My Salvador

My Salvador
Eps.217 Kematian Sekar



Indonesia


Pukul. 22.00 Malam


Minggu


Nathan sudah ingin beristirahat harus ia urungkan saat ia tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon dari om Jeon di seberang sana.


*Nathan tolong susul Jovan .Di pergi dalam keadaan marah............Saya akan menyusul kamu setelah mengantar istri ke rumah Sekar ."


*Baik om ."


Panggilan berakhir.


Masih mengenakan celana pendek selutut. Nathan bergegas mengenakan jaket sebelum akhirnya berlari kecil keluar kamar .


Nathan langsung pergi ke garasi. Ia mengambil motor Vario nya yang akan mempercepat perjalanan untuk sampai di tempat Jovan.


Brummm.........Pintu gerbang rumah langsung di bukan kan oleh dua penjaga rumah.


Nathan langsung tancap gas menambah kecepatan melaju ke tujuan nya.


++++++


"Pa gimana?Nathan sudah menyusul Jovan kan."Tante Tian Ibunda Jovan yang menyungging ekspresi sangat khawatir.


Sebisa mungkin Om Jeon menyungging senyum hangat di depan istrinya."Sudah."Beralih fokus pada Fadil ."Nanti kamu temenin mama. Papa akan langsung menyusul Abang. "


Yang di balas anggukan ringan oleh Fadil .


Next.......


Sampai di tempat tujuan. Nathan yang belum benar memarkir motor ,buru-buru melepaskan helm yang ia kenakan. Langsung berlari masuk ke dalam kantor polisi.


Iya, kantor polisi adalah tujuan Nathan .


Keributan di dalam kantor polisi membuat jalan Nathan terhalang. Namun ia tetap berusaha masuk lebih dalam berdesak-desakan."Jovan."Seru Nathan .


"Tunggu pak tolong berikan ruang ."


"Tapi pemuda ini bisa mem.....". Memotong ucapan rekannya.".....Beri ruang ."Kata Iyslam.


Nathan melihat sekilas Iyslam .Ia berlalu mendekati Jovan yang kalap dengan Emosi nya .


Bruk..bruk....bruk...."Rasa sakit ini tidak seberapa dengan yang di rasakan Sekar ,HIDAN."Bruk....Bruk....Jovan terus memukul wajah penuh darah Hidan .


Menarik pinggang Jovan sekuat tenaga. Menarik menjauhkan Jovan dari Hidan .Hal yang tidak bisa di lakukan oleh polisi ini.


Walaupun Nathan juga sempat mendapat pukulan cukup kuat di wajah .Ia tetap fokus menjauhkan Jovan dari Hidan .


Bersamaan dengan itu Iyslam mengambil kesempatan untuk membawa Hidan yang kehilangan kesadaran ini menjauh dari Jovan.


"Lepas."Jovan menepis kasar tangan Nathan ."Kendalikan emosi lu ,lu mau buat mereka semua trauma ."Kata Nathan fokus pada lawan bicaranya.


Tidak memperdulikan sepasang mata yang masih memperhatikan nya ."Baji***ngan seperti dia pantas mati ."


"Dan lu akan di penjara."


"Pedulikan gue?".Jovan menatap datar tanpa penyesalan di akhir."Baji***ngan itu membunuh Sekar ,MEMBUNUH SEKAR , NATHAN."


"Nyawa harus di balas dengan nyawa bukan."


"Baji***ngan itu harus mati ."Jovan hendak menyusul Hidan .Dengan cekatan Nathan hentikan langkah Jovan .


Mendudukkan paksa Jovan di kursi panjang yang tersedia."Gue tau lu sedang berduka dengan kematian Sekar ,gue tau lu dendam dengan pembunuhnya. Tapi asal lu tau ,dengan membunuh pembunuh nya sekarang tidak akan membuat semuanya kembali ."Tegas Nathan.


Menundukkan pandangan meremas Surai rambut kepala dengan keduanya tangan nya ."Kenapa ini semua terjadi Nat?Besok hari pernikahan kita .Kenapa harus Sekar?Kenapa?".


"Sekar terlihat bahagia Nat tadi ,Sekar sangat....Sekar sudah menyiapkan semuanya. Besok adalah hari terakhir persiapan nya .Besok hari pernikahan kita .Besok hari pernikahan hiks...hiks.....".Tangis Jovan akhirnya pecah.


Sementara Nathan masih berdiri di depan Jovan .Sampai salah seorang polisi memberikan Nathan sebotol air mineral ."Terima kasih pak."


Yang di balas senyum hangat tipis .


Nathan duduk di samping Jovan duduk ."Garis takdir sudah ada yang ngatur ,datangnya pun tiba-tiba."


"Lu harus bangkit, lu harus kuat mengantar Sekar ke peristirahatan terakhir nya besok ."Nathan mengelus bahu kekar yang layu ini.


"Sekar akan lebih bahagia jika dia melihat lu bahagia."


Jovan hanya terdiam tertunduk, tanpa terdengar suara isak kan tangis lagi .


Sekar meningal! Karena apa? Karena Sekar menjadi korban pembunuhan yang di lakukan oleh Hidan .Sepupu tiri Nathan .


Sekar menjadi korban pembunuhan. Tetap setelah ia makan malam bersama Jovan .Waktu itu ,Sekar keluar lebih dulu dari restoran meninggalkan Jovan yang masih melakukan pembayaran.


"MUNDUR KALIAN ,AKAN BUNUH WANITA INI JIKA KALIAN MAJU .MUNDUR KALIAN."Pemuda ini(Hidan)Yang panik .


"MUNDUR."Hidan menarik Sekar dengan pisau yang masih mengalung di leher Sekar .


Melihat keributan di luar restoran. Jovan yang baru saja selesai melakukan pembayaran."Tunggu mas ."Panggil nya pada salah satu karyawan restoran."Di luar ada apa?".


"Di luar ada penyadaran."


"Perempuan atau laki-laki?".


"Perempuan katanya mas ."


Jovan langsung berlari keluar restoran, mencari keberadaan Sekar .Nihil ,ia yang tidak mendapati kehadiran Sekar .Langsung berlari menerobos kerumunan."Sekar ."Seru Jovan melihat sang calon istri tumbang di depannya.


Sekar mendapatkan luka sabetan di leher ,juga di punggung belakang bagian dada .Mendapatkan dua serangan bersamaan. Sekar langsung tumbang tepat saat Jovan baru muncul di barisan depan kerumunan.


Jovan langsung berlari mendekati Sekar .Memangku kepalanya."Sekar .Sekar sadar ya sayang ,dokter akan segera datang ."Tangan bergetar berselimut merah darah pekat ini memainkan layar ponselnya.


Menghubungi ambulan .


*Cepat datang ke jalan......Cepat ."


*Baik tuan ."


Panggilan di akhir sepihak.


"Bertahan sayang ambulan segera datang ."Kedua manik mata yang memerah berkaca-kaca .Tangan yang terus menggenggam telapak tangan lemah ini.


Tanpa memperdulikan Hidan yang hendak menyerang diri nya juga .Namun syukurlah salah satu warga berhasil menangkap Hidan ,dan membuang pisau itu dari tangan Hidan .


Kedua pasang ini .


Mata sayup-sayup berbinar-binar menatap hangat Jovan."Besok mas jadi bawakan bunga Krisan putih dan kuning iya .Saya suka aroma wanginya ."


"Besok ,tolong bawakan ke makam Sekar. Sekar ingin membawa bunga itu."Nada-nada bicara rendah Sekar .


"Sutt... bicara apa kamu ,kamu pasti sembuh ambulan akan segera datang. Saya tidak akan memaafkan kamu jika kamu pergi ."


Membalas dengan senyuman manis sebelum kedua kelopak mata layu ini benar-benar terpejam.


"Sekar. Sekar ,Sekar sayang tidak pergi kan ,Sekar ."Jovan yang menggoyang tubuh Sekar berharap Sekar akan membuka kelopak matanya kembali ,berharap senyum manis Sekar bukan senyum terakhir untuk nya ."Sekar bangun Sekar ambulan sudah datang, Sekar."


++++++++


Indonesia


Pukul. 07.20 Pagi


Senin


Hari bahagia yang selalu di nanti-nanti harus berakhir dalam semalam .Lee Jovan Do masih setia jongkok di samping gundukan tanah merah basah di depannya yang penuh hiasan bunga.


Semua pelayat sudah membubarkan diri .Hanya tinggal diam dirinya dan Nathan yang masih setia menemani sahabat nya.


"Ayo kembali Jov ,sebentar lagi hujan ."Ajak Nathan yang tidak mendapat balasan dari Jovan."Kau juga harus istirahat."


Masih belum ada balasan dari Jovan .Yang ada di samping pusaran Sekar .


Sesaat kemudian hujan benar-benar turun dengan derasnya. Payung yang di berikan mama Jovan untuk Nathan berguna.


"Jika tidak ingin Sekar sedih lu harus ikut gue pulang sekarang. Lu mau Sekar ngomel-ngomel datangi gue hanya karena gue tidak bisa......".Ocehan Nathan terhenti oleh Jovan yang beranjak meninggalkan pusaran peristirahatan terakhir Sekar .


"Tunggu, biar gue yang bawa mobilnya ."Nathan merebut kasar kunci mobil Jovan .


++++++


"Jovan."Seru mama Tian yang langsung beranjak menghampiri putra sulungnya. Menepuk kedua pipi putih pucat putranya."Dingin sekali ,baju kamu juga basah semua .Kenapa kamu buat mama khawatir. Ayo cepat ganti pakaian mu."Mama Tian mengandeng putra untuk mengikuti langkah kakinya.


Papa Jeon yang ada di sana .Fokusnya yang melihat Nathan ."Kamu juga harus ganti pakaian Nak Nathan."Berganti pada Fadil ."Fadil pinjamkan pakaian kamu untuk Nak Nathan."


"Tidak perlu om .Saya langsung pulang saja ,saya cuma mau izin bawa mobil Jovan ."


"Seenggaknya ganti pakaian dulu ."


"Tidak perlu om ,Fadil saya permisi."Nathan berlalu meninggalkan kediaman rumah Jovan .


Fokus pada putra keduanya."Kamu tidak istirahat?".


"Bentar lagi Pa."Balas Fadil ."Besok bolehkah Fadil ikut menemani Bang Jovan ke pengadilan?".


"Iya dan oleh karena itu kamu harus istirahat."


Yang di balas anggukan dan senyum tipis Fadil .