My Salvador

My Salvador
Eps.88 Perawatan kecil Nenek Suki



Osaka


Pukul. 17.30 Menjelang malam


Rabu


Setelah menempuh perjalanan berjalan kaki dengan menaiki beberapa kendaraan umum .Seperti kereta umum, bus umum ,dalam waktu lumayan lama. Kini akhirnya sampailah keempat pemuda ini di depan pekarangan rumah elit ,mewah, yang tak terlalu besar .


"Arigatogozaimashita, bang. Sudah mengantar sampai rumah."Ucap Nathan menyungging senyum hangatnya.


"Iya, cepat masuk ganti baju kalian. Dan lu Kenji cepat obati luka mu ."Kata Hanam terdengar tegas .


"Beres, bang ."Balas Kenji singkat.


"Hem."


"....mata ashita ."Hanam beranjak yang di susul oleh Takumi yang berpamitan hanya dengan menyungging senyum tipisnya saja .


("Sampai jumpa besok.")


Selepas kepergian Hanam dan Takumi. Nathan segera menutup pintu gerbang rumah kembali, sebelum ia menuntut Kenji untuk berjalan masuk ke dalam rumah .


Nathan ingat, jika kunci rumah ada bersamanya. Itu berarti keadaan pintu depan rumah saat ini belum dalam keadaan terkunci. Alhasil Nathan langsung saja membuka pintu ini berlahan. Ia melakukan itu agar orang dalam rumah yang sudah tertidur tidak terganggu.


Akan tetapi karena hari masih terlalu sore untuk beristirahat. Membuat Nathan masih dapat mendapati nenek Suki ,Kazuo, dan Kenichi .Kedua saudara kembar yang tengah fokus belajar di ruang tengah dengan nenek Suki yang menemani keduanya .


Nenek Suki yang menyadari kehadiran Nathan segera berpaling melihat kearah pintu masuk."Dari mana saja, nak? Saya sangat khawatir, kalian baik-baik saja kan?". Nenek Suki yang langsung menghujati keduanya dengan banyaknya pertanyaan.


"Kami baik-baik saja, Obaa-san ."Balas Nathan yang sudah dekat dengan Sova tempat duduk nenek Suki ."......Hanya ada sedikit inside tadi. Tapi kami mohon jangan bilang soal ini ke Yoshi Oji-san, saya mohon Obaa-san."Meminta Nathan memasang wajah segemoy mungkin.


Nenek Suki justru tertawa kecil. Membuat Nathan dan Kenji kebingungan, apakah ada yang salah ucap .


"Nathan Onii-san, dan Kenji Onii-san ,sama seperti Onii-chan biasanya .Hiroyuki Onii-chan terkadang kalau pulang dalam keadaan seperti ini ."Ucap Kenichi kecil .


"Eh!".Ujar keduanya bersamaan.


"Sudah-sudah, nak Kenji sini duduk di samping saya. Nak Nathan bisa ambil kotak obat kamu, biar saya bersihkan lukanya nak Kenji. Tidak baik jika luka seperti ini di biarkan terlalu lama ."Kata nenek Suki menatap berganti kedua pemuda ini.


"Baik, Obaa-san."Balas Nathan berlalu pergi meninggalkan ruang tengah.


Sementara Kenji berjalan mendekati Nenek Suki ,untuk duduk di dekat nenek Suki yang mempersilakan nya .


Kini nenek Suki sudah terfokus memperhatikan luka memar di beberapa bagian wajah Kenji."Aaa...". Rintihan Kenji menahan sakit disaat nenek Suki memegang luka cobek di pelipis bibir nya."Ini kenapa sobek sampai seperti ini? Lain kali jangan memaksakan diri, atau sebaiknya jangan ikut-ikutan kayak gitu, nak."Ucap Nenek Suki.


Membuat Kenji hanya menyungging senyum tipisnya.


Nenek Suki masih memperhatikan luka memar di wajah Kenji."Sebelum terluka, luka sobek di bibir saya memang sudah ada lebih dulu, Obaa-san."


"Ko bisa?".


"Di pukul Nathan heh...".Kenji membalas dengan di akhir tawa renyahnya .


"Ho!".Saut Nathan yang baru saja tiba dengan membawa kotak obat dalam genggaman nya.


Kenji yang melihat kedatangan Nathan langsung menjulurkan lidahnya, soal ia tengah meniru apa yang biasa Nathan lakukan kepada.


Bisa kalian sebut, raga kedua tengah tertukar saat ini .


"Hah! Itu bukan salah gue saja ,kemarin lu juga yang mulai duluan."Nathan yang tak mau di salahkan .


Kenji yang juga tidak ingin di salahkan."Lu yang mulai duluan, siapa suruh lu lelet bersiap berangkat ke sekolah nya."


Mendekati mengabaikan Nenek Suki yang tengah terduduk di antara keduanya."Lu yang mulai ,Kecipir kering!!".


Menunjuk dada kiri Nathan dengan kasar."Jangan panggil gue kecipir kering, cebong cerewet".


"Kecipir kering!".Gertak Nathan menatap tajam lawan bicaranya.


Tidak mau kalah ,Kenji membalas tatapan mata Nathan dengan sorot mata tidak kala dingin.


Nenek Suki yang berada di antara keduanya, menjadi kebingungan memperhatikan pertengkaran kedua pemuda ini. Hampir sama dengan nenek Suki. Kazuo dan Kenichi pun sama saja, kedua anak laki-laki menjadi terdiam terpaku memperhatikan perkelahian kedua pemuda di depannya.


"Onii-chan, Nathan Onii-san dan Kenji Onii-san baik-baik saja kan?". Kenichi yang membuka suara tanpa memalingkan perhatian nya menatap sang lawan bicaranya.


"YAMERU!!".Nenek Suki sedikit membentak agar kedua pemuda didepannya ini berhenti bertengkar.


Masih di posisi saling menatap, namun sudah sama-sama terdiam terpaku akibat dari bentakan nenek Suki.


"Cepat duduk kembali Kenji."Tegas nenek Suki kepada Kenji."....Nathan juga."Sambungnya menatap manik mata kedua pemuda didepannya berganti.


Nathan dan Kenji hanya terdiam sembaring menuruti keinginan nenek Suki yang menyuruh mereka berdua untuk duduk.


Melihat Nathan yang sudah terduduk dengan kotak obat yang masih di genggamnya."Kotak obatnya ,nak Nathan."Minta Nenek Suki.


Nathan memberikan kotak obat ini depan nenek Suki. Nenek Suki yang sudah menerima kotak obat ini segera membukanya untuk mengambil beberapa obat yang ia perlukan untuk mengobati luka di wajah Kenji .


++++++


Pukul. 18.25 Malam


Sepanjang nenek Suki mengobati luka Kenji. Baik Nathan ataupun Kenji sama-sama terdiam membisu. Itu mereka lakukan sampai nenek Suki selesai mengobati luka di wajah Kenji.


Dan kini kedua pemuda ini dalam perjalanan naik ke lantai atas untuk mandi dan berganti baju. Itu pun atas perintah nenek Suki. Tidak hanya menyuruh berganti pakaian, nenek Suki juga menyuruh mereka berdua untuk makan malam .Jika sudah selesai berganti pakaian.


Di dalam kamar Nathan. Kenji langsung mendudukkan dirinya di pinggir tempat tidur Nathan.


Sementara Nathan langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi, setelah ia melempar tas ransel sekolah sembarangan ke atas tempat tidur.


Kenji yang masih di posisi yang sama, tiba-tiba merasakan nyeri yang sangat hebat di perutnya. Ia mencoba menahan dengan mendekap perutnya dengan kedua kakinya. Yang merubah posisi duduknya menjadi sedikit tertelungkup .


Wajah memucat dengan keringat dingin mulai bercucuran membasahi seragam sekolah .Walaupun sejak awal datang tadi, Kenji sudah tidak mengenakan jaketnya lagi, tetap saja saat ini ia sangat berkeringat dengan keadaan tubuh yang sedikit menggigil kedinginan.


Kenji lepas jas sekolah, yang akhirnya menyisakan kemeja putih saja. Ia juga melonggar dasinya agar dapat mengatur nafasnya yang mulai ngos-ngosan tidak teratur.


Me**remas kemeja putih."Aarrggghh....sial kenapa harus kambuh disaat seperti ini ."Gumamnya mencengkram kuat perutnya.


Kenji ingat ,saat perkelahian nya dengan Yasuhiro tadi. Ia sempat mendapat banyak sekali pukul dan tendangan keras di perut."Sial!!". Umpatnya menyadari kesalahan fatalnya tadi .


Semakin lama rasa nyeri di perut Kenji tidak semakin mereda .Melainkan semakin bergejolak menjadi-jadi .Rasa sakitnya semakin hebat Kenji rasakan. Bahkan rasa sakit itu sampai menjalar ke kepalanya yang sekarang mulai terasa nyeri seperti perutnya.


"Gue akan makan sebentar lagi, tolong jangan sakit lagi ."Entah kepada siapa Kenji memohon. Tapi jujur wajah Kenji benar-benar pucat sekarang.


Rasa mual mulai terasa, Kenji bergegas bangkit dari tempat duduknya. Ia hendak berlari turun ke lantai bawah untuk pergi ke kamar mandi di lantai bawah. Namun belum juga berjalan beberapa langkah, tubuhnya sudah tumbang membentur lantai kamar Nathan cukup keras .


Nathan yang masih dalam proses berganti pakaian setelah mandi. Bergegas mempercepat, tanpa berpikir panjang lagi .Ia yang benar-benar sudah sangat panik dengan keadaan diluar .Dengan kecepatan maksimum, ia segera meloncat melesat dengan secepatnya keluar dari dalam kamar mandi.


Mendapatkan Kenji yang tengah berjongkok sedikit tengkurap di lantai kamarnya. "Kenji!".Seru Nathan segera berlari mendekati Kenji .


Kenji cengkraman kuat lengan Nathan .Ia ingin mengucapkan sesuatu tapi sangat sulit, karena mulut tengah menahan sesuatu di dalam sana, agar tidak sampai keluar di sini. Tapi syukurlah Nathan cepat menyadari itu, ia segera membantu Kenji berdiri. Dan menuntut Kenji pergi ke dalam kamar mandi .


Di dalam kamar mandi, Kenji langsung melesat mendudukkan dirinya di depan kloset. Kenji langsung memuntahkan semua isi perutnya di dalam sana.


Dengan telaten dan tanpa rasa jijik .Nathan yang masih berada di sana memijat tengkuk leher Kenji berlahan untuk meringankan rasa mual yang dirasakan Kenji.


Masih di posisi memijat ."Lu belum makan dari siang?".Tanya Nathan yang tidak di gubris oleh Kenji .


Rasa mual sudah tidak terasa lagi, Kenji segera menekan tombol kloset ini agar bekas muntahannya hilang. Masih di posisi duduk di depan kloset."Sorry, Nat."Ucapnya lirih dengan posisi masih mencengkram perutnya yang sudah mulai membaik.


"Santai."


".....Lu tadi siang tidak makan?".Nathan mengulangi pertanyaan yang belum terjawab tadi.


Berusaha bangkit, dengan di bantu oleh Nathan."Sudah. Ini bukan karena gue belum makan, tapi mungkin karena kena pukul dan tendangan saat berkelahi tadi ."Jelas Kenji .


Nathan memapah Kenji mendekati wastafel kamar mandi untuk mencuci mukanya. "Makannya kalau di serang itu ngelawan, jangan diam saja, baka!".Ocehan Nathan .


Kenji yang tengah mencuci mukanya."Gue sudah melawan, tapi dia bukan tandingan gue."


"Hem."


"Lu sendiri. Lebih muda dari gue, tapi tenaga dan kemampuan, lu lebih jago dari gue."Kenji yang kini sudah menatap manik hitam lekat Nathan.


Nathan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis ,sangat tipis ."Gue akan turun ambilkan makan buat lu, kita makan di sini saja. Gue tidak mau lu turun dan terjadi sesuatu yang akan membuat nenek Suki panik ."Kata Nathan mengabaikan perkataan Kenji barusan.


"Hem, terserah ."Kenji membalas datar .


Di ambang pintu keluar kamar mandi."Lu pilihan sendiri pakaian ganti gue, terserah lu. Tapi jangan pernah menyentuh atau memakai kemeja-kemeja gue ."Tegas Nathan sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar mandi.


Melanjutkan mencuci mukanya, dengan hati-hati karena beberapa bagian wajahnya masih berbalut plester luka ."Cebong cerewet."Umpatnya tersenyum miring.


+++++++


Pukul. 18.59 malam


Setibanya di dapur .Nathan mendapati nenek Suki yang tengah memanaskan makan malam untuknya .Nathan yang melihat itu segera berjalan mendekat ."Obaa-san kenapa di sini? Cidera kaki Obaa-san kan belum sembuh. Nanti kalau ada apa-apa bagiamana, sudah biarkan saya sendiri yang melakukan nya."


Menolak dengan menjauhkan centong yang ia genggam."Ettss!! Biarkan Obaa-san saja, kamu ambil piring saja sana buat makan ."


"Semua aman, Obaa-san. Saya dan Kenji tengah beberes untuk mengerjakan tugas, eh setumpuk banyaknya buku malah jatuh. Jadi sekarang Kenji tengah membereskan nya."


"....Dan iya, saya dan Kenji akan makan di atas saja, sekalian sama belajar ."Lanjutnya menyungging senyum manisnya, seperti biasa. Senyum yang sangat sempurna untuk membohongi orang lain.


"Ehmm, yasudah cepat ambil makanannya. Agar nanti belajarnya tidak tertunda dan kalian tidak perlu tidur larut malam ."Kata Nenek Suki mematikan kompor listrik ini .


Nathan membalas dengan anggukan ringan ,sembaring mulai menata makan di dalam piring dan mangkuk untuk isian sup .


".... Obaa-san akan istirahat dulu. Dan ingat, jangan tidur malam-malam ."Pesan Nenek Suki sebelum berjalan tertatih-tatih dengan di bantu oleh tongkat nya meninggalkan dapur .


"Hai, Obaa-san."Balas Nathan tersenyum hangat.


Selepas kepergian nenek Suki. Nathan segera menyiapkan semuanya, setelah sudah siap ia tata di atas nampan .Sebelum akhirnya ia bawa semua makan ini ke lantai atas .


Kenichi yang berpapasan dengan Nathan yang sedikit kewalahan membawa barang bawaannya."Onii-san, biar saya bantu bawa minumannya ."Ucap Kenichi.


"Eh, emang bisa?".


"Bisa."


Nathan tersenyum ramah. Ia sedikit berjongkok di depan Kenichi, agar Kenichi dapat mengambil dua gelas air putih botol minuman dingin di atas nampan ini .


"Jangan dulu, Onii-san akan menyusul."Suruh Nathan kepada Kenichi.


Dengan langkah kecilnya ,Kenichi memulai berjalan mendahului Nathan.


Sesaat kemudian, sampailah keduanya di dalam kamar Nathan .Kenji yang melihat kedatangan Kenichi segera beranjak dari tempat duduknya untuk segera menghampiri Kenichi dan membantu membawakan dua botol minuman dingin tadi .


Nathan yang melihat itu."Hoy! Seharusnya lu bantu gue yang bawa bawaan banyak kayak gini, mata lu ketutup apa!?".Ucap kesal Nathan .


Tidak tidak merespon, ia taruh dua minuman tadi di atas meja panjang dengan kaki pendek yang ada di dalam kamar Nathan .Dan tanpa bermaksud merespon lagi, Kenji langsung saja mengambil alih membawa nampan yang Nathan bawa. Ia bawa nampan berisikan makan ini ke atas meja tadi.


Nathan menyadari Kenichi masih berdiri didekat nya."Kenichi sudah boleh pergi, makasih bantuan nya ."Kata Nathan kepada Kenichi kecil .


Kenichi mengangguk."Hem, permisi Onii-san ."Pamit Kenichi dengan sopan sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar tidur Nathan.


Selepas kepergian Kenichi kecil dari dalam bilik kamar nya. Nathan langsung menghampiri Kenji yang sudah duduk tersandar di bawa Sova, dengan beberapa menu makanan yang sudah tertata rapi di depannya.


Nathan duduk di samping Kenji. Dan dalam keheningan keduanya mulai menyantap menu makan malam hari ini .


++


Di jam yang hampir sama, di bilik kamar tidur sebelah .Kazuo yang baru saja selesai mengantar nenek ke kamar tidurnya sendiri untuk beristirahat. Kini sudah kembali menyusul masuk ke dalam bilik kamar yang sudah ada Kenichi yang tengah tidur tengkurap di atas tempat tidur tidur. Dengan sebuah buku komik di depannya .


"Pr sudah di salin?".Tanya Kazuo menghampiri sang adik kembarnya.


"Udah."Balas singkat Kanichi yang sibuk membaca buku komik nya.


"Hem."Kazuo hanya dapat berdhem melihat tingkah adik kembarnya yang sangat bertolak belakang dengan kepribadian nya sendiri.


Iya, walaupun kembar .Kepribadian kedua saudara kembar yang selisih 5 menit ini sangat berlawanan .Sangat berbeda jauh sekali.


++++++++


Pukul. 22.30


Nathan masih terduduk di tempat tadi .Tapi kali ini tidak mantengi makanan ,melainkan mentengi materi-materi pelajaran sekolah untuk besok .Bersama dengan Kenji yang masih duduk tidak terlalu jauh darinya.


Fisika, kali ini Nathan dan Kenji tengah mengerjakan tugas soal fisika yang tadi di beritahu oleh Mika. Walaupun seorang brandal angkut ,kedua pemuda ini tetap melaksanakan kewajibannya sebagai siswa sekolah dengan sangat baik.


Seperti yang tengah keduanya lakukan sekarang, yaitu mengerjakan PR fisika dari sekolah. Jumlah soal fisika kali ini terhitung lumayan banyak. Memang cuma satu bab namun halaman soal yang di berikan bukan main. Yaitu halaman 29-33, yang jumlah keseluruhan soalnya adalah 70 soal. 40 Soal abcde (Soal pilihan ganda) dan 30 soal isian yang caranya selembar buku penuh .


Akan tetapi kedua pemuda ini tidak memperlihatkan ekspresi stres berat sama sekali ,saat mengerjakan soal-soal ini. Baik Nathan ataupun Kenji tetap terlihat tenang-tenang saja mengerjakan soal fisika ini tanpa mengeluh sulit sama sekali.


Seperti yang pernah saya ceritakan, jika Nathan sangat benci sekali dengan soal matematika. Tapi entah kenapa dia sangat pandai di fisika .Yang soalnya terkadang hampir mirip seperti matematika. Tapi Nathan tetap dapat mengerjakan soal itu dengan tenang, tidak bingung mencari bantuan seperti saat ia mengerjakan soal matematika.


Atau kurang lebih, Nathan sebenarnya pandai di matematika .Tapi sayangnya, ia malas untuk berhitung. Mungkin itu permasalahan dia, tapi entahlah. Yukk lanjutt....


"Uhukk....Uhukk...".Suara batuk Kenji beberapa kali. Membuat atensi Nathan terfokus memperhatikan Kenji."Lu kenapa? Kalau masih sakit istirahat saja ,nanti pr nya lu nyalain saja jawaban gue ."Kata Nathan yang sedikit khawatir dengan keadaan Kenji .


Di kala saat ini sudah menunjukkan pukul larut malam. Bukan pukul sore lagi. Dan di jam saat ini harusnya mereka berdua sudah harus beristirahat ,bukan belajar seperti sekarang .


"Tidak perlu, gue baik-baik saja. Tenggorokan gue agak kering, jadi gue batuk-batuk. Sekarang sudah tidak."Kata Kenji yang terfokus menutup botol minuman mainnya kembali.


"Hem."Dehem Nathan .


Keduanya kembali fokus dengan tugas PR nya masing-masing. Namun Nathan masih sesekali ,mencuri-curi perhatian untuk memperhatikan Kenji. Karena rasa khawatir tentang keadaan Kenji saat ini masih menghantui pikiran nya.


Tanpa pikir panjang, Nathan mempercepat mengerjakan soal nya yang hanya tinggal lima soal isian saja. Ia mempercepat agar dapat ia contekan ke Kenji ,dan agar Kenji tidak bekerja terlalu keras. Juga supaya Kenji lekas cepat beristirahat.


Beberapa menit berlalu. Nathan menyodorkan buku tugasnya kepada Kenji ."Salin jawaban gue, lu jangan banyak berpikir lagi. Lu harus segera istirahat, jangan sampai buat Oji-san khawatir dengan keadaan lu ."


Kenji menyadari benarnya perkataan Nathan, juga merasakan tubuhnya yang memang sudah sangat lelah sekali. Memilih segera mengiyakan, dan segera menyalin jawaban Nathan .Kenji segera mencontek beberapa soal yang belum ia selesaikan .


Sementara Nathan disibukkan menata mata pelajaran untuk besok. Ditengah kesibukannya."Tadi lu sudah telfon Oji-san untuk membawakan buku materi besok?".


Kenji yang fokus menulis ."Sudah."Balasnya singkat.


+++++++


Pukul. 23.45 malam


Setelah menunggu lama. Akhirnya Kenji selesai juga dengan tugas-tugas sekolah nya. Kenji segera membereskan buku-bukunya. Sebelum ia menyusun Nathan naik ke atas tempat tidur .Di mana Nathan tengah sudah sibuk bermain game di dalam ponsel nya.


Dengan posisi asik mengobrol dengan seseorang di seberang sana menghadap laptop menyalah di depannya .


*Anjing, Jov. Gue kalahhh!!!".Nathan menujunya ekspresi wajah sedihnya .


*Otot jari lu kaku, salah lu tidak pernah main game lagi ." Balas Jovan di seberang sana melalui Videocall yang tersambung dengan layar leptop Nathan .


*Tau lah, be**go banget. Gue mau main ulang, lu harus lindungi gue sampai garis pinisi. Kalau gue sampai mati, lu tidak akan pernah gue traktir makan seumur idup ."


*Anjing, lu ngancem ceritanya."


*Hem."


*Tapi gue harus belajar, Nat .Lu lupa gue bilang apa tadi."


*Lupa."


*.....Emang lu bilang apa tadi?".


Menatap datar Nathan melalui layar laptop nya.*Gue sudah mulai sekolah lagi besok , jadi gue harus belajar hari ini. Dan kayaknya untuk beberapa minggu ke depan gue tidak akan main game lagi sama lu."


*Lah kenapa ,n**jir. Nanti siapa yang lindungi gue."


*Gue ngebut pelajaran, O'on. Gue tidak sekolah sudah hampir satu minggu, banyak sekali materi pelajaran yang tertinggal ."


*Bukannya ada home school, kenapa lu tidak ambil itu? ."


*Tak, gue selama tidak sekolah saja jadi bangkai tiap hari. Mau ambil itu, terus nanti siapa yang jalani .Hantu!."


*Heheheh.....".


*Sudah dulu, Nat."


*Okeh ."


Panggilan di akhiri oleh Jovan sepihak dari seberang sana .


Nathan segera mematikan layar leptop, dia saat itu juga ."ASTAGFIRULLAH!".Kaget Nathan dengan kehadiran Kenji depannya.


Sementara si pembuat kaget bersikap acuh. Dan justru bertanya ."Teman kamu yang dari Indonesia".Tebak Kenji .


"Iya."Nathan yang sudah beranjak dari atas tempat tidur .Untuk menaruh laptop nya di meja belajar .


"Teman lu banyak, Nat."Ujar Kenji tiba-tiba . Dengan posisi yang masih sama . Duduk di atas tempat tidur.


Nathan hanya terdiam sembaring, berjalan kembali ke dekat tempat tidur untuk kembali duduk di sana .Kini ia yang sudah kembali duduk di posisi tadi."Teman memang banyak, tapi kalau sahabat .Gue cuma punya sedikit."Kata Nathan sembaring terfokus mematikan lampu kamar. Dan menyisakan dua lampu didepan tempat tidur yang masih di biarkan menyalah dengan cahaya redup.


"Semua sahabat gue gila-gila, terutama yang baru saja melakukan Videocall dengan gue."Ucap Nathan kembali sembaring memperlihatkan senyum manisnya .


"Syukur, lu tidak merasa kesepian, Nat ."Batin Kenji yang menatap dalam manik hitam lekat Nathan .


Menyadari itu .Nathan langsung melempar sebuah bantal tepat di muka Kenji .Plakkk......


Bersamaan dengan jatuhnya bantal itu, Kenji langsung memasang wajah jengkel yang bercampur kesalnya .


Sementara Nathan sudah tertawa kecil, dengan posisi mengatur posisi tidur nya. Dalam balutan selimut tebalnya." Tidur lu, jangan berisik."Ucapnya tanpa melihat lawan bicaranya yang masih sangat kesal dengan ulahnya barusan .


Dengan ekspresi wajah yang masih kesal. Kenji segera menyusul berbaring di samping Nathan.


Dalam posisi saling singkur(Punggung melihat punggung) .Kedua pemuda ini mulai terlelap dalam tidur nyenyak nya masing-masing. Nyenyak untuk berselancar ke alam mimpi.