*Iya Nak, kamu jangan lupa di habiskan makan malamnya ,jangan sampai tidak ."
Ucap Yoshi kepada putranya di seberang sana .
*Sudah yah ,ayah sendiri sudah makan?".
*Sudah ,ini ayah tadi bawa bekal dari rumah ."
*.......Sudah dulu ,ayah mau lanjut kerja lagi."
*Iya Yah."
*Iya ."
Panggil di akhir oleh ayahnya sepihak dari seberang sana.
++++++++++
Pukul , 22.24 malam
Selesai makan malam dan mencuci piring .Kenji langsung beranjak masuk ke dalam kamarnya untuk segera belajar .
Kini ia sudah fokus mengerjakan tugas sekolah, ia duduk di kursi pelajaran yang meja belajarnya menghadap langsung dengan jendela kamarnya yang terbuka sedikit.
Angin malam yang tidak terlalu dingin, menemani dirinya mengerjakan tugas sekolahnya yang belum terselesaikan.
+++++++++++
Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat. Nathan pemuda yang hampir sama dengan Kenji .Di malam yang larut ini ,ia masih sibuk mengerjakan tugas sekolahnya .
Tanpa terlihat rasa kantuk di sana ,ia masih sangat cerah dan semangat mengerjakan tugas sekolahnya.
++++++++++
+++++++
Osaka
pukul ,06.20 .Pagi
Kamis .
Cuaca pagi yang cerah kembali menyambut hari baru Nathan .Pemuda yang tengah mengenakan sepatu sekolah di depan pintu utama rumah .
Nathan yang sudah mengenakan kedua sepatunya segera beranjak dari sana .Ia ambil tas ranselnya ,lalu segera membuka pintu depan rumahnya .Tidak lupa ia mengunci kembali pintu depan rumahnya ,sebelum berlalu pergi meninggalkan rumah .
Kini ia yang sudah jauh dari rumah ,masih dengan jalan santainya melewati jalanan perumahan elit ini.
Iya ,di hari ini .Nathan memilih berjalan kaki dan naik kereta ,dari pada menaiki sepeda anginnya .
Setibanya di perempatan jalan biasanya .Nathan bertemu dengan Benji yang tengah menunggu dirinya di sana .
Seperti biasa ke dua pemuda ini langsung berangkat bersama ke sekolah .Dengan langkah kaki yang sama-sama berjalan dengan santai .Toh hari masih terlalu pagi untuk sampai di sekolah ,oleh karena itu kedua pemuda ini memutuskan untuk berjalan berlahan .
Sembaring menikmati suasana ,musim gugur di bulan ini .Bunga sakura juga daun mamiji yang berguguran ,angin pagi bertiup sepoi-sepoi .Namun terasa sedikit dingin ,menusuk kulit .
Di hari ini juga baik Nathan ataupun Kenji sama-sama mengenakan pakaian hangat .Walaupun nanti setibanya di kelas mereka harus melepas pakaian hangat mereka .Kedua pemuda ini tetap mengenakan pakaian hangat untuk melindungi tubuh mereka dari hawa dingin .
++++++++++
+++++++
Seoul
Pukul ,09.28. Menjelang siang.
Lebih dari dua Minggu ini sudah tidak ada lagi ancaman dari Hyun Jun-su .Namun Paman Baek Dae-hyun tetap waspada ,karena ia tahu kelicikan Hyun Jun-su yang tidak akan mungkin menyerah semudah ini .
Akan tetapi di hari ini. Riska memilih untuk mulai mengendarai mobil sendirian berangkat ke kantornya .
Bekerja seperti biasa ,karena ia juga tidak boleh terlalu memperlihatkan kepanikan .Riska tahu kalau hal itu akan membuat karyawannya jadi ketakutan .
Di tambah lagi ,kantor ini juga sudah pernah di serang oleh anak buah Hyun Jun-su .Olah karena itu ,Riska akan lebih hati-hati dan waspada dalam diam agar karyawan tidak ikut terlalu panik ataupun takut dan tidak nyaman untuk bekerja .
Riska yang seharusnya terbang ke Rusia untuk beberapa minggu di sana pun harus ia urungkan dan menyerahkan urusan kantornya di sana kepada orang kepercayaannya .Ia melakukan ini karena masih belum baik ,jika ia harus terlalu lama meninggalkan kantor Salvador yang ada di Seoul ini .
Jam pun berlalu, beberapa meeting pekerjaan ,dan beberapa rapat kecil sudah ia kerjakan dengan baik .Dan kini langit yang cerah sudah berganti menjadi langit berwarna gelap ,biru tua mendominasi di atas sana .
Riska, perempuan cantik ini yang baru saja menyelesaikan beberapa tugas terakhir ,yang sudah harus ia berikan ke sekertaris di hari juga pun sudah ia selesaikan .
Riska berlalu pergi lebih dulu ,meninggalkan sekertaris yang masih di sibukkan menata dokumen yang harus ia kerjakan saat ini juga .
Riska sendiri walaupun akan pulang .Ia juga tetap membawa berkas pekerjaan ,untuk ia kerjakan di rumahnya .Toh keadaan kesehatan tubuhnya juga masih memerlukan banyak waktu beristirahat .Agar kesehatan tidak sampai drop ,ataupun sakit lagi .
++++++++
Pukul ,22.30 .Malam
Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat. Di kediaman rumah yang cukup besar ,elit nan elegan ini ,khas model rumah modern. Pasti penghuni rumah elit ini sangat bahagia bisa tinggal di rumah besar elit yang indah ini. Namun semuanya berlawanan, penghuni rumah ini tidak seindah rumahnya saat dipandang mata .
Kenapa!?Karena di dalam rumah ini tidak ada kata damai sama sekali .Selalu ada saja keributan di dalam rumah ini ,yang selalu menggema di dalam rumah.
Rumah siapa ini ,kalau bukan rumah Hyun Jun-su. Pria yang selalu bersikap kasar dengan istrinya ,bahkan tidak segan-segan Hyun Jun-su memukul istri dengan sangat kasar .
Seperti sekarang .Hyun Jun-su tengah memarahi istri di ruang tamu .Entah apa yang baru saja terjadi tetapi ,Hyun Jun-su bahkan sampai menarik rambut istri yang tidak terlalu panjang ini sampai istri merintih kesakitan.
"Waaaawww ,sakit to-tolong lep-lapaskan."Kim Chil-sul memohon kepada suaminya untuk melaksanakannya genggam tangannya sekarang dari rambutnya .
Masih posisi yang sama ."KENAPA KAU MASIH HIDUP BODOH?Saya muak lihat wajah mu di sini ."
".....Istri tidak tau di untung ,bisanya menyusahkan saja ."Nada suaranya yang sangat tidak bersahabat .
Pelak.....
Hyun Jun-su menampar keras pipi memerah istrinya ,sampai tubuh kurus istrinya membentur ke lantai dengan keras .
"Aaww...".Merintih kesakitan Kim Chil-sul memegang pipi memerahnya .
Teras panah nan sangat perih sekali .Tepi tidak dengan Hyun Jun-su ,di dalam tangis istrinya yang merintih kesakitan. Ia masih tidak henti-hentinya menyiksa istrinya .
Dan di saat ia ingin melayangkan bogem mentah ke istrinya. Seseorang langsung menggenggam kepalan tangannya .
Orang itu atau pria itu menatap tajam ke arah ,Hyun Jun-su. Terlihat amarah yang sangat memuncak di sana ,terlihat dari bola coklatnya yang membesar sempurna .
Pria itu masih dengan menggenggam kepalan tangan Hyun Jun-su. Langsung di tepis kasar oleh Hyun Jun-su."JANGAN SENTUH IBU SAYA ."
"APA URUSAN MU?KAU HANYA ANAK PUNGGUNG BODOH."Umpat Hyun Jun-su yang berbicara terang-terangan di depan putra angkatnya .
*Iya pria tadi adalah putra angkat Hyun Jun-su. Jee Ghie-hye ,nama putra angkat Hyun Jun-su dan Kim Chil-sul. Pria tinggi ini adalah seorang ahli dokter bedah yang sekarang bekerja di salah satu rumah sakit terkenal di daerah ini .*
Akan tetapi gelar dokter bedah terbaiknya, ataupun pekerjaan Dokter ini tidak akan pernah membuat ayah angkatnya bangga dengan dirinya .Karena di dalam hati ayahnya hanya ada nama putra kandung saja .Putra yang sudah lama meninggalkannya .
Bahkan sejak berhasil memiliki uang yang cukup ,Jee Ghie-hye langsung memilih membeli apartemen sendiri dan pergi dari rumah ini .Rumah yang tidak pernah menerima kehadiran.
Walaupun ibu Kim Chil-sul bukan ibu kandungnya .Sangat berat pergi dari rumah ini ,apa lagi di saat meninggalkan ibu sendiri di sini .Bersama dengan Hyun Jun-su ,orang yang selalu menyakiti ,dan menyiksa ibunya
Dan di hari ini ,dengan paksa Jee Ghie-hye sudah bertekad akan membawa ibunya pergi dari rumah ini ,entah ibunya mau atau tidak .Ia akan tetap mengajak ibunya untuk tinggal bersamanya, agar ibunya hidup dengan tenang jauh dari iblis ini .
Nada suara yang sedikit tidak bersahabat."Saya tidak perduli dengan kamu .Saya hanya tidak suka dengan apa yang kamu lakukan kepada ibu saya ."Jee Ghie-hye dengan membangun ibunya kembali berdiri .
Di saat ingin berdiri kembali , ternyata kaki ibunya memar memerah .Ibunya sangat merintih kesakitan yang membuatnya harus kembali terduduk lagi di lantai .
Hyun Jun-su yang melihat itu ."BAWA!!BAWA IBU MU. Dia hanya sampah di sini ."Umpatnya .
"CEPAT PERGI, SAMPAH TIDAK BERGUNA!!".Bentaknya dengan suara lantangnya .
Jee Ghie-hye sangat geram ,ia langsung menggendong tubuh kecil ibunya yang sangat kurusan ini .Ia bawa ibunya keluar dari rumah ini .
Jee Ghie-hye membawa ibunya ikut bersamanya .Meninggalkan Hyun Jun-su sendirian di dalam rumah ini .
Di dalam mobil .Jee Ghie-hye yang berhasil mendudukkan ibunya di kursi penumpang mobil yang dekat dengan kursi pengemudi ."Saya akan bawa ibu ke rumah sakit untuk membersihkan luka-luka ibu ."Dengan ingin beranjak menutup pintu mobil .
Akan tetapi Kim Chil-sul langsung menggenggam tangan putranya."Nak.....".
Jee Ghie-hye yang sudah tahu Ibunya akan bicara apa langsung memotong perkataan itu ."Sudah ibu , Ghie-hye tahu apa yang ingin ibu katakan ."
Masih dengan menatap mata seduh ibunya."Ibu ikut Ghie-hye ya. Ghie-hye janji akan merawat ibu dengan sangat baik ,Bu ."
"....... Ghie-hye mohon kepada ibu .Biarkan Ghie-hye merawat ibu ,merawat ibu yang sudah membesar Ghie-hye dengan penuh kasihan sayang ."Lanjut menyungging senyum hangatnya.
Kim Chil-sul mengangguk ringan ."Terimakasih kamu masih menganggap ibu sebagai ibu mu ."Dan tanpa terasa buih-buih beningnya ikut menetes .
Jee Ghie-hye menghapus buih bening itu. "Eh ,ibu kan emang ibu ku. Walaupun ibu bukan ibu kandung ku ,ibu tetap ibu ku .Ibu terbaik ku ,bidadari ku."Jee Ghie-hye menyungging senyum hangatnya menatap lekat manik milik ibunya.