My Salvador

My Salvador
Eps.72 Berusaha



Korsel


Pukul 01.41 Malam


Minggu


Setelah berhasil menemukan persembunyian Hyun Jun-su dan mendengarkan semua rencana Hyun Jun-su sampai akhir. Nathan memutuskan untuk kembali ke mobilnya tadi .


Setibanya di sana ,ia mengetuk kaca mobil agar supir keluar .Pak supir yang mendengar instruksi Nathan segera beranjak keluar dari dalam mobil .


Menatap lawan bicaranya."Pak tolong pergi ke tempat kakak saya .Bapak tahu kan tempat nya?".


"Tau ,tuan muda."


Selepas bercakap-cakap dengan singkat kembali .Pak supir ini akhirnya berlalu pergi dari tempat ini .Meninggalkan Nathan seorang diri di sini .


Menyadari, ia sudah tidak dapat melihat kendaraan mobil pribadi keluarga nya lagi .Nathan segera kembali lagi jalan tadi ke dalam semak-semak .Entah apa yang akan di rencanakan oleh Nathan ,yang jelas sekarang ia hanya ingin kembali ke sana .


Ke tempat persembunyian Hyun Jun-su yang sudah berhasil ia temukan .Nathan berjalan belahan menerabas semak-semak belukar didepannya ,agar ia bisa lebih dekat lagi dengan gudang yang berukuran tak terlalu besar ini .


Kretek.........


"Siapa itu!?".Suara salah seorang penjaga yang mendengar suara itu .Suara ranting kayu kering yang terinjak."Hy!Ada orang asing di sini."Panggilnya kepada beberapa rekan nya yang kebetulan bertugas berjaga di bagian sisi ini.


"Sial." Umpat batin Nathan yang tanpa sengaja membuat suara yang cukup keras.


Beberapa pengawal pria mulai mendekati semak-semak untuk mencari keberadaan orang asing tadi .Nathan mencoba untuk tetap tenang ,akan tetapi jika ia tetap diam saja di sini .Dirinya pasti akan tertangkap sebelum ia berhasil menjalankan rencana nya.


Alhasil ia harus memutar otak lagi untuk mengambil rencana lain .Rencana yang membuat ke empat penjaga di depannya ini pingsan ,agar tak ada yang mengadu kepada atasannya .


Namun di sisi lain ,jika sampai Nathan gagal dan membiarkan salah satu anak buah berhasil kabur .Makah tidak ada jalan lain lagi ,selain lari menjauh dari sini sampai suasana sedikit lebih membaik kembali untuk beberapa saat .


"DIA!!".Ujar salah seorang penjaga yang berhasil melihat Nathan .


Secepat mungkin Nathan segera melawan ,melumpuhkan lawan nya .Awalnya ia sedikit kewalahan ,juga banyak menerima pukulan .Namun sebisa mungkin ,Nathan tetap melawan .


Ia berhasil melumpuhkan empat orang ini ,akan tetapi karena suara keributan yang ia buat .Membuat beberapa penjaga lain berlarian mengecek tempat ini .


Dan Syukur nya .Nathan berhasil lari menjauh dari sana .Yang membuat dirinya terbebas dari masalah yang seharusnya tidak terjadi .


"Bocah itu sudah sampai di sini!".Geram Hyun Jun-su sorot mata tajam nya menatap lurus ke depan .


"Dia pasti belum jauh dari sini .Berikan mikrofon itu!".Hyun Jun-su mengambil mikrofon tanpa kabel itu .


Sudah mendapatkan mikrofon tanpa kabel ini .Hyun Jun-su memulai membuka suara."Saya tahu itu kamu ,dan kamu sedang seorang diri di sini."


"......Saya beri kamu waktu lima menit, datang temui saya langsung ,atau lihat .Apa yang akan ku lakukan kepada perempuan ini ."Lanjutnya mengancam Nathan di seberang sana yang belum ia ketahui persembunyian nya .


Setelah puas dengan ancamannya .Hyun Jun-su dan beberapa pengawal meninggalkan tempat ini ,di sini hanya menyisakan empat pengawal tadi saja .


++++++


Sembaring menenangkan diri .Nathan mencoba memperbaiki rencana awalnya .Di tengah ia bergelut dengan isi kepalanya .Nathan juga sesekali mengecek layar ponselnya yang membuat semakin tidak bisa berpikir dengan jernih .


Tanpa pikir panjang lagi .Nathan memilih mematikan ponsel nya sementara waktu .Dengan ponselnya yang sudah benar-benar mati(Off) .Nathan beranjak dari sana ,ia berjalan berlahan ke tempat tadi .


Suasana tengah hutan ini sangat mendukung situasi yang akan di hadapi pemuda ini .Suasana mencekam di langit malam ,yang gelap gulita ,tanpa ada penerangan cahaya sedikitpun ,hawa dingin malam juga sangat menusuk ke dalam kulit .Membuat tubuh pemuda ini sedikit menggigil kedinginan .Itu terlihat dari raut wajahnya yang sedikit memucat dingin .Namun langkahnya tepat lah sama pada tujuan awalnya .


Tanpa rasa ragu ,pemuda ini tetap melanjutkan langkahnya .Di rasa sudah dekat dengan tempat semula .Nathan mulai mencari celah lain untuk masuk ke dalam .


Nathan pergi ke sisi tergelap tempat ini .Ia dekap mulut pria yang tengah berjaga di sana .Lalu ia lumpuhkan pria ini ,sampai tak sadarkan diri .


Di rasa sudah selesai dengan itu .Pemuda ini menarik tubuh pria ini untuk menepi, ketempat yang sedikit jauh dari pandangan mata pengawal lain ,jika seandainya datang .


Sesudah dengan itu ,pemuda ini kembali melanjutkan perjalanan nya kembali .Ia ke sisi tergelap kembali untuk menghindari berpasang-pasang mata yang sewaktu bisa saja menyadari kehadiran di sini .


Berhasil melewati beberapa penjaga membuat hati pemuda ini sedikit bisa bernafas lega .Sekarang tinggal gilirannya untuk memaksa masuk ke dalam sana .


Apa!?Masuk ke dalam sana .Yang benar saja! .Di luar pintu bangun tidak terlalu besar ini saja ,sudah ada tiga penjaga .Lalu bagaimana dengan di dalam?Di dalam pasti lebih menakutkan dari di luar .


Tapi tidak ,pemuda ini tetap memaksa untuk ke dalam seorang diri .


Baru saja berjalan ,pemuda ini merasakan sesuatu baru saja menusuk lehernya .Ia rabah lehernya ,dan betapa terkejutnya dirinya di saat mendapatkan itu sebuah jarum yang sudah berisikan obat bius .


Alhasil setelah mencabut jarum itu berlahan-lahan padangan pemuda ini menjadi mengabur ,semakin kabur dan gelap .Bahkan keseimbangan tubuhnya sudah tidak bisa ia kendalikan sendiri ,yang membuat tubuh pemuda ini tersungkur ke atas dedaunan di bawah sana .


++++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Riska tengah mengemudi mobil ,satu mobil dengan Jen Xin-ki yang duduk di kursi penumpang samping nya .


Mobil yang di setir Riska berlaju sangat cepat ,kecepatan melebihi kecepatan batas kenormalan .Jen Xin-ki bahkan sampai berpegangan sangat kuat pada gagang pegangan yang tersedia di atasnya .


Wwweerrrr.........Dedaunan di kering kecoklatan yang berserakan di tengah jalanan seketika menepi ,dan sebagian bertebaran karena hembusan angin yang di buat oleh mobil ini .Mobil yang berjalan melewati jalanan ini dengan sangat cepat .


Sesaat setelah mengemudi di jalanan yang lurus ,sembaring membersihkan jalanan dengan angin buatan nya .Di depan sana ada belokan tajam tajam yang siap menyambut kedatangan mobil Riska.


Masih dengan kecepatan mobil yang belum normal .Riska memutar setang kemudi nya, lalu menahan dengan kuat agar ia bisa melewati tikungan tajam di depan ini dengan teknik rolling speed .


*Rolling speed adalah teknik menggantung gas saat menikung dalam kecepatan tinggi. Teknik ini bertujuan agar tenaga mesin mobil tidak melemah atau turun saat menikung. Jadi, mobil tetap bisa meluncur dengan kecepatan tinggi di tikungan.*


Bersamaan dengan itu ,Jen Xin-ki semakin erat mencengkram pegangan nya ."Ssi, ssi ,nona muda, nona muda!!".Memperlihatkan ekspresi wajah yang sangat tegang , melotot menatap lurus ke dapan .


(Bhs Korea ,Ssi \=> nona )


Selesai melewati tikungan di depannya dengan baik .Riska langsung melanjutkan perjalanannya kembali tanpa mengurangi kecepatan mobil sedikit pun .Sedangkan untuk Jen Xin-ki ,ia mencoba mengatur nafas yang sempat putus-putus .Karena syok dengan tindakan majikan yang di luar mengemudi normal .


Walaupun Jen Xin-ki pernah menaiki mobil dengan kecepatan di luar normal .Namun baru kali ini ia merasakan bagaimana rasanya menaiki mobil dengan kecepatan yang sangat tidak normal ,bahkan untuk mengemudi nya seakan sedang berebut untuk sampai di garis finis terlebih dahulu. Atau kata wajarnya mengajak mati bersama.


Berbeda dengan Jen Xin-ki .Riska yang masih terfokus mengemudi ini ,tetap menunjukkan ekspresi wajah santai .Santai mengemudi mobil dengan kecepatan di atas normal ini .


Riska melakukan ini ,karena ia ingin lekas sampai di tempat sang adik .Ia tidak ingin hal buruk sampai menimpa adiknya .Adik satu-satunya yang ia punya saat ini ,satu-satunya keluarga sedarah yang ia punya saat ini .